SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 73. Alex Dan Kelima Tuan Muda


__ADS_3

Bel pulang pun tiba, Alex berfikir mungkin ini saatnya, saat semua orang sudah keluar, dia hanya perlu mencegat kelima Tuan Muda itu pergi.


"Hei,Lynard, Wendy, Paul, Deny, dan Felix, tunggu aku, jangan keluar dulu"


Mereka yang mendengar suara pun segera membalikan badannya, dan menatap Alex.


"Ada apa? Apakah kamu mengajak kita bermain?" Ucap Paul dengan mata berbinar, sepertinya dia sangat menyukai game.


Alex menggelengkan kepalanya pertanda bahwa yang di tanyakan oleh Paul adalah salah.


"Lalu?" Ucap mereka serempak, walaupun di kampus mereka tidak terlalu dekat, namun jika permasalahan game mereka berenam adalah ahlinya. Alex salah satunya, mungkin faktor usia.


"Aku hanya ingin berbincang sebentar dengan kalian, maukan?" Alex berkata dengan mata polos seperti anak yang tidak tahu apa-apa.


Mereka berlima seolah terhipnotis oleh kepolosan Alex dan mengiyakannya.


Alex yang melihat itu tersenyun senang lalu menelpon Zex untuk menjemputnya menggunakan mobil Limousin.


"Sebentar ya, aku akan menelpon supir supaya kita berbincangnya lebih gampang"


Mereka hanya menganggukan kepala, dan duduk disalah satu meja bangku siswa, menurutnya akan memakan waktu yang lama sampai supir yang di panggil oleh Alex tiba. Daripada berdiri mereka memilih duduk.


"Zex, apakah di garasi kita ada mobil yang muat untuk enam orang? Kalau bisa mobil yang panjang, kau tahu kan itu? Limousin"


"Limousin? Sepertinya kita tidak punya Tuan, hampir semua mobil yang berada digarasi markas adalah Roll Royes saja" Ucap Zex dengan nada menyesal, mungkin setelah ini dia bertekad membeli semua merk mobil supaya tidak menganggu Tuannya.


"Kalau begitu siapkan saja, aku tidak peduli harganya, pakai uang markas dulu, dan apakah organisasi kita sudah bisa terbentuk secara resmi?" Alex lumayan penasaran dengan perkembangan organisasi miliknya, jika bisa selesai kurang dalam satu tahun maka itu sudah lebih dari cukup. Menurutnya dengan bantuan kelima keluarga itu Alex sudah bisa menemukan dalang dari penyerang keluarganya.


"Baik Tuan, saya akan memerintahkan Blood untuk membeli mobil tersebut, lalu untuk permasalahan organisasi, menurut saya sebentar lagi semuanya akan selesai, jika Tuan ingin bertanya detailnya mengapa tidak kepada Mr.01 saja?" Ungkap Zex kepada Alex, karena menurutnya bukankah Mr.01 bawahan langsung dari Tuannya?


"Ah! Benar juga, baiklah segera siapkan saja mobil yang kubutuhkan tadi"


"Baik Tuan"


Sambungan telepon antara Alex dan Mr.Zex pun berakhir.


Karena sangat membosankan, Alex memutuskan untuk basa-basi dulu dengan mereka berlima.

__ADS_1


"Hei kalian semua apakah bersahabat sejak dulu? Aku lihat-lihat kalian selalu bersama?"


Alex akan mencoba mengorek dari permasalahan kecil seperti ini. Menurutnya pertanyaan seperti ini bukanlah suatu hal yang rahasia.


"Iya, kami sudah bersahabat sejak kecil, karena keluarga kami juga berteman satu sama lain, maka anak-anaknya pun ikut berteman, Haha"Ucap Lynard disetujui oleh keempat teman lainnya.


Alex menganggukan kepalanya. Lalu menatap mereka berlima secara bergantian. Membuat sang empu kebingungan dengan tindakan nya.


"Wajar sih kalian sudah berteman sejak kecil-"


Tin..


Suara klakson mobil, membuat Alex menghentikan perkataannya, lalu beranjak dari sana menuju jendela kelas.


Disana sudah terpampang jelas mobil panjang seperti yang Alex inginkan, dengan begitu dia tidak perlu repot-repot dalam berbincang.


Chrysler 300 Limousine. Limousine yang satu ini terbilang cukup populer bagi kalangan atas.


Untuk bentuknya sendiri, mobil ini secara fisik agak mirip dengan Bentley, tetapi kapasitas yang dimilikinya lebih besar karena dapat memuat penumpang mencapai 12 orang. Sehingga banyak orang yang menyebut kendaraan ini sebagai kendaraan limousine keluarga.


Karena memuat kapasitas penumpang yang cukup banyak, mobil panjang mewah yang satu ini memiliki harga yang cukup tinggi, yaitu mencapai Rp1,8 triliun.


Dengan segera Alex menghampiri kelima temannya itu, dan berkata.


"Ayo turun, supirku sudah datang"


Singkatnya kini Alex berada di depan gerbang sekolah, untungnya saat ini tidak ada mahasiswa / mahasiswi yang berlalu lalang, dengan begini Alex tetap bisa menjadi Low Profile.


Di depan mobil limousine terdapat beberapa anggota Nsf yang berjaga, diikutu dengan 2mobil rolll royes hitam yang mengawal.


Pakaian anggota organisasi Alex bukan main-main, mereka menggunakan baju dan jas dengan kualitas terbaik, bahkan jasnya itu termasuk Jas anti peluru yang jarang bisa diperjual belikan.


Blood yang melihat Alex segera membungkukkan badannya sembari memerintahkan salah satu bawahannya untuk membuka pintu mobil.


"Salam Tuan"


Lynard, Wendy, Paul, Deny, dan Felix. Terpana dengan mobil yang ada didepan matanya.

__ADS_1


Mereka tidak mengira bahwa Alex akan membawa mobil kelas atas seperti ini.


"Baiklah ayo masuk, tidak perlu berlama-lama seperti ini, dan Blood rute yang akan kita lewati adalah berputar kota" Ucap Alex dengan raut wajah yang sudah berubah menjadi sangar.


Blood menganggukan kepalanya semabari menahan ludahnya, entah mengapa setiap perkataan yang Tuannya Lontarkan dirinya menjadi susah untuk bernafas.


Baru saja Alex akan memasuki mobilnya memgikuti kelima temannya, terdengar suara yang familiar dari arah belakang.


"Alex tunggu!"


Dan benar saja, yang memanggilnya tidak lain adalah Rose.


Alex menatap Rose binggung, 'Kenapa ini cewe belum pulang?'


Rose yang merasa ditatap hanya tersenyum manis.


"Ada apa denganmu? Kenapa belum pulang? Apakah Yoana belum menjemputmu?"


Merasa dipertanyakan Rose hanya menganggukan kepalanya dengan tidak tahu malu, apakah sekarang dirinya tidak tahu jika Alex sedang terburu-buru?


"Baiklah, aku akan menyuruh salah satu bawahanku untuk mengantarmu pulang, saat ini aku sedang akan berbincang dengan teman-temanku"


Niat Rose adalah pulang bersama dengan Alex, namun mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Alex membuat dirinya sedih.


Rise menatap Alex dengan mata yang sudah berair, lalu berkata. "Apakah tidak bisa jika kita pulang bersama?"


Alex mulai panik saat melihat butiran air mata menetes dari Rose, dia sama sekali tidak paham dengan hati wanita, terkadang tegas, lembut, lalu cengeng, sungguh aneh.


"Hei..Hei, ada apa? Kenapa kau menangis?"


Blood yang melihat adegan itu hanya bisa menahan tawanya, tak beda dengan anggota lainnya, mereka tidak pernah menyangka Alex akan kesusahan hanya karena seorang gadis.


Untuk Lynard,Wendy,Paul,Deny dan Felix mereka masih dibuat binggung dengan situasi saat, Namun karena tidak ingin berfikir panjang mereka hanya mengabaikannya lalu berbincang satu sama lain.


"Aku ingin pulang bersamamu, apakah tidak boleh?"


Alex saat ini frustasi, waktunya akan habis jika Rose begini terus, mau tidak mau Alex pun menganggukan kepalanya pertanda memperbolehkan Rose ikut dengannya.

__ADS_1


__ADS_2