TANTE YAYA

TANTE YAYA
Obsesi Firman


__ADS_3

6 Tahun sebelum Akbar dan Adisti lahir ..


Di bulan-bulan pertama awal pernikahan Rani dengan Firman, Rani dikenalkan dengan 3 orang perempuan. Usianya mungkin tidak jauh dari usia Rani sekitar 2-5 tahun di atasnya.


Mata suami Rani selalu berbinar kala menceritakan satu per satu karakter teman perempuannya, Nina, Aida dan Wini.


3 perempuan yang sangat spesial di hati suami Rani dimana Firman sangat terobsesi oleh mereka. Selama 3 bulan berturut-turut secara bergilir Rani diajak mengunjungi rumah ke 3 perempuan itu.


Satu kali kunjungan ke rumah perempuan terakhir yang mereka kunjungi, Aida!.


Setibanya di rumah Aida mereka duduk di ruang tamu setelah Aida menyuguhkan minum, Aida meninggalkan Rani dan Firman di ruang tamu berdua tanpa di temani sang empunya rumah.


Mungkin anggapan Aida, Firman bukan lagi orang lain yang ketika bertamu harus Aida hadapi duduk bareng berjam-jam, Aida pamit untuk mengerjakan sesuatu lainnya sementara mereka dibiarkan duduk di ruang tamu.


Ketika Aida pamit ke dapur, Firman berbisik,

__ADS_1


"Tu liat Aida, kamu bisa kan seperti dia?"


Seperti apa maksudnya mas? tanya Rani.


"Aida itu guru taman kanak-kanak, nanti kita ikuti kesehariannya, biar kamu bisa contoh kehidupan dan yang dilakukan Aida."


Rani dipaksa mengamati perempuan itu mulai dari dia berbaju daster sampai berangkat ngajar 2 shift pagi dan sore di sekolah.


Ketika Aida bertemu dengan anak-anak di kelas. Rani ditinggalkan Firman dan duduk di kantor sekolah sendirian tanpa ada satu orangpun yang menemani,


"Kamu, tunggu disini aku keliling dulu ke sekolah lain sekitar sini. Pokoknya lihat apa yang Aida lakukan." Karakter Rani yang people pleaser, ngga enakkan untuk menolak, Rani hanya bisa terdiam.


...


Waktu bergulir sampai sore tiba, karena sepertinya Aida lelah, hingga ia tak sempat lagi menyapa Rani yang sedari pagi berada di kantor, sampai penjaga sekolah menghampirinya untuk mengunci pintu kantor.

__ADS_1


Rani, merasa bego hari itu. Hanya karena ia takut dianggap tak patuh suami, pekerjaannya ia tinggalkan demi menuruti apa kata Firman.


Selang beberapa lama dari kejauhan Firman bergegas menghampiri Rani, ia langsung mengajaknya pulang setelah melihat Aida tak lagi berada di kelas, dan sekolah terlihat sepi.


Firman mengajak Rani menunggu angkutan kota berdiri hampir 1 jam karena angkot yang ditunggu selalu penuh berebut dengan pegawai pabrik yang baru pulang.


Firman menginginkan Rani menduplikasi apa yang ada dalam diri Aida.


"Kamu sudah lihat kan? dari baju mereka yang rapi, rok yang santun dan sederhananya itu aku suka" ujar Firman saat perjalanannya dalam angkot menuju rumah orangtua Rani.


Rani tak berpikir sampai jauh, saat awal ia dikenalkan adiknya pada Firman, Rani pikir Firman menerima Rani apa adanya mengingat penampilan Firmanpun apa adanya.


Rani seolah hidup dalam angan bahwa suaminya menerima dia ternyata Rani salah. Dia sangat menginginkan salah satu dari perempuan-perempuan itu menjadi istrinya namun pernyataan cinta Firman pada mereka di tolak semua, jadilah ia sangat ingin mengubah Rani seperti karakter mereka.


Dan itu berlangsung selama belasan tahun Rani hidup dengan Firman hingga seringkali membuat Rani lelah dan ingin menyerah.

__ADS_1


....


#truestory #tobecontinued


__ADS_2