
"Ayo kita bermain game Pubg yang lagi booming dibicarakan"
Ucap Wendy yang membuat mereka semua semangat tak terkecuali Alex. Alex sendiri juga cukup penasaran dengan game baru ini. Dulu Alex sempat berfikir juga untuk menjadi gamer profesional. Namun harapannya pupus karena sekarang dia harus disibukan dengan kuliah.
Singkatnya mereka pun bermain game Pubg dengan semangat membara. Mereka sudah memainkan gamenya sebanyak 10 kali, dan selama pertandingan itu hanya Alex dan Paul yang mendapatkan Mvp. Alex mendapatkan 6Mvp sedangkan Paul 4Mvp.
Lynard, Wendy, Deny, dan Felix yang melihat itu hanya menahan kekesalannya. Mereka tidak berharap jika Alex dan Paul akan mendapatkan Mvp sebanyak itu.
Jam sudah menunjukan pukul 15.00 pada saat itu juga waktu yang mereka sewa juga telah habis.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan pisah saat sudah di depan pintu warnet.
"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu Lex, hati-hati di jalan"
"Iya, kalian juga hati-hatilah dijalan"
Tak lama kemudian Alex segera menuju dimana sepedanya terpakir. Alex berjalan sembari memikirkan masa depannya.
'Ha..Lebih bagus menjadi pengusaha atau gamer profesional ya'
'Tapi jika memilih menjadi gamer memangnya ayah mengijinkanku?'
'Hah..Takdir memang sulit dihindari, sepertinya aku memang harus menjadi pengusaha suskes'
__ADS_1
'Bagaimana kabar perusahaanku di Quarter ya? Apakah berjalan dengan baik? Lebih baik aku telepon Della'
Alex memutuskan untuk menelpon Della sembari berjalan santai.
"Selamat sore, pak Alex apakah ada sesuatu yang bapak butuhkan?"
"Ekhm, tidak juga, aku hanya ingin bertanya bagaimana perkembangan perusahaanku?"
"Ahh..semua aman terkendali pak, sekarang perusahaan kita sudah mulai memasuki peringkat empat puluh besar di negara ini mungkin 2 tahun kedepan perusahaan kita sudah bisa sebanding dengan Rouper Corp"
Alex yang mendengar itu tertegun sejenak. Rouper Corp? Kalau tidak salah bukankah itu perusahaan keluarga Lin? Keluarga Bibinya.
Alex tidak menyangka hanya butuh beberapa tahun saja perusahaannya sudah bisa berkembang dengan sangat cepat. Dia diam-diam tersenyum tipis. Tipis sangat tipis, tidak akan terlihat jika tidak diperhatikan dengan baik.
"Baik Pak Alex"
"Baiklah Della kalau begitu silahkan lanjutkan pekerjaanmua yang tertunda."
"Baik Pak"
Sambungan telepon pun berkahir dan saat itu juga Alex telah tiba di depan sepedanya terparkir.
Tanpa menunggu lama Alex segera menaiki sepedanya lalu mengayuhkan sepedanya dengan cepat.
__ADS_1
Saat di pertengahan jalan, Alex dikejutkan dengan bunyi notifikasi dari sistem miliknya.
[Ding]
[Peng-upgrade an Sistem v 3.0 telah selesai]
[Host mendapatkan 1.000.000 point, Skill appraisal, 1 box misterius]
Alex mengernyitkan dahinya.
"Sistem bisakah kamu jelaskan apa itu skill appraisal?"
[Ding]
[Menjawab pertanyaan Host]
[Skill Appraisal:
Mengetahui sifat seseorang, nama seseorang, umur seseorang, hubungan seseorang, kedekatan sesorang dengan Host,]
What!! Alex semakin terkejut dengan skill yang diberikan oleh sistemnya ini. Jika skill ini melekat pada Alex bisa dipastikan tidak akan ada yang bisa berkhianat di depan Alex.
Dengan adanya skill ini pula, Alex juga bisa mengetahui sifat orang yang ada didekatnya. Sungguh skill yang berguna untuk Alex. Skill yang sangat-sangat ngecheat.
__ADS_1
*Jangan Lupa Like, Komen, Vote!