SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 26. Alex Dikira Supir?


__ADS_3

Disisi lain.


Alex mengendarai Bugattie Centodieci menuju ke arah Komplek Blessing. Vivi yang ada di samping nya terlihat sangat gugup. Alex yang melihatnya hanya tersenyum dan berkata.


"Kenapa kamu gugup begitu? Aku tidak akan memakan mu kok!"


Vivi hanya tersenyum dan menjawab dengan canggung.


"Tadi.."


Saat mendengar suara Vivi, Alex langsung memtotong perkataan nya.


"Oh tadi ya! Aku bukan sengaja memegang tangan mu. Kalau kamu merasa terusik, aku minta maaf."


Setelah mendengarnya, pandangan Vivi terlihat sedikit kecewa. Lalu dia menggelengkan kepalanya dan berkata.


"Tidak, aku ingin berterimakasih kepadamu. Terimaksih sudah membantuku."


"Haha! Tidak apa-apa membantu orang itu sangat menyenangkan."


Alex tersenyum dan duduk dengan ekspresi sangat santai.


"Oh iya! Mobil mu ini harganya sangat mahala kan?"


Vivi melirik ke arah Alex dan bertanya dengan penuh rasa penasaran.


"Mobil ini? Tidak mahal."


Alex menjawab dengan tenang. Tidak terlibat seperti sedang berbohing. Vivi pun jadi lebih rileks, lalu alex lanjut berkata.


"Harganya hanya 100 miliar"


Begitu selesai berbicara, Eskpresi Vivi kembali menengang dan membeku. Hanya seratus miliar? Apa-apaan perkataan nya itu? Kenapa dia menyebut 100 miliar dengan santai nya? Vivi merasa jantung nya hampir berhenti berdetak.


"Haha! Kamu sangat humoris.."


Vivi tersenyum dan menjawabnya dengan canggung. Namun begitu dia selesai berbicara. Vivi mulai mengkhayalkan identitas Alex. Bisa-bisanya dia menyebut 100 miliar begitu santai nya tanpa beban.


Tidak lama kemudian, mobil ny pun tiba di depan Komplek Blessing. Pintu mobil terbuka dan Alex mengabtae Vivi ke dalam Komplek. Setelah itu dia baru kembali ke mobil dan pulang komplek nya, karena Alex baru ingat kalau malam nanti dia akan menghadiri Acara.

__ADS_1


Adegan Vivi turun dari mobil juga kebetulan dilahat oleh temannya. Tiba-tiba mata wanita yang cakap ini langsung terbuka.


"Gila! Vivi baru beberapa hari tidak bertemu, kamu sudah jadi pacara anak orang konglomerat saja. Mobil tadi harganya paling tidak ada puluhan miliaran, kan?"


Setelah mendengar itu Vivi tersipu malu. Percakapan mereka membahas tentang Alex yang mengantar Vivi pulang, Namun Vivi tetap menjawab bahwa dirinya dan Alex hanya sebatas teman. Walaupun dalam hatinya dia merasa senang dan mulai berkhayal jika dirinya menjadi pacar Alex.


Disisi lain, Alex telah mengendarai mobilnya samlai di depan Komplek nya sendiri. Saat mobil memasuki komplek, satpam yang menjaga gerbang pun menganga dengan eskpresi terkejut!


Setelah memakirkan mobil, Alex kembali kerumah nya.


Malam hari, pukul 19.00


Alex membawa mobilnya untuk pergi menjepmput Della. Begitu Bugattie Centodieci berhenti di pinggir jalan, Alex langsung melihat Della yang berdiri di pintu.


Della yang sekarang sangat berbeda dengan sebelumnya! Dia mengenakan gaun malam yang berwarna hitam bersama kalung berlian perak di lehernya. Pergelangan tangan nya juga tersampir sebuah tas bermerk hermes. Ditambah dengan make-up Della yang natural, dia saat ini terlihat seperti pemandangan yang indah!


Segera setelah itu Della menaiki mobil Alex dan menuju tempat acara berlangsung.


Di dalam mobil Alex terus memandangi Della.


Della juga hanya tersenyum dan berkata.


"Bagaimana Pak Alex? Apa penampilan saya cukup memuaskan?"


Setelah mendengar omongan Alex, Della tersenyum. " Pak Alex teralalu menyanjung saya"


Tidak lama kemudian, mobil Alex telah sampai di mana lokasi pesta di laksanakan. Banyak orang yang menoleh ke arahnya!


"Gila, konglomerat dari keluarga mana?"


"Aku belum pernah melihat nya juga. Apa ini mobil yang baru di beli, CEO perusahaan mana?"


Semua orang mulai membicarakan tentang identitas pemilik mobil Bugattie Centodieci. Selain Geno Aryano dia menoleh ke arah kakanya lalu berkata.


"Kak, itu mobilnya!"


Mendengar ucapan Geno, Yayan hanya menjawab dengan tatapan dingin "Oke!"


Lalau Yayan mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


"Halo, Tanto, jangan berpatroli lagi, segera turun bersama bawahanmu. Aku mau memberi pelajaran pada seseorang!"


Setelah telepon nya di tutup, Geno masih agak takut.


"Kak, kamu yakin tidak masalah? Anak itu..c


Yayan langsung mencibir dan berkata.


"Huh! Kamu tidak percaya kepada kakak mu ini? Mobil itu produksi aslinya telah lama do beli dan dikoleksi para konglomerar di seluh dunia. Mau mendapatkan yang asli itu sama sulit ya dengan pergi keluar angkasa! Kakak lihat ini hanyalay mobil KW yang sengaja di palsukan orang!"


didalam mobil Della yang baru saja membuka sabuk pengaman mulai gugup. Alex menenangkan Della dan berkata kalau Della sangat cantik. Agar Della tidak merasa gugup lagi.


Della yang sudah merasa tidak gugup segera turun.


"Wah cantik sekali!"


"Ini sosialita dari konglomerat mana?"


"Tidak tahu. Aku belum pernah melihatnya di pesta-pesta sebelumnya. Mungkin ini pertama kalinya?"


"Ayo segera masuk dan berkenalam dengan dirinya."


...


Saat memasuki gedung beberapa pria mengikuti Della dari belakang Alex melihatnya dengan tenang. Alex sengaja keluar agak belakangan agar tidak terlalu mencolok.


Sekeliling juga tidak ada yang memperhatikan penampilan nya. Alasan pertama karena Della sangat mencolok dan cantik. Kedua jalan komerisal ini yang mengetahui identitas Alex hanya para CEO tertentu. Jadi orang-orang mengira dia hanya supir.


Geno dan Yayan yang melihat adegan ini juga semakin yakin dengan hal ini.


"Brengsek"


"Ternyata hanya seorang supir saja sudah sombong di depan keluarga Aryano!"


Saat mereka sedang kesal ponsel milik Yayan berdering.


"Halo kakak Yayan saya sudah tiba"


"Bagus Tanto. Suruh meeeka tahan orang yang barus selesai parkir! Aku segera kesana."

__ADS_1


•Jangan Lupa Like, Komen, Vote!


*Ah ****** tangan ku tremor karena kedinginan :) kalau ada kata² yang typo maaf yaa..


__ADS_2