
Pintu mobil berwarna hitam dengan plat bertuliskan Nsf terbuka dan menampilkan seorang pemuda dengan wajah diatas rata-rata menggunakan jas kampus Fudan.
Siapa lagi kalau bukan Alex, saat dirinya keluar tentunya menarik banyak perhatian para karyawan disana.
"Siapa pemuda itu? Tampan sekali"
"Aku juga tidak tahu, tapi jika diperhatikan lebih dalam, kelihatannya dia adalah seorang anak konglomerat."
Dira yang mendengar kata konglomerat tentunya tertarik dengan pemuda yang ada didepan nya.
Dia ingin mencoba menggoda Alex dan menjadi kekasihnya,
"Fufu, pemuda di depan sana sangat cocok untukku"
Tatapan para karyawan sekali lagi sinis terhadap Dira.
"Modal tubuhmu itu aku yakin seratus persesn dia tidak akan tergoda!"
"Benar itu! Jika dilihat lagi sepertinya dia juga sudah punya pasangan"
Dira tidak menanggapi serius perkataan rekan kerjanya itu, dia terus melangkahkan kakinya dengan centil dan menggoda.
Saat sampai di depan Alex, dia langsung berkata.
"Hei tampan~"
Alex menghentikan langkahnya karena didepannya ada seorang wanita yang nenatapnya dengan tatapan mesum dan lain sebagainya.
Dia sangat tidak suka dengan sifat wanita seperti ini, ini sangat sama persis dengan mantan pacarnya yang datang hanya karena tampan dan kaya namun akan pergi jika dia sudah miskin.
"Siapa orang gila ini?"
Tentunya ucapan Alex membuat para karyawan dan orang yang ada disana tidak bisa tidak menahan tawanya.
"Pftt"
Dira juga termasuk dikenal sebagai wanita cantik diperusahaan milik Alex, namun satu sisi dia juga mempunyai banyak haters disana.
Karena hal itulah Dira menjadi sombong dan sok cantik dihadapan pria-pria yang berduit.
Namun pertanyaan yang dilontarkan oleh Alex tidak dijawab sama sekali oleh mereka, dan membuat Alex kesal.
"Hei! Aku tanya sekali lagi siapa wanita gila ini?"
__ADS_1
Dira yang merasa kesal dengan ucapan Alex segara menyerobot untuk bicara.
"Hei kau bocah! Jangan kau kira dengan uang orang tuamu kau bisa sombong dihadapanku!"
Alex yang mendegar ucapan Dira hanya tertawa kecil.
"Haha! Siapa bilang aku mengandalkan uang orang tua? Dan kau segeralah minggir jangan menghalangi jalanku!"
Mr.Zex dan kelima rekannya yang dapat memahami situasi pun segera bertindak dengan cepat, dia tahu saat ini Ketuanya sedang dalam keadaan yang tidak bisa menahan emosi karena urusan keluarga Hong.
"Hei berani-beraninya bocah sepertimu tidak jujur! Jika bukan karena kau terlihat tampan dan kaya aku juga ogah! Palingan juga orang tuamu itu hanya seorang pembantu di keluarga kaya lalu majikannya meminjamkan mobil dan pengawal untukmu!Haha"
Alex yang mendengar itu terdiam sesaat, namun terdiamnya Alex disalah artikan oleh Dira, dia pikir saat ini ucapannya adalah kebenaran.
"Haha, benar kan orang tuamu itu hanyalah seorang pembantu!"
Dulu saat Alex masih belum mendapatkan sistem Rich ini, ibunya memang bekerja sebagai pembantu lalu, ayahnya bekerja dengan pekerjaan tak menentu dan gaji yang juga tidak menentu pastinya.
Ucapan Dira tadi itu sama saja menyinggung perasaan Alex, walaupun orang tuanya saat itu sedang menyamar, namun pekerjaan yang dilakukan mereka berdua sangat terlihat jelas tulus dan tidak ada kata mengeluh.
"Hei kau wanita murahan! Dengan pakaian mu yang terbuka dibagian atas lalu rok yang terlalu pendek itu, kau ingin bekerja atau menjadi pelayan penghangat ranjang pria?!"
Anggota Nsf yang sudah menebak akan terjadi seperti ini segera bergerak dengan cepat.
Mereka segera memegangi tangan kanan dan kiri milik Dira.
Mr.Zex yang sudah tidak tahan segera berteriak.
"Kau itu yang miskin! Berani-beraninya berteriak di depan Ketua!"
Teriakan Mr.Zex membuat semua karyawan terkejut karena mereka sama sekali tidak menyadari keberadaan Mr.Zex dan yang lainnya, yang mereka lihat hanyalah seorang pengawal biasa.
Mereka bergetar hebat dan merasakan sekujur badannya lemas tak berdaya.
Keributan yang terjadi dilantai bawah tentunya membuat Della sang sekretaris Alex merasa terganggu.
"Hei ada apa ini! Kenapa ribut sekali, kalian tidak tahu ya, Bos besar akan datang!"
Ucapan Della segera menyadarkan pikiran semua orang, mereka yang tadinya sudah lemas dan tak berdaya karena melihat Mr.Zex, saat ini bertambah wajah mereka menjadi pucat.
Satu-satunya yang ada dipikiran mereka adalah, Pemuda yang ada didepannya adalah Bos mereka.
Dira yang saat ini pikirannya sedang tidak jernih mencoba menarik simpati dari Della.
__ADS_1
"Bos..Lihatlah mereka, Pemuda itu hanyalah seorang anak pembantu namun berani-beraninya dia menangkap ku?"
Della segera mengalihkan pandangannya ke sumber suara, dan terkejutlah Della saat melihat wajah Alex, dia segera turun dengan tergesa-gesa.
Dira yang melihat Bosnya datang dengan berlari tentunya merasa senang, didalam pikirannya saat ini Della akan menolong dirinya.
'Hehe, Bos memang mudah untuk ditipu!"
Namun sayang seribu sayang,Della melewati Dira lalu membungkukan badannya kepada Alex.
"Pak Alex, mengapa Anda tidak menelpon saya jika sudah sampai?"
Bagai disambar petir Dira terkejut sampai wajahnya pucat pasi, tidak beda dengan karyawan lainnya, mereka menyesal karena hanya melihat namun tidak menyambut kedatangan bosnya.
"Berdirilah, segera siapkan ruangannya, lalu usir wanita murahan ini!, Tidak-tidak..berikan dia kepada anggota Nsf untuk di jadikan mainan! Bukankah itu profesi aslinya?"
Della yang mendengar itu menjawab dengan nada gemetar, bagaimanapun dia juga perempuan, jadi dia tahu apa yang dirasakan oleh Dira nantinya, namun itu semua adalah ulahnya, dan Della sebagai seorang bawahan hanya bisa melaksanakan perintah.
"Ba-baik"
Della kini menjadi pemandu Alex untuk menuju ruangan rapat dikawal oleh Mr.Zex dan yang lainnya.
Para karyawan yang lain hanya membungkukkan badan tidak berani menatap Alex sama sekali.
Sedangkan Dira dia merasa hidupnya sudah hancur karena berani menyinggung Bos besar, dia tidak tahu hari ini adalah hari terburuk baginya! Sudah kehilangan pekerjaan lalu, menjadi mainan penghangat ranjang pria
...----------------...
"Lalu Della bagaimana dengan keluarga Hong? Apakah mereka menerima penawaran dariku?"
"Tentu Bos, mereka menerimanya namun dari cara bicara mereka, sudah bisa dipastikan nantinya mereka akan menyiapkan pasukan untuk berperang"
Jujur Della kedapa Alex, bagaimanapun Della sangat menganggumi bosnya yaitu Alex.
"Humu..humu, sudah kutebak mereka akan memilih jalur itu, namun kita akan bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa supaya mereka tidak menaruh curiga pada kita"
"Siapkan pasukan disetiap sudut perusahaan, lalu yang akan bersama ku biarlah Della, dan Mr.Zex yang lainnya bersiap di posisi masing-masing"
"Baik Bos!"
Alex puas dengan kinerja kerja mereka, Alex sudah sangat yakin seratus persen dapat menghancurkan keluarga Hong, namun bukannya tidak seru jika langsung dihancurkan, itulah yang ada dipikiran Alex.
Jadi Alex nantinya akan sedikit demi sedikit mengakuisisi perusahaan keluarga Hong.
__ADS_1
"Haha!"
*Jangan Lupa,Like,Komen,Vote!