
Dalam sekejap semua orang di tempat kejadian terkejut lalu mereka segera melihat kearah ayah dan anak keluarga Aryono dan mulai menertawakannya.
Dia masih bilang tidak akan membiarkannya pergi dari tempat parkir?
Meminta satu penjelasan?
Memangnya dia berhak?
Lalu mereka menatapi Alex dan plat nomor dimobil Alex, para bos perusahaan langsung diam-diam membuat keputusan di dalam hati, begitu pula mereka harus segera memperingatkan anak-anak di rumah untuk tidak menyinggung Alex tidak peduli apa yang terjadi.
Sedangkan Praditya yang tadinya masih sangat berlagak, kini tubuhnya menjadi gemetar ekspresinya terus berubah sambil menatapi kedua anaknya sampai akhirnya menjadi sangat pucat.
Siapa bilang dia ini supir!
Lalu Praditya segera berjalan ke depan Alex dan berkata sambil tersenyum.
"Haha salah paham! Ini hanya salah paham!"
"Huh!"
Alex mencibir, lalu berkata sambil menyeringai.
"Kenapa seingat ku tadi ada yang mengatakan dia tidak akan membiarkan ku pergi dari tempat parkir?"
"Hmm.."
Praditya langsung tersenyum pahit dia tahu harus menghabiskan Berapa banyak uang jika dia ingin menyelesaikan masalah ini lalu dia lanjut berkata.
"Pak Alex ini benar-benar salah paham menurut Anda bagaimana kalau saya memesan satu meja makan untuk menjamu Anda dan meminta maaf kepada Anda."
"Meminta maaf?"
__ADS_1
Alex menurunkan pandangannya, lalu berkata.
"Tidak perlu. William bantu aku periksa biaya sewa Asuransi Jiwa Prabu."
"Baik!"
William yang di samping ganggu lalu melirik kearah Praditya dengan pandangan mengasihani.
Kamu ini.. siapa saja boleh kamu singgung Kenapa harus menyinggung bos Jalan komersial ini!
Kemudian William mulai melapor
"Asuransi jiwa Prabu baru melunaskan sepertiga dari biaya sewa Kuartal lalu, Kuartal ini mereka masih belum membayarnya sama sekali"
(Kuartal \= 3 Bulan)
Alex berangguk lalu berjalan ke depan Praditya, dan berkata sambil melambaikan tangannya. "Lunaskan biaya sewamu dalam 3 hari ini lalu pindah dari sini!'
"Apa? Pak Alex ini.. saya sudah.."
"He! Pak Praditya kontrak sewa itu dilindungi oleh hukum. Bapak yang melanggar kontrak terlebih dahulu, kemudian kehilangan kredibilitas. Kini aku memberi waktu 3 Hari Untuk melunaskan semua biaya sewa lalu segera pindah dari sini!"
Saat mendengar omongan Alex Praditya merasa dirinya seperti disambar petir! Meskipun gedung kantor di Jalan Komersial Anugera sangat mahal, tapi itu adalah simbol status.
Terkadang mewah atau tidaknya alamat Kantor Perusahaan juga akan menentukan tingkat kepercayaan pelanggan besar terhadap perusahaan secara langsung. apalagi Asuransi Jiwa Prabu memang sedang mengalami krisis operasional.
Begitu orang-orang tahu perusahaannya telah keluar dari Jalan komersial Anugera mereka pasti akan berpikir perusahaannya telah tidak kondusif tiba saat itu..
Kemungkinan besar perusahaannya akan habis..!
"Selain itu William coba cek Siapa yang merekrut satpam satpam ini, bisa-bisanya membiarkan preman-preman seperti ini memasuki tim keamanan ini sungguh mendiskreditkan Jalan komersial Anugera kita!"
__ADS_1
"Baik!" Ucap William tegas.
Lalu Alex langsung meninggalkan tempat kejadian, bos-bos yang disana pun mengelilingi Alex dan tersenyum ingin membangun hubungan yang baik. Mereka seperti anjing penjilat!
Praditya berdiri di tempat dengan pandangan kosong lalu berkata pada William sambil menangis tersedu-sedu.
"Pak William! Pak william! Kita ini juga sudah berteman selama
bertahun-tahun Bolehkah anda.."
William langsung memasang wajah dingin dan membantahnya secara mentah-mentah.
"Jangan sembarangan berbicara Pak Praditya Sejak kapan kita pernah berteman, lagi pula Bos kami sudah memberi perintah lebih baik bapak segera membayar biaya sewa yang tertunggak. Lalu pindah keluar jika tidak kami hanya bisa mengambil jalur hukum."
Saat mendengar omongannya Praditya menjadi sangat emosi.
"William"
William sama sekali tidak peduli dengan bentakan nya, jangan lihat dia ini hanya kepala Manajemen perusahaan properti tapi itu perusahaan properti seluruh Jalan komersial Anugera.
Setelah itu William juga meninggalkan tempat kejadian, sedangkan Praditya dia masih terpaku di tempat dengan pandangan yang kosong dua anak yang di belakangnya pun sudah lumpuh terduduk dilantai, siapa sangka suatu kesalahan yang tidak disengaja akan menyebabkan akhir yang menyedihkan.
Yayan yang berdiri di situ menatap punggung ayahnya dan berkata dengan gemetar "Ayah.."
"Aku bukan ayahmu! kamulah Ayahku! kamu Leluhurku!"
Praditya yang berdiri di situ langsung meledak dengan kemarahan yang luar biasa lalu dia berbalik badan dan memukul anak-anaknya. Dalam tempat parkir pun terdengar serangkaian suara teriakan kesakitan.
...
Di sisi lain pesta yang di dalam gedung sama sekali tidak terpengaruh satu-satunya yang berbeda Alex yang baru masuk langsung menjadi pusat perhatian sedangkan Dela yang disampingnya meskipun dia juga sangat menarik perhatian tapi jika dibandingkan dengan Alex sorotan yang di tubuh Della langsung meredup.
__ADS_1
Setelah menerima sekelompok bos yang bertulang kepadanya satu demi satu Alex pun menjadi semakin pusing karena mabuk akhirnya dia hanya meninggalkan pesta lebih awal sambil di papah Della.
•Jangan Lupa Like, Komen, Vote!