SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 33. Qin Hong Dan Qin Liu An


__ADS_3

Setelah mendengarkan semua penjelasan tentang isi pesawat jet pribadi milik Alex, kapten Jonathan pun segera menuju ruang kendali.


"Ambilkan beberapa botol minuman berasa jeruk."


"Baik Pak Alex"


Pramugari itu mengangguk. Dia berjalan ke arah dapur bagian belakang pesawat, lalu dia berjalan kembali ke arah Alex dengan membawa beberapa botol minuman.


"Pak Alex ini dia minuman yang Anda inginkan, dan Kapten Jonathan memberitahu saya bahwa pesawat akan lepas landas dalam 5 menit. Waktu penerbangan sekitar 3 jam dari kota Quarter menuju kota Beterhem."


Mendengar penuturan dari pramunigara Alex megangguk kan kepala. Alex juga menuangkan minuman tadi ke dalam gelas dan menambahkan beberapa butir es kedalamnya. Minuman yang di minum Alex adalah minuman Jeruk, Alex sendiri suka dengan jeruk dan kapan pun dimana pun Alex selalu pesan minuman Es Jeruk. Jujur saja rasanya yang ini lebih enak dari yang pernah Alex coba .


"Hm, lumayan" Diluar Alex berkata lumayan namun di dalam hati dia berkata 'Ini sangat enak!"


Alex mengangguk puas dan menyalakan Tv yang ada di ruang tamu. Alex memutar sebuah Film yang memang sudah ada di dalam Tv. Kemudian berbaring di sofa dengan menikmati indahnya film dan sejuknya udara Ac.


Tak lama kemudian, pesawat pun lepas landas dengan lancar tanpa ada masalah.

__ADS_1


Tidak mungkin juga ada masalah, karena Alex selalu membersihkan hama pengganggu sampai ke akar-akarnya.


Tiga jam berlalu.


Setelah turun dari pesawat, Alex memilih makan terlebih dahulu di restoran terdekat. Alex pun segera memesan sebuah taksi online di hp nya itu. Alex ingin pulang kampung dengan sederhana dan tidak mencolok agar orang tuanya tidak menaruh curiga pada Alex.


Ingat! Bukannya Alex tidak ingin membuat orang tuanya bangga namun untuk sekarang Alex merasa bahwa yang di milikinya sekarang masih kurang! Karena dia masih berada di bawah orang lain, Alex ingin dia menjadi yang teratas dari orang lain agar keluarganya tidak mengalami hidup yang susah lagi dan tidak akan ada yang berani menyinggung keluarganya ataupun dirinya.


Lima belas menit kemudian taksi online yang di pesan oleh Alex tiba. Taksi itu melaju dengan kecepatan yang bisa dibilang rata-rata. Bisa dilihat pemandangan kota Beterhem, walaupun Beterhem kota kecil, namun tidak mempungkiri keindahan yang ada di sana.


Perjalan yang dibutuhkan dari bandara Beterhem menuju desa orang tuanya berada mmebutuhkan 30 menit perjalanan.


Akhirnya Alex tiba di depan rumahnya, Rumah yang sangat-sangat sederhana atap rumah yang hampir roboh, tembok-tembok yang sudah mulai rusak dan warna cat yang sudah memudar karena terkena air.


Kini di depan rumahnya berdiri seorang pria muda dengan tinggi sekitar 180cm dengan wajah yang bisa dibilang lumayan tampan dan bisa membuat gadis manapun terpikat dengannya, pria muda itu adalah Alex. Saat di depan rumahnya dia teringat bagaimana keluarganya hidup, hidup miskin, tertindas dan sebagai lainnya.


Alex segera menguatkan tekadnya dan melangkah maju menuju rumahnya, lalu mengetuk pintu sebanyak tiga kali.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok..


Suara ketukan pintu membuat kedua orang yang berada di rumah segera membukakan pintu.


Terlihatlah seorang pria paruh baya dengan rambut berwarna pirang, mata berwarna biru sama seperti milik Alex dan dengan kulit putih.


Lalu di samping Pria tua itu terdapat seorang wanita yang sudah lumayan tua namun tetap terlihat wajah cantiknya, Wanita itu berambut putih bukan putih karena sudah tua, namun warna itu memang sudah putih sejak awal. dan mata berwarna coklat.


Mereka adalah kedua orang tua Alex.


"Nak kau akhirnya sudah kembali, masuklah" Ucap Wanita tua itu atau bisa disebut Mamanya Alex.


Mamanya Alex bernama Qin Liu an dan nama Ayah Alex adalah Qin Hong, sebenarnya Alex sudah curiga dengan nama kedua orang tua nya, mereka mempunyai marga namun Alex tidak punya marga sama sekali, apakah dia anak pungut itulah pikir Alex.


"Iya Ma"


Mereka bertiga masuk kedalam rumah tua itu, dan duduk di ruang tamu, terlihat sangat jelas suasana canggung disana, sebenarnya Alex ingin bertanya apa yang ingin di diskusikan ibunya kepadanya secara serius tanpa lewat telepon. Namun Karena hawa canggung itu membuat Alex mengurungkan niatnya dan memilih membahas topik lain terlebih dahulu.

__ADS_1


"Akhem..Akhem" Deheman Alex membuyarkan suasan canggung disana. Dan terlihat topik pembicaraan yang sangat panjang dan lebar dilontarkan oleh kedua orang tuanya kepada Alex.


•Jangan Lupa Like, Komen, Vote!


__ADS_2