SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 81. Panas


__ADS_3

"Tu-Tuan Muda" Ucap manajer hotel itu dengan membungkukkan badannya.


Beberapa orang yang berada disana terkejut saat manajer yang terkenal sangat menjaga harga dirinya itu sedang membungkuk memberikan hormat kepada pemuda didepannya.


Tuan Muda Po yang ada disana berkeringat dingin. Dia sadar siapa yang dilawannya. Jika manager hotel ini membungkukkan badan kepada seseorang sudah pasti mereka dari keluarga Qin.


"Jadi kau manager hotel ini? Keamanan tidak ada yang becus! Terus mau jadi apa hotel ini?!"


Alex tidak mempermasalahkan jika hotel ini menjadi tempat para konglomerat beradu cinta tetapi Alex kesal dengan keamanan yang pilih-pilih.


Seharusnya sebagai petugas keamanan mereka netral dan mencari akar masalahnya. Bukan malah membuat keributan di tempat kerja.


"Be-benar tuan muda"


"Pecat semua satpam busuk mu ini! Besok akan kukirimkan orang-orangku saja!"


Para satpam yang masih ada disana terkejut saat mendengarnya. Gaji dihotel ini sangat besar dan menguntungkan bagi mereka. Hanya saja ini mungkin hari sial untuk para satpam itu.


Alex tidak ingin terlalu memperpanjangkan hal ini tetapi melihat tatapan mesum orang dari keluarga Po ini membuat Alex geram.


Saat ini dia ingin segera beristirahat. Jadi Alex memutuskan menelpon Zex untuk kemari.


"Dan kau..dari keluarga mana tadi? Po? Tunggulah akhir mu!"


Setelah mengucapkan itu Alex menarik tangan Rose menuju resepsionis dan mengambil kunci kamar.


Semua orang yang ada disana hanya bisa tercengang. Dan Tuan Muda Po saat ini menyesali perbuatannya. Dia merasa mungkin hari ini keluarga nya akan hancur.


"Rose kau tidak apa-apa kan tidur sendiri?"


Rose menganggukan kepala dan menunduk.


"Hei kau kenapa? Apakah perlu aku panggil kakakmu kemari untuk menemanimu tidur?"


Rose menganggukan kepalanya lagi. Karena memang itulah kebiasaanya, dia tidak bisa tidur jika tidak ditemani.


"Baiklah aku akan menelpon kakakmu untuk kemari"


Alex segera merogohi kantongnya dan mencari kontak Yoana. tetapi dia baru ingat jika dia tidak pernah menambahkan nomor kontak kedua tunangannya ini.


"Ro-rose apakah kau bisa menelpon sendiri? Aku tidak mempunyai nomor Yoana"


Alex menatap kesal ke arah Alex. bagaimana bisa seorang tunangan tidak mempunyai nomor telepon tunangannya.


"Huh! Baiklah, saat kakak kemari terimalah hukumanmu!"


"Kau berani mengancamku gadis kecil?!"


Alex mendorong tubuh Rose hingga menabark dinding.


Terlihat raut wajah gugup muncul di mukanya.


"Ti-tidak. Aku hanya bercanda"


"Baiklah kalau begitu masuklah kekamarmu lalu telepon kakakmu!"

__ADS_1


Alex lalu meninggalkan Rose sendirian dan memasuki kamarnya.


***


Rose menatap kepergian Alex dengan wajah kesal dan memerah.


"Kakak! Kenapa kau tidak membantuku tadi?!"


Munculah seorang wanita dari balik pintu kamar. Itu adalah Yoana. Sebenarnya Yoan sudah mengikuti Alex sedari tadi hanya saja Alex tidak menyadarinya.


"Aku hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Alex, tapi ternyata dia masih polos juga, bahkan membawa mu kehotel tanpa ada niat tertentu"


Rose menatap Kakaknya heran. Karena ungkapan hotel memang ada dua. yang pertama untuk beristirahat dan yang kedua untuk beradu cinta. Setika wajahnya memerah seperti tomat.


"Haha lihatlah wajahmu itu, bagaimana jika kita mengambil kepolosan Alex?" Ucap Yoana dengan menjilati bibirnya.


"Hah? Kakak bercanda kan? Kita tidak boleh melakukan itu sebelum menikah!"


"Kita kan tunangannya, kenapa harus takut? Jika Alex tidak bertanggung jawab bukankah keluarga kita akan membela kita."


"Tapi kakak lihat sendiri kan kekuatan Alex dibelakang layar, dia sangat kuat! Bahkan ketua organisasi Void berada dibawah perintahnya!"


Yoana tertegun sejenak lalu memikirkan sebuah rencana matang. Yoana adalah orang yang dewasa jadi dia tahu apa itu bercinta hanya belum pernah merasakannya saja.


"Bagaimana jika kita masuk kedalam kamarnya?" Ucap Yoana.


"Untuk apa?...Jangan bilang kakak ingin-"


"Tepat sekali! Jika kau tidak ingin maka kakak saja!"


"Kita berikan obat perangs*ng , biarlah dia yang memintanya sendiri hihi"


Akhirnya Rose menuruti ucapan Yoana. Mereka berdua lalu mengetuk pintu Alex.


Tok..Tokk


"Siapa?" Tanya Alex di dalam kamar.


Padahal dirinya ingin mandi karena tubuhnya lengket tetapi tertunda karena suara ketukan pintu.


"Ini aku Rose"


"Masuklah"


Rose masuk dan di ikuti oleh Yoana dibelakangnya. Alex menatap mereka lalu bertanya.


"Ada apa kemari? Bukankah sudah ada kakakmu?"


"Kami hanya ingin mengobrol sebentar"


"Baiklah duduk dulu, aku akan mandi"


Rose dan Yoana menganggukan kepala lalu menatap satu sama lain.


Yoana yang mempunyai teknik memasak memilih memasak dengan dibumbui oleh sedikit obat perangs*ng.

__ADS_1


Dia memilih masakan yang simple yaitu nasi goreng. sedangkan Rose dia juga membuat sebuah jus jeruk yang dicampur oleh obat peraaangsang.


Lima belas menit kemudian mereka berdua telah selesai melakukan semuanya. Sisa meninggal Alex keluar dari kamar mandi.


Saat Alex keluar dia memandang heran dan curiga kepada kedua wanita itu.


"Kenapa kalian tiba-tiba memasak?"


"Kami hanya ingin memasak karena lapar. Dan karena ada kamu jadi membuat banyak"


Alex hanya menganggukan kepala lalu memakai bajunya. Tubuhnya penuh otot dan atletis tentu sudah membuat kedua gadis itu terpesona.


"Ini benar kalian yang buat?"


"Tentu saja, kak Yoana sejak kecil suka memasak"


Alex masih curiga dan meminta sistem untuk memindainya.


"Sistem bisakah kau pindai apa yang ada didalam nasi goreng ini?"


[Ding! Didalam makanan Host terdapat campuran obat perangs*ng yang disebut Viarga, yang biasanya digunakan saat perut dalam keadaan kosong. Karena itu kebanyakan pasangan suami istri memasukan obat itu saat sedang sarapan/ makan malam sebelum kegiatan enak-enak dimulai. Dan obat ini akan bereaksi lima belas menit setelah dikonsumsi]


Alex tersenyum sinis mengetahui niat, mereka.


"Haha, aku heran mengapa kalian memasakkan makanan kepadaku, ternyata nasi goreng ini kalian campur obat peraangs*ng ya?!"


Teriak Alex kepada mereka berdua. Sedangkan Yoana dan Rose terkejut saat niat mereka diketahui.


"Kalian ini seorang gadis, kenapa malah menjual diri seperti ini?" Ucap Alex lembut yang mencoa menahan kesal.


"Ma-maafkan kami" Ucap Yoana dan Rose menyesal. Dan Alex hanya menghela nafas panjang lalu mengambil minuman jeruk yang ada disampingnya.


Alex lumayan haus dan lupa meminta sistem untuk memindai minuman ini. Sedangkan Yoana tersenyum lebar saat Alex terjebak dalam rencananya.


'Hihi. Sekuat apapun dirimu pasti akan masuk ke dalam rencanku!' Batin senang Yoana.


Lima belas menit itu Alex terus menceramahi mereka berdua agar tidak melakukan hal seperti itu.


Namun entah mengapa Alex merasa panas didalam tubuhnya. Padahal Ac dalam kamar telah dia nyalakan di suhu 16 derajat.


"Kenapa panas sekali?"


Yoana memandang Rose lalu mengangguk bersama. Mereka segera beranjak berdiri dari tempat duduk lalu menarik Alex menuju kasur.


Bruk.


"Apa-apaan ini?"


"Si-sial ternyata kalian juga mencampurnya didalam jus itu ya"


'Sistem apakah kau bisa hilangkan efek ini?'


[Ding! Tentu bisa tenang saja Host sebentar lagi efeknya akan menghilang!]


'Haha, karena kalian yang mengundangku apa salahnya kunikmati!'

__ADS_1


__ADS_2