
Kini Alex tengah duduk di salah satu kursi meja makan, mereka semua sedang menunggu kedatangan Yoana dan Rose.
Tak berselang lama mereka berdua pun datang dengan tampilan yang berbeda-beda.
Rose dan Yoana datang ke tempat makan dengan ruat wajah yang sudah memerah, Alex yang melihat itu mengernyit heran.
"Kalian kenapa? Sakit?"
"Ti-tidak ada, kami tidak sakit"
"Lalu? Kenapa wajah kalian merah seperti orang demam?"
Qin Rey yang melihat ke tidak peka-an sepupunya mengumpat di dalam hati.
'Ini yang goblok Alex atau memang dianya yang tidak peka? Jelas-jelas mereka berdua sedang malu'
Qin Rey memang sudah pulang pagi tadi dan sengaja ikut makan pagi bersama keluarganya.
Karena suasan canggung yang dirasa tidak akan ada habisnya, Qin Hong mulai berbicara.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul, mari kita makan!" Ucap Qin Hong
Mereka semua pun memakan makanan yang ada di atas meja.
Tidak ada satu pun orang yang berbicara dan hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring.
Singkatnya saat ini mereka semua telah menyelesaikan sarapan pagi bersama, Qin Liu An dan Li Anchi membereskan sisa-sisa makanan dan membawa piring kembali ke dapur.
Karena Qin Rey tidak ada jadwal kuliah dia memilih untuk tidur kembali. Qin Hong dan Qin Wen berangkat menuju perusahaan.
Dan kini hanya tersisa mereka bertiga di meja makan, yaitu Alex, Rose, Dan Yoana.
"Ekhem karena aku ada kuliah pagi aku berangkat dulu" Ucap Alex lalu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Belum sempat Alex memegang gagang pintu tiba-tiba terdengar suara yang familiar di telinganya.
"Tu-tunggu"
Alex pun membalikan badannya dan menatap Rose .
"Ada apa?"
Rose merasa malu saat ditatap oleh Alex, lalu dirinya pun memunduk.
"I-itu apakah di kampus saya boleh-"
Alex yang paham akan kemana arah alur pembicaraan ini, dia pun segera menjawab tanpa menunggu ucapan Rose selesai.
Bukannya Alex tidak menghargai Rose, hanya saja saat ini waktu Alex sedang mepet dan jarak kampus dari kediaman Qin lumayan jauh.
Menaiki sepeda dengan jarak yang bisa dibilang 4 kilo meter jauhnya. Alex ingin sampai disana pada pukul delapan pagi namun saat ini jam sudah menunjukan pukul tujuh tiga puluh.
__ADS_1
"Lakukan sesukamu, aku akan berangkat sekarang"
Tanpa menunggu jawaban dari Rose, Alex keluar dan menaiki sepedanya dengan secepat mungkin.
Waktu yang biasa ditempuh oleh Alex saat berangkat menuju kampus yaitu dua puluh menit.Semoga saja hari ini Alex tidak telat.
Di suatu tempat Zex yang sedang sarapan diwarung bersama anak buahnya melihat Tuannya menaiki sepeda.
Zex bisa melihat raut wajah Alex yang sedang terburu-buru, karena penasaran Zex mencegat Alex di tengah jalan.
"Tuan"
Crittt...
Suara rem sepeda Alex menggema di sana. Alex mendengus kesal saat melihat siapa yang menghentikannya.
"Ada apa? Aku sedang buru-buru menuju kampus!"
Zex tahu akan kesalahannya segera menunduk meminta maaf dan menjelaskan maksud menghentikan Alex.
"Maafkan saya Tuan, saya melihat ruat wajah Anda dari kejauhan seperti sedang terburu-buru, karena itu saya mencegat Anda dan mencoba menawarkan tumpangan supaya Anda sampai lebih cepat"
"Terlihatkah? Sepertinya aku terlalu lengah hari ini!"
"Bagaimana jika saya antarkan Anda menuju kampus?"
Karena tidak ada pilihan Alex menganggukan kepala lalu mengikuti jalan Zex dari belakang.
"Baik Tuan"
Akhirnya Alex tiba jauh duapuluh meter dari kampus, segera di turun lalu berbicara.
"Antarkan sepedaku di tempat parkir"
"Baik" Ucap Zex.
...----------------...
Ujian pun dimulai, para pengawas mulai membagikan kertas soal dan jawaban di meja mahasiswa satu persatu.
Seperti biasa Alex dengan mudah menyelesaikan semua soal hanya dengan waktu kurang dari satu jam.
Karena bosan, Alex mencoba untuk mengelilingi kampus dengan cara izin ke toilet.
Alex segera beranjak dari kursinya lalu melangkahkan kakinga menuju meja pengawas.
"Pak, saya izin ke toilet sebentar"
"Baiklah, jangan lama-lama" Ucap pengawas.
Alex menganggukan kepalanya lalu keluar dari kelas, kalaupun dia tidak kembali, pastinya soal ujian dia sudah di ambil, jadi Alex tidak perlu, repot-repot kembali untuk menyerahkan kertas ujian.
__ADS_1
Sejujurnya Alex lumayan penasaran dengan kampus ini, Universitas Fudan.
Kampus ini tidak termasuk dalam jajaran universitas internasional, namun entah mengapa Alex sering melihat para mahasiswa ataupun siswi yang termasuk dari golongan keluarga besar di negara ini.
Contohnya sendiri adalah Rose, Wendy, Paul, Lynard, Deny, dan Felix.
-Feng Rose
-Xi Wendy (Xi Zhang)
-Lin Felix (Lin Feng)
-Xiao Deny (Xiao Zhuang)
-Wen Lynard (Wen Yifeng)
-Tang Paul (Tang Rui)
Alex dapat dengan mudah mengetahui identitas seseorang berkat skill Appraisal yang dia dapat dari sistem.
Keluarga Xi,Lin,Xiao,Wen, dan Tang bukanlah keluarga biasa. Mereka bisa dibilang keluarga yang setara dengan keluarga Qin atau pun keluarga Feng.
Walaupun urutan mereka ada dibawah kedua keluarga itu, namun pasukan mereka tidaklah sedikit, kalau Qin dan Febg unggul dalam kekayaan dan kekuasaan maka kelima keluarga tadi unggul dalam kekuataan.
Mental para pasukan mereka sudah diasah hingga ketingkat profesional, kebanyakan dari mereka adalah pensiunan tentara elite, bahkan jendral.
Tidak heran banyak keluarga yang ingin menjodohkan putri mereka dengan Tuan Muda dari kelima keluarga itu.
Namun masalanya bukanlah itu, yang Alex khawatirkan adalah apakah kelima temannya ini sudah mengetahui identitas Alex sejak hari pertama?
Jika seperti dugaan Alex maka kelima keluarga ini sedang merencanakan sesuatu, hingga mengim kelima anak mereka bahkan sampai menyamarkan identitas asli.
[Ding!]
[Misi terpicu, cari alasan kedatangan kelima Tuan Muda Lin, Xi, Wen, Tang, dan Xiao]
[Hadiah: 55% Saham keluarga Lin, Xi, Wen, Tang , Dan Xiao]
[Hukuman: Alat Vital Host hilang]
[Waktu: - ]
Alex terkejut dengan misi yang tiba-tiba diberikan oleh sistem, apalagi hadiah yang dia dapatkan.
Jika seperti itu bukankah kelima keluarga akan menjadi pasukan milik Alex? Dengan kata lain bawahan.
Karena sudah memancing misi dari sistem mau tidak mau Alex harus menerimanya, kalau tidak maka Argggh.
Saat ini Alex tengah memikirkan bagaimana cara menguak alasan kedatangan kelima Tuan Muda itu. Apa niat mereka? Jahat atau Baik? Jika Baik maka Alex dengan senang hati welcome pada mereka dan menjadikan mereka pasukan rahasia Alex, namun jika niat mereka jahat makan Alex tidak segan-segan akan membuat keluarga mereka menjadi budak yang lebih buruk daripada budak.
Karena belum terpikirkan bagaimana caranya Alex memilih untuk kembali kekelasnya.
__ADS_1
•Jangan Lupa Like, Vote, Komen, Gift!