
Note: Karena disini ada delapan anggota slayer maka kusebut s1 dan s2 sampai ke s8 biar gampang oke!
Alex segera melesat menuju S1 dengan gerakan yang sangat cepat hingga sebuah tinju mengenai tepat di perut S1.
Bughk!
S1 yang terkena pukulan Alex merasakan sakit yang tak tertahankan hingga dirinya memuntahkan seteguk darah.
S1 terjatuh, lalu Alex merasakan bahaya dibelakangnya, Alex segera menunduk kemudian, melayangkan tendangan kebelakang.
Bugk!
S2 terkena tendangan Alex, lalu mundur beberapa lanhkah. Alex merasakan dua orang mendekat dari samping kanan dan kiri.
Lalu, merasakan bahaya dari atas, Alex segera bergerak maju dengan cepat. Pemukul bisbol dengan pedang tajam lurus kebawah tempat Alex berdiri sebelumnya.
Alex menendang tepat tangan s3 yang memakai pedang tersebut. Lalu, menendang lagi tepat diwajah S3.
Brukk!
Pedang yang dibawa oleh S3 terlepas dan terlenpar ke atas kepala Alex. Alex mengambil dan melemparkannya tepat ke arah kepala S4.
Jleb! *****!
Suara pedang mencap kepala S4 disertai dengan semburan darah yang menghambur ke seluruh ruangan.
"Urgh", Ucap S4, lalu darah keluar dari kepala S4. Semua anggota slayer yang melihat rekannya telah mati tidak bisa menahan amarahnya.
Boom!
"Sial, mereka menggunakan bom asap, jangan sampai biarkan mereka keluar dari sini Zex!"
Zex yang mendengarkan teriakan Tuannya segera menjawab.
"Baik!"
Namun dugaan Alex salah, ternyata bom asap tadi digunakan untuk mengecoh pergerakan Alex dan Zex. Terlihat barisan mereka menjadi lebih rapat, namun, Alex dengan cepat mengambil pedang S4. Begitu mengambil pedang S4 Alex mengarahkan kedua tangannya kedepan dengan pedang ditangan kanannya dan sebuah pistol di tangan kirinya.
"Hiyaaaaa!" Teriak Alex, lalu ujung pedang menusuk tepat di perut S2 dan sebuah peluru mengenai kepala S1.
Jleb! Door! Bruk!
"Sial! Rekan kita telah mati tiga, Arhhh semua gara-gara bocah itu, ayo kita bunuh dia!" Ucap S6 dengan amarah yang menggebu-gebu.
Baru kali ini mereka mendapatkan rekannya mati dalam tugas, Serta mereka terkejut dengan kekuatan tubuh milik Alex.
Sementara Alex, dia telah memerintahkan Zex untuk membawa Hong Cuyo dan Hong Zhan keluar dari ruangan rapat.
__ADS_1
Zex sebenarnya ragu untuk meninggalkan Alex sendirian , namun dia tidak bisa membantah perkataan Alex saat melihat sorot matanya.
"Sepertinya waktunya bermain!" Ucap Alex, lalu dia melesat ke arah kerumunan enam orang itu. Namun karena wilayah rapat sangat luas membuat mereka tidak terlalu merapat.
Wuhss
Alex, lalu melompat dan menendang tepat kepala S3, dengan memutar kakinya membuat tendangan tersebut menjadi lebih kuat.
Tidak lupa Alex mengarahkan pistol tepat dikepala S3 dan pedang menancap tepat di perut S5.
Dorr! Jlebb! Boom!
S3 terbang dan menabrak S6 dan S7, lalu Alex mendapati sebuah serangan tepat dibelakangnya, ternyata S5 belum benar-benar mati, karena pedang yang ditancap Alex melesat satu senti meter dari jantung milik S5.
*Wushh! Wuhs!
Kling...Kling*
Alex memegang bilag pedangnya dengan santai tanpa terluka, kemudian terdengar suara retakan dan bilah pedang pun terpecah menjadi dua.
Ctarr! Ctarr!
Tak ingin membuat nyawa terancam Alex segera mengarahkan pistol tepat di depan S5 dan menembaknya.
Dorr!
Sedangkan disisi S6 dan S7 mereka tidak menyangka bahwa semua rekannya telah mati terbunuh dengan sangat mudah, tubuh mereka bergetar panik, dan muka mereka pucat pasi.
Tidak pernah sekalipun mereka dalam misi menemukan musuh yang semengerikan Alex, mereka merasakan bahwa nyawa mereka sudah diujung tanduk.
"Iblis" Ucap kedua anggota slayer yang terisisa, namun mereka menekan rasa takut dan maju ke arah Alex, namun hasil yang mereka dapatkan adalah kematian.
Dorr!! Dorr! Brukk! Bruk!
Kedua peluru panas mengenai tepat dijantung milik S6 dan S7, lalu dalam sekejap nyawa mereka telah hilang.
Disisi lain para karyawan yang melihat pertempuran didalam perusahaan hanya bisa menahan nafas mereka.
Di dalam hati mereka tidak menyangka bahwa bos mereka mempunyai anak buah yang sangat kejam dan tak kenal ampun.
Semua pasukan milik keluarga Hong telah dibabat habis tanpa terisisa, mulai dari lengan yang putus, kepala, kaki, dan masih banyak lainnya, darah berceceran dimana-mana.
Sedangkan Zex telah sampai dimarkas dan menyekap Hong Cuyo dan Hong Zhan sampai mendapatkan perintah selanjutnya.
Banyak karyawan yang ingin menelpon polisi, namun mereka tidak berani, karena takut jika nantinya yang ada malah mati.
Malam itu benar-benar terjadi pembantain sepihak yang dilakukan oleh pihak Alex, keluarga Hong kali ini telah hancur, semua pasukan mereka mati, hanya menyisakan anggota keluarga yang sombong dan tidak bisa apa-apa.
__ADS_1
Kembali ke Alex, dia sekarang melihat ke arah delapan orang yang telah terbunuh, menurutnya mereka hanyalah pasukan biasa dan bahkan tidak memerlukan pistol yang dia dapatkan dari sistem.
"Sistem apakah kau salah menganalisa? delapan orang itu hanyalah pasukan keroco yang bahkan bisa kubunuh dengan tinjuku!"
[Ding!]
[Sistem tidak pernah salah mendeteksi! Jadi jangan pernah ragukan perkataan sistem!]
"Lalu kenapa mereka seperti pasukan biasa?"
[Karena Host melawan mereka menggunakan tenaga dalam yang sangat murni]
[Ding!]
[Peringatan bahaya!]
Alex terkejut dengan ucapan sistemnya itu, bahaya apa yang dimaksud, lalu dalam sekejap munculah sepuluh orang yang terlihat sangat kuat.
Sepuluh orang yang tiba-tiba muncul itu menggunakan pakaian biasa tidak sepertu delapan orang tadi.
Baju yang mereka gunakan terbagi menjadi dua, lima orang menggunakan jas dan lima orang lagi menggunakan pakaian kuno.
"Kau hebat juga, nak" Ucap salah satu dari orang yang memakai jas, Alex terdiam sesaaat.
"Sial, sistem apakah mereka yang menggunakan pakaian Kuno adalah seorang kultivator?"
[Ding!]
[Seratus persen bukan Host, mereka hanyalah orang yang mempelajari jurus beladiri Kungfu]
Alex merasa lega bahwa musuh yang dihadapinya bukanlah seorang Kultivator, segera Alex melesat maju ke arah mereka.
Mereka merasa Alex terlalu ceroboh menghadapi mereka bersepuluh. Mereka kemudian melakukan gaya khas masing-masing.
Lalu, salah satu melesat dengan pedangnya ke arah Alex, sementara Alex menatap orang tersebut dengan seringai senangnya, Alex tetap menggunakan Pedangnya yang dia ambil dari kedelapan musuhnya tadi.
Note: Mereka bersepuluh kusebut B1 - B2 ( Bos)
B1 dengan cepat mengayunkan pedangnya seperti seorang samurai, namun Alex menangkisnya dengan satu pedangnya,lalu menebas tangan B1 dengan pedangnya.
*Slash
Jreshh*!
"Aahhhhh" Teriak B1 melihat tangannya terpotong dan tersisa satu tangan yang memegang pedangnya. B2-B10 tertegun dengan hal tersebut. Gerakan yang dilakukan oleh Alex sangat cepat hingga tidak terlihat dimata mereka semua.
Byee!
__ADS_1