TANTE YAYA

TANTE YAYA
Kasih Semesta


__ADS_3

Di satu ruangan bersekat deretan pintu dari kaca depan taman kecil Rani duduk santai di atas kursi kantor. Terlihat duduk tegak namun santai, ia menarik nafas dengan tenang. Hembusan nafasnya teratur seolah ia berada dalam hitungan nafas yang berbilang 1 2 3 4 lalu bahunya terangkat dan menarik nafas lagi dengan tenang, lalu kembali turun seiring dengan hembusan nafas yang ia hembuskan kembali berbilang 1 2 3 4. Tatap matanya fokus menikmati taman kecil dan suasana tenang dengan gemericik air yang berada menyatu dalam taman.


Matahari mulai memasuki jendela-jendela kaca di sekitar Rani. Ia bersinar hangat di pagi yang indah itu. Di tengah kesibukannya Rani berhenti dan menatap jendela itu, dia tersenyum.


Hari ini hari pertama bisnisnya berjalan setelah hari kemarin dia mengadakan 𝘎𝘳𝘢𝘯𝘥 𝘓𝘢𝘶𝘯𝘤𝘩𝘪𝘯𝘨 yang sukses besar, banyak karangan bunga ucapan selamat dari teman-teman dan keluarganya akan di bukanya bisnis baru Rani.


Dalam pancaran hangat matahari yang bersahabat, bunga-bunga itu semakin memperindah lokasi bisnisnya yang sudah dipersiapkan berbulan-bulan. Ada rasa bangga, haru dan sangat bahagia merasuk dalam dirinya.


Dia bersyukur bahwa tidak pernah menyerah, jantungnya berdebar perlahan dan indah. Terasa hangat saat dia akhirnya punya waktu yang tulus untuk mengatakan, "Terima kasih, aku bersyukur Aku tiba di hari ini." ucapnya.


"ttuuut .. tuuuutt"


Ponsel Rani berbunyi, melihat nama yang tertera di sana memanggilnya, dia tersenyum dan merasakan debaran yang lebih hangat lagi saat melihat namanya,


"Halo" sapanya.


"Kamu dimana kok enggak kelihatan dari tadi"? tanyanya


Dia menjawab, suaranya membuatnya tersenyum lebih lebar lagi.


"Oh kamu di situ! suka banget sih nongkrong di sana?" Ujar Rani sumringah.


"Oke aku beresin ini dulu ya, aku titip ke karyawan dan langsung nyusul kamu kesana, tunggu ya." Lalu ia meletakkan ponselnya ke atas meja lagi.


"Hhhh..hhhuuuhhh " ia menarik nafas panjang dan melepaskannya segera, lalu bersiap-siap menyusul pemilik suara itu. Dia berjalan menyapa semua karyawannya yang sedang bersiap, lalu dia pamit.


"Hati-hati di jalan", dia mengangguk dan berjalan pergi.


"tok tak tok tak.." suara sepatunya, sepanjang kakinya melangkah ia tidak bisa berhenti tersenyum. Akhirnya ia tiba di hari ini.


Langkahnya terhenti di hadapan sana di antara pepohonan rindang yang ditembus cahaya mentari pagi yang hangat, berdiri sesosok laki-laki tinggi besar dan bahu lebar memunggunginya, asyik sendiri menikmati pemandangan matahari terbit favoritnya.

__ADS_1


Dia menarik nafas kagum pada dua hal, pemandangannya dan sosoknya.


"Pagi sayang?" Sapanya.


Kepala laki-laki itu menengok ke belakang.


"Pagi sayang" jawabnya dia menjulurkan tangan kanannya ke arah Rani. Rani tahu itu waktunya untuk menyambutnya. Ia tiba di sisinya menyambut tangan kanannya dengan tangan kiri Rani, sorot matanya hangat dan penuh cinta.


"𝘊𝘰𝘯𝘨𝘳𝘢𝘵𝘶𝘭𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯, 𝘵𝘩𝘢𝘯𝘬 𝘺𝘰𝘶 ! makasih udah nemenin aku sampai tahap ini, membantu aku, dukung aku mencapai mimpi-mimpiku" jawab Rani.


"Impianmu adalah impianku juga, bahagiamu adalah bahagiaku juga." jawabnya lalu dia memeluk Rani.


Rani bisa merasakan betapa besar rasa cintanya kepada Rani, betapa luar biasa kebanggaannya pada keberhasilan dan betapa bahagianya dia ada disisi Rani saat dia melepaskan tangannya, dia membelai rambut Rani.


"Kenapa kamu mencintaiku?" Rani meringis mendengar tapi rani sangat tahu dengan menjawab pertanyaannya dengan sangat lantang dan percaya diri.


Rani menjawabnya, "Kamu sangat membuatku nyaman, penuh tanggungjawab, jujur pada dirimu sendiri, kharismatik, mau dan mampu menjadi partner dalam hidupku, mendukungku dengan penuh dan terutama mencintai dan menyayangiku dan anak-anakku setulus hatimu."


"Kalau kamu, kenapa kamu mencintaiku?" dia tertawa kecil.


"Di bales ya?" katanya. Dia melipat kedua tangannya di depan dada. Menatap Rani dengan lembut dan penuh kejujuran.


"Kamu perempuan yang selama ini aku cari dan dambakan, punya jiwa yang indah, berhati lembut, keibuan, tangguh, penyayang, mengerti aku dan sangat perhatian terhadapku dan keluargaku."


"Terima kasih sayang, ayo kita pulang kita breakfast dulu!" dia mengangguk, lalu sambil berpegangan tangan mereka pun pergi menuju parkiran mobil. Mobil itu adalah mobil impian mereka berdua, akhirnya bisa mereka miliki bersama.


Pagi yang indah menikmati keindahan bumi dengan hati damai dan pikiran penuh harapan lagi. Mobil itu melambat ketika tiba di sebuah lokasi Rani hafal dengan benar. Dihadapannya terpampang dengan kokoh dan indah rumah impian Rani.


"Ayo!" Katanya.


Mereka bergandengan tangan, Mereka melangkah masuk kedalam rumah impian mereka berdua. Pintu terbuka, asisten rumah tangga mereka tersenyum ramah.

__ADS_1


"Sarapan sudah siap!"


"Makasih Mbak!." Jawab Rani.


Mereka masuk berdua, lelah tapi teramat bahagia.


Lalu mereka berdua berjalan mengikuti arah suara yang mereka rindukan. Suara cipratan air dari kolam renang yang terhantam tubuh seseorang.


"Hai Mamaa.." Suara anak perempuan dari arah kolam renang.


"Nah itu dia!"


"Hai sayang! pagii."


Mereka bergandengan bersama berjalan menuju ruang makan. Asisten rumah tangga mereka datang dan menghidangkan sarapan favorit keluarga mereka.


"Ayo makan!" kata pasangan Rani.


"Jangan lupa berdoa dulu ya?" kata Rani, mata Rani terpejam, mulut Rani mengucap pujian syukur dan terima kasih atas nikmat semesta.


"Ya Allah, tubuh ini, rumah ini, cinta ini, keluarga ini, kehidupan ini tak akan terjadi tanpa izinMu. Kumohonkan juga kepadaMu agar seluruh warga jiwaku, 𝘮𝘺 𝘴𝘰𝘶𝘭 𝘧𝘢𝘮𝘪𝘭𝘺, 𝘮𝘺 𝘴𝘰𝘶𝘭 𝘵𝘳𝘪𝘣𝘦𝘴. orang-orang yang kukasihi bisa merasakan kehidupan sebahagia ini, sepuas ini, seindah ini dan mereka bisa bersatu dengan cinta sejati, keluarga sejati, misi sejati, panggilan sejati, di jiwa mereka. Terima kasih sudah membimbing kami untuk bertemu di satu masa yang indah ini. Aamiin." Rani tersenyum memandangi semua pemandangan yang ada di hadapannya, orang-orang di sekelilingnya, ruangannya, pemandangannya, cahaya terang yang menyinari diri dan keluarganya, hidangan di depannya, tawa canda dan bahagia bergema di udara.


Rani menarik nafas dalam, dan menghembuskannya lega lalu ia bernafas dengan santai dan damai dan lalu menikmati makanan yang ada di hadapannya.


...


#tobecontinue #truestory


Gimana perasaanmu setelah baca part ini readerku sayang?


Kalau kamu ikut senyam senyum dan sangat menikmati alur dengan memposisikan diri sebagai Rani, author ucapkan selamat ya, sudah ikutan reprogramming pikiran menarik jodoh dan memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2