SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 27. Inikah Kekuatan Tubuh Sempurna?


__ADS_3

Saat Alex baru selesai memarkir lalu turun dari mobil dan hendak meninggalkan tempat parkir dia melihat sekelompok orang yang menggunakan pakain satpam menghalang di depannya. Alex yang menatapi mereka sambil mengerutkan kening lalu berkata dengan nada dingin.


"Apa mau kalian"


Yang berdiri di depan adalah Tanto dia menghadapi Alex dan berkata.


"Hehe, tidak mau apa-apa hanya saja bos kami minta mu untuk menunggunya di sini."


mendengar ini Alex mengerutkan keningnya semakin erat.


"Bos kalian Aku tidak kenal minggir!"


Pada saat yang sama, terdengar suara dari gerbang tempat parkir.


"Kalau begitu Pak Alex cukup lupa kemarin kamu baru saja memberitahu adikku untuk menyuruh ayahku pergi meminta maaf padamu tidak tahu juga Siapa yang memberimu keberanian ini!"


Begitu mendengar suaranya satpam satpam itu langsung membuka jalan lalu Alex melihat Yayan berjalan dekat dengan tangannya di belakang, Geno yang berada di belakang Yayan juga mencibit lalu berkata.


"Huh! Bukankah kamu sangat berlaga kemarin aku hampir saja tertipu Oleh mu ternyata kamu hanya seorang supir!"


Geno mengejek Alex sambil mencibir nada suaranya Terdengar sangat sombong.


Alex melihat mereka lalu menanggapinya dengan tenang.


"Kalau begitu aku sudah ingat tapi nyatanya kamu sudah melupakan peringatanku"


Mendengar omongannya Geno terkejut namun kemudian dia Berkata sambil menyeringai.

__ADS_1


Lalu Tanto yang berdiri disitu pun berkata kepada Geno.


"Kakak kedua! Untuk apa kita basa-basi dengan orang seperti ini! Aku akan menghajarnya dulu! Lalu tinggal menyuruhnya berlutut memohon pengampunan mu!"


Seusai berbicara Tanto langsung hendak meninju Alex, Alex menyampingkan tubuhnya dan menghindari tinjuan itu ini semua berkat tubuh sempurnanya.


Tubuh sempurna ini selain telah meningkatkan kekuatan ototnya tapi juga mempercepat reaksi sistem saraf nya menjadi lebih cepat dari orang normal.


" Brengsek! Masa tidak kena semuanya maju bersama!"


Begitu mendengar perintah Tanto, semua orang menyerbu ke arah Alex melihat sekelompok orang ini, Alex menarik napas panjang lalu menghindar serangan mereka ke kiri dan ke kanan, saat mendapatkan kesempatan dia langsung menendang balik.


Brukk! Crak!


Dalam sekejap sekelompok preman itu terjatuh karena tendangan Alex.


Tanto memakai dengan penuh emosi lalu mengeluarkan tongkat teleskopik di belakang pinggangnya dan Mengayunkan nya ke arah Alex.


Alex berkedip lalu mencibir dan menahan pergelangan tangannya kekuatan yang berikan langsung meremas tulang tangan tanpa sampai berbunyi. Krekk Krekk.


Tanto berteriak kesakitan dan membuang tongkat teleskopik yang di tangannya, Alex mengangkat tongkat teleskopik itu lalu Mengayunkan nya ke kepala Tanto, Tanto terjatuh dengan kepala yang penuh darah dan tergeletak di tanah.


Sedangkan Alex dia membuang tongkat teleskopik yang di tangannya lalu meregangkan otot dan tulang tubuhnya.


Ini cukup melelahkan!


"Menghajarku kalian berdua sungguh berani!"

__ADS_1


Alex melihat kedua orang yang di hadapannya dan Tersenyum menyeringai.


dino yang berdiri di samping sangat panik. Tanto ini bawahan yang paling hebat biasanya dia bahkan bisa mengajar 6 orang secara bersamaan! Tapi kini dia malah dikalahkan oleh 1 orang ini...


Siapakah orang ini?


Begitu juga Yayan kakinya terus bergetar selangkangannya bahkan sudah basah.


Lalu Alex berkata dengan nada sangat dingin.


"Aku beri kalian waktu 2 menit Panggil Ayah kalian, kalau tidak tanggung resikonya sendiri!"


Suaranya yang dingin bergema di tempat parkir. Yayan yang berdiri di tempat langsung mengeluarkan ponsel dan menelpon ayahnya dengan suara merengek.


Setelah mendengar penjelasannya Pradita Aryono ya sedang asik berbicara dengan orang lain di dalam pesta langsung saat marah dan bergegas keluar.


Pada saat yang sama orang-orang pun menyadari perubahan Pradita Aryono mereka juga mengikutinya keluar karena penasaran.


...


Di sisi lain Alex duduk di atas kap mobil dengan santai.


Dua orang yang di belakangnya tidak berani bergerak sama sekali. Yayan yang mukanya sudah pucat mana tapi Alex dan berkata.


"Tunggu saja kamu! tunggu ayahku juga dia pasti dia akan membiarkanmu pergi!"


namun Alex tampak tidak peduli sama sekali dengan omongannya Yayan.

__ADS_1


__ADS_2