
Hai Readers! Disini Author mau ngucapin terimakasih sebanyak-banyak nya. Makasih yang sudah support Author sampai bisa dapet ranking!
Kaget dan seneng sih pas mau buat chapter baru tiba-tiba ada logo perak. Entahlah Author binggung mau gimana jelasinnya yang penting terimakasih udah support Author! Yang ga suka sama ceritanya ga usah judge sendiri mirip itu lah alurnya jelek, kurang ini itu. Kalau ga suka ya tinggal keluar dari lapak ini terus drop, udah kan gampang :)
Sebelum masuk ke ceritanya jangan lupa.
Like, Komen, Vote!
Let's start the story
Setelah menerima side misi dari sistem, Alex dan kedua orang tuanya segera beranjak keluar dari rumah.
Saat di depan rumah terlihat jelas kerumunan warga yang mengelilingi mobil Roll Royes berlapis emas itu. Banyak pujian dan kritikan terdengar jelas di telinga Alex.
"Ya Tuhan mobilnya bagus sekali!"
"Mobil sebagus ini kenapa bisa parkir di depan rumah jelek milik Hong?"
"Mana saya tahu, tanya sendiri saja ke orang nya itu"
"Tapi kenapa orang itu cuma berdiri di depan mobilnya?"
"Kayaknya dia supir deh, lihat pakaiannya"
"Mana ada supir pakai jas mahak kayak begituan"
__ADS_1
"Kalau dilihat dengan jelas itu bukannya direktur?"
"Iya juga ya"
Begitulah percakapan warga desa kembang, mereka terlali fokus kepada mobil yang ada di depan sampai menghiraukan keberadaan Qin Liu An, Qin Hong, dan Alex yang ada di sana.
Namun tiba-tiba ada salah satu warga yang notabene nya membenci keluarga Alex.
"Eh lihat tu simiskin keluar!"
Para warga yang tadinya sibuk bergosip kini mulai berbalik arah dan memandangi keluarga Alex dengan tatapan merendahkan.
"Kenapa si miskin ini keluar?"
"Mungkin dia juga ingin melihat mobil itu"
Para warga yang mendengar ucapan Sri Tini pun tertawa keras. "Hahahaha"
Alex yang sedari tadi mendengarkan ocehan para warga mulai kesal dan marah, tidak apa-apa jika dirinya saja yang dihina, kini satu warga menghina orang tuanya? Tunggu saja akibatnya!
Ayahnya yang tahu kemarahan Alex, hanya menggelengkan kepala, dan menepuk pundak Alex agar emosinya bisa di tahan dulu. Akhirnya emosi Alex memudar dan mulai tenang kembali
Tak berselang lama, tawaan para warga mulai berhenti dan menampilkan eskpresi terkejut.
Pria berpakaian jas hitam dengan kacamata hitam yang berdiri di mobil itu segera menghampiri keluarga Alex segera membungkukan badannya dan berkata.
__ADS_1
"Tuan, Nyonya, Tuan Muda, silahkan masuk dan mari kembali ke kediaman"
Bak disambar petir para warga yang tadinya menjelek-jelekan keluarga Alex kini mulai panik. Bagaimana tidak panik? Ekonomi di desa mereka bisa meningkat itu karena keluarga Qin, mereka awalnya tidak tahu mengapa keluarga Qin membangun lapangan kerja di desa mereka, Akhirnya mereka memutuskan bawha keluarga Qin ingin membantu orang-orang kelas bawah.
Mereka tidak menyangka bahwa keluarga Alex yang sering mereka hina dan caci adalah keluarga Qin itu sendiri.Keluarga yang sudah membantu ekonomi desa kembang. Sungguh tragis nasib mereka. Orang yang memakai jas hitam dan kacamata hitam adalah direktur pabrik yang ada di desa kembang, jadi tentunya mereka terkejut saat direktur mereka manggil keluarga Alex dengan penuh rasa hormat.
Keterkejutan mereka mulai memudar saat Qin Hong membuka mulutnya.
"Baiklah mari kita berangkat, mereka pasti sudah menunggu kedatangan kami"
Tanpa pikir panjang direktur itu segera membuka kan pintu untuk keluarga tuannya. Sebelum berangkat Alex membuka kaca mobilnya lalu berkata kepada ayahnya.
"Ayah lebih baik pabrik yang ada di sini di tutup saja, orang desa akan tetap desa, mereka yang tidak tau caranya menghargai maka tidak perlu di hargai."
Ucapan Alex sangat menyentuh hati Ayahnya, dia semakin bangga pada anak semata wayang nya ini. Dan para warga yang jelas mendengar suara Alex terkejut dan jantung mereka mulai berdisko. Kalau pabrik di desa mereka di tutup maka ekonomi di desa itu akan kembali seperti semula. Semua warga desa tiba-tiba membeku tidak ada yang bisa berbicara atau melangkahkan kakinya sedikitpun, ini mungkin karena keterkejutan mereka.
"Baiklah akan ayah pikirkan kembali"
Setelah berbicara seperti itu para warga desa mulai resah dan panik, namun dihiraukan oleh keluarga Alex, keluarga Alex bukannya sombong namun jika mereka tidak di hargai maka jangan harap dihargai kembali.
Tak berselang lama mobil milik Ayah Alex berangkat menuju bandara terdekat. Sama halnya dengan keberangkatan Alex, keluarganya juga berangkat menaiki pesawat jet pribadi milik keluarga Qin. Tentunya pesawat milik keluarga Qin lebih mahal dari pesawat pribadi milik Alex.
Boeing 747-430 Private Jet itu adalah pesawat pribadi milik keluarga Qin, dengan jenis yang sama namun beda versi.
Pesawat Boeing 747-430 Private Jet milik keluarga Alex dapat di beli dengan harga 400 juta Us Dollar atau setara dengan 5,6 triliun rupiah! Sungguh luar biasa! Alex bisa saja membeli pesawat ini namun dari pada membuang uang hanya untuk membeli pesawat ia memilih untuk membangun perusahaannya maju ketingkat yang lebih tinggi. Lagi pula Alex juga sudah mempunyai pesawat pribadi yang bisa mencakup ratusan penumpang dengan harga 2 triliun itu sudah lebih dari cukup bagi Alex.
__ADS_1
Namun sama halnya dengan sebelumnya Alex akan berpura-pura terkejut dan mulai bertanya-tanya supaya tidak di curigai oleh kedua orang tuanya.
•Jangan Lupa Like, Komen, Vote!