
Rutinitas Firman Setiap pagi, pukul setengah tujuh sudah berangkat yang katanya berangkat ke "kantor", tentunya sudah mendapat pelayanan eksklusif dari Rani mulai dari jatah "serangan fajar" yang wajib tiap hari dan sarapan pagi, jika ia tak mendapatkannya Firman akan marah setengah mati lalu akan meninggalkan Rani berhari-hari dan ia akan kembali seolah-olah tak ada yang terjadi.
Ransel merk 'eksp** seperti anak sekolah jadi bawaan wajib Firman. Meski Rani menyarankan membeli tas baru, hanya tas itu yang dia mau. Rani menyarankan itu karena tidak ada kesempatan untuk mencuci tas itu sampai bau tas itu mirip pasar ikan.
Barang bawaan yang rutin Firman bawa dalam tas itu, botol kosong air mineral 1.5 literan 5-10 botol, berbagai macam kunci kantor yang Rani hitung sampai lebih dari 50 pcs, perkakas mini obeng kecil, gunting dll.
Firman akan membawa kembali botol kosong itu ke rumah dengan posisi sudah terisi penuh. Botol-botol air itu ia simpan di kamar khusus di minum Rani dan dirinya, tak ada orang lain yang boleh menyentuhnya.
Untuk seorang staf administrasi, Rani pikir bawaan suaminya sungguh tak wajar. Dia selalu memakai jaket parasit yang tak pernah di cuci atau jaket kulit patchwork yang ia dapatkan dari sepupunya dari kampung, padahal Rani menyediakan jaket lain yang layak ia pakai setiap kali akan berangkat kerja.
Sendal kulit dan sepatu yang Rani belikan sengaja Firman pakai tanpa memerhatikan cuaca, ketika hujan justru ia akan sengaja memakai sendal dan sepatu kulit agar cepat kusam.
Setiap kali ia berangkat kerja selalu mampir ke tempat kerja sepupunya untuk minta ongkos dengan alasan, uang gajinya di ambil Rani semua.
Ternyata kelakuan OOTD dan hal lainnya itu Firman lakukan bukan tanpa tujuan, ia ingin memperlihatkan pada orang-orang di lingkungan kerja dan keluarganya bahwa ia tak pernah mendapatkan perhatian, dipedulikan dan di urus oleh Rani.
...
Kunjungan rutin Rani dan Firman di hari minggu ke rumah orangtua Firman.
Bagian belakang rumah mertua Rani di pakai warung, berhubung posisi rumahnya di hook jadi bagian belakang tersebut masih berhadapan dengan jalan.
Rani di biarkan menunggu di ruang tamu, sisi lain dari bagian rumah sedangkan keluarga mereka berkumpul dan bercengkrama di warung mertua,
__ADS_1
Rani merasa tak enak duduk sendirian seperti tamu, dan bermaksud bergabung dengan keluarga lainnya di warung yang tersekat ruangan tengah.
"Ni liat bu, baju belel, celana belel, sepatu yang udah blusuk kena air mana mau dia ngurusin suaminya. Dia ngga pandai ngurus keluarga, yang dia pedulikan cuma dirinya sendiri, make up nya selalu baru, bajunya gonta ganti dan bermerk apalagi tasnya yang selalu baru. Aku? gak lebih baik dari dia." Curhatan Firman pada ibunya yang terdengar Rani persis di lawang pintu menuju warung.
"Ooh jadi ini alasan kenapa dia selalu pergi dari rumah memakai baju dan tas ala gembel" Monolog Rani dengan dirinya dalam hati.
...
Setibanya di rumah Rani mengonvirmasi maksud ucapan Firman saat di rumah orangtuanya,
"Ah ngga! kamu salah dengar!"
"Mas, kalo aku bukan perempuan yang kamu inginkan, lebih baik lepaskan!"
"Nggak! sampai kapanpun aku tak akan melepaskan kamu! sudah jangan di bahas lagi." pinta Firman seolah menjadi diri yang lain saat berhadapan dengan Rani.
...
Kebiasaan Rani yang baru semenjak menikah dengan Firman, migren yang tak kunjung sembuh, asam lambung yang sering kambuh.
Awalnya Rani pikir pengaruh fengshui rumah dan setiap pergantian hari dari maghrib badan Rani meriang, kulitnya panas seperti terbakar api hanya di waktu maghrib saja, beberapa kali konsultasi ke dokter namun tak menemukan satupun penyakit yang serius.
Suasana rumah yang tadinya tenang dan nyaman, semenjak kehadiran Firman di rumah orangtua Rani banyak keanehan di luar nalar.
__ADS_1
Setiap tengah malam, genteng rumah terdengar seperti di sawer pasir. Konon katanya jika hal ini terjadi "orang pintar" sedang beraksi.
...
Satu moment, saat anak sulung Rani lahir.
Akbar, anak sulungnya sejak lahir tidurnya tak pernah nyenyak sampai mama kesal melihanya,
"Dimana-mana bayi baru lahir itu tidurnya nyenyak, ni anak sejak brojol nangisnya ga berenti-berenti meski udah di susui." mendengarnya Rani jadi ngga enak hati.
Mungkin kontak batin Rani yang merasa perih bersuamikan Firman yang janggal terasa oleh baby Akbar.
Hal ini berlangsung selama 1 tahun pertama, dimana baby Akbar akan menangis di jam-jam tertentu dari ashar menuju maghrib mulai rewel dan mulai menangis tantrum tiada henti sampai pukul 9 malam, menangis tanpa sedikitpun air mata yang keluar.
Rani dan Mama hingga Ranti harus dibuat panik setiap hari ketika menghadapi waktu ashar sampai malam tiba.
Tetangga Rani lama kelamaan tau kebiasaan ini namun mereka tak mampu menolong. Baby Akbar baru akan berhenti menangis beberapa saat Firman akan tiba di rumah, jadi ketika Rani cerita hal itupun Firman terlihat tenang entah karena tidak tau ataukah memang ada sesuatu.
Beberapa kali Rani dibuat khawatir mendapati bekas telapak tangan dewasa di punggung anaknya padahal dia sedang Rani gendong. Menyikapi itu Firman seolah sudah paham.
...
Seringkali Firman pamit pergi ke luar kota selama 7 hari, selama itu pula nafkah Rani bergantung pada orangtuanya karena Rani tak mampu memenuhi kebutuhan diri dan anaknya karena harus mengurus baby Akbar, Firman tak pernah memikirkan kebutuhan Rani maupun anaknya, Ia datang dan pergi sekehendak hatinya.
__ADS_1
...
#tobecontinue #truestory #Cerbung #tanteyaya #Kumiko #addakumiko #noveltoonindonesia