TANTE YAYA

TANTE YAYA
Kesurupan


__ADS_3

Keretakan rumah tangga Rani mulai terlihat, hasutan tante Yaya membisikkan Rani secara terus menerus tak pernah lelah, mulai Rani pertimbangkan, namun di sisi lain Rani khawatir dengan status janda yang akan ia sandang. Tante Yaya berusaha meyakinkan Rani, ia menawarkan melindungi Rani, pantang bagi tante Yaya jika memperjuangkan sesuatu patah di tengah jalan.


Tante Yaya ingin menguasai sepenuhnya hati, pikiran, waktu dan fisik Rani. Celah masuk tante Yaya sangat terbuka lebar ketika satu moment Rani sakit, ia tak bisa di ajak bicara oleh siapapun, tatapan matanya kosong. Ia di ungsikan ke rumah ibunya karena Firman tak mau mengurus Rani dengan alasan sakit.


Firman tau tante Yaya begitu perhatian pada Rani, hingga satu pagi ketika mama dan ayah Rani panik, Rani ngamuk mengambil gunting di dekatnya dan mau menusukkan gunting itu pada tubuhnya namun di cegah mama dan ayah. Melihat dan mendengar itu Firman melengos buru-buru membawa motornya ke pergi dengan alasan mau kerja tanpa mempedulikan apa yang terjadi.


Di tengah jalan ia berhenti kepikiran untuk menelpon tante Yaya ia berpikir jika dibantu tante Yaya ia tak harus mengeluarkan uang, energi dan waktunya untuk Rani. Firman sangat tahu perempuan itu tergila-gila pada Rani. Firman bermaksud memanfaatkan tante Yaya agar mengurus dan membiayai pengobatan Rani.


"Halo tante, Bisa kesini? Maafkan Rani ya tante kayaknya Rani udah mulai gila! pandangannya kosong, aku tau tante orang terdekat Rani, mungkin dia sering curhat sama tante tentang masalahnya. Tolong secepatnya kesini ya tant, keburu Rani dirujuk ke rumah sakit jiwa." Ujar Firman dengan suara dibuat sedih dan menangis agar tante Yaya percaya.


Tante Yaya yang saat itu sedang berkumpul di sekolah, mendengar perempuan idamannya sakit, ia bergegas memecah jalanan memburu rumah Rani.


...


Ayah dan Mama kaget ketika tante Yaya datang, ayah bertanya ..


"Siapa neng ini? Tau darimana Rani sakit?"


"Aku tante Yaya, temennya Rani di kantor. Rani kenapa Ma? tadi aku lagi nongkrong sama teman-teman di sekolah di telpon Pak Firman dan dia nangis minta tolong aku untuk nolongin Rani."


Ayah dan Mama bingung, karena selama ini anaknya tak pernah terbuka soal rumah tangganya, tau-tau orang luar masuk dan seolah sangat tau apa yang terjadi pada Rani.


Lalu tante Yaya melongok ke kamar depan yang terbuka, dimana Adist keluar dari kamar itu. Ia meminta mama menyediakan pisin kecil, tante Yaya mengeluarkan "apel jin" yang ia bawa dari rumah,


Melihat itu ayah merasa di cacati, ia sangat tidak suka dengan hal-hal klenik berada di rumahnya,


"Buat apa itu neng? bapak kurang suka yang begitu-begitu biar Rani dibawa ke doktet aja"


"Nggak pak ini pasti kena guna-guna!" Sungut tante Yaya sangat yakin.


"mungkinkah dari suaminya?" tambah tante Yaya.

__ADS_1


"Suaminya dimana Ma?" Cerocos tante Yaya mendominasi.


"Ah ngga mungkin!" Ujar Mama.


Ayah dan Mama masih melongo melihat pria jadi-jadian yang berada di hadapan mereka, Suara bass baritonnya membuat Ayah Rani tak suka, Pandangan Mama Ranipun sinis dan picik saat melihat tante Yaya menyembur wajah Rani dan membakar madat dari apel jin.


...


"Kita bawa ke orang pintar, mama nggak usah mikirin biayanya biar sama aku." Ujar tante Yaya. ketika keesokan harinya datang lagi melihat keadaan Rani belum membaik.


ayah Rani sedang tidak di rumah, kesempatan baik untuk tante Yaya melibatkan diri dalam keluarga mamanya agar ia mendapat tempat di hati keluarga itu.


Jam 9 pagi Rani di boyong ke mobil diiringi puluhan mata tetangga.


Mama, Ranti Ranti dan tante Yaya yang bersemangat membawa Rani bertemu dukun perempuan bernama Oma Margareth, perempuan tanpa suami dengan banyak anak dari berbagai bibit laki-laki yang Tante Yaya kenal dari teman sekolahnya.


...


"Koq banyak yang melayang-layang." Ujar Rani.


"Tuh kan ma, Rani di guna-guna" Ujar Tante Yaya memengaruhi Mama sambil melirik Tanti agar ia ikut percaya.


"Ini tu terlalu banyak memendam emosi buruk, bisa jadi dari orang terdekatnya." Ujar Oma Margareth.


"Tuuhkan ma apa aku bilang pasti dari suaminya!" Tante Yaya kembali membuat drama.


"Besok kamu kembali kesini bawa 7 rupa isi jeroan dari 7 hewan peliharaan, Biar anak ini Oma mandikan dulu."


"7 rupa jeroan apa aja Oma?" Tanya tante yaya.


"Tanya saja ke tukang daging di pasar, bilang jeroan untuk pengobatan, mereka pasti sudah tau" Tambah Oma.

__ADS_1


...


"Mama ngga usah mikirin biar aku yang cari." Ujar tante yaya antusias.


Malam harinya Rani dan Mama sudah kembali, Firman tak mau menyentuh Rani dia lebih memilih diam di kamar bersama anak-anak.


"Aku pulang dulu ya Ma, nanti jeroannya kalo aku udah dapet langsung kita pergi lagi ke Oma Margareth."


Mama tak mengiyakan, keburu tangannya di sambar tante Yaya dan punggung tanggannya di cium.


"Mantuku aja ga pernah kayak begini, ini orang baru tau adab." Monolog mama dalam hati.


Tante yaya pulang, sepanjang jalan ia bergumam.


"Kalian ngga tau maksudku, aku hanya ingin Rani apapun caranya aku harus mendapatkan Rani" .


...


Sesampainya di rumah, Tante Yaya menyalakan dupa dan mengambil beberapa helai rambut yang ia dapatkan dari tempat tidur Rani. Ia berdoa dengan khusuk. Disaat yang sama tubuh Rani menggigil, kulitnya terasa dibakar api menjerit-jerit. Membuat ayah dan Mama panik mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan. Ayah membaca al fatihah dalam segelas air, Mama bantu mengusapkannya pada tubuh Rani.


Di tempat lain, Firman menyerahkan foto Rani pada om Aceng, lalu foto itu di ulun di atas alunan asap kemenyan.


"Mau apa ini orang?"


"Biarkan dia tunduk dan patuh terhadapku om."


Mulut Om Aceng komat kamit, dilain tempat sampai pukul 12 malam di atas atap genteng rumah mama mendarat bola api namun terdengar oleh Mama dan Ayah seperti dentuman kembang api. Rani gelisah, badannya kembali terasa di bakar api.


...


#tobecontinue #truestory

__ADS_1


__ADS_2