
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan 1Box Yin karena telah berhasil menjadi Kultivator]
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan 9Box Yin karena telah berhasil menerobos Ranah Yuan Dan]
Setelah notifikasi selesai berdering, tiba-tiba cahaya ke emasan menyelimuti tubuh Alex.
Alex merasakan kehangatan saat diselimuti oleh cahaya tersebut.
Entah mengapa Alex saat ini merasa tubuhnya semakin kuat dan kuat, benar-benar seperti manusia besi yang tak terkalahkan.
Beberapa saat kemudian cahaya emas itu mulai menghilang dan rasa hangat itu pun pudar.
Alex saat ini merasakan bahwa tubuhnya lebih bugar dan berotot, tubuh sempurna nya seperti ter-upgrade sekarang ini.
"Sistem apakah sekarang aku telah menjadi kultivator?]
[Ding!]
[Benar, Disarankan Host untuk membeli kalung manipulasi]
"Kalung manipulasi? Untuk apa?"
[Ding!]
[Saat proses penerobosan, Aura yang dimiliki Host bocor dan menyebar keluar, Ada beberapa kultivator yang menyadari penerobosan Host saat ini]
[Ding!]
[Kalung Manipulasi, bisa digunakan untuk menyembunyikan aura, dan dapat digunakan pula untuk merubah penampilan Host selama 24jam]
Alex yang mendengar bahwa Aura miliknya menyebar pun jantungnya mulai berdetak kencang.
Tanpa pikir lama lagi Alex membeli Kalung manipulasi yang direkomendasikan oleh sistemnya.
"Sistem butuh berapa Point untuk kalung manipulasi?"
[Ding!]
[Kalung Manipulasi 600.000 Point]
[Y/N]
Alex segera menjawab "Ya"
[Ding!]
[Point dikurangi -600.000]
[Kalung Manipulasi berhasil di beli, Cek Inventory untuk mengambil]
"Sistem buka inventory lalu pakaikan kalungnya dileherku"
[Ding!]
Lalu munculah cahaya putih yang menyilaukan mata, tak berselang lama cahaya putih itu meredup lalu kalung yang dibeli oleh Alex telah terpasang tepat di leher Alex.
"Sistem apakah sekarang aku sudah termasuk kuat?"
[Ding!]
__ADS_1
[Bisa dibilang iya]
Setelah semua pertanyaan Alex terjawab, akhirnya dirinya bisa tidur tenang.
"Hoaam, lebih baik aku tidur dulu sudah malam"
Ke esokan harinya Alex terbangun pada pukul delapan pagi. Sekarang dirinya benar-benar merasa seperti hidup kembali, semua anggota tubuhnya terasa sangat ringan.
Mungkin Alex akan mencoba salah satu jurusnya di markas nanti, walaupun organisasi milik Alex belum sepenuhnya terbentuk, namun anggotanya sudah lumayan banyak dan kuat.
[Ding!]
[Sistem mendeteksi bahwa Host telah online, Apakah Host akan mengambil hadiah Check-in harian?]
[Y/N]
Tanpa pikir lama lagi Alex menjawab ya, dia lumayan penasaran dengan hadiah yang diberikan oleh sistemnya.
[Ding!]
[Selamat Host telah mendapatkan kemampuan Raja Bisnis]
Kemampuan raja bisnis?
Apakah itu kemampuan yang bisa digunaian untuk menganalisa suatu bisnis?
"Sistem apakah kau bisa jelaskan apa itu kemampuan Raja Bisnis?"
[Kemampuan Raja Bisnis adalah kemampuan dalam berbisnis bisa gunakan dalam menganalisa suatu saham, proyek dan lain sebagainya, tingkat presentase keberhasilan akan akurat tergantung level yang telah dicapai]
Sepertia biasa Alex turun dari kamar lalu berjalan ke arah meja makan, dan berpamitan pergi ke kampus menggunakan sepedanya.
Fudan Univeristas
Alex mengabaikan semuanya lalu megarahkan sepedanya menuju tempat parkir.
Namun saat Alex akan menuju kelas hpnya berdering.
Kringg....Kringg...Kringg
Tertera di layar handphone milik Alex bertuliskan "Della". Alex pun segera mengangkat telpon tersebut.
"Halo Della ada apa?"
Alex bertanya sembari berjalan menuju koridor kelasnya.
"Maaf menganggu waktu Anda, saat ini perusahaan kita ditekan oleh keluarga Hong, dan diminta tunduk oleh mereka pak"
Terdengar jelas suara khawatir dari ujung telepon, Alex yang mendengar keluarga Hong seketika marah, sudah baik hati dirinya melepaskan Tuan Muda mereka, namun sekarang mereka meminta ku tunduk? Omong kosong macam apa itu?
"Segera tangani masalah itu, kita tidak akan tunduk pada siapapun, melainkan mereka yang harusnya tunduk pada kita!"
Della yang berada di ujung telpon bisa merasakan kemarahan bos nya itu, dia menjawab dengan nada gemetar.
"Ba-baik bos akan saya usahakan, namun untuk menghindari terjadinya kesalahan, kami minta Anda untuk datang ke perusahaan"
"Terserah, datang dan jemputlah aku di Fudan Universitas jika kau telah sampai di ibu kota, aku akan berada di universitas sampai jam tiga sore"
"Baik Bos"
Telepon pun berakhir dengan ditutup oleh pihak Alex.
Dirinya merasa geram dengan keluarga Hong, beraninya mereka macam-macam dengan naga yang sedang tertidur.
__ADS_1
"Apa-apaan itu, tunduk?"
Alex berjalan dengan senyum miring dan membuat beberapa mahasiswa menatap heran dan ngeri.
"Senyumannya sungguh mengerikan, bulu kuduk ku berdiri saat melihatnya"
"Benar-benar, bukankah dia adalah mahasiswa baru yang dirumorkan miskin itu ya?"
"Iya, tapi dia ganteng banget, terus katanya dia juga pintar"
"Shutt, jangan banter-banter omongnya, kalau ada yang tahu kamu muji dia, nanti takutnya kamu di bully lo"
Alex yang mendengarkan bisik-bisik para mahasiswi hanya mengabaikannya dan terus melangkah menuju kelasnya.
Saat sampai di kelas Alex bisa melihat Lynard, Wendy, Paul, Deny, dan Felix, yang sedang asik mengobrol satu sama lain.
Saat Alex membuka pintu mereka melihat ke arah Alex lalu tersenyum dan menyapanya.
"Pagi Alex" Ucap mereka serempak dan hanya dianggukan kepala oleh Alex.
Singkatnya bel masuk berbunyi dan Ujian hari kedua di mulai.
"Waktu mengerjakan adalah dua jam, jangan terburu-buru dan dilarang keras menyontek! Jangan lupa berdoa"
"Baik pak" Ucap para siswa disana.
A.D Company
Banyak karyawan yang sedang gelisah karena tekanan keluarga Hong, sama halnya dengan Della yang sedang pusing memikirkan hal ini.
Della pun melangkahkan kakinya keluara menuju ruangan departemen pemasaran.
"Baiklah perhatian semuanya, dengarkan saya baik-baik"
Para karyawan yang mendengar suara bosnya pun segera berhenti melakukan aktivitas mereka masing-masing.
"Baiklah, akan saya lanjutkan, Untuk masalah yang sedang kita alami saat ini tenang saja, Bos besar akan segera datang dan menangani keluarga Hong"
Karyawan yang mendengar itu bersorak ria, walaupun dalam benar mereka binggung 'Bos besar?' Bukankah bosnya adalah wanita yang ada didepan mereka ini?.
Lalu salah satu karyawan memberanikan diri untuk bertanya.
"Bos, bukankah bos nya adalah Anda?"
Della yang mendengar itu terkekeh pelan lalu menjawab.
"Hihihi, tentunya bukan, saya cuma bawahan bos besar, ancaman keluarga Hong bukan apa-apa dibandingkan dengan identitas milik bos besar, jadi kalian tidak perlu terlalu khawatir dengan masalah ini"
Della mencoba meyakinkan para karyawannya, walaupun sebenrnya dia sedikit bimbang, pasalnya dirinya sendiri belum tahu identitas milik Alex.
"Baiklah itu saja yang ingin saya sampaikan, Bubar!"
Dalam benak mereka, siapa sebenarnya bos besar mereka? Dan apa identitasnya? sungguh misterius.
Di sisi lain, para bawahan yang sudah di perintahkan oleh Della untuk menjemput Alex telah tiba di bandara kota Yuan.
"Mr. Zex, dimana ketua kita berada?"
Para bawahan Alex yang diperintahkan untuk menjemput Alex berjumlah 20 orang, dan semua itu dipimpin oleh Mr.Zex yang menjabat sebagai kapten regu.
"Seperti yang di infokan oleh Nona Della, Ketua berada di Fudan Univeristas sampai pukul tiga sore, saat ini jam masih menunjukan pukul dua belas, ayo segera bergegas untuk menjemput ketua!"
"Baik!"
__ADS_1
*Jangan Lupa Like, Komen, Vote!