
Ketidak jujuran Firman pada orang lain dan keluarganya, pun ia lakukan pada dirinya sendiri. Ia tak pernah merasa di urus, di perhatikan oleh Rani. Ini selalu ia gaungkan kemanapun ia pergi dan ketika bertemu siapapun, ternyata semesta mengabulkan doanya dengan cara yang berbeda dan sampai kini firman meratapi perpisahannya dengan Rani, Media sosialnya penuh dengan status-status kenangan-kenangan yang menurutnya manis dan berharap ia bisa mengulangnya kembali dengan Rani.
...
Masih 3 bulan masa pernikahan, tubuh Firman belum segemblung saat terikat dalam pernikahan dengan Rani selama 12 tahun.
"Enak ya kamu sekarang punya istri pandai ngurus, ini beneran kamu kan Firman? dulu cungkring kayak cacing sekarang lagaknya kayak bos perut tu dadut balapan bareng anumu."
"Ish!, ngga gitu ceritanya justru istriku itu pandai bersolek ngga pernah merhatiin aku sebagai suaminya, kamu liat nanti kalo dia mendekat penampilannya kayak pegawai bank, aku yang dulu dengan yang sekarang sama aja segalanya ngurus sendiri." Jawab Firman dengan tersungut-sungut.
Rani mendekat, Rani sebenarnya mendengar obrolan Firman dan teman lamanya, namun ia berpura-pura tak mendengar.
...
Sesampainya di rumah, Rani bertanya kembali pada Firman pengakuannya tadi yang Firman sampaikan pada temannya,
"Mas beneran ngerasa ngga di urus sama aku?" Tanya Rani.
"Kata siapa?."
__ADS_1
"Tadi aku dengar kamu ngomong gitu depan temen kamu."
"Kamu ngapain curi dengar obrolan orang, dasar gak tau diri!" Sentak Firman.
"Maksud kamu aku yang ga tau diri?"
"Iya Kamu tu gak tau diri, Tau kamu arti Arrijaalu qowwamuuna ala nissa? laki-laki itu pemimpin wanita!, Dari jaman dulu perempuan itu di angkat derajatnya oleh laki-laki dengan menikahinya!"
"Jadi kamu mestinya bersyukur ada yang ngangkat derajat kamu!"
Rani terkaget selama ini ia tak pernah berpikir sampai sejauh itu, kalau Firman punya pemikiran seperti itu.
"Heh inget kamu, dimana-mana posisi perempuan itu lebih rendah dari laki-laki, ia akan naik derajatnya jika ada laki-laki yang mengangkat derajatnya! dan kamu di angkat derajatmu oleh ku! paham kamu!"
...
Rani menghela nafas panjang, ternyata itu alasan selama ini merendahkan dirinya karena merasa punya keangkuhan dalam dirinya jika ia telah mengangkat derajat seseorang yaitu Rani.
...
__ADS_1
"Anak-anak babah dari kecil nggak pernah babah dan ibu asuh dari kecil karena keadaan ekonomi yang terpuruk. Jadi ketika Firman lahir dia ibu berikan ke Uwanya, ketika uwanya nggak sanggup membiayai di lempar ke bibinya, ketika bibinya yang satu sudah nggak sanggup di lempar lagi ke uwanya yang lain. begitupun adik-adiknya. tapi yang bungsu dia dari bayi sampai kuliah di asuh ibu full." begitu ibu dan babah saling menimpali ceritanya satu sama lain, bola mata mereka seringkali mengarah ke kanan atas tanda mengingat masa lalu yang mereka alami.
Rani menyimak dengan seksama,
"Mungkin karena faktor itu Firman jadi punya kelainan dan bermasalah dengan kepribadiannya, karena krisis identitas yang dia adaptasi dari berbagai pola asuh." Monolog Rani dengan dirinya.
Ia tak bisa menyampaikan rasa suka dan memberikan kenyamanan pada dirinya dan anak-anaknya karena dari kecil ia tak pernah diberikan kenyamanan orang terdekatnya.
...
Mengalami banyak pembelajaran hidup dengan Firman membuat Rani beniat mempelajari tentang seluk beluk manusia, termasuk segala permasalahan mereka. Agar Rani siap menghadapi keanehan-keanehan yang ditampakkan Firman.
Ia memutuskan untuk mendaftar dirinya untuk kembali mengenyam bangku kuliah, dimana merasa tersaingi tak ingin Rani menjadi Wanita maju dan lebih smart darinya.
Namun harapan Firman kali itu pupus karena ayah Rani mendukung Rani untuk terus melanjutkan pendidikannya, agar Rani bisa lebih mandiri.
...
#tobecontinue #truestory #Cerbung #Kumiko
__ADS_1