SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 12. Membangun Perusahaan (2)


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kamu semuda ini. Aku kira yang mau membangun perusahaan itu bapak-bapak berumur empat puluh tahun atau tiga puluh tahun."


Andi menundukan kepalanya sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal." Ah, ya saya baru lulus S1 pak, jadi masih belum terlalu tua."


"Oh baru lulus S1 toh. Jangan formal-formal gitu. Biasa saja. Panggil Mas aja biar kita jauh lebih akrab."


"Iya pak,eh Mas"


Ghani mengangguk-anggukan kepalanya pelan. Ia lalu menatap Alex dari atas kebawah.


"Masih muda gini udah mau berbisnis. Enak kalau mau apa-apa enak. Pegen liburan ga perlu ijin ke atasan. Pegen ga masuk kerja juga bisa orang bisnisnya punya sendiri. Semuanya fleksibel. Jadi seribet yang kerja ikut orang. Bagus!"


"Kamu masih muda, gagal tidak masalah, kamu masih punya waktu panjang. Meski nanti gagal, jangan putus asa. Coba sekali lagi. Usaha tidak akan menghianati hasil." Nasihat Ghani kepada Alex.

__ADS_1


"Iya Mas aku akan ingat selalu nasihat Mas Ghani."


"Jadi, bisnis kamu ingin yang kaya gimana. Aku bisa bantu kamu buat pendaftaran."


"Jadi seperti ini Mas.."


Alex mulai menjelaskan mengenai perusahaan yang ingin dia dirikan. Ia juga menjelaskan kepada Ghani mengenai fokus dari bisnisnya tersebut. Semua Alex jelaskan kepada Ghani.


"Hemm.. Jadi seperti itu. Baiklah aku sekarang paham mau ke arah mana perusahaan mu ini. Aku sudah mencatat poin-poin penting dari perusahaan mu ini. Jadi yang kurang dari semua penjelasanmu tadi adalah Lahan yang dibutuhkan untuk membangun perusahaanmu?"


"Oke kalau masalah itu nanto saya kabari jika saya sudah dapat."


"Terimakasih Mas"

__ADS_1


"Dan apa alasan mu hanya akan berinvestasi kepada pengusaha kecil?"


"Saya ingin mewujudkan impian dari orang-orang yang ingin memulai bisnis dengan memodali mereka. Tentu saja aku tidak akan semabarangan memberikan modal. Aku akan mencari tim profesional yang akan menyeleksi dan memperhitungkan proposal-proposal yang masuk"


"Jika proposal itu bisa memberikan keuntungan untuk perusahaan, maka akan saya modali mereka.Jika tidak aku tidak akan melakukannya. Aku mendirikan perusahaan untuk mencari keuntungan,bukan badan amal yang membagikan sedekah tanpa mengharapkan apapun."


"Baiklah,Kalau begitu kamu perlu memenuhi semua persyaratan ini"


Ghani menyodorkan selembar kertas kepada Alex. Disana terdapat poin-poin yang sudah tertulis rapi. Alex kemudian membaca kertas tersebut dengan seksama. Ia perlu menyiapkan nama perusahaan, alam usaha, jumlah modal awal, NPWP dan masih banyak lainnya.


"Jadi aku perlu juga punya NPWP?" Alex ingat dirinya tidak memiliki NPWP. Sudah jelas ia akan membutuhkannya kelak. Meski perusahaan ini beluk berdiri, tetapi Alex memiliki perusahaan lainnya yang didapatkan dari sistem. Ia perlu membayar pajak pendapatan. Belum lagi PPN yang harus ia bayarkan. Jadi ia juga perlu memiliki NPWP pribadi.


Sebagai warga negara yang baik, Alex perlu membayar pajak. Setidaknya selama ini keluarganya mendapatkan bantuan dari pemerintahan. Itu semua bersumber dari pajak. Jadi, ketika Alex sudah memiliki pendapatan lebih seperti saat ini, sudah saatnya ia membalas apa yang negara berikan kepadanya dengan membayar pajak secara teratur dan tidak bolong-bolong.

__ADS_1


"Iya. Kamu perlu memiliki NPWP pribadi, juga nantinya ketika perusahaan mu berdiri, kamu juga perlu memiliki NPWP perusahaan, Semua persyaratan itu wajib kamu penuhi semuanya. Apa masih ada yang ingin kamu tanyakan?"


__ADS_2