SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 42. Berangkat Kampus


__ADS_3

"Baiklah Alex akan kuliah hari ini bersama dengan sepupu Rey, tapi apakah Alex boleh menyembunyikan identitas Alex untuk sementara waktu?"


Mereka yang mendengar permintaan Alex terkejut sebentar lalu tersenyum mansi kepada Alex.


"Baiklah, kamu boleh menyembunyikan identitasmu, jika kamu di bully atau direndahkan laporkan pada ayahmu ini"


"Baiklah terimakasih ayah"


Akhirnya mereka menyudahi acara sarapan mereka dan mulai melakukan aktifitas masing-masing. Dimulai dari Qin Hong selaku kepala keluarga Qin mengatur jalannya bisnis keluarga dibantu dengan Qin Wen, lalu Qin Liu An selaku Nyonya besar di kediaman Qin mengatur para pekerja, dan menyiapkan kebutuhkan suami dan anak mereka dibantu oleh Lin Anchi.


Kini Alex berada di dalam kamarnya dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Alex memutuskan untuk tampil biasa saja dengan fashion baju tanpa brand, dan berangkat menggunakan sepeda dengan harga 2 juta rupiah.


Sepeda dengan harga dua juta mungkin tidak terlalu di pandang tinggi oleh mahasiswa yang berkuliah di Fudan univeritas yang termasuk universitas elite. yang banyak berisi para tuan muda konglomerat yang kaya dan sombong.


Namum berbeda halnya jika Alex berkuliah di universitas biasa, maka sepeda yang dinaiki oleh Alex maka akan lumayan dipandang tinggi oleh mahasiswa yang ada di sana.


Singkatnya kini Alex tengah berada di luar mansion keluarga bersama sepupunya Rey.


"Rey, sepertinya aku akan menaiki sepeda saja untuk berangakat ke kampus"


"Hah...terserah mu saja, jika terjadi masalah jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada kakakmu ini"


Alex hanya menganggukan kepalanya tanpa mengindahkan perkataan sepupunya tersebut.


"HAHA,baiklah kalau begitu kita berpisah disini, hati-hati dijalan Adek ku Alex"


"B@jingan!! Aku dan kau hanya beda umur, fisik kita tidak jauh berbeda!"


"Haha"

__ADS_1


Brumm brumm


Suara derungan mesin milik sepupu Alex berbunyi.


"Kalau begitu sampai jumpa dikampus"


Alex hanya menatap malas sepupunya lalu, beranjak dari tempatnya dan mulai mengayuhkan pedal sepedanya itu.


Akhirnya Alex tiba di depan gerbang kampus. Dapat dilihat gedung kampus yang menjulang tinggi dengan mobil-mobil anak konglomerat yang berdatangan.


Banyak mata memandang ke arah Alex dengan tatapan merendahkan. Dari mata para wanita yang merasa jijik dengan keberadaan Alex, lalu para pria yang merasa Alex target bullyan baru mereka.


Alex yang sadar dirinya sedang ditatapi pun hanya cuek dan berjalan melewati mereka semua.


Disisi lain Rey yang baru tiba pun langsung dikerumuni para mahasiswa dan mahasiswi. Bisa dibilang Rey adalah pangeran kampus.


Dia yang sedang berada di parkiran bisa melihat Alex yang sedang ditatap rendah oleh para mahasiswa. Rey sebenernya sudah marah besar saat melihat sepupunya di rendahkan seperti itu. Namun demi keinginan Alex yang mengiginkan identitasnya ditutup pun hanya bisa menahan amarahnya tersebut.


"Aku juga gak tau, universitas elite kayak begini malah ada murid kampungan."


"Heh ini bocah lumayan buat mangsa baru"


"Aduhhh, kasian gua sama maba itu dijadiin target si Werry"


"Tapi, kalo dilihat-lihat itu maba ganteng juga ya, sayang anak miskin"


"Bener tu, coba aja kalo dia anak orang kaya, udah gua pepet"


Begitulah percakapan para mahasiswa yang berada di dekat Alex.

__ADS_1


Alex sama sekali tidak memperdulikannya lalu melanjutkan berjalan menuju tempat parkir sepeda. Di sana hanya terlihat satu sepeda saja yang tak lain ada sepeda Alex sendiri.


Setelah memarkirkan sepedanya, Alex berjalan menyusuri lorong kampus. Dia berniat bertanya kepada mahasiswa yang ada disana dimana letak kelasnya berada, namun sayangnga mereka tidak menjawab pertanyaan Alex, malahan menatap Alex dengan jijik.


"Hah...gak disini gak di sana, semua sifat manusia sama saja"


Akhirnya setelah menyusuri setiap bagian yang ada di dalam kampus, Alex menemukan keberadaan kelasnya itu. Fakultas Ekonomi.


Alex memasuki ruangan kelasnya dan seketika. Semua orang yang ada disana menatatap Alex binggunh, kutandai sekali lagi binggung! bukan tatapan seperti mahasiswa yang lainnya.


Akhirnya salah satu dari mereka membuka suara dan berkata.


"Kamu siapa? Maba?"


Alex yang mendengar pertanyaan itu dilontarkan kepadanya hanya menganggukan kepalanya.


"Oh kalau gitu salam kenal nama ku Lynard"


"Gua Wendy"


"Deny"


"Paul


"Felix"


Alex menatatap mereka binggung sesaat lalu menganggukan kepala dan berkata.


"Salam kenal juga nama gua Alex"

__ADS_1


•Jangan Lupa Like, Komen, Vote!


*Jangan komen kurang banyak, lagi kehilangan ide seketika.


__ADS_2