SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 28. Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya!


__ADS_3

Melihat Alex yang masih duduk di atas dengan cuek ya yang menjadi semakin marah!


Anak ini hanya sopir saja! Sedangkan dirinya ini Ahli Waris Asuransi Jiwa Prabu! kenapa sampai sekarang dia masih tenang!


Saat ini wajah Yayan terlihat sangat kesal padanya pun bergetar karena terlalu marah.


"Aku sedang berbicara denganmu kamu tidak dengar?"


Akhirnya Alex melirik ke arah Yayan.


"Kamu sangat suka omong kosong"


Yayan langsung menggertak kan giginya. Dia sudah hampir menggila.


"Apa kamu tidak tahu aku ini siapa beraninya kamu mempermalukanku seperti ini! Tunggu saja ayahku tiba Jalan tersisa untukmu hanya jalan menuju neraka!"


Alex tetap terlihat sangat tenang lalu tersenyum.


"Oh iya kah?"


Dua kata yang begitu sederhana terdengar seperti sedang memberi tahu lawan bicaranya ini bagaikan mentimun dengan durian. Durian tidak akan pernah menganggap mentimun sebagai suatu ancaman.


Kemudian terdengar suara derap langkah dari kejauhan. Akhirnya Praditya Aryono direktur Asuransi Jiwa Prabu ayahnya Yayan Aryono Dan

__ADS_1


Geno Aryono tiba di tempat kejadian.


"Ayah! Itu dia supir ini selain mengancan kami. Dia juga menghina ayah!"


Mendengar aduan anaknya Praditya langsung marah.


"Sopir saja sudah berani menghina keluargaku kamu kira keluarga Aryono itu pisang yang bisa remas senaknya?!"


Sedangkan orang-orang ikut di belakang Praditya begitu melihat mobil yang diduduki Alex mereka jadi terkejut dan mulai curiga Lalu setelah mengingat Della yang berada di dalam peta mereka Langsung ngerti orang yang di depan mata hanyalah supir Della tatapan mereka menatap Alex tampak aneh.


Bagaimanapun sebagai Direktur Asuransi Jiwa Prabu Praditya ini juga termasuk orang penting di kota Quarter, namun berani-beraninya seorang sopir menindas kedua anaknya atas dasar apa orang ini berani berlagak seperti itu!


"Aku ini supir?Hehe Pak Praditya sebelum mengatakan aku mungkin Bapak bisa mempertanyakan dulu apa yang telah kedua anakmu lakukan di luar berlagak,sombong tidak bermoral. Dan tiada sopan santun mereka bahkan menyuruh preman-preman untuk memukul ku sekarang Bapak tidak mau mengajari anak bapak sendiri jadi biarkan aku yang bantu bapak mengajarinya."


Begitu dia selesai berbicara wajah Praditya yang berdiri depannya langsung tampak hampa.


"Kalaupun anakku berbuat kesalahan bagaimana mengajarinya juga urusanku! Kamu seorang sopir tidak berhak mengajari mereka Jika kamu tidak memberiku satu penjelasan Jangan harap kamu bisa pergi dari sini!"


Mendengar omongannya Alex langsung tidak bisa menahan diri untuk bergeleng lalu mengeras nafas dan berkata.


"Aku kira sebagai ayah bapak mungkin akan lebih masuk akal tapi ternyata bapak juga begitu sombong! Pantas saja anak bapak bisa seperti ini benar-benar buah jatuh tak jauh dari pohonnya!"


Begitu Alex selesai berbicara tadi dia yang berisi disana tampak sangat mengerikan.

__ADS_1


"Brengsek"


Mendengar makiannya Alex pun mengeluarkan ponselnya dan menelepon William.


"Datang ke tempat parkiran internal"


Saat mendengar nada suaranya Acuh tak cuh, William yang di ujung telepon langsung Berkeringat dingin dan sangat gelisah.


"Baik!"


Saat teleponnya ditutup William langsung berlari ke arah tempat parkir melihat tindakan Alex ayah dan anak dari keluarga Aryono hanya mencibir.


Praditya juga berkata "Hahaha Aku penasaran Siapa yang bisa kamu panggil"


Orang-orang yang di belakang pun saling berbisik misi mereka sangat penasaran dengan tambang Alex yang begitu acuh tak acuh!


3 menit kemudian William tiba di tempat Alex duduk.


saat melihat William semua orang tercengang terutama Praditya Haryono dia langsung mengernyit dia tidak menyangka William akan datang lagi pula di jalan komersial ini siapa yang berani menyinggung William.Praditya berjalan dan berkata.


"Pak William ini hanya perselisihan antara para anak muda Kenapa sampai merepotkan Anda untuk ke sini?"


Setelah melihat tempat kejadian dan Alex yang duduk di kap mobil, ekspresi William yang berdiri di sana menjadi agak canggung lalu dia segera melewati semua orang dibawah tatapan curiga mereka dan menyapa Alex dengan hormat.

__ADS_1


"Bos!"


__ADS_2