
Akhirnya Qin Wen, Lin Anchi, dan Qin Rey tiba di luar pintu, mereka menatap keluarga Alex dengan tatapan rindu. Tak berselang lama Qin Hong, Qin Wen, Qin Liu An dan Lin Anchi berpelukan untuk melepas rindu. Alex yang melihat itu hanya tersenyum lembut. Sedangkan Qin Rey sedari tadi hanya menatap sepupunya dengan intens. Alex yang merasa bahwa ada yang melihatnya pun mengalihkan pandangannya kepada sepupunya itu. Tanpa pikir panjang Alex memeluk sepupunya itu seperti sudah akrab selama bertahun-tahun.
Qin Rey yang tiba-tiba di peluk oleh Alex, Qin Reyterkejut sejenak lalu memeluk balik sepupunya itu. Para orang tua yang dari tadi sudah melepaskan rindu menatap kedua anaknya dengan senyuman.
"Haha, kalian seperti sudah kenal lama saja"
Tawa Qin Wen membuat kedua pemuda itu terkejut lalu melepaskan pelukan itu.
"Salam Paman Wen, Salam Bibi Anchi"
Ucap Alex dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan sedikit membungkuk. Orang tua Alex yang melihat itu terkejut sebentar lalu tersenyum. Mereka tidak tahu dari mana Alex mempelajari cara memberi salam yang benar, karena mereka belum sempat memberi tahu caranya.
"Hehe, ternyata keponakan bibi sudah tahu cara memberi salam yang benar, mari masuk kedalam jangan berlama-lama di luar hawanya dingin"
Akhirnya mereka memasuki Mansion keluarga Qin, saat masuk bisa dilihat luas mansion dan barang-barang yang terpajang di tembok mansion. Jelas sekali mansion ini tidak bisa dibandingkan dengan rumah Alex yang berada di komplek taman indah.
__ADS_1
Di ruang tengah terdapat sofa yang sekali dilihat saja sudah bisa dipastikan harga yang mahal dan terbuat bahan yang sangat berkualitas beda dari sofa lainnya. Lalu ada televisi, piano dan lain-lain.
"Hekm, Rey ajak sepupumu berkeliling di mansion supaya lebih mengenal tempat ini dan tidak tersesat"
Rey pun menuruti permintaan ibunya itu, mau bagaimanapun yang di ucapkan oleh ibu nya ada benar nya juga, dan bisa terlihat juga para orang tua seperti akan membahas masalah serius dan tidak boleh di dengar oleh generasi muda.
Alex mengeliling mansion di pandu oleh sepupunya Rey, di mansion ini terdapat 3 lantai, lantai pertama di khususkan untuk kamar pembantu, dapur, ruang keluarga, ruang makan, ruang tamu, kamar tamu.
Lalu dilantai dua terdapat kamar khusus anggota keluarga Qin, di lantai dua terdapat lebih dari sepuluh kamar, setiap kamar mempunyai warna pintu yang berbeda. kamar kepala keluarga berwarna emas. kamar para istri berwarna silver, dan kamar para tuan muda berwarna putih. Di depan pintu juga terdapat tulisan nama pemilik kamar.
"Sepupu apakah kamu sudah hafal dengan tata letak ruangan yang ada di mansion ini?"
Alex menatap sepupunya lalu menganggukan kepalanya dan berkata.
"Tidak perlu terlalu formal, panggil saja aku Alex, oh iya Rey apakah kamu juga sedang kuliah?"
__ADS_1
Rey menatap Alex dengan tatapan serius lalu berkata.
"Bukankah umur mu masih 21 tahun? Kalau begitu kau seharusnya panggil aku kakak"
Alex yang mendengar itu pun mendengus kesal dan berhasil membuat sepupunya tertawa lepas.
"Hahaha, aku hanya bercanda kau boleh memanggilku sesukamu, Hahaha"
"Huh!"
"Apa-apaan tatapan mu itu Alex apakah kau benar marah pada sepupumu ini?"
Alex yang kesal akhirnya meninggalkan Rey di tempat dengan tatapan kesalnya, Rey hanya menatap kepergian sepupunya lalu melanjutkan tertawanya yang tadi sempat tertunda.
'Sial! Apa yang dikatakan oleh Ayah ternyata benar, sepupuku ini sangat menjengkelkan'
__ADS_1
•Jangan Lupa Like, Komen, Vote!