TANTE YAYA

TANTE YAYA
Kemrungsung - Icikibung!


__ADS_3

Foto Rani dan foto dirinya di tindih batu kecil, lalu di lipat membungkus batu menjadi gulungan kecil lalu diikat karet.


Foto dalam genggaman itu lalu di ulun di atas alunan asap dari anglo baru yang masih berwarna merah muda. Mata tante Yaya sejenak ditutup, kamitan mulutnya bergerak khusyuk.


...


"Ran aku dengar miss Fath mau ada acara?"


"Iya", jawab Rani pendek


"eh kamu pulang aku tengkep ya"


"Maksudnya?"


"Ya aku barengin pake motorku, kamu kasih kabar aja kalo udah keluar kantor, pasang earphonenya. Abis aku ngedrop Shaira pulang aku keluar lagi buat nengkep kamu. Takut kamu ada apa-apa di jalan."


"Kayaknya gak perlu Ya, aku ada meeting dulu"


"Oh berarti nanti abis meeting ya aku tengkep, jam berapa selesainya?"


"Belum tau Ya, meetingnya juga belum."


"Ok, nanti aku telpon kamu kalo gitu."


Perasaan Rani tak menentu, awan hitam terasa menggelayut dalam pikirannya. Dada terasa terhimpit berat.


"Astaghfirullah"


"Astaghfirullah"


"Astaghfirullah"


Tangannya mengurut dada, Nissa memerhatikan.


"Kenapa bu? sakit?"


"Ngga sakit, cuma koq berasa aneh aja"


"Ngga perlu ke dokter?"


"Ngga Niss .."


"Jangan lupa abis dhuhur ada meeting dengan miss Fath dan yayasan bu."


"Iya, Aku tau udah siap juga koq."


....


[14.30] Misscalled


[14.31] Misscalled


[14.33] Misscalled


[14.34] Misscalled


[14.35] Misscalled


[14.36] Misscalled


[15.15] Misscalled


[15.20] Misscalled


[15.32] Misscalled


[15.45] Misscalled


[15.49] Misscalled


"Ran udah selesai belum meetingnya?"


"Ran?"


"Ran bales!"


"Ran, bales kalo ngga aku samperin kesana ni!"


"Ran, dimana?"


"Ran, aku marah ni 😡"


...


"Baik Pak Bu, Kami siapkan 30 proposal untuk di sebar pada vendor, insyaallah reportnya di setiap meeting mingguan mudah-mudahan ada progress baik untuk event kita."


"Aamiin .. makasih bu Rani dan tim yang sudah berkenan membantu kami" Tutup Miss Fath sebelum Rani meninggalkan ruangan bersama Nissa.


...


"Handphonenya bergetar terus tu buu daritadi, mungkin telpon dari rumah", ujar Nissa seraya keluar dari kelas menuju kantor.


Dada Rani terasa sesak, saat melihat handphone yang baru dikasih dari tante Yaya. Seketika wajahnya murung.

__ADS_1


Rani bersiap pulang, setelah memakaikan jaket ke tubuh Adisti.


"Tante Nissa, Adis pulang dulu yaa.."


"Dadah Adis sayang, sampai jumpa besok." Seru Nissa riang.


"Sampai ketemu besok ya Niss ..", motor Rani meluncur keluar lebih dulu meninggalkan Nissa.


Handphone Rani kembali bergetar tak henti-henti, 10 menit kemudian Rani berhenti di Pom untuk mengisi bensin.


"Full tank mas!"


selesai menerima kembalian, telpon kembali bergetar. Kali ini Rani angkat.


"Ran kamu dimana? daritadi aku telponin ga di angkat!" Suara tante Yaya terdengar kecut.


"Menuju jalan pulang"


"Lho koq gak bilang-bilang!"


"Posisi kamu dimana?"


"Di pom bensin pertama selepas jalan Matraman"


"Tunggu disitu! jangan kemana-mana, aku susul!"


...


5 menit kemudian ..


"Kamu kalo ada apa-apa gimana? mana bawa anak, pulang sore! kalo ga ada aku gimana nanti?" ujar tante Yaya setelah motornya mendekat menghampiri Rani.


Sejenak Rani bingung, selama ini juga sebelumnya gak ada apa-apa baik-baik saja pergi dan pulang bawa Adisti.


"Iya deh" ujar Rani sembari menarik tuas gas diikuti tante Yaya dari belakang.


"eh tunggu, telponku di angkat dulu selipin di helm."


Rani manut.


Sejenak mata Rani tertuju ke sepatu big sizenya tante Yaya yang tidak tertali.


"Itu tali sepatunya ngejuntai ke bawah, benerin dulu deh takut kenapa-kenapa!"


"eh kamu worry in aku yaa?"


"Takut kenapa-kenapa ya sama aku?"


"aiih senengnya .. " tante Yaya girang


"Iya abis kamu daritadi aku telpon ga di angkat-angkat, sekalinya di angkat udah di jalan aja jadi aku buru-buru turun dari atas pake sepatu ngejar kamu." Ujar tante Yaya manja


"Huuufftt! ni orang kayaknya jablai kurang perhatian!" gumam Rani gedeg.


...


"eh, gimana meetingnya tadi?"


"meeting bareng miss Fath kan?"


"Iya" jawab Rani datar.


"Kamu nyariin sponsor kan buat acara miss Fath? kakakku ada ni dia kerja di perusahaan telpon seluler kalo kakakku yang ajuin pasti bisa dapet tu."


"oh ya?" Suara Rani mulai bergairah.


"ok besok aku antar kamu ke tempat kakakku."


....


"Jam 9 Ran aku bikin janji dengan kakakku, kamu bawa proposalnya, aku udah bilang tadi di rumah dan dia siap bantu." ujar tante Yaya selesai ngedrop Shaira depan kelas dan berpapasan dengan Rani yang akan masuk ke kantornya.


"Ok Yaya, aku kasih tau Nissa biar dia siap-siap juga"


"eh kayaknya gak perlu bareng staff mu deh, kita berdua juga cukup kayaknya cuma ngobrolin doang kan? pasti kamu yang ngomong juga kakakku udah paham."


"Oh gitu ya? tapi biasanya kalo kunjungan ke klien aku suka bareng Nissa, Ya"


"Kali ini ngga bareng juga kayaknya gak masalah, toh bukan ke orang lain" Tante Yaya meyakinkan Rani.


"Oh baiklah kalo begitu, nanti aku bilang ke Nissa biar dia jaga kantor aja"


"Nah bener gitu.." Raut wajah tante Yaya sumringah layaknya anak kegirangan mendapat mainan.


....


"Udah berapa lama Nissa kerja bareng kamu Ran?"


"Tiga tahun ini, kenapa?"


"Aku kurang suka ah sama dia, kayaknya dia terlalu ikut campur kehidupan pribadi kamu."


"Maksudnya gimana?"

__ADS_1


"Iya tiap kali aku ke kantormu, tatapan matanya aneh. Aku ngerasa ke ganggu gitu."


"Ah dia mah biasa aja."


"Ngga Ran, bagusnya kamu kerja sendiri juga sebenernya bisa. Cuma kamu gak PD aja!"


"Lah! bukan masalah PD dan ngga, ini soal kerjaan aku yang ga bisa ke handle bisa di cover sama Nissa. Nissa tu orangnya lincah bisa aku andelin"


"Kamu bisa ngandelin aku Ran, Aku sarjana lho gini-gini juga." Tambah tante Yaya mengukuhkan agar pikiran Rani goyah.


"Mulai besok kita keliling ke tiap perusahaan yang akan kamu lobby, biar aku yang temenin. kalau perlu pecat Nissa jadi kamu gak perlu ngeluarin budget untuk ngegaji dia "


"Ngga bisa gitu Yaya, karena Miss Fath sudah teken kontrak dengan kantorku dan dalam susunan panitia ada namaku dan tim jadi ngga bisa sembarangan ganti orang begitu."


"Oh gitu ya aturannya" Tambah tante Yaya heran.


Pikiran Rani mulai limbung, ia tak lagi berpikiran jernih.


"Kenapa ni orang mau coba mengacaukan pekerjaanku dengan Nissa, maksudnya apa ini?" Pikiran Rani meracau memikirkan maksud kehadiran tante Yaya yang tiba-tiba masiv.


....


Satu minggu menjelang perhelatan akbar acara yang akan di gelar miss Fath dan yayasannya, support produk mulai berdatangan mengisi ruang kelas dan kantor Rani.


Mulai dari gimmick mainan anak dari perusahaan junk food terbesar, ratusan karton minuman botol, sampai merchandise pecah belah dan kaos promo dari beberapa perusahaan lengkap dan siap meramaikan acara.


Satu minggu terakhir menuju acara, mobil Daihatsu espass tua milik keluarga tante Yaya sudah tak asing lagi wara wiri parkir depan kelas dan kantor Rani untuk menurunkan barang-barang dari sponsor.


"Tuh kan kalo bareng aku bisa dapet sebanyak ini, kalo sama Nissa belum tentu kan Ran!?" ujar tante Yaya berbangga hati. Rani terdiam dan tersenyum hambar.


H-1 tepat adzan ashar selesai menurunkan barang terakhir, tante Yaya pamit.


"Thanks ya Tant, udah bantu kita." ujar miss Fath


Tanpa ba-bi-bu, dengan wajah datar tante Yaya menuju mobilnya dan pergi meninggalkan miss Fath.


Sepanjang jalan pulang tante Yaya senyum senyum sendiri, hati tante Yaya berbunga-bunga, baru kali itu ia merasa dibutuhkan orang-orang. Selama ini suami dan keluarganya tak pernah memberikan kehangatan dan perhatian seperti orang-orang yang berada di lingkungan Rani.


Hingga perasaan euforia dalam dadanya membuncah dan ada rasa ingin selalu bercengkrama berada dalam circle Rani.


...


H-1 acara digelar, persiapan acara dilakukan setelah kelas selesai. Meeting terakhir untuk kegiatan event dimulai selepas ashar.


"Kita masih menunggu 2 support dari vendor yang akan mereka antar sendiri berbentuk Piala dan piagam kejuaraan. Sengaja di H-1 karena khawatir tertumpuk barang dan pecah, mereka berjanji mengantarkannya sore ini, artinya jika support sponsor sudah di terima semua tugas kami sudah selesai dan kami serahkan pada seksi acara" ujar Rani saat mempresentasikan laporan perolehan support dari sponsorship.


Tak lama kemudian,


"Tok tok tok .."


"Mau bertemu bu Rani, dari PT. Angsana mau mengantarkan support Piala dan Piagam dari kantor kami, bu"


Miss Fath memburu pintu, segera menerima dan menandatangani surat pengiriman.


"Terima kasih mas"


"Sama-sama bu, saya pamit"


"Nah panjang umur, artinya setelah ini saya boleh pamit ya bapak ibu .. hehee" canda Rani seraya tersenyum renyah.


Kepala sekolah, ketua yayasan dan miss Fath merasa beruntung bekerjasama dengan Rani.


Meeting berlangsung sampai adzan maghrib berkumandang sepanjang itu pula telpon Rani bergetar terus menerus berjam-jam.


Rani melihat sejenak handphonenya, dan perasaan kemrungsung itupun menyelimutinya setelah melihat puluhan kali misscall dan puluhan tanda amplop yang belum terbaca, Rani sudah menduga siapa pengirimnya.


Sesaat setelah sholat maghrib, suami Rani menghampiri dan mengajaknya pulang.


...


Setelah tak ada jawaban telpon dan SMS yang tak terbalas dari Rani, tante Yaya berpikir keras bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan Rani, ia tahu pasti persiapan event itu pastinya sampai malam.


"Aku beli martabak dan mengantarkannya saja ke sekolah, dengan begitu aku bisa mengecek keberadaan Rani, kenapa dia tak mau mengangkat telpon dan membalas sms ku" pikir tante Yaya.


...


Mobil espass kembali terparkir depan kelas sesaat sebelum sholat isya, betis sebesar bonggol talas bogor dan sepatu karet sekitar berukuran 46 terlihat turun dari mobil menapak di pelataran parkiran sekolah miss Fath, terlihat sesosok tubuh tambun dengan celana kulot jeans obrog memasuki pintu sekolah yang lampunya masih menyala.


"eh tante Yaya, ada apa tant?" tanya miss Fath.


"Ngga, ini mau nganterin martabak buat konsumsi." ujarnya sambil menyerahkan bungkusan, mata tante Yaya melongok ke dalam kelas. Nampak beberapa guru dan kepala sekolah sedang terlibat obrolan serius.


"euuh, Rani masih ada miss?"


"Oh sudah pulang tadi dengan suaminya" tambah miss Fath.


"Kalo gitu, aku pamit ya miss."


"Baik, makasih tant."


...


"Kurang ajar! kenapa dia pulang gak bilang-bilang?!" gumam tante Yaya kecewa dan kesal.

__ADS_1


#tobecontinued


#truestory


__ADS_2