SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 67. Kemarahan Alex


__ADS_3

Alex mengernyitkan dahi "Siapa pria tampan? Namaku Alex, Tuan Muda Qin, bukankah kalian mencariku?"


Raut wajah Feng Rose seketika menjadi cerah, ternyata perjuangannya untuk datang ke kediaman Qin tidak salah.


Pasalnya alasan Rose tidak masuk kuliah adalah takut bertemu sang pujaan hati, dia selalu merengek kepada Yoana untuk mengantarkannya ke kediaman keluarga Qin.


Yoana kesal dengan sifat adiknya itu, dia sudah berkali-kali bilang, jika kau ingin kesana berangkatlah bersama supir dan beberapa pengawal, namun Rose selalu menolak usulan Yoana, alasannya dia tidak akan tenang jika tidak ada sang kakak disampingnya.


Akhirnya Yoana mengalah namun dengan satu syarat yaitu setelah pekerjaannya selesai, oleh karena itu mereka datang di kediaman Qin malam-malam.


Qin Hong yang melihat kecanggungan di ruangan itu segera mengalihkan topik pembicaraan.


"Alex segeralah mandi dan rapikan penampilan mu itu, tidak sopan jika menyambut tamu dengan pakaian dan rambut yang acak-acak an"


Alex memang merasa sekarang penampilannya tidak seperti biasanya, dengan segera dia menjawab.


"Baiklah Alex akan mandi dulu, mohon tunggu sebentar ya nona Feng"


"Ah, iya silahkan" Ucap Yoana.


Segera Alex menuju kamarnya lalu memberishkan diri,dan penampilannya.


Sesekali Alex juga mengingat-ingat sejarah keluarga Qin, entah kenapa dia merasa buku sejarah ini sangat familiar di kepalanya.


Lima menit berlalu akhirnya Alex ingat jika buku ini sama dengan cerita saat dia mempelajari buku kultivasi.


(Baca Chapter 55. Kultivasi)


"Tapi apakah benar sosok seperti itu ada di dunia ini? Kekuatannya sangat abnormal dan melebihi batasan manusia, apakah dia Dewa?"


Alex berfikir keras namun didalam kepalanya sama sekali tidak menemukan jawaban.


"Argh lupakan sjaa soal itu, lebih baik aku segera kembali ke bawah sebelum ibu memarahiku"


...----------------...


Di suatu pulau tidak berpenghuni terdapat sosok hitam yang sama sekali tidak bisa diprekdisi apakah dia pria atau wanita.Sosok itu tersenyum sembari tertawa dengan keras, entah apa alasannya dia tertawa.


"Hahaha! Aura ini...Aura ini...Ini Aura yang sudah kutunggu beribu-ribu tahun lamanya, Hahaha! Mari kita lihat siapa dia"


Sembari mengoceh tak jelas sosok itu menatap ke arah langit dengan tatapan sayu. Dia seperti merasa rindu dengan seseorang namun tidak biasa dia gapai.

__ADS_1


"Itukah kau?...Atau keturunanmu?...Semoga pertarungan ini nanti akan membuatku senang seperti saat kita bertarung saat itu"


"Sesuai dengan perjanjian yang telah kita buat, aku tidak akan mengusik ketenangan dunia sebelum kau atau siapapun yang memiliki Aura ini menjadi kuat"


Lalu sosok itu pun menghilang entah kemana dengan asap hitam disekitarnya.


...----------------...


Note: aku cuman mau bagi² bocoran buat kedepannya, jadi habis Chapter ini, nextnya bakal kembali kayak episode awal² sesuai dengan sinopsisnya yaitu mencapai puncak kekayaan, Musuh² kuatnya si Mc (Wurth&sosok misterius) akan kubuat di season 2 nya aja habis novel ini tamat, tapi kalau ada saran komen aja mending digabung disini/ buat new novel.


...----------------...


Suara langkah kaki seseorang menuruni tangga terdengar jelas di telinga mereka semua yang berada di dalam ruang tamu.


Alex saat ini bernampilan sangat rapi dan tentunya tampan.


Atasannya memakai kaos hitam dengan celana pendek boxer membuat pesona Alex menjadi bertambah di mata Rose.


"Maaf membuat kalian menunggu"


Qin Liu An menatap tajam ke arah Alex, bagaimanapun pakain Alex saat ini sangat terbuka.


Namun Tangan Qin Hong memengang telapak tangan Qin Liu An dan membuatnya tenang.


Alex akhirnya sadar dengan pakaian yang dia pakai, dia menggaruk telinganya yang tidak gatal lalu berkata.


"Hah... Maafkan aku, saat ini Alex sangat lelah dan mengantuk, jadi tidak terlalu fokus, hehe"


Sedari tadi Rose selalu memandang ke arah Alex dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Tidak masalah Tuan Muda Qin, baiklah karena kami sudah mengetahui wajah Tuan Muda, Saya dan adik saya akan pulang dulu" Ucap Yoana.


"Eh Pulang? Kenapa tidak menginap disini saja, saat ini sudah malam dan berbahaya untuk gadis muda seperti kalian" Ucap Qin Liu An.


"Apa tidak menyusahkan bibi? Kami bisa kembali saja malam ini, lagipula kami berdua membawa beberapa bodyguard"


Yoana sungkan dengan ajakan Qin Liu An pasalnya mereka memang tidak terlalu dekat, dan baru kali ini mereka bertatap muka.


Namun disisi lain dia tidak ingin membuat adiknya kecewe, kemungkinan besar jika dia pulang maka adiknya akan marah padanya. Dirinya pun tidak jauh beda dengan sang adik, namun dia tidak ingin menunjukan itu didepan Alex.


Cih Tsundere

__ADS_1


"Tentu tidak, Pelayan siapkan kamar tamu untuk nona Yoana dan Nona Rose"


"Baik"


Alex saat ini merasa seperti sedang ditatap oleh seseorang sejak tadi. Dengan cepat Rose mengalihkan pandangannya saat melihat Alex akan menyadari tatapannya.


'Aneh? Siapa yang menatap ku sedari tadi'


Alex tidak melihat siapapun yang sedang menatapnya, gerakan kepala Alex membuat mereka semua heran.


"Alex apa yang sedang kau cari?"


Qin Wen bertanya dengan nada heran, dia juga mengikuti arah gerak Alex namun tidak menemukan hal yang aneh.


"Ah Tidak apa-apa paman, hanya saja aku merasa seperti sedang ditatap oleh seseorang"


Mereka binggung dengan jawaban Alex beda dengan Rose yang sedang menunduk malu, Yoana tentunya sudah tahu siapa yang sedang menatap Alex saat itu, namun dirinya memilih untuk diam.


"Sudah lupakan saja itu, oh iya bu, tadi memanggil ku pulang untuk apa?"


Akhirnya Qin Liu An teringat jika dirinya saat ini ingin membahas tanggal pertunangan anaknya dengan nona keluarga Feng.


Karena kedatangan kedua nona Feng secara mendadak membuat keluarga Alex memilih hari ini untuk menentukan tanggalnnya.


"Kamu pasti sudah tahu kan mereka ada nona muda keluarga Feng? Ibu ingin membahas tanggal pertunangan kalian"


Alex menganggukan kepala walaupun binggung dengan perkataan ibunya, dia merasa ada sesuatu yang janggal namun otaknya tidak dapat merespon sama sekali.


Li Anchi yang melihat eskpresi keponakannya tidak bisa menahan ketawanya, dia sudah menebak akan seperti apa ekspresi Alex.


"Hehe, Alex kamu tidak usah binggung seperti itu, sebelumnya memang hanya salah satu dari mereka yang akan di nikahkan dengan kamu, namun sepertinya mereka berdua sudah jatuh cinta dengan ketampananmu sehingga keluarganya mengusulkan menikahkan kalian bertiga secara langsung, namun dengan satu syarat kau harus adil dengan mereka berdua"


Ekspresi Alex tiba-tiba suram dia memang ingin mempunyai istri yang cantik dan baik, namun dirinya sama sekali tidak pernah ingin mempunyai istri lebih dari satu.


Semua yang berada disana bisa merasakan Aura milik Alex, bahkan para pengawal yang dibawa oleh Yoana dan Rose sudah memasang kuda-kuda untuk mengatisipasi bahaya yang akan datang.


"Apakah kalian bercanda! Dua istri? Aku tidak ingin mempunyai istri lebih dari satu camkan itu! Dan kau" Alex menunjuk ke arah Rose yang berada tepat didepannya "Jangan pernah sekali-kalinya menyebarluaskan identitasku di dalam kampus jika tidak terima akibatnya!"


Brakk!


Alex menggebark meja yang ada didepannya dengan sangat keras hingga mengakibatkan meja itu terbelah menjadi dua. Segera dia melangkahkan kakinya kembali menuju kamar tanpa mempedulikan semua yang berada disana.

__ADS_1


Stop


Oke jangan lupa komen, aku pengen lihat komenan kalian wkkw


__ADS_2