SYSTEM RICH

SYSTEM RICH
Chapter 86. Kabur?


__ADS_3

Alex sangat kesal dengan ucapan tidak berperikemanusian dadi rekan setimnya itu. Namun dia akan menahannya untuk sementara waktu saja.


Alex akan membungkam mulut mereka saat dirinya dapat membunuh seorang player.


Dan kebutulan sekali Alex saat ini sedang membawa segenggam M24 di punggungnya. Dia ingun mencari sebuah pohon untuk mencoba menggunakannya sembari mencari sesosok musuh. Tetapi rekan setimnya sudah mendesak dirinya untuk memasuki Zona.


"Apa yang ada di otak nomor empat?! Bukankah dia terlalu gila! Cepatlah kemari masuk kedalam Zona! Dan berikan aku satu kit medis" Ujar rekan setim Alex bernomor satu.


Mendengar ucapan tidak sopan dari rekan setimnya sendiri, Alex kesal dan menolak untuk dimarahi oleh seorang yang bisa dibilang newbie.


Bagaimana tidak? mereka bertiga hanya player berpangkat diamond! Tapi apa gunanya semua itu dihadapan Alex? Dia memiliki sebuah sistem yang pasti akan membantunya dalam bermain game, mungkin?


Alex sendiri pun tidak yakin, karena sistemnya adalah sistem berprofil kekayaan, sedangkan saat ini dia tengah bermain sebuah game.


Akan tetapi ucapan sistem yang mengatakan akan memberikannya hadiah jika mendapatkan chiken dinner tak membuat Alex putus asa.


Karena tidak bisa membungkam mulut busuk mereka saat ini, maka Alex hanya bisa menurut dan memasuki Zona lalu memberikan satu buah kit medis kepada nomor satu.


Bahkan mereka tidak tanggung-tanggung memeras obat-obatan yang Alex miliki, tak terkecuali persedian ammo hijau untuk M4 yang mungkin nantinya akan Alex temukan ditengah jalan.


"Tak ada gunanya kau meminum obat! Kau hanya bisa menjadi beban yang terus menerus mendekam diluar Zona! Dan ammo mu ini hanya akan menjadi pajangan jika kau ambil, lebih baik serahkan padaku saja! Dan jika salah satu dari kami knock maka tugasmu hanyalah merivave kami, apakah kau paham sialan?!" Kata nomor satu dengan nada perintah.


'Sialan? Seorang Alex diperintah oleh orang tak dikenal? Bagaimana jika orang lain tahu, bukankah image ku akan hancur!"


"Oh baiklah" Ucap Alex setuju dengan santainya lalu diam, dia tidak ingin membuat keadan semakin runyam hanya karena masalah obat, revive dan Zona.


Obat yang Alex miliki mulai dari Kit medis, Medkit, Minuman, dan pil, ia serahkan kepada mereka semua, Alex sendiri hanya dapat mempertahankan setengah darah, dengan M24 dipunggungnya.


'Untung saja mereka tidak memalakku untuk menyerahkan M24' Batin Alex bersyukur.

__ADS_1


Namun jika dibilang syukurpun tidak bisa, karena jika salah satu punggung mereka kosong tanpa senjata, mungkin tak terkecuali senjata M24 yang dimiliki oleh Alex pun akan mereka minta secara paksa.


Jadi Alex bersyukur karena mereka mempunyai senjata yang lengkap. Namun lagi-lagi nasib Alex harus disayangkan karena M24 nya hanya memiliki Scope ×2 dimana itu sangatlah minus untuk digunakan sebagai scope senjata bertipe sniper.


'Sial sekali, tapi apa salahnya jika mencoba?' Alex lalu mengarahkan senjatanya kedepan dengan menggunakan scope ×2 nya dia ingin melihat apakah batu yang jauh didepannya dapat ia tembak.


Dor~


Belum sempat Alex menekan tombolnya, suara tembakan dari arah lain terdengar jelas didalam telinganya.


"Saya melihat seorang player dari arah utara! Sepertinya mereka mengarah kepada kita!" Teriak Nomor dua.


"Tahan mereka! Bro nomor satu kehalian menembakmu adalah yang terbaik. Saat aku maju untuk mengalihkan perhatian mereka, kamu bisa menembaki mereka satu persatu hingga bersih tak tersisa" Ujar Nomor tiga yang mulai menampilkan sifat matrenya dengan menyanjung nomor satu.


Alex sama sekali tidak bisa berkata-kata didalam hatinya, bagaimana bisa mereka kompak dengan begitu lihainya, padahal saling tidak kenal.


Dan benar saja sesuai ucapan dari nomor dua, musuh terlihat berdatangan dari arah utara dengan salah satu dari mereka memunculkan kepalanya keluar jendela dengan menodongkan senjata.


Alex memperhatikan senjata apa yang musuhnya gunakan, tubuhnya menegang sejenak dengan ekspresi serius.


Armor level tiga, Helmet level tiga dan senjata Groza ditangan mereka.


"Ini benar-benar gawat, jika mereka maju menggunakan Groza maka aku yang akan kalah"


*Dor~


Dor*~


Pada saat ini, suara tembakan peluru memecah lamunan Alex, dan itu ditembakkan oleh nomor tiga.

__ADS_1


Nomor satu dengan sombongnya menampakkan diri kedepan musuh mengira dirinya dapat memusnahkan mereka dalam sekali serang.


Percaya diri sekali -batin Alex.


Nomor dua dan tiga sama-sama mengutuk didalam hari mereka kepada nomor satu, karena telah secara sembrono menunjukan dimana posisi dirinya berada kepada musuh.


Namun mereka bisa apa? jika ingin mendapatkan sebuah manfaat maka mereka hanya bisa menuruti saja dengan cara menembakki musuh berharap ada salah satu yang ter takedown.


Tembakan mereka bertiga sama sekali tidak mengenai tubuh lawan sama sekali. Jadi tim lawan memanfaatkan momment ini untuk bereaksi dan berlari kebawah bunker untuk bersembunyi.


Bisa diperhatikan jika tim lawan ini bagus dalam bermain, mereka tidak terburu-buru dalam menembak dan mereka kompak satu sama lain, yang bisa dipastikan dapat memusnahkan lawannya dengan cepat, namun sayang seribu sayang lawan mereka kali ini adalah Alex.


Dan diarah lainnya nomor satu terkejut hingga darah dalam permainannya terkurang setengah, mereka terkena sebuah granat lempar dan itu hampir membuat ketiga orang itu mati menjadi kotak!


"Bro nomor satu? Kenapa kau tidak pergi, Anda bisa melakukannya tadi.." Kata nomor tiga kepada nomor satu.


"Oke, lebih baik kita kabur dan melawan para kroco lainnya saja, jika kita diberikan kesempatan lain untuk bertemu tim ini, maka kita akan memberishkannya!" Ucap nomor satu lalu berlari kabur bersama dua rekan Alex lainnya.


Disisi tim lawan yang disergap oleh nomor satu dan lainnya terdengar tertawa bahagia.


Bagaimana tidak? mereka yang menembakan peluru secara asal karena bosan tidak mengira bahwa disana terdapat sebuah tim, dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah salah satu musuh dari mereka menembaki mereka secara terbuka dan tentunya itu sangat menguntungkan bagi mereka.


"Jika dilihat dari cara bermainnya pun sudah bisa dipastikan, tim lawan hanya seorang newbie, tidak bisa dicap sebagai ancaman sama sekali, haha.."


"Serahkan mereka kepadaku saja, kalin sudah membunuh kurang lebih delapan orang, sedangkan aku hanya membunuh tiga"


"Wah, si Bagus kau ingin ngerush mereka sendirian? Masa lawan newbie diseriusin sih, aku juga masih ingin dapet satu kill lagi biar genep sepuluh"


"Oke jangan khawatir, akan ku sisakan untukmu satu. Aku khawatir jika siaran langsungmu akan sepi jika hanya mendapatkan kill sembilan"

__ADS_1


__ADS_2