
Alex menyadari tatapan dari Yoana. Bukannya gugup Alex memilih untuk membalikan keadaan dan tentunya membuat Yoana syok.
"Ka-kamu tidak terpengaruh dengan obat itu?!" Teriak kaget Yoana yang mengejutkan sang adik.
"Kakak apaan sih?! Kenapa teriak teriak?" Ujar Rose kesal karena sang kakak tiba-tiba teriak tidak jelas mengatakan 'obat'.
Alex mendekatkan wajahnya ke Yoana lalu membisikan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.
"Kamu..wanita yang menyeramkan..Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?"
Yoana merinding ketika merasakan hembusan nafas di telinganya itu.
Terlalu dekat!
Rose memincingkan mata curiga dengan apa yang dilakukan oleh Alex. Disisi lain dia juga malu saat sadar tubuhnya telah dilihat sepenuhnya oleh sang tunangan.
***
"Rencana gagal, sepertinya menantu kita adalah pria baik-baik?" Ucap seorang pria tua.
"Baik-baik? Apa matamu buta? Lihatlah dia sudah menodai tubuh kedua putriku!" Kali ini suara wanita tua.
"Tapi dia tidak melanggarnya, dan hal yang wajar jika hanya sebatas begitu, lagi pula mereka bertiga adalah tunangan" Ucap Pria tua menjelaskan.
***
Yoana kini sedang memikirkan hukuman yang akan diterimanya. Dia juga tidak menyangka bahwa Alex bisa tahan dengan godaannya.
Flasback on
Perusahaan Feng, Ibu kota
Yoana sedang menatap berkas-berkas dimejanya yang akan dia tanda tangani.
"Sepertinya aku harus menghubungi Rose, jika aku telat" Ucap Yoana.
Hingga tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan terlihat sang sekretaris datang dengan nafas yang tersengal-sengal.
__ADS_1
"Ada apa? Bukankah seharusnya kau mengetuk pintu dulu!" Ucap Yoana kesal dengan tingkah laku sang sekretarisnya ini. Walaupun mereka mempunyai umur yang terpaut jauh, tetapi Yoana tidak pernah suka dengan namanya melanggar tata krama dan tidak punya etika.
Apalagi memasuki ruangan privasi sessorang tanpa bertanya.
"Maafkan saya Nona..Tetapi di depan ada Tuan Besar dan Nyonya Besar datang" Ucap sekretaris yang masih dengan nada tersengal-sengal.
Sedangkan Yoana dia menatap kaget, lalu meminta sekretaris untuk membawa kedua orangtuanya masuk. Lagipula walaupun Yoana menjabat sebagai Ceo tetapi ayahnya masih mempunyai jabatan yang lebih tinggi yaitu ketua.
Jadi seharusnya ayahnya bisa saja masuk keruangan Yoana. Tetapi keluarga Feng adalah keluarga yang penuh etika dan tata krama. Tidak pandang umur, semuanya sama dan harus dihormati.Apalagi jika menyangkut privasi seseorang.
"Ayah, mama ada apa datang kemari?"
"Membahas masalah pertunanganmu dengan Alex! Apakah kamu serius nak? Alex itu tunangan adik kamu" Ujar sang ibu menasehati.
Yoana heran dengan ucapan ibunya. Bukankah mereka sudah mengizinkan?
"Tentu saja serius ma, aku juga tahu dan merasa bersalah dengan rose, tetapi kami sudah sepakat untuk saling berbagi dengan Alex secara adil." Ucap Yoana mengelak jika nanti dirinya lah yang disalahkan.
"Kami kira kamu hanya bercanda.." Ujar sang papa kepada putrinya.
Tetapi semakin lama dia melihat Alex, semakin dia kagum dan terpesona dengan aura yang dimiliki oleh Alex. Jantungnya berdegup kencang setiap melihat mata sang tunangan.
Awalnya dia ingin diam-diam mendekati Alex, tetapi takdir berkata lain. Ternyata pria yang membuat jantungnya berdegup adalah tunangan dari sang adik kesayangannya.
Dia ingin mencoba mengubur dan memendam perasaan ini dalam dalam. Tetapi seiring berjalannya waktu dia semakin suka dan malah tidak menghilangkan rasa cintanya.
Saat dia mendatangai rumah keluarga Qin untuk meminta persetujuan menjadi istri kedua Alex tentunya keluarga Qin terkejut, dia pun gugup apakah akan diterima.
Tapi kali itu takdir memihaknya dan keluarga Qin menyambut hangat Yoana, tetapi keputusan akhir ada ditangan Alex.
Saat mendengar perkataan Alex, hatinya pun tergoncang, dia sangat sedih. Namun dia juga sadar apa yang dilakukan ini pasti membuat adiknya juga lebih sedih.
***
"Nak kami tidak melarang kamu, tetapi keturunan keluarga Feng genarasi saat ini semuanya gadis. Tidak ada yang lelaki. Kami takut jika kalian berdua menikah dengan pria yang sama dia akan serakah dan merebut hak yang seharusnya menjadi milik kalian jika ayah dan mama sudah tidak ada" Ujar ayahnya menasihati putri tertuanya.
Yoana menatap tidak percaya kepada ayahnya, apakah Alex seburuk itu dimata kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Kenapa Ayah mengatakan itu? Alex adalah anak baik-baik!" Ujar Yoana tidak terima dengan ucapan sang ayah.
"Kalau begitu buktikanlah kepada kami, apakah benar dia pria baik-baik" Ucap sang Ibu.
"Jadi kalian benar-benar meragukan Alex? Bagaimana jika Alex benar-benar pria brengsek lalu menikah dengan Rose?!" Ujar Yoana kesal dengan mereka berdua. Bagaimana bisa mereka ragu dengan Alex tetapi menjodohkannya dengan sang adik.
"...."
"Lihat! Kalian tidak bisa menjawabnya! Apakah karena Alex hidup di diluar kemewahan jadi kalian memgira Alex tidak akan paham apa-apa soal perbisnisan?!"
Yoana paham betul sifat kedua orang tuanya ini, yang selalu mencarikannya banyak pria untuk dinikahkan. Semua pria itu pasti memiliki jabatan Ceo jika tidak pasti memiliki pendidikan yang tinggi.
"Kalian jangan meragukan atau merendahkan calon menantu kalian sendiri ayah, ibu! Alex sebenarnya mempunyai rahasai besar, aku pun sulit untuk meretasnya saat mencari beberapa informasi dirinya" Ucap Yoana lirih tetapi dapat didengar sang ayah dan ibunya.
"Kamu salah paham nak...ayah dan ibu bukan meragukan apalagi merendahkan calon suami adikmu itu, lagipula mana mau ayah menikahkan anak bungsu ayah yang cantik dengan pria yang tidak benar"
"Lalu apa maksud ayah? Apakah kalian begini supaya aku mundur begitu?!"
"Nahkan begini lagi, kalian diam, tadi diawal bilangnya ragu sekarang bilang tidak ragu!"
"Beda nak! Beda! Kamu harus berfikiran dewasa, ayah mengatakan itu demi yang terbaik buat kamu! Alex itu adalah tunangan adikmu! Semua manusia jika di berikan berlian pastinya ingin apalagi dengan jumlah hal yang banyak, sama halnya dengan kalian, ayah sudah memberikan berlian pertama ayah kepada Alex, sisa satu berlian yang ayah punya yaitu kamu! Jika ayah berikan semuanya, bukankah Alex akan menjadi serakah? Kamu harus memiliki suami yang berbeda, jika kamu mempunyai kakak laki-laki maka kami akan memperbolehkan mu untuk menikah dengan Alex, tetapi ini sangat berbahaya nak, kita tidak kenal Alex dengan dekat, bagaimana sikapnya diluar, bagaina sifatnya dan masih banyak lagi. Coba kamu pikirkan kembali baik-baik oke.." Ucap sang ayah panjang lebar.
"Ayah kamu hanya menasihati kamu nak.. Kami bangga punya putri yang cantik, pintar dan berbakat. Kami tahu kamu suka dengan Alex, tetapi bagaimana dengan perasaan nak Alex dan adikmu? Kami juga tidak ingin, perusahaan yang dirintis oleh kakekmu dari nol hancur karena kamu salah memilih pasangan...tetapi kami memiliki sebuah rencana untukmu nak, ingin dengar?"
Yoana mengangguk paham, dia tidak ingin kerja kerasnya yang dia bangun dari dulu hancur, tetapi dia yakin jika Alex bukanlah pria yang jahat.
"Apa itu Bu?" Tanya Yoana yang penasaran.
"Kamu berikan nak Alex obat p*rangsang, saat kalian makan bersama, tetapi jangan di tempat umum! Jika nak Alex bisa menahan godaan dari obat itu beserta dirimu. Maka nak Alex akan mama papa restui, tetapi jika dia melanggar kamu maka!" Ucap sang Ibu dengan emosi. Ini adalah sebuah rencana yang berbahaya. Jika salah saja maka masa depan anaknya akan hilang.
*Flasback Off
(Nb: Hayolo pada salah paham wkwk😆, Author kagak mungkinlah ya buat si heroine mc nya jalaaaangg.. Ini cuma sebatas ide sesaat aja dari Author yang tiba-tiba masuk, ya jadi kucurahkan aja di novel ini*)
**Jangan Lupa Like, Komen ,Vote!
Rating *5 nya kak**
__ADS_1