TANTE YAYA

TANTE YAYA
Unfinished Bisnis


__ADS_3

Palu dari hakim sudah di ketuk,


"Alhamdulillah," Ujar adik bungsu Rani saat hakim selesai membaca putusan bahwa Rani resmi bercerai dari Firman.


Ada Rona lega yang terpancar dari raut wajah adik dan kakak Rani waktu ikut sidang perceraiannya, kecuali adik pertama Rani yang menjodohkan Firman dengannya. Ia berujar,


"Hati-hati kalau perempuan yang menggugat cerai, surga bukan bagianmu!, dan aku tidak mau menjadi saksi untuk itu, sungguh berat pertanggungjawaban kelak di akhirat, dan si perempuan selalu banyak dapet cerita aneh setelah menggugat suaminya"


...


"Dari awal aku liat dia aneh dan gak suka, lebih baik sendiri, segalanya terjamin seperti dulu." Ujar adik bungsunya.


"Kenapa orang seperti dia bisa kamu terima? Aku dari awal heran, gak salah nerima laki-laki pe-sisa-an kayak dia" ujar kakak laki-laki Rani.


"Ayah lebih suka kamu dengan mas Pilot, pantesan ayah itung-itung kamu selalu lelah dan kekurangan." Ujar ayah setelah Rani ber-anak dua.


"Kamu nggak pernah terbuka soal kehidupan kamu, jangan sampai nanti orang lain lebih tau dari keluargamu." Ujar Mama.


"Lalu kemana mereka selama ini?" Tanya Rani pada dirinya.


"Mana feeling mereka?"


Rani tak bisa berdiskusi hal kecil sekalipun dengan mereka karena didikan mamanya yang berat sebelah dan acuh tak acuh jika menyangkut orang lain, yang penting menguntungkan dirinya baru ia akan mau terlibat.


...


Hanya tante Yaya yang sangat menunggu moment perceraian Rani, seperti layaknya seorang ibu menyambut kelahiran bayi baru. Sangat bahagia.


...


Masih tentang Firman, keesokan harinya setelah sidang putusan cerai.


Kamu di panggil pak Rasmin di kantor Yayasan,


Rani segera menuju ke arah kantor yayasan, di barengi Firman. Di dalam ruangan yang luas, dengan hamparan karpet Turki bludru premium, bau harum ruangan menyeruak memenuhi penciuman Rani, tenang dan damai.


"Silakan duduk,"


"Bapak dapat laporan dari Firman, katanya kalian pisah. kenapa?"


"Masalah internal pak, gak mungkin saya beberkan satu persatu." Jawab Rani yang merasa sebagai terdakwa sedang di interogasi, sedang Firman sebagai polisi yang menyodorkan sang terdakwa.


"Baik, atas permintaan Firman kalian nggak mungkin kerja dalam satu kantor lagi, dan nggak mungkin Firman bapak out gara-gara ini, Bapak lebih memilih melepas Rani. Bapak yakin Rani akan sukses di luar sana. Jika ada yang belum di bereskan silakan di bereskan sampai tuntas."


Firman pongah berbusung dada merasa dirinya menang.


"Baik pak, Rani mohon maaf jika selama Rani disini banyak merepotkan bapak atau bikin bapak kurang berkenan."


"Nggak! kinerja Rani sangat baik bapak doakan Rani sukses."


Rani mengangguk tanpa mampu berkata-kata lagi karena berusaha menahan air mata yang memaksa menetes dari sudut matanya. Hati Rani tersayat pedih.


Ternyata laki-laki phsyco itu sangat puas melihat Rani kesulitan, puas melihat Rani menderita.


Rani keluar kantor, setelah pamit.


...


"Jangan dulu pergi, urusan utang kamu ke koperasi belum beres kamu di panggil bendahara koperasi juga"


Sambil jalan menuju kantor pak bendahara, Firman membersamai Rani saat menjumpai pak bendahara, Rani duduk depan meja pak bendahara sedang Firman memilih mencuri dengar dari mejanya yang agak jauh.

__ADS_1


Rani menghadap pak bendahara,


"Ya ada apa Ran?" tanya pak bendahara.


"Bukannya bapak panggil saya?"


"hmm nggak!"


"Tadi Firman bilang bapak pangggil saya, oiyaa sekalian aja pak berhubung saya dan Firman sudah .. " Rani tak sempat menyelesaikan pembicaraannya keburu di potong pak bendahara.


"Pisah? .. syukurlah!" Ujar pak Bendahara


"Dari awal bapak udah aneh, liat kamu koq bisa jadi istri Firman." bisik pak bendahara mendekatkan wajahnya ke arah Rani.


...


Firman datang menghampiri,


"Itu pak utang Rani gimana urusannya?" sela Firman memotong.


Dengan suaranya yang berwibawa,


"Gak usah mikirin utang Rani, harusnya utang istri ikut dibayar suami tapibapak paham gak apa-apa Rani bebas utang, nanti bapak masukin ajuan gaji bulan depan seperti biasa karena bulan ini kamu masih masuk absensi dan uang gajinya buat bayar utang koperasi meski bulan depan kamu udah ga kerja disini" diiringi senyum renyah bapak bendahara menenangkan Rani yang menunduk.


Firman mendelik, mengangkat alis. Ia berharap Rani masih harus bolak balik ke kantor yayasan minimal sebulan sekali untuk membayar cicilan, tapi harapannya pupus.


...


Nissa memeluk Rani, ia tak tau kemana harus mencari kerja karena ia sudah sangat nyaman bekerja dengan Rani. Meski kantor Rani masih panjang masa kontraknya, Rani terpaksa memutuskan untuk hengkang dari kantor dan memikirkan usaha lain untuk menghidupi dirinya dan anak-anak.


...


"Bukan fak kamu, kamu ngga mikir mau di simpan dimana lahannya?"


"Ya sewa lahan ma!"


"Mama ga setuju, nanti kamu bakal repot."


Akhirnya Rani berpikir dan mencari peluang lagi, Ia putuskan membeli mobil untuk di jadikan taksi online. Tante yaya mendengar maksud Rani saat ia bicara dengan mamanya,


...


"Pokoknya aku nggak mau kamu beli mobil yang pendek, nanti aku ga bisa nyetirnya!" Tante Yaya mulai merecoki maksud Rani.


"Mang siapa yang mau nyuruh kamu yang nyetir? aku mau nyari orang buat jalaninnya jadi driver taksi online koq bukan di pakai harian" Ujar Rani.


"Pokoknya aku gak mau mobil sedan yang pendek, kalo kamu maksa beli mobil pendek aku angkat tangan nggak akan mau bantu ngurusin kamu."


"Awas aja liat kalo kamu minta tolong ke aku urusan mobil. Kaki aku panjang badan aku gede jadi kalo pake mobil sedan ga bakalan muat" Ancam tante Yaya saat Rani minta anter mencari mobil bekas.


"Kalau kamu mau beli mobil ya beli aja sendiri dengan suami kamu" Jawab Rani.


"Kamu kayak nggak tau aja keluarga aku kayak gimana, kalau aku beli mobil nanti keluargaku pada ribut ngomel. Udah aja kamu yang beli mobilnya, aku yang jadi sopir taksinya."


"Tapi kan nggak mungkin setiap hari Ya, kamu punya anak dan suami yang harus kamu urus." ujar Rani.


"Gampanglah suami sama anakku bisa di urus kan ada pembantu." Ujar tante Yaya bersikeras.


...


Hari pertama Rani beli mobil, setelah deal memilih jenis mobil terios, Rani segera pergi ke bank untuk mencairkan uang.

__ADS_1


Tante Yaya menunggu di gerbang dealer dan tidak sabar menunggu Rani kembali,


Beberapa hari kemudian Rani di telpon sales mobilnya bahwa mobil yang di pesan sudah ready, mereka menawarkan untuk di antar, tante Yaya sedang makan siang bersama Rani, mencuri dengar.


"Ya halo assalamualaikum?"


"Waalaikumsalam, maaf dengan bu Rani ya? maaf bu mau memberitahukan mobil pesanan bu Rani sudah ready ya mau di ambil atau kami antar?"


"Diantar saja ya mas, karena saya lagi diluar biar orang rumah yang terima?"


"Siapa Ran? dari dealer? sini-sini biar aku yang bicara?"


"Halo mas, mobilnya saya ambil aja ngga usah di anter."


"Baik bu kalau begitu kami tunggu sampai pukul 5 sore."


Rani dan tante yaya berboncengan ke dealer.


Mobil hitam terios nangkring diantara deretan mobil yang akan keluar, Rani di ajak salesnya menuju mobil dan mengecek bagian dalam.


Mulus ya bu,


Rani melihat Kilometer mobil tsb, tertera 200.000 kilometer.


"Wah mobil test drive bukan mas?"


"Bukan bu, ini baru kami bawa langsung nyetir nggak di naikkan ke truk kontainer. Pengiriman dan Jakarta."


Jok tanpa plastik, tak nampak bau-bau mobil baru.


Ran, kamu bawa motor pulang ya aku bawa mobilnya. Tante Yaya sigap menyambar kunci mobil dari genggaman Rani sesaat setelah serah terima dari sales. Tante yaya nyetir dari dealer langsung menuju rumah tante Yaya,


...


Keesokan harinya saat membeli handphone baru untuk kepentingan taksi online,


"Awas ya hati-hati jangan sampai keluarga kamu tau ini STNK atas nama kamu" Ancam tante Yaya.


"Pokoknya kalau kamu mau kemana-mana biar aku yang antar". Kata tante Yaya yang mulai terilihat serakah ingin menguasai harta orang lain.


"Memangnya kenapa? kan memang ini mobilku, dan STNK nya otomatis atas namaku" Ujar Rani,


"Iya tapi yang jalanin taksi onlinenya kan aku!"


"Kamu belum pantes punya mobil!" tambah tante Yaya.


Rani, kembali mendongkol! "cobaan apalagi ini. Seperti terlepas dari mulut harimau masuk lubang buaya." pikirnya.


...


Tante yaya membayar 2 handphone, dan lanjut membeli nomor baru untuk pendaftaran taksi online, Rani merasa ada sesuatu yang aneh.


"Udah ni handphone untuk kamu, satu lagi untukku jalanin taksi online.


Mereka bergegas menuju kantor taksi online untuk mendaftar. Rani berhasil mendaftarkan akun atas nama dirinya, Sejak Rani mendaftar taksi online ia tak pernah mencicipi rasanya mobil itu bertengger parkir di rumahnya.


...


#tobecontinue #truestory


Bagaimana menurut readers? apakah karma itu ada?

__ADS_1


__ADS_2