SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 78. Agnes Diasingkan


__ADS_3

Mereka berlima tidak menduga bahwa kehancuran Keluarga Xiao bukan karena keluarga Qin, namun hanya karena seorang Tuan Muda yang baru saja ditemukan?


Sungguh konyol dan mereka sangat-sangat tidak mau menerima fakta seperti ini, Kelompok bengis kejam dan tidak ada ampun ini berada di bawaha kepepimpinan Tuan Muda Alex yang dikatakan hanyalah bocah biasa?


Biasa darimana nya, ini sungguh menyikaa batin dan mental. Rencana yang sudah disusun secara matang gagal secara cuma-cuma karena seorang bocah ingusan?


"Ti-tidak mungkin! Aku tida percaya bahwa Tuan kalian adalah Tuan Muda keluarga sialan itu!"


Xiao Li merasa enggan menerima fakta bahwa dia akan mati hanya karena seorang bocah? Impiannya untuk menguasai harta keluarga Qin yang telah dia nanti-nanti menjadi sirna dan tidak akan pernah kembali lagi.


"Aduh banyak bacot! Freedy bereskan mereka semua! Kita telah ditunggu oleh Tuan"


"Baik Nona!"


Karena tidak ingin membuang-buang waktu, Agnes segera meninggalkan ruangan itu dan duduk merenung di dalam mobil.


Tak butuh waktu yang lama Freedy dan yang lainnya telah kembali ke dalam kendaraan masing-masing lalu mulai mengikuti Agnes dari belakang.


***


Disebuah gedung tua yang terdapat di pelosok ibu kota terdapat beberapa orang sedang terikat dan mencoba untuk memberontak.


Siapalagi kalau bukan, Xi Zhang, Wen Yifeng, Xiao Zhuang dan Tang Rui. dan sisanya berisikan kepala keluarga Xi,Wen,dan Tang yang berada di tempat kejadian tersebut.


Mereka menatap gematar ke arah Alex, keluarga Lin telah musnah karena tidak menerima tawaran dari Alex dan memilih untuk berperang, namun itu tidak diladeni oleh Alex, karena sebelum mereka bergerak Zex telah membantai habis mereka semua.


Diperkirakan tidak butuh waktu yang lama hingga berita kehancuran keluarga Lin tersebar diseluruh Alaska.


Alex saat ini sedang dalam yang kurang baik, dan menatap kesal ke arah Zex.


Karena pandangan Alex yang tidak kunjung berhenti ke arahnya, Zex mulai risih dan meneteskan keringat dingin.


Di dalam hati Zex sedang mengumpat kesal karena Agnes sangatlah lamban dalam kerja dan selalu menghambur-hamburkan waktu.


"Tuan mohon tunggu sebentar Agnes akan segera datang"


Alex tidak menanggapi perkataan Zex lalu menatap kepala keluarga Xi, Wen, dan Tang. Alex sudah mengatakan sebanyak dua kali apakah mereka memilih tunduk padanya atau menghilang dari muka bumi ini?


Namun bukannya jawaban ketiga keluarga itu malah memilih melawan pasukan Alex hingga akhirnya kondisinya pun tidak beda jauh dengan anak-anaknnya. Para kepala keluarga itu sekarang menatap Alex dengan pandangan takut dan gemetar.


"Hmm...Bagaimana, apa pilihan kalian bertiga? Ini adalah pertanyaan terakhirku! Jangan mengira aku tidak bisa emosi!"


"Ingin menghancurkan keluargaku? Kalian ini sedang bermimpi ya? Ingin bernasib sama seperti keluarga Lin?!"


Ucap Alex dengan tatapan ngeri yang diarahkan kepada mereka. Tatapan itu membuat ketiganya merinding ketakutan.

__ADS_1


Dalam hati mereka semua menyesal telah berusaha menghancurkan keluarga Qin dengan bergabung Aliansi keluarga Lin dan Xiao.


Kedua keluarga itulah yang mengajak keluarga Xi, Wen, dan Tang untuk ikut bersama-sama menguasi kekayaan dan wilayah yang dimiliki keluarga Qin.


Walaupun sebelumnya mereka ragu namun dengan sedikit paksaan akhirnya mereka menerima tawaran tersebut.


Kegelisahan mereka akhirnya terjadi yaitu dimana akhirnya rencana mereka semua terungkap oleh keluarga Qin. Namun mereka bertiga lebih terkejut saat melihat siapa yang telah berhasil mengungkap rahasia tersebut.


Bukannya keluarga Qin, namun hanya seorang Tuan Muda keluarga Qin, beserta bawahannya.


"Ka-kami memilih untuk-"


Ucap kepala keluarga Wen terpotong oleh kepala keluarga Xi.


"Kami memilih untuk mati! Daripada kami tunduk pada bocah sepertimu, kami memilih mati di medan pertempuran, menurutku ini adalah sebuah kehormataan saat mati di dalam pertempuran"


Kepala keluarga Wen, Dan Tang tidak menduga ucapan yang akan dilontarkan oleh kepala kekuarga Xi, bahkan para anak-anaknya pun menatap kepala keluarga Xi itu dengan tatapan tajam, seakan mengatakan 'Sialan, apa yang kau ucapkan? Jika ingin mati jangan libatkan kami!'


Alex yang mendengar ucapan kepala keluarga Xi itu tertawa dengan keras baru kali ini Alex bertemu dengan seseorang yang mengatakan mati dengan terhormat dimedan tempur.


"Hahah! Medan tempur? Mana ada jelas-jelas kita tidak berperang kok, Ini namanya adalah pembersihan HAMA!"


"Ka-Kauu!!!" Ucap Kepala keluarga Xi


Melotot!


Ya mereka semua melotot saat pistol mengarah ke arah mereka ber enam. Tidak mengira akan seperti ini pada akhirnya.


Brak!


Agnes masuk kedalam gedung itu dengan tergesa-gesa karena tidak ingin terkena hukuman yang menurutnya sangat menyiksa daripada siksaan seorang psikopat.


Baru saja Zex dan lainnya akan menembak suara dobrakkan pintu terdengar jelas di telinga mereka semua. Alex pun tak luput terkejut.


"Eh apa ini? Apakah aku datang diwaktu yang tidak tepat?"


***


Alex menatap datar ke arah Agnes yang saat ini sedang bersujud meminta ampun supaya tidak di asingkan.


Harga diri yang telah dia banggakan selama bertahun-tahun sirna hanya karena kelalaiannya, dia akan melakukan apapun supaya tidak di asingkan ke negeri yang jauh.


Menurutnya, hidup tanpa membunuh adalah hal yang mustahil mengingat kesehatan jiwa nya ini. Melihat setetes darah saja Agnes akan membangkitkan gairah psikopatnya itu.


Oleh karena itu Alex memutuskan untuk mengasingkan Agnes secara tiba-tiba, bukan tanpa sebab Alex mengasingkan wanita itu, Alex menginginkan bawahannya memiliki kondisi mental yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan.

__ADS_1


Dengan di asingkannya Agnes, Alex berharap wanita itu bisa berubah menjadi lebih baik, alasan keterlambatan Agnes bukanlah masalah bagi Alex, dia hanya sedang berpura-pura agar adegan terlihat begitu nyata.


Walaupun Alex yakin jiwa Agnes tidak akan hilang secara total, namun itu lebih baik daripada memiliki jiwa psikopat yang berlebihan.


"Tuan Alex, kumohon jangan kirim saya ke Afrika, Hiks.." Tangis Agnes membuat Freedy dan yang lainnya tak kuasa menahan air mata.


Namun mereka sebenarnya juga sudah tahu akan seperti ini, karena Blood telah mengabari Freedy jauh-jauh dari hari.


"Aku tidak butuh orang yang tidak kompeten sepertimu! Renungkan kesalahanmu selama 3bulan disana, dan jangan pernah mencoba-coba untuk membunuh seseorang, karena aku akan mengirim salah satu pasukan bayangan untuk mengawasimu!"


Ancam Alex yang tentunya membuat mereka terkejut, pasalnya pasukan bayangan bukanlah tandingan seorang manusia biasa.


"Tuan, mohon berikan saya satu kesempatan lagi!"


Alex tak menggubris perkataan Agnes dan hanya melambaikan tangan pertanda agar Agnes segera diasingkan.


"Tuan, Saya mohon-"


Blood dan yang lainnya hanya bisa menatap iba ke arah Agnes lalu memukul tengkuk leher wanita itu agar pingsan.


'Sistem apakah cara ini benar-benar berhasil?'


[Ding!]


[Tentu saja! Dengan berkurangnya seseorang yang dibunuh, maka kondisi mental nya akan perlahan-lahan membaik seperti semula]


Alex melakukan semua itu atas saran yang diberikan oleh sistemnya itu. Dia hanya menghela nafas panjang semoga semuanya berjalan dengan lancar.


***


"Tuan, apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Keempat keluarga sepertinya telah sepakat dengan ucapan kepala keluarga Xi"


Ucap Zex yang sedang melaporkan kondisi terkini kepada Alex.


"Hah.. padahal aku menginginkan bawahan baru namun sepertinya takdir sedang tidak memihakku, namun kita juga tidak boleh memaksanya untuk ikut bergabung denganku. Jika keputusannya telah bulat maka, musnahkan saja mereka, dan ingat jangan tinggalkan satu jejak pun!"


Zex juga sebenarnya lumayan kecewa dengan tanggapan dari lima keluarga itu, namun apa daya jika sudah memutuskan untuk mati.


Pasalnya tidak ada ruginya jika bergabung dengan Alex, di publik mereka akan berjalan seperti biasa, dan Alex tidak akan ikut campur masalah internal dan hanya membutuhkan songkongan pendukung untuk kedepannya.


Namun Alex juga bukan tipe orang yang sabar dan baik, jika tawaran nya ditolak mentah-mentah dan tidak ditanggapi dengan baik maka Alex juga akan membalasnya berkali-kali lipat.


"Tunggu Zex, aku akan kesana untuk bertanya satu hal yang menurutku masih janggal, karena tidak mungkin kelima keluarga itu berani melawan keluarga besarku"


"Baik Tuan!"

__ADS_1


__ADS_2