SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 7. Membeli Baju


__ADS_3

Bruuuummm!! Bruuuummm!!


Bugatti Centodieci berwarna biru milik Alex terus melaju di jalan raya kota Quarter bersama dengan bunyi deruan mesinnya. bisa dibilang yang terlihat di sepanjang perjalanan hanyalah pandangan orang-orang yang penuh dengan rasa kagum dan iri.


Tidak lama kemudian, Alex menghentikan mobilnya di dekat Jalan Komersial Anugera.


"Cepat lihat itu!, itu mobil Bugatti Centodieci! aku tidak salah lihat bukan?


"Mobil ini pasti sangat mahal, kan?"


"Huh, kamu punya uang berapun belum tentu bisa membelinya. Lagi pula, harga mobil itu 100 miliar!"


Seorang Pria muda mengulurkan jari telunjuk dan menggoyangkannya di depan temannya. pria muda yang iri pun semakin bersemangat.


"Tidak mungkin? 100 miliar? Harga mobil yang kegunaannya hampir semua mirip harganya menyentuh 100 miliar?


Tiba-tiba pemuda itu tercengang.


Sementar Alex juga telah mengendarai mobilnya ketempat parkir bawah tanah bersama dengan pandangan iri orang-orang setelah Alex memakirkan mobilnya, Dia berjalan ke Jalan Komersial Anugera dan mencari sebuah brand baju terkenal di kota Quarter karena Alex belum memiliki baju formal yang kemungkinan akan dia gunakan saat ada acara penting.

__ADS_1


Setelah memikirkannya, Alex berjalan keluar dari mobil. Dan langsung melangkahkan kakinya menuju toko Versace terdekat. Setelah berkeliling, dia meninggalkan toko dengan tangan kosong.


Alex keluar dari toko dengan tangan kosong karena dirinya tidak bisa menghargai desain toko tersebut.


Walaupun merek Versace sangat terkenal, tapi Alex tetap merasa desainnya kurang enak di pandang. Tidak tahu juga, apa karena penilaian estetika Alex belum ikut meningkat. Akhirnya Alex memasuki toko Gucci yang ada di sebelah toko Versace.


Jalan komersial Anugera ini, bagaimanapun juga adalah Jalan Komersial termewah di kota Quarter. Gucci sendiri juga merek besar tingkat internasional, jadi tidak ada kejadian dimana setelah memasuki toko para pramuniaga mengusir pelanggan atau tidak melayani pelanggan.


"Selamat datang di Gucci. Saya Vivi, apa yang bisa saya bantu?"


Seorang pramuniaga wanita muda berjalan ke samping Alex dan menyapanya dengan senyuman manis.


Vivi ini sangat imut. Rambutnya yang di kuncir seperti ekor kuda membuatnya terlihat profesional. Make-upnya lumayan natural. Matanya juga terlihat sangat bersih dan polos. Jika Alex harus memberinya penilaian maka Alex akan memberinya nilai 100 sebagai nilai sempurna.


"Iya, aku mau membeli baju, tolong rekomendasikan beberapa kaos oblong"


Dia menjawabnya sambil mengusap hidungnya untuk menutupibrasa canggung.


"Baik Pak, ini model baru musim panas toko kami"

__ADS_1


Bersama rekomendasi pramuniaga, Alex menyukai kaos oblong berwarna hitam.


"Mata anda benar-benar tajam pak!, ini model terbaru yang baru saja tiba di toko kami. Bahkan bahannya juga terbuat dari kapas murni, jadi sangat nyaman dipakai"


Setelah melihat harga baju ini :4,6 juta.


"Oke bungkus langsung" Jawab Alex.


"Baik, apa Anda mau mencobanya.." Vivi tertegun sebelum ia selesai berbicara.


"Apa yang Anda katakan, Pak?"


"Kenapa? Bungkus saja."


Alex melihat vivi dengan binggung.


"Apa Anda tidak perlu mencobanya dulu?"


"Tidak perlu." Alex langsung menjawab dengan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Kali ini, Vivi berdiri di samping Alex menjadi semakin terkejut. Bagaimanapun, ini juga baju seharga 4juta lebih!, pelanggan lain biasanya juga akan mencobanya dan melihat hasil pakai di tubuh dulu. Namun Alex malah langsung memintanya untuk membungusknya. Ini pertama kali dia melihat orang begitu Royal.


__ADS_2