Suster Alea Dan Tuan Gila

Suster Alea Dan Tuan Gila
Konten Baperin Fans


__ADS_3

...***...


Alea merasa lelah karena sedari tadi ia terus mencari keberadaan Lisa di setiap tempat yang ada di pasar. Alea heran, kemana sahabatnya itu membeli sesuatu. Bicaranya saja tidak akan lama. Tapi kenyataannya, sudah hampir satu jam dia pergi.


"Sebenarnya Lisa beli sesuatunya di mana, sih? Kok gue cari gak ada," ujarnya merasa heran.


"Ohh ... atau jangan-jangan si Lisa balik duluan lagi, ninggalin gue?" pikir Alea.


Tring!


Nada handphone milik Alea mulai berbunyi. Alea yang menyadari akan hal itu segera mengeluarkan benda pipihnya dari dalam tas selempang yang ia pakai. Tampak dari layar handphone, kontak bernama Lisa mengirimkan pesan whatsapp padanya.


[Ya, sorry banget, tadi gue pulang tanpa ngabarin lo dulu. Habisnya nyokap nelpon, minta gue buat beli obat di apotek. Makannya gue langsung pergi ke sana.]


Alea mendengus napas kesal usai membaca pesan WA dari Lisa. "Kalau tau gini, gue udah pulang dari tadi," gumamnya, lalu membalas pesan Lisa dengan mengirimkan stiker yang bertuliskan 'No Problem'.


Karena merasa lelah, akhirnya Alea memilih untuk pergi mencari minuman segar. Setelah itu, ia akan pergi ke taman terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.


***


Cuaca hari ini tampak tidak mendukung. Namun, hal itu tak membuat Alea mengubah niatnya untuk pergi ke taman. Alea ingin merilekskan pikiran sambil menikmati jus jeruk yang sempat ia beli di pasar.


"Nggak nyangka hari ini cuaca ngedukung hati gue banget. Secara hati gue lagi gak bahagia," ucap Alea, sesekali menyeruput jus dan memandang ke arah langit.


Usai menghabiskan jus, Alea beralih mengambil setangkai bunga melati yang sebelumnya ia letakkan di dekatnya. Alea kemudian memandangi bunga tersebut dengan sangat lekat.


"Entah kenapa setiap liat bunga melati, gue selalu teringat Iqbal. Gue kangen sama dia. Gue kangen tingkahnya yang seperti anak kecil," lirih Alea dengan kedua bola mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kenapa Iqbal malah gak inget gue? Kenapa? Apa mungkin dia beneran hilang ingatan? Kalau iya, harusnya Tante Indah ada di sini dan beritau gue semuanya tentang apa yang terjadi pada Iqbal."


Kini Alea tak kuasa menahan air matanya lagi. Hatinya telah kalah untuk berusaha tegar.


Alea kemudian menangis. Menangis sejadi-jadinya. Ia benar-benar sangat merindukan sosok Iqbal Riandra Keanny yang dulu begitu dekat dengannya.


Sekarang lelaki itu sudah berada jauh dari Alea. Sangat jauh. Hadir ke dunia baru menjadi seorang bintang, namun, meninggalkan cahaya yang dulu menyinarinya dengan kasih sayang.

__ADS_1


"I miss you, Iqbal. I miss you so much," lirih Alea getir, lalu mendekatkan setangkai bunga melati ke dalam pelukannya.


Clak!


Alea merasakan setetes air jatuh ke atas rambutnya. Setelah ia lihat, ternyata hujan akan turun. Cepat-cepat Alea pergi dari sana sebelum hujan deras datang.


Baru akan berlari, hujan sudah turun. Namun, hal itu tak menghalangi Alea untuk berlari lebih cepat mencari tempat berteduh.


Bruk!


Alea menabrak seseorang saat sedang berlari dan ia hampir saja terjatuh. Untungnya orang itu dengan cepat menahan punggung Alea.


"Maaf," ucap Alea seraya mengangkat wajah memandangi orang yang ada di hadapannya.


"Tadi, aku ...." Kata-kata Alea terhenti karena ia terkejut melihat orang itu.


"Iqbal," ucap Alea lirih.


Iqbal tersenyum. "Kamu gak papa?" tanyanya memastikan.


Tak lama, kedua bola matanya kembali berkaca-kaca. Hatinya mulai goyah begitu melihat sosok Iqbal dari jarak yang sangat dekat. Hingga tanpa sadar, ia pun menjatuhkan belanjaannya.


"Iqbal." Alea kembali menyebut nama Iqbal. Lalu perlahan tangannya mulai terangkat untuk menyentuh pipi milik lelaki tampan itu.


"Aku merindukanmu," lirih Alea, yang tak bisa membohongi perasaannya saat ini kepada Iqbal.


Tangan kiri Iqbal yang sebelumnya berada di punggung Alea sebagai sebuah penahan, kini beralih memegangi pipi gadis itu. "Aku juga merindukanmu," balas Iqbal.


Sontak Alea pun terkejut hebat mendengar balasan rindu dari mulut Iqbal. Apa ini berarti Iqbal sudah ingat siapa dirinya?


"Iqbal, kamu ...." Alea menggantung ucapannya. Ia tidak tau harus berkata apa.


Sesaat Alea pun meneteskan air mata. "Ini nyata 'kan? Kemarin kamu nggak ngenalin aku, nggak inget sama aku. Tapi sekarang, kamu? Kamu inget siapa aku?" tanya Alea dengan nada getir.


Iqbal hanya membalas dengan senyuman, sesekali ibu jarinya mengusap pipi Alea. Alea yang melihat hal itu, ikut tersenyum, diiringi air mata yang tak henti-hentinya menetes membasahi pipi.

__ADS_1


"I miss you, Iqbal. I miss you so much." Alea langsung memeluk tubuh Iqbal sangat erat. Kali ini Alea tidak akan melepaskan lelaki itu pergi lagi dari hidupnya.


"Iqbal tau gak sih, kemarin suster sedih berat karena Iqbal gak inget sama suster. Hati suster bener-bener terluka waktu itu. Tapi sekarang ... sekarang nggak lagi. Sekarang suster sangat bahagia, karena kamu sudah ingat sama suster." Alea mencurahkan segala isi hatinya dalam pelukan Iqbal.


"Sekarang suster kepengen Iqbal sebut nama suster. Sudah lama suster gak denger nama suster disebut sama Iqbal," pinta Alea lirih.


Hening. Tak ada respon dari Iqbal. Bahkan, Iqbal tak kunjung membalas pelukan Alea. Hal itu membuat Alea merasa heran dan langsung melepas pelukannya.


"Iqbal ... kok Iqbal malah diem?" tanya Alea, menatap Iqbal dengan tatapan tanda tanya.


Lagi-lagi Iqbal tak menjawab. Dan Alea semakin dibuat bingung dengan prilaku Iqbal yang malah diam tanpa ekspresi.


Feeling Alea kini berubah tidak enak. Ia merasa seperti ada sesuatu yang akan mempermainkan hatinya.


"I-Iqbal ...." Mata Alea mulai berkaca-kaca setelah dirinya tidak bisa berpikir jernih lagi. "Jangan bilang Iqbal---"


"Stop! Stop!" Seorang pria berpakaian serba hitam tiba-tiba muncul dari arah barat seraya menggenggam sebuah kamera. "Kamu ini gimana sih Iqbal? Katanya pengen bikin konten baperin fans, tapi kok kamu malah diem aja," tegurnya.


Alea seketika terkejut di tempat. Dadanya terasa sesak setelah mendengar konten baperin fans. Ini berarti sedari tadi hatinya telah dipermainkan oleh Iqbal. Nyatanya lelaki itu masih belum ingat siapa dirinya.


"Dia nanyain nama. Tapi aku gak tau nama dia siapa, makannya aku diam," ucap Iqbal tanpa ekspresi.


Pria itu menepuk dahinya. "Astaga, Iqbal! Lain kali kalau kamu gak tau, kamu asal aja jawabnya. Tapi asal di sini bisa bikin fans kamu baper. Kamu paham itu 'kan?" Pria itu memberikan usul pada Iqbal.


Sementara Alea, ia sempat terdiam dengan pikiran kosongnya. Masih tak menyangka Iqbal akan mempermainkan hatinya, padahal Alea sangat berharap besar Iqbal benar-benar sudah ingat siapa dirinya.


Namun, kenyataan malah berkata lain.


Kini pipi Alea mulai basah karena cairan bening yang keluar dari pelupuk matanya.


"Aku bukan fans. Sekali lagi aku bilang, aku bukan fans," peringat Alea dengan nada getir.


"Jadi, stop! Jangan diterusin lagi kontennya," pinta Alea sambil menahan tangisnya agar tidak semakin pecah.


• Bersambung •

__ADS_1


__ADS_2