
"Pap bisa antar Shaira ke sekolah, dari tadi perutku melilit sakit" pinta tante Yaya pada Windu suaminya.
"Kali ini boleh, lain kali aku repot!" ketus Windu.
"Mang hari ini mau kemana?"
"Aku pulang malam, anter ibu-ibu di kantor survey tempat gathering bareng Bosku bulan depan" Jawab Windu sibuk memakai jam tangan dan bersiap pergi ke kantor tanpa menoleh lagi pada tante Yaya.
"Shairanya udah siap belum?"
"Udah kayaknya, dia di ruang tv bawah"
"Nanti jam istirahat aku anterin makan buat dia"
Tanpa menjawab lagi, Windu turun ke bawah dan sesaat kemudian bunyi motor terdengar sayup-sayup menjauh dari pendengaran tante Yaya.
...
[07.45] "Ran, lagi apa?"
[07.46] "Ran, aku sakit titip liatin Shaira ya?"
[07.47] "Ran?"
[07.48] "Ran?"
[07.49] "Kamu dimana?"
[07.50] "Kamu lagi apa?"
[07.51] "Ran, suamiku ke sekolah Shaira, kamu liat dia ga?"
[07.52] "Ran?"
[07.53] "Ran kamu dimana sih? koq sms ku ga dijawab-jawab?!😡
[07.54] Misscalled
[07.55] Misscalled
[07.56] Misscalled
[07.57] Misscalled
[07.58] Misscalled
...
__ADS_1
[08.15] Maaf Ya, aku tadi lagi nyetir, ok aku liatin Shaira nanti.
[08.15] Kan bisa sambil nyetir angkat telpon aku! nanti aku beliin earphone biar kalo kamu lagi nyetir bisa sambil nelpon.
Dada Rani merasa ditohok, "Ni orang kenapa gini banget ya!? suamiku aja gak gini gini amat!" gumam Rani dalam hati.
[08.15] Ok Ya.
Balas Rani.
...
Kepala Rani mulai limbung, tatapan matanya nanar. Perasaannya selalu dihantui ketakutan jika tante Yaya marah. Aktifitas hariannya mulai sedikit berubah, ia mulai sering cek handphone khawatir jika ada sms atau telpon dari tante Yaya tak terbalas cepat atau tak terangkat.
Sesaat kemudian lamunannya terhenyak,
"Tok Tok Tok .." Suara pintu kantor Rani di ketuk dari luar.
"Assalamualaikum, Bu Rani .. Bu Rani" suara Miss Fath terdengar dari luar.
"Ya Miss Fath, aku di ruang belakang. Wait!"
"Monggo masuk miss.. " Nissa staff nya Rani mempersilakan.
"Ada apa ni miss? tumbenan mampir ke tetangga sebelah heee" Canda Rani sedikit berteriak seraya menghampiri.
Miss Fath duduk depan meja Rani,
"Gini bu, to the point aja yaa... sekolah kita mau ngadain acara besar 3 bulanan lagi, kerjasama dengan paguyuban guru-guru gebyar Hari guru se-Indonesia nah tapi kendalanya kita gak punya pengalaman ngelola vendor dan sponsor karena kita bukan faknya. Saya pikir bu Rani punya pengalaman karena bergerak di event organizer. Mungkin bisa bantu."
"Baik bu, kira-kira eventnya mau kita handle semua atau bagaimana?
"Maunya kita, bagian bu Rani hanya bagian vendor dan sponsorship saja, acara dan lain sebagainya bagian kita bu"
"Oh baiklah saya paham, saya lihat budget yang dibutuhkan berapa dan type acaranya bagaimana biar kita bisa punya gambaran"
"Saya ada proposalnya, bu Rani boleh pelajari dulu .." Miss Fath menyodorkan satu berkas proposal berwarna pink muda.
"Ran! sibuk nggak?" Tante Yaya melongok dari luar sembari mendorong pintu kantor Rani dan nyelonong masuk.
"Eh ada miss Fath" Tante Yaya duduk di sofa tamu.
Miss Fath dan Rani melirik dan tersenyum hambar lalu kembali fokus pada proposal yang sudah Rani pegang.
"Baik miss, sepertinya saya ada beberapa vendor dan sponsor yang bisa dikerjasamakan, saya coba buatkan draft sponsorship kebutuhan apa saja yang bisa mereka cover untuk kebutuhan event, nanti sebelum saya deploy ke sponsor saya perlihatkan dulu sama miss"
"Oiya kira-kira jika ada inkind dari vendor berbentuk fresh money, pembagian untuk kantor kebagi berapa persen bu?"
__ADS_1
"Biasanya berapa persen Bu Ran?" tanya Miss Fath.
"Biasanya 40-60 Miss"
"Baik ijin saya telpon kepala sekolah dulu"
...
"Deal, thanks ya bu Rani .. "Miss Fath sumringah seraya meninggalkan Rani.
...
Tante Yaya menyodorkan sebuah handphone lengkap dengan earphone.
"Ni udah di isi nomornya juga, nomornya cantik aku pilih sesuai tanggal kita pertama kali ketemu!"
Bulu kuduk Rani seketika berdiri, saling tatap dengan staffnya Nissa.
Tatap Nissa tampak menyerang Rani dengan heran, Rani terdiam dan mengangkat bahu kecil.
"Kayaknya aku belum perlu deh Ya, hp ini aja masih berfungsi baik"
"Iya tapi aku udah nyari earphone untuk type hp mu ga dapet Ran, type lama katanya jadinya aku beli baru aja satu sett"
"Aku ga mau kejadian kayak tadi Ran, 13 menit kamu ngilang, sms ga di bales telpon ga di angkat!, aku panik Ran.. panik!"
...
Kerongkongan Rani tetiba tercekat dan terpaksa harus menelan ludah sesaat setelah melihat raut wajah tante Yaya yang cemas.
Nissa cermat mendengarkan meskipun dia duduk cuek depan komputer.
"13 menit?" Nissa berseloroh dengan tatap mata tajam mengarah pada Rani.
Rani menggelengkan kepala ke arah Nissa.
"Gila! sampai ngitungin waktu balesin sms!" gumam Nissa kesal.
"Coba 13 menit itu kamu kemana!" tambah tante Yaya.
"Kan tadi aku nyetir Ya, maaf maksudnya gimana ini?
"Gak gimana gimana, ini hpnya aku tinggal ya. aku liat Shaira dulu keburu istirahat."
...
#tobecontinued
__ADS_1
#truestory