SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 70. Royal Group


__ADS_3

Setelah kepergian Alex, mereka semua segera beranjak pergi dari sana dan tidur dikamar masing-masing.Yoana dan Rose pun ikut menginap di kediaman keluarga Qin karena hari sudah malam.


Besok paginya seperti biasa Alex disambut oleh sistemnya.


Kali ini Alex tidak terlalu memikirkan hadiah yang akan dia dapatkan, menurutnya semuanya bisa dia dapatkan dengan mudah karena kekayaannya yang sudah tidak terbatas.


[Ding!]


[Sistem mendeteksi bahwa Host telah online, Apakah Host akan mengambil hadiah Check-in harian?]


[Y/N]


Tidak ingin membuang-buang waktunya Alex segera menjawab 'Ya', hari ini dirinya harus berkuliah pagi hari. Jadi dia tidak ingin telat berangkat.


[Ding!]


[Selamat Tuan telah berhasil mendapatkan 15% saham Royal Group]


Royal Group?


Siapa juga yang tidak kenal dengan nama perusahaan besar itu. Perusahaan yang hampir menguasi seluruh dunia perbisnisan.


Karena Alex ingin membangun perusahaannya menjadi nomor satu maka ini adalah langkah pertamanya, yaitu menguasi seluruh perusahaan Royal Group dan menjadikannya bagian dari A.D Company, dengan uang yang tidak pernah habis, maka Alex tentunya bisa membelinya dengan mudah.


Pada saat yang sama Hp milik Alex berdering. Dengan segera Alex mengambil Hpnya dan mencoba melihat siapa yang telah menelponnya.


Unknown number


Itulah yang terpampang jelas di layar Hp milik Alex. Karena penasaran dengan segera Alex menekan tombol berwarna hijau.


"Halo siapa?"


...----------------...


Sedangakan ditempat lain, disuatu ruangan terlihat seorang pria dengan pakaian jas formalnya ditemani dengan seorang wanita yang sedang berdiri dihadapan pria tersebut.


"Apa maksudmu? Kenapa saham milik kita tiba-tiba terjual sebanyak 15%?!"


Teriak pria itu kepada wanita yang ada didepannya, Jika dilihat dengan jelas maka Pria itu adalah seorang Bos sedangkan wanita itu adalah seorang wanita yang sedang meratapi kemarahan Bosnya.


"Ampun Tuan! Saya sama sekali tidak tahu akan hal itu"

__ADS_1


Ucap wanita itu dengan nada seraknya sembari meneteskan air mata yang keluar dari matanya.


"Sial, Sial, sial! Siapa yang berani membeli saham group kita? Kau yakin tidak ada orang yang menjualnya di black market?"


Black market adalah tempat perjulan ilegal mulai dari organ manusia, berkas negara, perusahaan, budak dan masih banyak lainnya.


Setiap penjual dan pembeli di Black Market informasinya selalu dijaga dengan ketat. Maka dari itu pemerintah tidak pernah menemukan siapa saja yang telah membeli barang ilegal dan siapa yang menjual.


Wanita itu menganggukan kepala dengan dua jarinya yang membentuk sebuah huruf V.


"Saya yakin pak, kami semua tidak pernah menjual saham milik perusahaan ini"


'Lagian siapa yang bisa membeli 15% saham Royal Group? Sudah bisa dipastikan orang itu saangat kaya, kalau tidak salah 2% saham perusahaan ini seharga 3 triliun'


"Segera cari informasi orang yang telah membeli saham perusahaan!"


Wanita itu sama sekali tidak menjawab perkataan pria itu, tubuhnya sudah lemas bergetar.


"Hei! Kau dengar tidak?"


"Sa-saya dengar Tu-tuan, hanya saja kami sudah mencari informasi orang tersebut namun hasilnya nihil"


Pria itu menaikan satu alisnya terkejut dengan ucapan wanita didepannya.


Pria itu tidak bisa terkejut, kali ini orang yang ingin dia lawan ternyata orang yang sangat misterius, Pria itu tadi ingin membeli kembali saham yang telah terjual dengan sendirinya, namun niat itu terhenti saat mendengar bahwa komputer perusahaan terhack.


Komputer perusahaan terhack sama saja keamanan Royal Group sangat mudah dibobol oleh orang misterius itu.Muka pria itu tiba-tiba pucat dan badannya gemetar.


"Be-berikan nomor telepon itu padaku"


Wanita itu menatap wajah bosnya dengan aneh.


...----------------...


"Selamat pagi pak" Ucap seseorang di seberang telepon milik Alex.


"Iya, dan kau siapa?" Alex menjawab dengan nada malas.


"Apakah benar Anda yang telah membeli 15% saham Royal Group? Saya adalah Arditya Ceo Royal Group"


Alex tertegun sejenak dan mulai mencerna perkataan orang tersebut.

__ADS_1


"Lalu?" Jawab Alex dengan singkat dan membuat lawan bicaranya gemetaran.


"I-i-itu apakah saya bisa membeli kembali saham yang bapak beli?" Arditya berbicara dengan nada yang berhati-hati.


"Heh?! Beli lagi? Akan kujual kepadamu 500 triliun, jika mau silahkan hubungi kembali nomor ini"


Alex sangat tidak senang barang yang dimilikinya direbut oleh orang lain. Walaupun dirinya sendiri juga tidak tahu darimana sistemnya mendapatkan saham Royal Group, namun karena sistem memberikannya kepada Alex, maka secara otomatis saham itu miliknya.


"Apaa!! 500 triliun bukankah itu sepuluh kali lipat dari harga aslinya? Tolong pak saya akan beli 15% saham Anda dengan harga 200 trilun"


Teriak Arditya dari sebrang telepon.


"Jika tidak sanggup maka tidak perlu membelinya, lebih baik kau jual semua saham yang kau punya kepadaku"


Arditya itu tersenyum licik saat Alex berkata ingin membeli semua saham yang dirinya punya, Tanpa basa-basi dia segera menjawab.


"Saya masih punya 65% saham yang tersisa di Royal Group jika Anda berkenan maka saya akan menjualnya sebesar 5 Kuadriliun"


'Hehehe, bagaimana? Pasti kau tidak akan sanggup membeli dengan harga segitu'


Sedangkan Alex tersenyum sinis saat tahu niat asli dari Ceo Royal Group itu, namun dia tidak mempermasalahkannya, karena uang milik Alex tidak akan ada habisnya.


"Heh! Kau sedang bermain-main denganku rupanya, baiklah akan kubeli, temui sekretarisku di perusahaan A.D Company pada pukul sepuluh"


Arditya terkejut, apa sekarang dirinya sedang berbincang dengan pemilik A.D Company yang dikabarkan sangat misterius serta kekayaan yang tidak bisa dihitung?.


Apalagi rumor tentang pemilik A.D Company yang tidak segan-segan membunuh seseorang yang membuatnya terganggu.


Lalu siapa juga yang tidak pernah dengar nama A.D Company? Perusahaan maju yang terus berkembang hanya dalam beberapa tahun saja.


Karena tidak ada balasan dari lawan bicaranya Alex mulai malas, dan ingin segera berangkat ke kampus sebelum telat.


"Jika kau yakin maka datanglah, jika tidak maka mundurlah"Ucap Alex lalu segera mematikan telepon nya itu.


Setelah mengakhiri panggilan tersebut, Alex segera memberitahu Della, bahwa dirinya akan mengakuisisi Royal Group namun itu tergantung apakah Ceo mereka akan datang atau tidak.


Della yang mendengar itu tidak bisa menahan keterkejutannya, berapa banyak kekayaan bosnya ini, pikir Della dalam hatinya.


Karena Della tahu apa itu Royal Group perusahaan yang sangat besar, bahkan hampir menguasai semua perusahaan yang ada di dunia perbisnisan.Harga sahamnya saja mahal apalagi seluruh saham perusahaan tersebut.


Banyak perusahaan yang ingin bergabung dengan Royal Group namun berbeda dengan bosnya yang memilih untuk mengakuisisi Royal Group dengan kata lain A.D Company ingin menundukan Royal Group dengan kekayaan milik bosnya yany dirinya sendiri tidak tahu ada seberapa banyak.

__ADS_1


Byee


__ADS_2