
"Aahhhhh" Teriak B1 melihat tangannya terpotong dan tersisa satu tangan yang memegang pedangnya. B2-B10 tertegun dengan hal tersebut. Gerakan yang dilakukan oleh Alex sangat cepat hingga tidak terlihat dimata mereka semua.
B2 dan B3 meraung dengan marah melihat temannya yaitu B1 terpotong tangannya, dengan cepat kedua orang tersebut melesat ke arah Alex sambil berteriak kencang.
"Baj*ngan kau bocah, matilah di tempat" Teriak keduanya, dengan cepat mengayunkan pedang dan sebuah pukulan. Mereka merasa bahwa Alex telah tertebas pedang dan sebuah pukulan.
"Hm! itulah akibatnya jik-" Ucap B2 terpotong saat melihat pandangannya terbang dan jatuh ke bawah, juga melihat tubuhnya sendiri berdiri tanpa kepala.
Begitu juga sebaliknya dengan B3, dia juga merasakan hal yang sama dengan B2, kedua tubuh dan kepala mereka jatuh bersamaan.
Brukk!
B4-B10 benar-benar merasa terbakar oleh amarah mereka saat melihat kematian kedua teman mereka, B4 dan B5 melesat ke arah Alex dengan cepat.
Alex menatap datar dan menganggap mereka semua hanyalah sekumpulan orang bodoh yang memberikan nyawa dengan percuma.
'Mereka tidak jauh beda dengan yang sebelumnya yaitu bodoh, sungguh gerakan mereka sangat lambat, mungkin dengan sebuah kerikil mereka pasti kalah'
Batin Alex lalu melesat dengan cepat ke arah mereka berdua.
"Matilah" Ucap Alex dengan dingin, kemudian menusuk jantung B4 dan menembakkan pistolnya ke arah jantung milik B5.
Jlebb! Dorr!
"Urghh" Mereka berdua terlihat sangat mengenaskan dengan sebuah tusukan diperut dan sebuah puluru di jantung keduanya. Pandangan mereka berdua memutih dan jatuh ke tanah.
Brukk! Brukk!
B6-B10 benar-benar mulai merasakan takut, namun hal selanjutnya membuat mereka tertegun. Sebuah pedang disertai dengan peluru melesat cepat ke arah mereka berempat.
"Sial!", Umpat mereka berempat, namun saat mengeluarkan pedang mereka dan sebuah gaya masing-masing, sebuah tembakan pistol kembali terdengar di telinga mereka, bahkan terlihat sebuah peluru melesat dengan cepat dimata mereka berempat.
Dorr! Dorr! Dorr! Dorr!
Alex menatap ke arah mereka dengan datar, lalu berbalik dan melihat setumpukan mayat berserak-serak di dalam ruangan itu.
Dengan segera Alex menelpon Zex untuk memberishkan kekacauan yang terjadi di perusahaannya, dilihatnya di ponsel miliknya jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, dengan cepat Alex segera keluar dari ruangan itu lalu turun kebawah untuk pulang.
Belum sempat dirinya keluar dari ruangan itu terdengar suara dari belakang Alex.
__ADS_1
"Kekeke! Kau hebat juga bocah!"
Alex menatap ke arah seseorang laki-laki yang memiliki wajah sangar, rambut berwarna merah pendek, hal yang menjadi ciri khasnya adalah telinga yang terdapat sebuah anting bintang.
Alex menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam, instingnya merasakan bahwaa pria itu sangat berbahaya.
Lalu sebuah pisau melesat ke arah Alex 'Cepat' batin Alex dengan menghindar serangan pisau tersebut. Dalam sekejap pria itu sudah berada lima meter darinya.
"Khekhekhe!, ternyata Tuan Muda keluarga Qin begitu lemah, Oh benar juga keluarga Qin benar-benar lemah dari dulu" Ucap pria berambut merah itu dengan nada mengejek.
Alex menatap tajam ke arah pria berambut merah pendek itu, marah tapi dalam hati dia dingin. Tenang adalah kelebihan dari Alex dari dulu.
[Ding!]
[Peringatan Bahaya!]
[Orang yang berada di hadapan Host, adalah orang yang kuat. Kemungkinan besar untuk menang 5%]
'Oh 5% itu masih lumayan, hitung-hitung sparing dengan orang kuat' Ucap Alex dalam hati dengan tatapan yang serius.
"Apa tujuan mu kemari? Dan siapa namamu?" Ucap Alex dengan tenang dan tatapan dingin. Sementara Pria berambut merah itu, wajahnya menjadi menghitam, lalu auranya keluar dari tubuhnya.
Wuhss
Disisi Alex yang merasakan sebuah aura dengan penindasan yang kuat tidak bisa menahan lebih lama lagi, dia merasa bahwa orang yang ada didepannya memiliki kultivasi di atas dirinya.
Alex yang belum siap pun mau tidak mau harus menerima pukulan yang telah dilayangkan oleh Wurth.
Brugg!
Alex terpental mundur dengan sangat cepat, lalu dia menabrak dinding dengan sangat keras.
Booom!
"Urkk" Alex mengeluarkan seteguk darah dari dalam mulutnya. Zex yang tadi telah datang dengan kelima rekannya ikut khawatir dengan keadaan Ketua mereka, namun apalah daya aura dan tekanan yang dikeluarkan oleh Wurth membuat mereka berenam hanya bisa terduduk lemas bahkan sampai ambruk.
'Bertahanlah, Ketua!" Ucap mereka berenam dalam hati, mereka benar-benar merasa sangat lemah, dan tidak berdaya karena tidak dapat melindungi Ketuanya.
Zex yang mencoba menatap siapa lawan Ketuanya benar-benat terkejut.
__ADS_1
'Kenapa Wurth Destroyer berada disini?' Ucap Zex dalam hati dia benar-benar terkejut dengan kedatangan Wurth si pemusnah.
Pasalnya Wurth bukanlah bagian dari keluarga Hong atau keluarga besar lainnya, dan seharusnya Wurth masih berada di negara Pale.
Kembali ketempat kejadian, Alex yang terhempas pun menabrak sebuah dinding hingga tertancap di dinding tersebut. Matanya benar-benar buram dan sudah mulai menandakan akan pingsan.
Wurth yang melihat itu hanya menatap datar dan berkata, "Kau masih lemah bocah! Belum saatnya kau tahu apa itu keluarga Qin sesungguhnya! Mari kita lihat sejauh mana kau akan bertahan dan menjadi kuat sepenuhnya, kami menunggu kedatanganmu, Haha!"
Alex yang mendengar ucapan Wurth hanya diam dan tidak bisa apa-apa.
'Lemah, aku lemah, aku sangat lemah!'
Sebelum benar-benar pingsan sebuah aura emas mengelilingi tubuh Alex.
Alex merasakan kehangat lalu pingsan begitu saja.
Sedangkan Wurth yang melihat aura emas itu tersenyum senang bahkan sampai tertawa.
"Haha! Qin Ping apakah bocah itu yang kau pilih? Baiklah-baiklah mari kita lihat sejauh mana dia akan menjadi kuat! Hahaa!"
Dengan cepat Wurth segera meninggalkan tempat kejadian sebelum aura emas itu menyerang dirinya, karena instingnya merasakan bahaya saat melihat pancaran aura tersebut.
Namun sebelum dirinya pergi Wurth mencoba mengayunkan tangannya kedepan, Tanpa disangka telapak tangan Wurth tepat pada tangan milik Alex.
Boooom!
Gelombang aura yang sangat besar menyebar kesegala arah, Alex dengan kuat memberikan tambahan tenaga kedalam tangannya.
Boom!
Wurth terkejut, lalu terlempar keluar dari ruangan rapat tersebut. Wurth tersenyum lalu menghilang pergi dari tempat kejadian.
Alex kemudian terlihat melepaskan energi dari tubuhnya, kemudian terududuk terbaring di tempat kejadian.
Bruk!
Ke enam bawahan Alex yang melihat hal tersebut, segera ke arah Alex, sementara anggota dan para karyawan yang masih berada di perusahaan terkejut bukan main dengan gelombang besar yang baru saja terjadi.
*Jangan Lupa, Like, Komen, Vote!
__ADS_1
Byee!
Kalau ada ide/saran komentar aja pasti kubaca :v