Takdir Tercipta

Takdir Tercipta
Salam Kenal


__ADS_3

Cowok brengsek. Lo nyakitin gue di saat gue udah terlalu berharap sama lo. Terlalu bodohnya gue lebih milih dengar omongan lo daripada orang tua gue sendiri. Gue udah bucin sama lo, tapi lo malah nabur kebencian di hati gue.


"Gue benci sama lo David!! Gue B-E-N-C-I sama lo!!!"


BRAKKK....!!


"Pa.... Jihan dari tadi gak keluar-keluar dari kamarnya. Mama takut Jihan kenapa-kenapa Pa."


"Udahlah Ma, nanti juga reda sendiri kok. Ini salah dia sendiri. Jihan gak pernah mau dengar omongan kita. Udah kejadian seperti ini, frustasi sendiri kan."


"Papa ngomongnya kok gitu sih. Namanya anak muda. Urusan cinta pasti akan membutakan segala hal."


"Alah.... Dulu papa juga pernah muda, gak gitu gitu banget. Itu pelajaran buat Jihan. Laki-laki tidak bertanggung jawab dan gak bisa dipegang janjinya. Selama ini Jihan udah banyak dimanfaatin sama dia. Tapi gak pernah sadar juga. Untung saja Allah masih sayang sama Jihan. Memberi petunjuk keburukan laki-laki itu."


"Iihhh.... Papa!! Jangan langsung menerka-nerka gitu dong. Belum dengar langsung cerita dari Jihan gak boleh suudzon."


"Terserah mama deh."


...🍁~🍁...


Jihan Sajidah Salim. Pewaris tunggal keluarga Ridwan Salim. Bak seorang Putri yang bisa mendapatkan apapun yang ia mau. Berfoya-foya ialah hobinya. Memerintah ialah kuasanya. Tak ayal membuat kedua orang tuanya pusing dengan kelakuan putrinya.


"Baby.... I love you so much. Berapa pun yang kamu mau aku bisa kasih kok. Itu gak seberapa dengan rasa cinta yang kamu kasih ke aku."


Lampu kerlap kerlip dan suara dentuman keras tidak melerai kemesraan mereka. Aroma alkohol di mana-mana. Jihan sudah merasa sedikit pusing, efek dari minuman yang David pesan. Jihan tak sadar itu adalah strategi David yang sengaja memesan minuman beralkohol tinggi.


"Hahaha.... Ok, Baby. Aku tunggu transferan dari kamu. Aku janji, dalam waktu 1 minggu ke depan aku udah balikin uang kamu."


"No, Beb. Ini buat kamu aja. Aku transfer sekarang ya?"


Mengetik nominal dengan sempoyongan. Senyum evil David mengembang.


'Cewek tolol. Lo bakal masuk perangkap gue malam ini. Udah lama banget gue tunggu moment ini.'


Setelahnya, Jihan sudah tidak kuat menahan rasa sakit di kepalanya.


"Beb.... kepala aku pusing banget."


"Kita langsung ke atas aja ya. Istirahat."


David tidak mau melewati kesempatan. Ia memapah Jihan yang berjalan lunglai ke arah lantai teratas yang tersedia ruangan kamar untuk mereka berdua. Namun, semuanya gagal di saat seorang wanita menarik paksa Jihan. Dan berusaha menyadarkannya.


"Alya?!"


"Dasar buaya!! Jangan harap lo bisa ngejebak Jihan." Tendangan kuat ia layangkan di area sensitif David. Alya pun langsung memapah Jihan keluar dari tempat laknat ini.


Alya sepupu terdekat Jihan. Ia pulalah yang mengambil peranan menjadi seorang sahabat. Karena hanya ia yang dapat dan sanggup menerima sikap buruk Jihan. Semua teman Jihan hanya bermulut manis. Di belakang Jihan, mereka sanggup membicarakan dan menggosipkan yang tidak-tidak tentang Jihan. David, salah satu predator yang harus segera ia jauhkan dari hidup Jihan. Ia baru tahu kenyataan buruk kalau David selama ini hanya mempermainkan cinta polos Jihan.


"Lo terlalu polos untuk di manfaatin, Jihan."

__ADS_1


Mobil Alya berhenti di Apartemennya. Gak berani ia bawa pulang ke kediaman Jihan. Ia yakin, pamannya pasti sangat murka melihat kondisi Jihan sempoyongan dan beraroma alkohol.


"Lo berat banget sih. Ampun deh gue bawa lo dalam keadaan mabuk gini."


Jihan sudah terbaring di ranjang Alya. Begitupun dengan Alya yang juga tertidur pulas setelah lelah memapah Jihan. Dan mentari pun mulai menampakkan wujudnya.


Mata Jihan mengerjap-ngerjapkan sedikit bingung. Pikiran memutar berusaha mengingat kejadian semalam. Ia janji bertemu di sebuah Bar, Mengobrol dan meminum minuman yang di pesan David. Tapi, saat ini ia malah berada di kamar pribadi Alya sepupunya. Bangkit dan memanggil Alya.


"Alya.... Alya....!"


"Udah sadar lo?" Alya menjawab.


"Nih, minum!" Menyodorkan air hangat.


Jihan menerima dan menenggak habis. Terbesit untuk bertanya kejelasan yang ia bingungkan.


"Kok gue bisa di Apart lo?"


Alya berhenti memotong bawang dan menghampiri Jihan.


"Jihan.... lo putus aja ya dengan David!"


Sontak mata Jihan membesar.


"Are you kidding, me? Lo gila ya, gak mau lah."


"Jihan.... David itu cuma manfaatin lo doang. Lo sadar gak sih, selama ini lo itu cuma dianggap ATM berjalannya dia doang."


"Udah berapa kali David minta di transferin uang ke lo? Ngomongnya minjem, sampai sekarang gak di balikin kan?"


"Oh My God, Alya.... Itu memang gue yang kasih. It does'n matter."


"Goblok lo. Itu lo dimanfaatin namanya. Lo belum tahu aja kalau selama ini David main belakang dengan perempuan lain."


Jihan mulai jengah dengan topik pembicaraan Alya.


"Udahlah Alya. Kalau lo punya masalah with your boyfriend, jangan bawa-bawa hubungan gue. Raska dan David itu berbeda. Cowok lo itu buaya. Tampangnya aja yang sok polos."


"Jihan.... percaya sama gue! Dia bukan laki-laki yang baik buat lo. Feeling orang tua itu lebih tepat. Dan gue emang juga lagi ada masalah sama Raska. Maka dari itu, gue gak mau lo alami apa yang gue rasa. Asal lo tahu, kalau gue telat datang jemput paksa lo di Bar, hidup lo bakal hancur Jihan. Uang lo habis, masa depan lo hancur, dan lo ditinggal gitu aja. David itu brengsek. Gue udah punya banyak...."


"Please, STOP ALYA!!! Gue bukan lo!! Gue bukan perempuan tolol yang habis di tinggal selingkuh sama pacarnya sendiri."


Jihan kesal. Mengemas barang bawaannya dan membanting kuat pintu Apartemen Alya. Alya tak ambil pusing dengan tingkah sepupunya. Sudah biasa. Alya hanya takut di luaran sana Jihan menerima perlakuan jahat dari perbuatannya sendiri.


...🍁~🍁...


Di balik jendela kaca gedung, ia menatap dan menenggak kopi hangat. Seorang anak perantau yang merintis kesuksesan bukan hal yang mudah. Rasa lelahnya sudahlah terbayarkan. Namun, selalu hampa ia rasakan tampa ada tawa dan canda Ibu dan Adiknya di kampung kelahirannya.


"Halo Bro.... Ngelamun muluk lo."

__ADS_1


"Kamu Ras, kalau masuk itu ketuk pintu dan ucapin salam dulu. Main nyelonong aja."


"Hahaha.... sorry Bro. Gue lagi bahagia banget nih. Udah gak sabar gue ngehalalin doi."


"Ceileh.... lagak lu Ras." Tempelengan dari Yogi pun Raska terima. Beginilah yang terjadi jika 3 sekawan ini bertemu.


Dengan santainya, Yogi menduduki kursi kebesaran Direktur Utama Warriors Group sambil menopang kakinya di atas meja. Pandu geleng-geleng dibuat oleh kelakuan Yogi.


"Tapi Sob, gue bingung banget nih."


"Kenapa lagi sih lo? Kepergok lagi?"


"Anjrit! itu sih lo. Gara-gara lo ya, hubungan gue nyaris gagal. Bangsat banget gue punya temen kayak lo."


"Hahaha.... Woles dong."


"Bingung kenapa Ras?" Kini Pandu yang memancing.


"Alya, Ndu. Alya masih bad mood. Karena ulah sepupunya yang diemin selama beberapa bulan ini. Menurut gue sih, salah Alya juga. Udah terlalu ikut campur hubungan asmara tuh cewek."


"Ih.... si cewek bar-bar yang ngelabrak lo dulu ya?"


"Iyalah. Siapa lagi. Teman terdekat Alya ya cuma dia."


"Siapa sih namanya? Gue lupa."


"Jihan. Jihan Sajidah. Seinget gue itu."


"Gue rasa ya, tuh cewek dirasukin jin deh. Bawaannya marah-marah muluk."


"Iya, dia emang gitu. Jutek, angkuh, keras kepala. Semua di mata dia serba salah. Gue heran dengan Alya yang betah banget dengan tuh orang."


"Ya udah, gak baik membicarakan kejelekan orang. Setiap manusia itu masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Menilai diri sendiri lebih baik daripada menilai orang lain."


Penuturan Pandu cukup membuat Raska dan Yogi terdiam. Memang hanya Pandulah yang bersikap lebih dewasa. Pandu akan selalu tempat peraduan mereka berdua di kala keluh kesah.


"Ndu, lo terlalu naif. Lo lupa, gimana mulut pedesnya itu ngerendahin kita-kita. Sok perfect banget tuh cewek. Nih ya, gue pastiin gak ada satupun laki-laki yang betah sama dia."


"Hahaha.... hati-hati lo kalau ngomong. Jangan-jangan itu jodoh lo."


"Amit, amit.... Jangan sampai deh. Lebih baik gue ngelajang seumur hidup gue."


...🍁~🍁...


Assalamualaikum....


Salam kenal denganku arnov 🤗


Semangati aku dengan dukungan, vote, comment kakak-kakak semua ya

__ADS_1


Insyaallah, menyenangkan hati dan Pikiran.


...Thank You...


__ADS_2