SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 68. Reaksi Mereka


__ADS_3

Deghh...Deghh...Deghh


Itulah yang terjadi pada mereka semua yang berada di ruang tamu, terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.


Mereka tidak menyangka bahwa reaksi yang diberikan oleh Alex akan semengerikan itu. Mereka berfikir dengan menikahkan kedua nona keluarga Feng akan membuat Alex bahagia karena memiliki dua istri yang berarti tidak akan pernah ada kata bosan.


Namun ekspetasi mereka semua harus pupus karena jawaban yang dilontarkan oleh Alex, kejam dan tidak berperasaan.


Yoana yang mendengar ucapan Alex saat itu tidak bisa menahan air matanya, entah kapan dirinya mencintai Alex, namun setiap melihat Alex hatinya selalu berdegup kencang, dia juga merasa bersalah karena suami yang seharusnya dimiliki oleh Rose seutuhnya harus dibagi menjadi miliknya juga.


Dia sudah menyiapkan mental saat nantinya akan ditolak mentah-mentah oleh Alex ataupun di benci oleh adiknya Rose. Namun semua mental yang telah dia siapkan tidak sekokoh yang dibayngkan, hanya dengan satu ucapan Alex, sudah bisa membuat mentalnya hancur lebur tidak terisisa.


Menangis dan malu itulah yang saat ini dirasakan oleh Yoana.


Tidak beda halnya dengan Rose, dia terkejut dengan ucapan yang dilontarkan oleh Qin Li Anchi. 'Kami memutuskan untuk menikahkan kalian bertiga'


Degh..


Dia sama sekali tidak tahu tentang hal ini, keluarganya tidak ada yang memberitahu dirinya. Dan kakaknya...aku tidak menyangka kakakku akan merebut calon suamiku sendiri, apalagi harus berbagi.


Dalam hati dia mengubur semua kebencian dan emosi terhadap kakaknya, karena hanya kakaknya yang selalu menemaninya sejak kecil, dia tidak ingin egois dan membuat hubungan nya hancur hanya karena permasalahan ini, walaupun dirinya sedikit tidak ikhlas.


Rose menatap ke arah Alex untuk menunggu jawaban apa yang akan dilontarkan oleh calon suaminya itu, dia berharap Alex menolak kakaknya dan memilih dirinya, namun jika Alex ingin mengambil mereka berdua Rose tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Lagi dan lagi semua tidak sesuai dengan ekspetasi Rose, jawaban yang dilontarkan oleh Alex jelas-jelas menolak kehadiran kakaknya, namun entah kenapa hatinya sakit saat dirinya di tunjuk oleh Alex dengan nada mengancam.


Memang apa salahnya jika menyebarkan identitas milik Alex? tidak menyebar luaskan identitas milik Alex sama saja dirinya harus menjaga jarak dengan Alex saat di kampus.


Hancur, itulah yang dirasakan oleh Rose saat ini, hatinya seperti terbelah menjadi berkeping-keping.

__ADS_1


Qin Hong dan Qin Liu An tidak jauh berbeda, mereka jelas terkejut dengan reaksi yang diberikan oleh Alex, pasalnya Alex adalah anak yang selalu menghadapi semuanya dengan kepala dingin dan tenang. Tidak pernah sekali pun mereka melihat kejadian hari ini.


Memang benar Alex adalah anak yang keras kepala namun, dia tidak pernah membentak bahkan sampai berteriak keras seperti itu saat ada kedua orang tuanya.


Mereka berdua merasa bersalah karena tidak mendiskusikan terlebih dahulu dengan anaknya, lagi pula manusia mana yang tidak ingin mempunyai banyak istri? Jadi mereka pikir Alex akan langsung menerima tanpa membantah.


Sedih dan menyesal itulah yang dirasakan oleh kedua orang tua Alex, seharusnya mereka memikirkan perasaan anaknya terlebih dahulu, memang benar perkataan nenek moyang, tidak semua manusia itu sama.


Meja yang dipukul oleh Alex bukanlah meja biasa, itu adalah meja dengan bahan dasar kayu Australian Buloke.


Australian Buloke atau dikenal dengan nama latinnya, yaitu Allocasuarina luehmannii.


Jenis kayu ini sangatlah keras, bahkan kayu ini memiliki kekuatan hingga 5.060 lbf.


(Search Google)


Alex memukul meja itu dengan sangat santai bahkan tidak terluka sedikitpun, apalagi sampai meja itu terbelah menjadi dua bagian, sungguh kekuatan diluar nalar manusia.


Qin Wen dan Li Anchi benar-benar tidak menyangka keponakannya yang terkenal penyabar, baik dan tidak sombong itu bisa mengucapkan kata-kata yang kejam? Mereka tidak pernah membayangkan bahkan memimpikan kejadian seperti ini.


Yang mereka tahu Alex adalah anak yang penurut dan tidak pernah membantah ucapan orang yang lebih tua apalagi orang tuanya.


Walaupun mereka belum benar-benar kenal dekat dengan Alex, namun kedua orang tua Alex selalu menceritakan semua pertumbuhan Alex dari bayi hingga dewasa.


Terkejut dan sedih itulah yang dirasakan oleh paman dan bibi Alex, mereka tidak menyangka bahwa ucapan Li Anchi akan membuat emosi Alex memuncak seperti itu.


Mereka semua senang dengan sifat Alex yang hanya akan setia dengan satu wanita, namun mereka juga kecewa karena ucapan Alex sangat kejam bahkan terdengar asing di telinga mereka.


Aura yang dikekuarkan oleh Alex tadi hanya bisa dirasakan oleh beberapa orang seperti Qin Hong, Qin Wen, para bodyguar Feng, dan penjaga kediaman Qin.

__ADS_1


Mereka merinding saat merasakan hawa suram milik Alex yang menyebar luas di dalam mansion itu. Rasanya seperti tertusuk ratusan pedang yang menyayat tubuh.


Alex? Saat ini Alex sedih dan kecewa dengan keluarganya, dia tidak mungkin mencintai wanita lebih dari satu, dia ingin seperti ayah, dan pamannya yang hanya mempunyai ibu dan bibinya saja tidak lebih.


Entah mengapa setiap Alex dihadapkan dengan situasi tadi terasa sangat familiar di hatinya, dia merasa sepeti de javu.


Istri lebih dari satu Alex membenci perkataan itu, rasanya Alex seperti tersayat belasan pedang di lehernya.


Alex juga tanpa sadar kelepasan emosi dan menjadi membuat mereka semua khawatir dan takut dengan sosok Alex saat ini.


Dirinya merasa bersalah karena membentak calon istrinya itu, dia ingin turun dan meminta maaf, namun seperti ada iblis yang membisikan sesuatu di telinga Alex, 'Tidak usah meminta maaf, bukankah memang itu salah mereka'.


Alex terhasut dengan bisikan itu, namun disisi lainnya tedengar bisikan yang lebih hangat 'Itu bukanlah salah mereka, itu salahmu yang terlalu egois dan tidak mendengarkan ucapan keluargamu dengan kepala dingin, turunlah dan minta maaf kepada mereka'


Alex benar-benar binggung haruskah dirinya turun dan meminta maaf atau tidak usah?.


Akhirnya Alex mengambil sebuah gitar di seberang tempat tidurnya lalu menon-aktifkan kedap suara kamar miliknya.


Dirinya memilih untuk meminta maaf melewati sebuah lagu yang dia nyanyikan, intinya saat ini Alex memilih bisikan hangat yang menyuruhnya meminta maaf, dan juga memilih bisikan satunya yang menyuruhnya tidak perlu meminta maaf, Alex merasa bersalah namun ego nya memilih untuk berdiam diri saja.


Jrengg~


Jreng~


Petikan demi petikan terdengar jelas menggema di dalam kamar milik Alex, tidak jauh dari sana mereka yang ada diruang tamu pun mendengar petikan gitar tersebut.


...Stopp...


...Bye!...

__ADS_1


...(Heh😭 lagu nya aku ga nemu anjrott!, kasih saran dong dikomentar xixi)...


__ADS_2