TANTE YAYA

TANTE YAYA
Karma Tenan Tante Yaya


__ADS_3

Setelah Rani mengamati pergerakan tante Yaya menjalankan taksi online dengan mobil miliknya, ternyata harapan Rani untuk dapat hasil dari mobil tersebut nihil! zonk sama sekali tak bisa di harapkan. Rani tak pernah diijinkan memegang mobil tersebut apalagi menggunakannya terlebih kondisi tersebut tak bisa di harapkan untuk membiayai anak-anak Rani.


Rani kembali berpikir keras mencari ide apa yang bisa Rani lakukan.


Dalam satu perjalanan menuju kota saat mencari tempat untuk event, Rani melihat satu tempat foodcourt yang dekat ke area kampus terkenal skala nasional, Rani yakin jika buka makanan siap saji akan banyak peminat. Rani mencoba menghubungi pengelola dan bertemu dengan Pak Yadi sang manager.


"Ada 1 slot lagi ni kayaknya memang disiapkan untuk ibu." Ujar Pak Yadi seraya senyum kecil dan berjalan membawa Rani berkeliling melewati beberapa tenan sampailah di tenan yang menghadap jalanan sangat strategis.


"Soal pembayarannya gimana pak?"


"Deposit aja bu, sebesar 2.5 juta, Tapi deposit ini bisa di ambil full saat 3 bulan jika tidak ada penjualan." Pak Yadi menjelaskan seraya mengajak Rani duduk di rentetan meja kursi tamu yang kosong.


"Selain itu pembayaran penjualan setiap hari Rabu malam setelah closing per 7 hari, jadi saya sarankan untuk modal dan agar bisa mengcover baiknya double bu."


"Baik pak saya pertimbangkan dulu, kira-kira jenis makanan apa yang belum ada disini?"


"Ibu mau jual apa?"


"Makanan instan dan rencananya dijual juga melalui online."


"Bagus tu bu, memang belum ada, disini baru minuman dan kopi. Jika ada makanan instan akan jadi pelengkap ni." Tambah pak Yadi.


Setelah Rani pamit, sepanjang jalan Rani memikirkan peluang itu setelah menengok keuangan di bank Rani pikir cukup dan memutuskan untuk mengambil tawaran pak Yadi.


...


Keesokan harinya Rani menemui kembali Pak Yadi, dan ia memberikan uang deposit untuk bisa memulai mengisi tenan. Rani menyiapkan peralatan masak, bahan dan kebutuhan lainnya untuk mulai berjualan. Namun mama Rani tak setuju dengan pilihan Rani.


"Bukan garapan kamu kalo soal masak!, bukannya ada hasil dari taksi online? mungkin cukup buat membiayai hidup kamu dan anak-anak." Rani terdiam mendengar celotehan Mama saat ia sibuk membawa barang-barang dan bahan makanan yang akan di jual.


Rani berharap ia tak hanya menjual makanannya melalui offlline tapi memasarkannya melalui online, sebelumnya ia mendaftarkan tenannya ke kantor aplikasi online. Ternyata inovasi Rani mendapat apresiasi dari pak Yadi selaku manager. Bahkan tenan yang lainpun mendaftarkannya menjadi mitra di aplikasi pesan antar makanan online.


Tante Yaya tahu garapan Rani yang baru, ia mulai meninggalkan aktifitasnya mengambil penumpang dan mulai memantau pergerakan dan aktifitas baru Rani. Ia mulai membantu Rani mengangkut bahan makanan dan lainnya setiap hari ke foodcourt. Tante Yaya mulai mengundang keluarga dan kakak-kakaknya untuk makan di tempat tenan Rani. Kakak dan keluarga Tante Yaya makan di tempat.


Rani yang menghidangkan, dan mendapat pujian makanan yang dimasak dan disajikan Rani enak sesuai dengan selera mereka.


"Masakannya enak Ya"


"Iya itu karyawan aku yang masak."


"Berapa kamu sewa disini?"


"Aku gak tau, karyawan aku yang ngurus soalnya tempat ini milik temannya dia." Jawab Tante Yaya.


Rani mendengar percakapan mereka, dan menghidangkan makanan untuk kakak Tante Yaya dan keluarganya.


Meski hati Rani gondok, ngedumel. Rani kembali sibuk menyiapkan makanan sesuai orderan yang datang baik dari online maupun yang dine in,


Setelah berjalan 5 bulan, penjualan semakin ramai dan Rani memutuskan untuk mengambil karyawan. Karyawan sesama tenan di tempat foodcourt meminta job tambahan pada Rani, tenannya tak jauh jadi menurutnya bisa ia bantu melayani jika ada pembeli.


...


Tante Yaya mulai menunjukkan keanehan, setelah sebelumnya mengundang keluarganya dengan mengatakan bahwa tenan itu miliknya, Rani kembali di pecundangi.


"Kamu kan lagi ada job event, biar aku sama Mamat yang jaga tenan."


Karena event itu sudah Rani terima, Rani sepakat dengan mengajarkannya lebih dulu pada Mamat karyawannya. Mamat tau kalau majikannya Rani, setiap laporan penjualan harian sampai mingguan ia laporkan pada Ani dan di syncronkan dengan hasil pembayaran customer di kasir, dan syncron.


Hari Rabu saatnya Pak Yadi membayar hasil penjualan pada Tenan-tenan termasuk tenan Rani, berhubung Rani sedang menggarap event, hasil penjualan di titip pada Mamat. Dan Tante Yaya mengerahui itu, ia minta uang dan laporan penjualannya dari Mamat untuk ia pegang.


"Mat, laporan penjualan dan uangnya sini gua yang pegang, biar nanti kalo ketemu Bu Rani gua yang kasihin."


Mamat manut permintaan tante Yaya.


Malam sebelum tenan tutup, Rani mampir ke foodcourt, Mamat masih ada dan ia sedang duduk dengan tante Yaya. Rani menghampiri,


"Mat, laporan penjualan dari Pak Yadi sudah diterima?"


:Sudah bu, saya kasihin ke Tante soalnya tadi dia minta."


"Ada di kamu Ya?"


"Iya ada, emang kamu mau uangnya? Aku pikir kamu gak butuh." Ujar Tante Yaya


"Maksudnya?"


"Iya kan ni tenan gua yang ngurus, makanan gua yang masak, stok ke pasar gua yang belanja. Nah kamu, enak aja tinggal minta duitnya."


"Lah kamu kan yang nyuruh aku garap event! katanya kamu bisa nge infal."


"Udah kamu mah gak pantes ngurus tenan," Seloroh tante Yaya sambil nyengir bermaksud bercanda.


Rani tak menganggap itu candaan


"Oh! Yaudah bagi hasil aja kamu ambil setengahnya." Ujar Rani.

__ADS_1


"Enak aja, Kamu ngalas gua! Yang ada juga kamu yang gua alas." Sahut tante Yaya dengan nada tinggi.


"Maksudnya gimana ini?"


"iya itu modal bahan makanan kan aku yang belanjain, aku dong yang ngebagi hasilnya ke kamu, bukan ke balik."


"Oalaah ya! Kan bahan makanan ngga beli baru itu stok ada di kulkas!."


"Ni si Mamat juga awalnya dia mau bantuin kamu juga Aku yang tawarin, Dia bilang mau aja bantu asal bosnya Aku. Bukan kamu."


"Bener Mat gitu?" Tanya Rani.


"Nggak bu, Mamat mah bantu siapa aja bosnya, yang penting Mamat dapet uang tambahan buat lahiran istri. Nggak mikir siapa bosnya yang Mamat bantu sama aja asal ada uang lebih." Mamat melengos karena nggak enak melihat Rani dan tante Yaya adu argumen.


Rani lebih memilih pulang duluan meninggalkan tante Yaya pulang naik taksi.


...


Keesokan harinya,


"Ran angkat telponku"


"Ran aku ngga ke foodcourt, si Mamat juga lagi rapat sama bosnya."


"Ran angkat telponku"


"Ran angkat!"


"Ran, baca dong, ngga marah gitu!"


Whatsapp dan telpon tante Yaya terus berulang.


...


Tante Yaya menemui Rani, bermaksud mengalihkan persoalan soal konfliknya dengan Rani di foodcourt.


"Eh Ran, ini di grup SMA aku pada mau ngadain reuni, ada sodara suamiku si Radit. dia udah deket banget sama aku ngajak ketemuan nanti siang biarin tenan ada Mamat, kamu ikut yah nggak enak kalo ketemu sendiri."


Tante Yaya sudah di halaman rumah setelah ngedrop bahan makanan dan properti tenan, tante Yaya bersikukuh ngajak Rani bertemu teman SMA nya. Sejak kejadian malam sebelumnya, Rani sudah tak di anggap lagi oleh tante Yaya.


Tenan sudah sepenuhnya tante Yaya ambil alih semuanya. Rani diam di mobil sesuai permintaan tante Yaya.


"Udah kamu diem di mobil!" Sungut tante Yaya dengan mata mendelik sambil membawa property bahan makanan yang tertinggal ke tenan dibantu Mamat.


Setelah ngobrol dengan Mamat, tante Yaya masuk kembali ke mobil dan membawa Rani bertemu dengan teman SMA nya.


...


Tiba di tempat janjian, Rani dikenalkan pada Radit teman SMA tante Yaya.


"Eh Ya, Lo pernah share tenan milik lo. Dimana itu? gua ikutan jualan lah disana, siapa manajernya?"


"Oh itu, temen sodara gua yang ngurus ketemu manajernya. Gua gak tau." Ujar tante Yaya yang takut tersaingi. Sambil menunjukan wajahnya pada Rani. Radit tersenyum santun pada Rani.


"Entar deh gua icip makanannya ya, besok ngajak istri gua kesana. Dia usaha catering juga cuma masukin ke pabrik. Rencananya mau buka tenan, lagi nyari tempat."


Selanjutnya mereka terlibat obrolan masa lalu. Rani lebih memilih order makanan dan minuman.


...


Keesokan harinya, Radit berkunjung ke tenan, namun tante Yaya sengaja tak menemui karena ia tak mau Radit menyewa di tempat yang sama. Tante Yaya tak mau modalnya ketauan dan takut tersaingi.


"Ran! gila aja si Radit beneran ke foodcourt. Nanyain siapa yang punya tenan terus nyariin manajernya, sialnya tu si Mamat nunjukin ketemu pak Yadi."


"Dia videoin tempat yang mau disewa lebih gede dari tenan gua. Dasar anj*** Dia upload di grup SMA pula! Katanya mau reunian jadinya di tempat foodcourt. Anj*** banget kan Ran?"


"Pake acara foto bareng sama pak Yadi pula!" Bangs*** banget kan tu orang!"


"Awas aja begitu hari pertama dia buka tenan disana, najis gua barengan ada disana!."


Suara tante Yaya sewot. Rani hanya mendengarkan.


"Ran! pokonya gimana caranya tenan ditutup secepatnya, sebelum tu makhluk ngeliatin batang hidungnya depan gua di foodcourt." ujar tante Yaya kebakaran jenggot.


"Kamu sabtu malam ketemu pak Yadi, pokoknya gua ngga mau bareng si Radit bego itu."


"Tuh Ran, dia upload foto lagi di tenan bareng temen gua yang lain rame-rame katanya survei tempat." Tante yaya mengirimkan screenshot foto temannya dengan caption


'Heh Yaya, Lo dimana? lo jangan takut kesaingan kita cuman makan-makan๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ gua mulai Senin sewa tenan disana udah deal dealan ni sama managernya..'


Suara tante Yaya kembang kempis berburu nafas karena menahan amarah.


Pokoknya gimana caranya kamu alasan cabut tenan asal jangan bilang soal si Radit.


"Hmmm iya." ujar Rani pendek.

__ADS_1


Mungkinkah ini karmamu ya Allah?


Gumam dalam hati Rani bahagia.


...


Sabtu sore,


"Pak Yadi, saya mau ketemu bapak nanti malam ya."


"Baik bu, ditunggu jam 8."


Sabtu malam minggu jam 8 Rani sudah sampai foodcourt, nampak pak Yadi duduk di bangku tamu.


Tante Yaya tak pernah mau duduk barengan dengan Pak Yadi karena segan. Tak seperti Rani yang sudah akrab dengan Pak Yadi.


Rani menghampiri Pak Yadi memberi salam dan duduk berhadapan.


"Sibuk bu? gak keliatan lagi di tenan hanya ada Mamat dan sesekali ibu itu." ucap pak Yadi.


"Iya pak, makanya saya mau ijin mulai besok ijin pamit nggak lagi jualan." Ujar Rani.


"Kenapa bu koq ngedadak. Dapet tempat baru?"


"Nggak pak," Rani seraya tersenyum.


"Padahal omzet lagi bagus bu!"


"Iya pak ada yang harus diperbaiki manajemennya" Tambah Rani berbohong.


"Baiklah bu, saya gak bisa menahan dan memaksa. Mengenai uang deposit nanti saya transfer ke rekening ibu. Kirimkan saja nomor rekeningnya"


"Baik pak."


...


Malam itu semua properti dan bahan makanan di angkut ke mobil dan Rani pamit pada rekannya sesama tenan yang lain. Semua pada kaget. Ada yang paham mengenai konflik Rani dan tante Yaya dari Mamat.


"Maaf ya Mat, kerjasamanya cuma bentaran. ujar Rani.


"Gak apa-apa bu, saya senang kerja bareng ibu. Nanti kalau ibu butuh Mamat masih ada disini ya."


"Iya Mat." Rani pulang diiringi dengan semua mata memandang.


...


Hari senin tiba, Tante Yaya memantau pergerakan Radit melalui Mamat.


"Mat, ada orang baru yang ngisi tenan yang bekas coffeshop gak? Tanya Tante Yaya.


Nggak ada bu, mungkin agak siangan.


...


Selasa,


"Mat, ada orang baru yang ngisi tenan yang bekas coffeshop gak?"


"Nggak ada bu" Jawab Mamat.


Tante Yaya selalu menelpon Mamat setiap hari sampai hari ke delapan untuk mengecek Radit. Ia pun mengecek pergerakannya di grup Whatsapp. Namun tak ada pergerakan. Iseng-iseng tante Yaya nanya dan ngetag Radit di grup nanya kabarnya.


Lalu teman yang lainnya menimpali,


"Nomernya si Radit kayaknya udah gak aktif, dari seminggu yang lalu, anaknya juga kayaknya kabur. Bawa duit reunian kita, raib entah kemana bareng istrinya ngilang."


Tante Yaya bengong.


"Terus ngapain kemarin gua marah dan hengkang dari foodcourt padahal si Radit ngga jadi sewa tenan disana?"


Tante Yaya nggak percaya pada Mamat, dia menelpon kasir menanyakan tenan coffee shop apa sudah ada yang sewa.


"Yang coffeeshop udah pindah bu, tenannya kosong."


Tante Yaya mengambil motor, ia menuju foodcourt pura-pura jajan mie ayam dan es cendol. Ternyata benar, tenan coffeshop itu kosong dan tenan bekas Ranipun masih belum ada penyewa.


Tante Yaya menyesal kenapa ia gegabah terburu-buru mengambil keputusan.


...


Teman-teman, carilah rezekimu dengan baik. Baik cara mengonsumsinya maupun cara mendapatkannya. Karena karma bersifat tabur tuai.


#tobecontinue #truestory #Cerbung #Kumiko


...

__ADS_1


__ADS_2