SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 85. Ruler Of Everything


__ADS_3

Saat ini Alex sedang menatap layar monitor yang ada tepat di depan matanya. Terdapat tulisan yang berisikan.


[Nama Channel:]


Alex masih kebingunggan untuk membuat sebuah nama, karena memang pada dasarnya dia tidak mempunyai otak yang luas hingga dapat memikirkan sebuah nama.


'Karena aku memiliki sebuah sistem bagaimana jika nama channel ku adalah Ruler Of Everything, yang berarti penguasa segalanya!'


Alex tertawa girang saat memikirkan nama yang dia dapatkan secara tiba-tiba, karena bagaimanapun nama itu akan jadi kenyataan, walaupun diawal akan diremehkan.


Dengan cepat Alex segera mengetikkan nama yang telah dia buat. Kali ini Alex dibuat binggung untuk kedua kalinya, yaitu apa yang akan dia lakukan dengan channel nya ini?


Bermain game? Vlog? Q&A?


Karena tidak dapat memikirkan hal seperti itu, Alex mencoba bertanya kepada Della, karena menurut Alex, Della pasti mempunyai banyak informasi.


Tidak butuh waktu lama telepon Alex segera tersambung pada Della.


"Halo, Tuan Muda?" Ucap Della, dengan nada penasaran, karena tidak biasanya tuannya ini menelponnya secara tiba-tiba jika tidak ada hal yang mendesak.


'Apakah aku kelewatan berita? Tapi aku tidak menemukan hal yang membuat Tuan Alex marah ataupun resah' Batin Della kebingunggan, dia takut jika benar ada informasi yang terlewatkan dirinya akan dipecat dan dianggap tidak becus dalam bekerja.


"Ah begini Della, maaf jika mengganggu waktumu sebentar" Ujar Alex dengan datar walaupun berkata 'Maaf' menurutnya itu hanyalah sebuah kiasan dalam mengobrol.


"Tidak apa-apa Tuan, jadi apakah ada hal yang perlu saya tangani?"


"E- Della apakah kau tahu apa yang harus kulakukan saat melakukan streaming?" Ucap Alex yang membuat Della syok.


'Apakah Tuan Alex kekurangan uang? Tidak mungkin! Perusahaan berjalan dengan baik, lalu kenapa beliau bertanya seperti ini?'


"Jika boleh tahu, mengapa Anda bertanya seperti itu?" Jawab Della ingin tahu, tapi jika tidak diberi tahupun juga tidak masalah, mungkin privasi.

__ADS_1


"Mudah saja, aku hanya sedang bosan dan ingin melakukan hal seperti itu, hanya saja aku sedang binggung!"


"Ah, saya kira ada apa tuan, jika Anda bertanya kepada saya maka jawabannya adalah melakukan streaming game. Karena akhir-akhir ini banyak orang-orang beramai-ramai memainkan sebuah game, tak jarang mereka juga menonton vidio seseorang memainkan sebuah game hanya untuk menghilangkan rasa jenuh ataupun belajar sebuah strategi dalam game tersebut"


"Jadi? Game apa saja itu?" Tanya Alex dengan nada penasaran, menurutnya semua game harusnya dapat dia mainkan dengan mudah.


"Itu semua tergantung Tuan, Game yang akhir-akhir ini sedang populer adalah, Apex Legend, Pubg Mobile, dan Pubg Versi Pc, lalu ada Valorant" Jawab Della.


Alex menganggukan kepala paham, dengan ini dia tidak akan binggung lagi akan melakukan siaran apa.


"Baiklah terimakasih informasinya Della, ambillah uang bonusmu di Hrd, dan cutilah beberapa hari!" Ucapan Alex tentunya membuat Della kegirangan. Bagaimana tidak? Selama ini dia hanya bekerja tanpa henti kecuali hari sabtu dan minggu.


'Apakah ini suatu berkah untukku? Sudah dapat bonus, ditambah dengan cuti?! Wow!'


"Baiklah terimakasih bos!" Jawab Della senang tak karuan.


Alex di seberang sana hanya tersenyum tipis membayangkan raut wajah sekretarisnya itu.


Telepon pun berakhir dengan Della yang senang mendapatkan cuti, dan Alex yang sudah mendapatkan ide untuk melakukan misinya ini.


Tak membutuhkan waktu yang lama, Alex telah berhasil membuat akunnya beserta game yang dia butuhkan, karena menurut Alex dia akan memainkan banyak game untuk kedepannya. oleh karena itu dia mengunduh semua game yang tadi sempat Della katakan.


"Baiklah mari kita mulai perjalanan ini dari game PUBG!"


Karena Alex sama sekali tidak mempunyai akun pubg, maka dia harus membuat semuanya dari awal.


Alex merasa kewalahan karena tutorialnya sama sekali tidak bisa di skip. Dan itu membuat Alex frustasi.


Channel yang Alex buat kini sudah mulai melakukan siaran langsung. Namun semuanya membutuhkan proses.


Selama tiga puluh menit Alex melakukan siaran langsung, dirinya sama sekali tidak mendapatkan satu views pun.

__ADS_1


Dan itu hampir membuat Alex menyerah untuk menyelesaikan misinya. Namun bukan Alex namanya jika menyerah begitu saja tanpa usaha.


"Yah walaupun tidak ada yang melihatnya tidak masalah, aku akan mencoba satu match sebagai percobaan" Ucap Alex dengan tekad yang penuh akan semangat.


"Sistem, apakah ada sebuah hadiah yang akan kudapatkan jika berhasil membunuh seorang player di dalam game?" Tanya Alex penasaran.


[Semua tergantung kepada bagaimana cara bermain Host, jika Anda berhasil menyelesaikan satu chiken dinner maka sistem akan memberikan sebuah skill yang tentunya dapat memudahkan Anda dalam bermain sebuah game]


[Membunuh player dalam game, maka Host akan mendapatkan hadiah random, entah itu aset, uang, atau skill tertentu]


Ucapan sistem tentunya membuat Alex semakin bersemangat tak karuan. Akhirnya dia bisa mendapatkan sebuah skill yang berguna!!


***


Saat ini Alex telah memasuki permain pertamanya. Dia memilih untuk bermain squad random, dan entah rasis atau apa, satu timnya selalu menghina Alex karena memiliki pangkat yang masih dibilang rendah.


Tidak ada satupun musuh yang dia bunuh saat ini.Mungkin karena Alex turun di map paling pojok?


Zona didalam permainan telah memasuki tahap kedua dimana jika player keluar dari area lingkaran maka akan terkena serangan damage dua kali lipat dibandingkan zona tahap pertama.


"Hei nomor empat, Zona bergerak! Apa yang kau lakukan disana?!" Teriak seorang player dalam satu tim Alex pada urutan pertama.


Sejak awal Alex ingin membungkam mulut busuk dari rekan timnya ini, namun dia bisa apa? tidak ada satupun musuh yang terlihat.


Ingin melawan pun tidak bisa, kecuali jika Alex ingin di bom oleh rekannya sendiri dan itu sama saja penghinaan bagi Alex.


"Sialan! Nomor empat tidak mungkin disconnect kan? Kenapa darahnya masih terkuras sih!" Kali ini adalah rekan setim Alex bernomor tiga, tidak jauh beda dengan yang lainnya, mereka selalu menghina-hina Alex.


"Tidak usah pedulikan dia, jika dilihat darimanapun nomor empat adalah seorang newbie dan dia sama sekali tidak paham akan apa yang kita bicarakan, biarkan saya saja yang menahan serangan musuh" Ucap rekan setim Alex bernomor dua, bisa dibilang nomor dua ini tidak lain adalah seorang munafik.


Dia tahu jika orang bernomor satu adalah pria kaya, dan dia ingin mengambil kesempatan untuk dekat dengan orang kaya agar bisa mendapatkan skin mahal, mungkin?

__ADS_1


Mendengarkan ucapan dari headphone yang dia pasang pada kedua telinganya, Alex tertegun menatap layar komputernya.


Sial? apakah mereka mengira aku adalah seorang newbie?! - Umpat kesal Alex didalam hati.


__ADS_2