
Sudah beberapa menit berlalu namun Alex tidak kunjung menemukan lagu yang cocok.
Semasa hidup, Alex hanya pernah mendengarkan lagu balon ku ada lima. Jadi tidak mungkin Alex menyanyikan balon ku ada lima di dalam suasana saat ini.
Dimana keluarga Alex dan nona Feng sedang meratapi dirinya sendiri.
Ralat, bukan hanya mendengarkan balon ku ada lima namun masih ada banyak lagi, cuma Alex hanya hafal dengan lirik lagu balon ku ada lima saja.
Karena tidak menemukan lagu dan sesuatu yang cocok, akhirnya Alex memutuskan untuk turun kebawah dan meminta maaf.
[Ding!]
[Misi terpicu]
[Meminta maaf kepada keluarga Host dan kedua Nona Feng]
[Hadiah : Kekayaan tidak terbatas]
[Hukuman : Sistem hilang]
Degh...
Alex tertegun dengan suara notifikasi dari sistemnya itu. Hanya dengan meminta maaf dirinya akan mendapatkan kekayaan tidak terbatas? Bukankah Alex akan menjadi orang terkaya di dunia ini?.
Mau tidak mau Alex harus menerima misi ini, tidak ada ruginya sama sekali, malah akan menguntungkan untuk Alex kedepannya, dengan adanya uang yang tidak akan pernah habis, sama saja Alex bisa membangun banyak cabang perusahaan dan proyek baru yang pastinya membutuhkan dana yang sangat banyak.
"Yosh..baiklah mari kita kebawah dan meminta maaf"
Alex beranjak dari kasurnya lalu membuka almarinya untuk mencari beberapa baju yang cocok untuk dipakai.
"Hem..baju ini terlalu santai...yang ini juga.. hah kenapa semua baju hanya kaos hitam dan putih?"
Alex tidak sadar jika semua baju yang dia bawa hanyalah sepasang kaos dan celana biasa yang bahkan tidak memiliki brand.
Karena tidak menemukan baju yang pas, Alex memutuskan memakai kaos itu yang dia pakai dan mengganti celana boxernya dengan celana jeans panjang.
Tap...Tapp..Tap
Suara langkah kaki Alex menggema di dalam mansion itu.
Qin Hong, Qin Liu An tersenyum melihat kedatangan anaknya, mereka yakin jika saat itu Alex hanya emosi sesaat saja.
Sedangkan Yoana, dan Rose mereka menatap Alex dengab takut dan sedih.
__ADS_1
"Nak kemarihlah duduk disamping ibu, katakan apa yang mau kamu katakan"
Ucap Qin Liu An dengan senyum manisnya, dan membuat suasan yang tadinya hening menjadi lebih berwarna.
Alex menuruti saja perkataan ibunya itu, Qin Hong yang berada di samping istrinya segera menjauh dan memberikan ruang untuk Alex duduk ditengah-tengah mereka.
"Itu..Alex minta maaf dengan kejadian tadi, tidak tahu kenapa Alex tiba-tiba marah saat mendengar ucapan bibi anchi, jika kalian memang ingin Alex menikah dengan mereka berdua maka salah satu dari mereka harus mengalah dulu, karena Alex hanya ingin menikah dengan satu wanita terlebih dahulu" Ucap Alex dengan nada menyesal namun terdengar lembut di telinga mereka semua.
Senyum ceria terlihat jelas di wajah Yoana dan Rose. Mereka akhirnya tidak takut dengan sosok Alex lagi, karena ucapannya yang lembut seperti bunga.
Rose juga tidak terlalu memikirkan hal yang tadi, dia akan mencoba berbagai calon suaminya dengan kakaknya.
"Nak, kami tidak akan memaksamu, jika kamu hanya ingin menikahi salah satu dari kedua nona keluarga Feng, tidak apa-apa, kami tahu beban yang akan ditanggung oleh seorang pria jika sudah menikah"
Ucap Qin Hong mencoba untuk memahami perasaan anak semata wayangnya itu.
"Baiklah, itu.. Nona Yoana dan Nona Rose, maafkan sikapku tadi yang terlalu kasar"
Rose dan Yoana tersenyum manis lalu berkata.
"Panggil saja kami dengan nama, tidak perlu embel-embel nona, dan perkataanmu tadi sudah kami maafkan kok"
"Baiklah, Rose, Yoana, terimakasih telah memaafkan ku, dan Rose ucapanku yang tadi anggap saja angin lalu ya, tapi tolong jangan sebarkan identitas ku dulu oke?" Ucap Alex.
Baginya itu sama sekali bukan masalah besar dan yang terpenting adalah dia bisa terus bersama dengan Alex di dalam kampus saat istrihat dan jam kosong.
Qin Hong, Qin Liu An, Qin Wen, Dan Li Anchi tersenyum senang dengan suasana saat ini, mereka berharap agar hubungan Alex Yoana dan Rose akan bertahan dengan baik tanpa gangguan.
"Lalu Alex, siapa dari mereka yang akan kamu pilih duluan? Rose atau Yoana? apa kamu ingin mengenal mereka lebih jauh dulu baru bisa memilih?"
Ucap Li Anchi yang membuyarkan lamunan mereka semua, hari sudah malam tidak baik bagi anak muda seperti Alex Rose dan Yoana bergadang.
Apalagi besok Alex dan Rose harus berangkat kampus pagi hari, dan mengikuti ujian selanjutnya.
Rose dan Yoana yang mendengar ucapan Li Anchi hanya bisa menahan nafas seolah waktu berhenti.
Rose berharap dirinyalah yang akan dilipilih untuk yang pertama, karena sudah seharusnya Alex adalah miliknya.
Namun dirinya juga tidak bisa terlalu memaksakan, dan berharap kepada takdir semoga dirinyalah yang terpilih.
Yoana tidak jauh beda dengan sang adik, walaupun sifatnya malu-malu tapi mau. Yoana tetap bersikap tenang soalah hal yang dibicarakan oleh Li Anchi bukanlah masalah besar baginya.
Alex menatap lekat wajah mereka berdua secara mendalam dan membuat sang empu tidak bisa menahan malu, wajah keduanya sudah memerah seperti tomat dan hampir keluar asap.
__ADS_1
Semuanya mengira bahwa Alex sedang terpesona dengan kecantikan Rose dan Yoana, namun semuanya salah, Pasalnya Alex kini sedang berbicara dengan sistemnya.
'Sistem, menurutmu lebih baik Rose duluan atau Yoana? Aku inginnya Rose karena dia imut'
Seperti paham akan kearah mana pembicaraan Alex, sang sistem pun menjawab dengan jujur.
[Ding!]
[Itu semua bukanlah masalah, bukankah nantinya mereka akan menjadi istrimu? Tapi jika Host memang pria sejati maka nikahkan lah Rose terlebih dahulu, karena dia berhak untuk itu]
Alex tertegun dengan ucapan sistemnya.
'Eh, benar juga mereka nantinya akan menjadi istriku- eh ada yang salah, kenapa aku merasa diriku tidak emosi saat mengatakan hal ini? Aneh'
[Karena Host adalah pria sejati tentunya]
Ucap Sistem dengan bohong, sebenarnya dirinyalah yang mengahapus emosi milik Alex untuk sementara sampai Alex benar-benar mencintai kedua calon istrinya.
Alex yang mendengar pujian sistemnya tidak bisa menahan senyumannya.
'Apakah kamu sedang memujiku?'
[Tidak! Itu hanyalah perasaan Host saja]
Senyuman Alex tadi lagi-lagi disalah artikan oleh mereka semua semua.
"Ekhemm"
Deheman Ayah Alex membuyarkan lamunannya.
"Eh?"
Alex melihat sekitarnya yang tiba-tiba tersenyum kearahnya yang membuat dirinya merinding.
"APA-APAAN TATAPAN KALIAN ITU? SINGKIRKAN! ITU MEMBUAT KU MERINDING"
Teriak Alex sembari berlari ke arah kamarnya meninggalkan mereka yang sedang tertawa dan tidak mendapatkan jawaban dari Alex.
"Haha!... Kalian berdua tenanglah saat ini Alex hanya sedang terpesona oleh kecantikan kalian saja"
Stopp
Byee
__ADS_1