
Di sisi lain. Rumah biasa dengan atap yang hampir roboh dan tembok yang sudah mulai bolong-bolong.
"Sayang, kapan kita akan memberi tahu anak kita tetang identitas kita yang sebenarnya?, ini sudah lebih dari waktu yang kita janjikan. Umurnya sudah 21 tahun"
Pria tua yang merasa dirinya di pertanyakan pun mulai berkata.
"Hmm, Baiklah ini memang sudah lebih dari waktu yang disepakati keluarga, seharusnya anak kita sekarang bukan orang yang manja."
Ujar Pri tua itu spontan membuat Wanita tua itu merasa kegirangan.
"Benarkah! Benarkah?, Kalau begitu aku akan menelpon anak kita untuk pulang ke rumah."
Pria tua yang melihat istrinya kegirangan, hanya menggelengkan kepalanya. Namun di dalam hati sebenarnya dia juga senang anak nya akan kembali berkumpul.
...
Alex yang sudah melihat proses peng-upgrade an sistem, akhirnya memutuskan untuk mandi. Namun 3 langkah sebelum mencapai kamar mandi, hp milik Alex mulai berdering.
"Siapa yang telepon?"
Sebenarnya Alex malas menerima panggilan telpon itu karena, Alex kira mungkin itu sekretarisnya Della.
__ADS_1
Namun tidak baik juga tidak menerima panggilan orang, Alex sendiri tidak mau di cap sombong oleh orang-orang. Jadi di memutuskan membalik kan badannya dan mengambil ponselnya.
Alex terkejut saat melihat siapa yang menelepon nya. itu adalah..
Mama Alex
Alex yang menerima telpon dari ibunya pun mulai berfikir.
'Benar juga aku sudah kaya tetapi kenapa bisa aku melupakan orang tua ku?'
'Apakah ke uangan keluarga sudah mulai habis?, kalau begitu aku harus segera mengirim uang untuk ayah dan Mama!"
Tanpa mau membuat Mama nya menunggu lama telpon darinya. Alex segera menjawab.
"Halo Nak, Mama disini baik-baik saja, kamu sendiri apakah uang nya masih cukup? Makan mu teratur kan?, Apa kamu sudah punya pacar?"
Pertanyaan beruntun seperti ini membuat Alex semakin pusing mau bagaimana menjawab nya.
"Ma, tenang, tanya nya satu-satu dong, kabar ku baik-baik aja, makan ku juga teratur kok, Alex ga punya pacar ma tapi tenang anak mu ini punya banyak kenalan gadis muda."
Mamanya yang menerima jawaban dari Alex terkekeh pelan.
__ADS_1
"Hehe, baguslah Nak, Mama disini menelpon mu karena-"
Belum selesai Mamanya selesai berbicara, Alex segera memotong perkataan ibunya dan berkata.
"Apa Mama kekurangan uang? Mama sama Ayah butuh berapa, Alex sudah punya pekerjaan disini."
Mamanya yang mendengar itu hanya tersenyum lalu lanjut berbicara.
"Dengerin Mama dulu nak, Ayah dan Mama ada yang ingin dibicarakan dengan mu serius, jadi Mama ingin kamu pulang hari ini."
Alex yang mendengar itupun jantungnya mulai berdisko.
'Apa Ayah dan Mama tau kalau aku pengusaha suskes?'
'Tapi ini belum waktunya mereka tahu, aku ingin menjadi orang kaya nomor satu dan membuat kehidupan orang tua ku naik dan bangga padaku"
Tetapi jika memang orang tuanya suda tahu jika Alex adalah pemilik A.D Company maka Alex akan menjawabnya dengan jujur tanpa berbohong, kecuali tentang sistem yang ada di tubuhnya.
"Baiklah Ma, Alex akan pesan tiket untung pulang ke rumah"
"Baiklah Nak kami tunggu kepulanganmu"
__ADS_1
"Iya Ma"
Setelah telepon berakhir, Alex menghela nafas panjang. Dirinya sekarang harus pulang kampung dan menemui kedua orang tuanya.