
Setelah mendengar omongan Della, Alex menanggapinya dengan tersenyum puas.
"Karena kamu sudah setuju, kamu boleh pergi ke gedung komersial anugera dan cari manajer di sana , namanya William Artanto. Beri tahu saja, aku yang menyuruhmu pergi menandatangani kontrak kerja resmi, dan semua perusahaan milik ku yang baru saja ku dirikan akan ku serahkan kepada mu untuk mengaturnya, aku hanya akan menerima dividen nya saja."
"Jika nanti aku mengakuisisi beberapa aset atau perusahaan, maka itu semua kuserahkan kepadamu sebagai tangan kanan ku saat ini. Semoga kau tidak mengecewakan ku Della Xier."
Lalu Alex menyesap teh yang ada di tangannya dengan santai. Sedangkan Della yang telah mendengar omongan Alex, ia merasa seperti membeku dan tidak dapat bergerak, badannya gematar seperti tengah menghadapi kematian yang akan datang.
Gedung Komersial Anugera! Tentu saja dia tahu tempat itu, dan apa katanya? Dia akan mengakuisisi beberapa perusahaan lagi di masa depan?!.
Beberapa hari ini dia telah melamar banyak perusahaan yang kantornya berada di gedung itu. Dia juga tahu jelas gedung kantor itu menandakan kekayaan tak terbatas!.
Dari pernyataan Alex barusan, tanpa harus diragukan lagi, Alex adalah bos Jalan Komersial Anugera!.
Kini Della tidak bisa menahan diri untuk bergetar. Dia bersusah payah baru berhasil mengangkat cangkirnya dan minum.
__ADS_1
"Oke besok mulai bekerja. Gaji sesuai yang kita bahas sebelumnya, dobel dari yang ditawarkan perusahaan lain. Dari persyaratan yang tertulis di resume mu, gaji tahunan yang kamu harapkan adalah 2 miliar. Aku akan menggajimu 4 miliar. Jam kerja mulai dari jam 8 pagi sampai 7 malam. Sabtu, minggu libur. Kalau kamu harus lembur, biaya lemburmu akan di bayar dobel dari standar normal."
"Selain itu, libur nasional berlaku seperti biasa, ditambah cuti berbayar selama sebulan tiap tahun. Bonus lainnya juga akan selalu ada. Tapi aku punya satu permintaan, yaitu kamu harus siap siaga setiap di panggil!. Bagaimana tidak masalah kan?."
Begitu Alex selesai berbicara, Della yang baru saja menenangkan diri langsung menegang kembali.
Ada masalah katamu?
Bagaimana mungkin! Penawaran sebagus ini bermasalah! Jika dia memilih perusahaan sebelumnya, dia tidak akan mendapatkan semua ini! Tapi sekarang, semua itu ada di depan mata. Penawaran yang sebagus ini, bagaimana mungkin dia masih punya masalah?. Ini lebih dari yang dia bayangkan!.
Saat ini Della sudah hampir kehilangan akal sehatnya.
"Oke bagus. Kalau begitu, kamu mulai kerja besok. Kartu ini buat kamu. Di dalamnya ada saldo 10 miliar, jika tidak cukup langsung beri tahu aku. Pertama bantu aku cari sebuah mobil bisnis tidak terlalu mencolok dan tidak murahan. Mengenai merek aku tidak terlalu pilih-pilih, intinya sederhana dan tidak mencolok!"
"Ke dua saat ini aku sedang dalam proses pendirian sebuah perusahaan, yang nantinya akan menjadi pusat dari semua perusahaan yang sudah ku akuisisi, kamu tolong carikan lahan yang bagus dan cukup luas nantinya, jika tidak menemukan lahan yang bagus maka akuisisi perusahaan yang mempunyai lahan yang luas dan besar."
__ADS_1
Alex memberitahunya dengan santai.
Begitu selesai berbicara. Della langsung tersenyum dan menerima kartunya sambil mengangguk.
"Baik Pak Alex, saya sudah mengerti. Saya akan melakukannya secepat mungkin."
"Oke bagus!"
Sambil mengangguk, Della tersenyum lagi dan berkata.
"Tapi, Pak Alex, Anda benar-benar begitu percaya dengan saya? Tidak takut saya bawa uang Anda?"
"Kalau kamu tidak takut resikonya, silahkan dicoba saja, hitung-hitung uji mental kamu."
Alex menjawab dengan cuek dan santai tanpa beban, 10 miliar seperti sebuah kertas tak berharga di mata Alex.
__ADS_1
•Jangan lupa Like,Komen, Vote!
*Sorry kemarin ga up karena ga ada waktu :)