
Di dalam mobil kini terdapat Paul, Wendy, Lynard, Felix, Deny, Rose, Dan Alex. Seperti yang dikatakan oleh Alex mobil kini berjalan mengelilingi kota dengan kecepatan 50Km/Jam.
Karena menurut Blood pembicaraan yang dilakukan oleh Tuannya akan memakan waktu yang cukup lama.
Alex adalah orang yang tidak ingin berbasa-basi, jadi kali ini dia akan langsung to the point saja.
Jika kelima keluarga tersebut adalah musuh yang selama ini mengincar keluarga Qin, maka Alex tidak akan tanggung-tanggung dalam menyiksa lima Tuan Muda ini. Mau tidak mau sekarang mereka sedang dalam terkaman Naga.
Jangan meremehkan anggota milik Alex, walaupun yang terlihat hanya dua mobil yang sedang mengawal, namun disetiap sudut jalan, pastinya ada bawahan Nsf yang sedang menyamar, entah menjadi penjual, pejalan kaki, bahkan pengguna kendaran kaki dua dan empat.
Prioritas mereka saat ini adalah menjaga keamanan Ketua mereka sendiri yang tidak lain adalah Alex, walaupun Alex sudah termasuk kuat, namun seorang bawahan mana yang tega meninggalkan Tuannya sendirian.
Mr.Zex dan ke empat rekan lainnya sudah mulai mengamankan lintas jalan yang akan dilalui oleh Alex.
...----------------...
"Jadi Alex apa yang ingin kau bicarakan pada kami? Aku tidak menyangka bahwa kau adalah orang yang misterius" Ucap Lynard dengan nada santai seperti tidak takut akan hal buruk yang akan menimpanya.
Mereka berlima lumayan terkejut dengan ucapan Alex yang ingin berbincang dengan mereka.
"Aku tidak suka berbasa-basi, baiklah kalau begitu, kalian siapa?"
Alex menatap tajam mereka semua satu persatu, baginya semua manusia adalah orang yang munafik, yang selalu ingin bernampilan baik supaya mendapatkan apa yang mereka inginkan, namun sebaliknya juga, mereka akan menampilkan sifat aslinya saat kedok mereka terbongkar.
"Apa maksudmu kita siapa? Bukankah kita teman sekelas? Apa kau lupa? Baiklah akan kuperkenalkan ulang, namaku Wendy, sebelah kiriku Paul dan disebelah-"
Menurut Alex saat ini mereka sedang berbasa-basi untuk menutupi kecurigaannya, oleh karena itu Alex menghentikan ucapan Wendy.
"Kan sudah kubilang, aku tidak suka basa-basi, katakan apa tujuan kalian?"
Alex mengatakan itu dengan mengeluarkan sedikit aura intimidasi yang diarahkan kepada kelima tuan muda itu.
__ADS_1
Sedangkan Rose, dia tidak tahu apa-apa sama sekali, yang dia tahu Alex adalah orang yang kuat dan misterius itu saja.
Perasaanya hari ini sangat berbunga-bunga karena pulang bersama pujaan hatinya itu, Rose tidak ingin ikut campur dengan masalah yang tidak berkaitan dengan dirinya. Menurutnya jika dia ikut campur maka yang ada Alex akan semakin membenci dirinya.
"Hehe, ternyata kau sudah tahu siapa kami ya? Baiklah-baiklah tujuan kami hanya satu yaitu, menundukan keluarga Qin!" Ucap Paul dengan menyeringai seolah dia adalah rajanya saat ini, padahal sejak dirinya memasuki mobil dia sudah terjebak oleh jebakan Alex.
Rose yang mendengar itu terkejut bukan main, apa-apan ini? Alur pembicaraan yang sangat rahasia, seharusnya orang luar sepertinya tidak boleh ikut mendengar, tapi saat ini situasinya berbeda, statusnya adalah tunangan Alex yang berarti dia bisa ikut campur!
"APA-APAAN KALIAN?! INGIN MENUNDUKKAN KELUARGA QIN MAKA LEWATI DULU KELUARGA FENG!"
Rose yang sudah terlanjur emosi tidak bisa menahan ucapannya. Alex yang medengar teriakan Rose hanya tersenyum tipis lalu menggelengkan kepala. 'Apakah gadis ini gila? Bahkan jika kedua keluarga bersatu tidak akan bisa mengalahkan mereka, kecuali diriku sendiri!"
"Ooh, Nona Muda Feng, kalau dilihat-lihat kau lumayan cantik, bagaimana jika bermain dengan kami?" Felix terkenal dengan pikiran mesumnya yang sangat liar, bahkan kali ini dia tidak memfilter ucapannya.
Rose yang mendengar ucapan Felix hanya bisa menahan ngeri lalu bersembunyi dibelakang Alex.
Blood yang berada dikursi penumpang sejak tadi sudah menyiapkan pistol yang berada di dalam jasnya. Dia hanya menunggu perintah turun lalu melakukan aksinya.
Kelima tuan muda itu lumayan terkejut dengan ucapan Alex, mereka kira Alex hanya tahu mereka sedang menyamar, namun mereka juga tidak mengira jika identitas keluarga beserta nama aslinya pun ikut terungkap.
"Heh! Lumayan juga kau Alex, karena kau sudah tahu maka menyerahlah, mau bagiamanapun kalian bergabung! Kalian tidak akan bisa mengalahkan kami, Hahaha!"
Mereka berlima tertawa dengan lantang bahkan tidak memperdulikan situasi yang akan menimpa mereka berlima.
"Haha lucu sekali!, Memang nya aku takut dengan kalian? Xi? Lin? Xiao? Tang? Dan Wen? Jika keluarga Qin dan Feng tidak bisa mengalahkan kalian bukan berarti aku tidak bisa!"
"Kau? Hanya kau saja, tidak mungkin kami akan kalah! Lucu sekali, Tapi karena kau ingin bermain-main maka cobalah!" Lynard berkata dengan nada sombong lalu menelpon seseorang di dalam Hpnya dan berkata "Lakukan!"
Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan yang mengarah ke arah mobil yang sedang ditumpangi oleh Alex.
Piu...Piuu.. Dorr...Dorr
__ADS_1
Alex hanya bersikap tenang seolah ini adalah mainan anak kecil, Sedangkan Rose yang mendengar suara tembakan tidak bisa menahan keterkejutannya bahkan sampai menangis.
"Hiks,Hikss Alex apakah kita akan mati?'
Alex hanya mengelap air mata Rose lalu berkata dengan santai.
"Tunggu sebentar lagi, suara tembakan itu akan selesai kok"
Tang Rui, Xi Zhang, Lin Feng, Xiao Zhuang, dan Wen Yifeng hanya mentertawakan Alex, mereka berfikir ucapan yang dilontarkan oleh Alex sangatlah konyol.
"Jadi ini pilihan kalian? Menyerang terlebih dulu lalu baru tahu apa itu ketakutan? Baiklah...Blood lakukan!"
Blood yang sudah diberi kode segera mengonfrimasinya kepada Zex dan yang lainnya melalui earphone.
Secara tiba-tiba kaca mobil Alex terbuka dan menampilan mobil para lima keluarga hancur tertembak sesuatu yang tidak diketahui dari mana asalnya.
Duarr!..
Wushh
Suara ledakan yang begitu keras menggema di tengah jalan. mobil yang meledak pastinya mengeluarkan api.
Reaksi kelima tuan muda sudah bisa dipastikan yaitu terkejut. Mereka bertanya-tanya dari mana arah serangan itu berasal?
Mereka saat ini menatap ngeri ke arah Alex, mereka berfikir sangat mudah menaklukan Alex yang hanya dikawal oleh dua mobil dan beberapa bodyguard. Namun semuanya ternyata salah.
Alex telah memikirkan semuanya secara matang, mereka sekarang sadar bahwa mereka telah terjebak dan masuk kedalam kandang singa.
Secara tidak langsung situasi keluarga mereka terancam, karena kebodohan mereka berlima yang bisa disebut menyerahkan diri kepada musuhnya begitu saja tanpa adanya penolakan.
"Eh? Kenapa diam saja, bicara dong gak seru nih! Jadi apa hanya itu tujuan kalian? Atau ada yang lainnya?!" Menyeringai, ya kali ini Alex menyeringai seolah singa yang telah menemuka mangsanya.
__ADS_1