SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 71. Yoana & Rose


__ADS_3

Segera setelah Alex mengakhiri sambungan telepon dengan CEO Royal Group, dirinya memasuki kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah.


Singkatnya kini Alex telah selesai melakukan ritual mandi paginya dan mulai menggunakan pakaian kampus. Dengan memakai baju kaos di tebali dengan jas kampus berwarna hitam kehijauan.


Penampilan Alex kali ini sungguh menggoda iman para wanita muda dan tua. Berkharisma dan elegan itulah yang saat ini ada di tubuh Alex.


Tidak bisa dipungkiri mungkin para janda pun akan ikut terpikat oleh ketampanan Alex.


Kini Alex tengah berjalan menuju lantai bawah untuk sarapan bersama dengan yang lainnya.


Tapp...Tapp..Tapp


Setelah sampai dilantai bawah Alex melirik ke arah kamar tamu yang biasanya terbuka kini tertutup rapat.


Alex meyakini mungkin Rose dan Yoana semalam menginap di rumahnya. Karena iseng Alex melangkahkan kakinya pelan dan tidak bersuara menuju kamar tamu itu.


Krieett....


Suara pintu kamar terbuka.


Alex memasuki kamar dengan langkah yang hati-hati supaya tidak membangunkan kedua gadis yang sedang tertidur lelap di kasur berukuran Queen itu.


Interior kamar yang bisa dibilang mewah untuk sebuah kamar tamu. Jika untuk keluarga seperti Qin ini kamar tamu seperti itu hanyalah sebuah kamar biasa, namun jika interior kamar itu digunakan pada keluarga kaya menengah mungkin bisa saja kamar itu menjadi kamar utama.


Kamar tamu yang memiliki wardrobe dan ruang kamar mandi pribadi sudah termasuk kamar mewah kelas atas.


Alex menatap lekat wajah kedua gadis itu, yang satu terlihat lebih dewasa dan satunya lagi terlihat seperti bayi. Perbedaan wajah dan umur yang terlihat sangat jelas dimata Alex.


"Cantik.."


Tanpa sadar Alex mengucapkan kata-kata manis.


Namun hal yang tidak terduga terjadi, Alex mengecup kening kedua gadis itu lalu berkata.


"Maafkan aku Rose, Yoana , kalian cantik dan memiliki hati yang baik, namun kenapa kalian memilih untuk mencintai pria seperti diriku ini? Untuk saat ini aku benar-benar belum bisa menerima cinta kalian, aku harus fokus pada masa depanku dulu, sebenarnya aku hanya takut mengecewakan kalian, mungkin kalau hanya menerima Rose aku bisa membuatnya bahagia, namun sekarang bertambah satu yaitu Yoana, aku takut tidak bisa membahagiakan kalian berdua, dan diriku benar-benar binggung dengan perasaan ini, mungkin aku memang sangat bodoh jika membahas masalah percintaan"


Ucap Alex lirih di depan kedua gadis itu.


"Selamat pagi Yoana, Rose"

__ADS_1


Segera setelah mengucapkan kata-kata seperti itu Alex beranjak pergi dari kamar tersebut.


Tanpa Alex sadari kedua gadis itu tersenyum saat mendengar ucapan Alex.


Sebenarnya kedua nona Feng sudah bangun sejak pagi dan ingin beranjak menuju ruang ganti namun tiba-tiba mereka mendengar suara langkah kaki yang hampir tidak bisa terdengar, namun bukan keluarga Feng namanya jika tidak memiliki indra pendengaran yang tajam.


Flasback On.


"Kakak ayo segera mandi, aku ada kampus pagi ini"


"Baiklah, bagaimana jika kita mandi bersama saja? Sudah lama kita tidak mandi berdua"


Rose mengiyakan ajakan kakaknya, bagaimanapun waktunya kali ini sangat mepet dan tidak baik jika telat pada hari ujian semester.


"Baiklah, ayo!"


Namun saat mereka berdua hampir sampai di depan kamar mandi, Yoana mendengar suara langkah kaki namun hampir tidak terdengar ditelinganya.


"Shutt! Rose kamu mendengar suara langkah kaki atau tidak?"


"Tidak, aku tidak mendengar apapun, ada apa memangnya?"


Karena penasaran Rose mengikuti alur permainan kakaknya ini, jika Yoana tajam akan pendengarannya maka Rose hebat dalam tinjunya.Mereka seperti sebuah tim yang tidak terkalahkan, karena saling melengkapi.


Flasback Off.


Setelah kepergian Alex, mereka berdua bangun dengan wajah yang sudah memerah seperti tomat.


Perkataan Alex tadi sangat menyentuh kedua hati Rose dan Yoana.


"Ka-kak apakah tadi yang berbicara adalah Alex?"


Rose berkata dengan wajah bahagia dengan sedikit roan merah di masing-masing pipinya.


"Sepertinya iya, apakah Alex sedang mencoba untuk menerima kita berdua? Dan apakah karena diriku Alex menjadi begitu"


Yoana berkata sembari menunduk karena merasa dirinya yang telah membuat perjalanan cinta sang adik tertunda.


Dirinya benar-benar merasa malu untuk menatap wajah adiknya, entah mengapa Yoana menganggap dirinya seperti sebuah duri di kehidupan kisah cinta adiknya yang akan menikah, dengan kata lain pelakor.

__ADS_1


Rose yang melihat kakaknya seperti itu tidak bisa menahan air matanya, dia memang awalnya terkejut dan marah saat kakaknya yang telah dia sayangi sejak kecil mencintai tunagannya sendiri.


Namun seiring berjalan nya waktu rasa marah dan benci itu hilang di dalam diri Rose, dia merasa mungkin ini waktunya membalas budi kepada kakak semata wayangnya yang telah menemani dirinya sejak kecil.


Berbagi suami dengan kakaknya memang bukan perkara yang mudah karena yang sedang di permainkan adalah perasaan hati, namun dirinya mencoba menerima semua itu.


"Ka-kak, Hiks... tidak perlu menunduk seperti itu, Rose tidak menganggap..Hikss, Kakak sebagai penghalang cinta Rose kok"


Yoana menatap kedua manik mata adiknya yang telah meneteskan air mata, dirinya sedih saat melihat adiknya menangis.


Dengan segera Yoana mengangkat kedua tangannya dan menghapus air mata yang mulai berjatuhan satu persatu.


"Maafkan kakak...Hiks, Rose adik kakak jangan menangis ya, kakak sedih melihat rose menangis jadi, Hiks, stop menangisnya oke?"


Ucap Yoana lembut kepada adiknya sembari ikut meneteskan air mata.


Rose yang melihat kakaknya menangis untuk menenangkan dirinya segera beralih menenangkan kakaknya kembali.


"Kakak, jangan menangis, Rose sudah berhenti menangis kok"


Rose menghampus air mata kakaknya dengan kesepuluh jari jemarinya.


Yoana menatap lekat mata adiknya yang masih terlihat sedih namun berusaha tegar, dia tahu bahwa adiknya masih merasa enggan untuk berbagi dengan dirinya, namun Yoana tidak mempermasalahkan hal itu, dia tahu sifat adiknya dan pasti dengan berjalan nya waktu Rose akan mulai mencoba berbagi dengan dirinya.


Namun bukannya Yoana ingin berebut dengan Rose namun memang dirinya mencintai Alex seperti Rose yang mencintai Alex, dia akan mengalah sampai Rose mulai bisa berbagi dengan dirinya.


Sungguh ikatan persaudaraan yang sangat jarang terlihat, dimana mereka saling menguatkan satu sama lain walaupun hatinya sedang rapuh.


Setelah merasa tenang, keduanya menatap satu sama lain dan tersenyun manis, lalu berpelukan hangat.


"Kakak ayo segera mandi, aku akan telat nanti"


"Haha, baiklah-baiklah, ayo kita mandi bersama!"


"Let's go!"


Mereka berjalan sambil melompat-lompat riang dan melupakan kesedihan mereka berdua.


*Stopp

__ADS_1


Byee*


__ADS_2