Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Berjanji untuk menunggu


__ADS_3

...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...******Jangan pernah berjanji jika memang sulit untuk menepati. Karena sekecil apapun janji, tetaplah janji yang harus ditepati tanpa terkecuali******....


...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


...23.Al-Mu'minลซn : 8...


...ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู„ูุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู‡ู’ุฏูู‡ูู…ู’ ุฑูŽุงุนููˆู†ูŽ...


...Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,


...


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; apabila berkata berdusta, apabila berjanji tidak ditepati atau ingkar, dan apabila dipercaya berkhianat.


(HR. Bukhari dan Muslim).


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Riuh gemuruh rasa memenuhi rongga-rongga


Ketika secuil laku membeku


Gurau senda lesap terbawa ego


Seakan menjadi saksi luapan terpendam


Bermanja dalam kata


Waktu bersama tak mampu mengurai


Segala duka kini menekan


Memaksa sesak menyeruak


Perlahan rindu menyusup


Rasakan debar sepanjang hening


Cemburu tak terucap menyambar


Cengkrama pun jadi serasa hambar


Mengapa terjadi?


Hilang ceria saat bersama


Masihkah percaya?


Cemburu memporak-porandakan cinta


Kita sama berbagi rasa


Namun tak ada niat silang ikatan


Akankah ini menjadi alasan?


Hingga merenggang jalinan


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Azizah masih termenung sendiri di dalam kamarnya, bayangan wanita cantik bercadar itu selalu terbayang, siapa wanita itu?


Mengapah hatiku sakit saat dia begitu dekat sama ka Khairul, kenapa juga aku kemarin harus pergi harusnya aku bertaya sama ka Irul.


Harusnya aku percaya sama ka Irul, mungkin saja dia teman dari ka Syarif, tapi kenapa ka Irul yang mengantar nya kenapa ga ka Syarif.


Besok aku harus bertanya sama Ana pasti dia tau" fikir Azizah dalam hati.


Setelah selesai makan malam, ibu Qomariyah ibunya Khairul mengumpulkan anak-anaknya, kebetulan mereka sudah berkumpul ada maryam, syarip, Khairul, Hidayat dan juga si cantik Anisa rahma.

__ADS_1


Ibu Qomariah menasehati anak-anaknya untuk tabah atas ujian yang menimpah mereka .


โ€œibu Syarif mau minta ijin mungkin untuk sementara waktu Syarif tidak Melanjutkan pendidikan Syarif, insyallah Syarif mau bantu ibu di rumah" ucap Syarip meminta kepada ibunya.


"Jangan nak selesaikanlah pendidikan mu dulu, insyaallah, kalau masalah biaya nanti akan ada jalanya" ibu Qomariyah menyakinkan anaknya itu.


โ€œiya kang Irul menimpali, insyaallah aku dua minggu lagi pergi ke kalimantan, sudah ada surat panggilan nya, walau masih pendidikan 3 sampai 6 bulan tapi insyaallah sudah di gaji dari perusahan.


Jadi akang jangan terlalu memikirkan biaya pendidikan akang sama Hidayat maupun Anisa, kalian teruskan aja pendidikan kalian jadikan kalian seperti yang di inginkan almarhum ayah.


Dan semoga kalian bisa sukses dalam pendidikan kalianโ€ ucap Khairul.


"Harusnya akang yang bertanggung jawab atas keluarga kita de, akang anak laki-laki tertua, akang malu sama kamu de dari dulu kamu sudah bayak berkorban untuk keluarga kita" jawab Syarip.


โ€œGa usah berpikir begitu kang, siapapun sama saja, kita sudah punya jalan hidup masing-masing yang kita perlukan sekarang itu saling mendukung saling menguatkan.


Tolong jaga ibu dan adik-adik kang, mungkin Khairul baru bisa pulang saat cuti aja, Irul ga bisa jagain ibu, begitu juga sama adik-adik,". pinta Khairul.


"Ibu gimana kalau Anisa ikut maryam aja," maryam memberi saran.


โ€œjangan teh kasian ibu ga ada temenya di rumah kan kang Syarif sama Hidayat bentar lagi pulang ke pondok" ucap Khairul memberi saran.


"Ya sudah insyallah semua ya baik-baik aja, sekarang udah malam lebih baik kita istirahat aja" ibu Qomariyah, menyuruh anaknya untuk istirahat.


Keesokan harinya Azizah jalan ke rumah Ana, dia ingin di temani melihat keadaan Iriul.


Sampai di rumah Ana dia melihat Anah lagi duduk di depan rumahnya, Ana pun senang melihat kedatangan sahabatya itu.


"Eh Azizah kenapa kemarin kamu nagis, di pangil -pangil ga nyaut lagi?," gerutu Anah.


โ€œMaaf An aku juga ga tau. kenapa aku kemarin bersikap seperti itu, An ada yang ingin Ku tanyakan boleh kan" tanya Azizah.


"Iya boleh mau nanya apa sahabatku yang paling cantik ini" ucap Ana manja.


โ€œAzizah pun ragu-ragu".


"Ga usah ragu tanya aja" bilang Ana kalau aku tau pasti ku jawab.


โ€œAn sebenarnya cewe yang pakai cadar kemarin yang sama ka irul siapa ya ?" tanya Azizah ragu.


โ€œSiapa yang cemburu aku Cuma mau tau ajaโ€ jawab Azizah ketus.


"Ga cemburu ko langsung kabur, hehe makanya tanya dulu jangan langsung main kabur-kaburan tar nyesal loh" goda Ana


โ€œIh apaan si An, tinggal jawab aja ribet baget malah panjang kali lebar" jawab Azizah kesal.


"Iya cewe cantik kemarin itu namanya Khairunisa az-zahra, dia sama abinya yang menolong ka Irul pas kecelakaan, tapi tenang jagan takut dia ga mungkin bersaing sama kamu teh Nisa dah berumur 24, jadi aman he,he" Ana terus aja menggoda Azizah.


โ€œAn gimana keadaanya ka Irul, aku pengen negok ka Irul, tapi ga enak, bisa ga kamu temenin aku sekarang " pinta Azizah memohon.


"Bentar ya, aku ijin dulu sama umi " mereka berdua pun jalan ke rumah Khairul .


Setelah sampai mereka mengucapkan salam, dan di jawab oleh Anisa adik bungsu irul.


โ€œaa irul ada neng ? tanya Ana.


Ada di belakang teh dia lagi di saung belakang, kesana aja teteh, paling dia lagi ngasih makan ikan di balong.


โ€œOh iya neng teteh ke belakang ya salam sama ua" ucap Ana .


Tidak jauh dari rumah Irul terlihat ada gubuk di atas kolam ikan, khairul pun terlihat lagi duduk di sana.


Senyumpun merekah di wajahnya setelah dia melihat siapa yang datang.


"Asalamualaikum" Ana dan Azizah memberi salam.


"Waโ€™alaikum salam" jawab Irul.


"Gimana keadaan ka Irul ? " tanya Azizah.


โ€œAlhamdulillah de kaka baik, gimana kabar Azizah maaf kaka ga bisa ngabarin Azizah belakangan ini.


Kaka juga mau pamit insaallah 2 minggu lagi kaka jalan ke kalimantan" ucap Khairul.


"Cieleh pamitnya Cuma sama pujaan hati, apalah diriku ini Cuma obat nyamuk .


Dah ah aku mau ke rumah ua aja, awas jagan deket-deket belum syah" potong Ana sambil ketawa dan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


โ€œkaka jadi berangkatnya, berapa lama kaka di sana?" tanya Azizah.


"Insyaallah kaka berangkat 2 minggu lagi pendidikan ya sekitar 3 sampai 6 bulan .


Azizah percaya, kalau kita berjodoh sejauh apapun kita di pisahkan jarak, selama apapun kita di pisahkan waktu .


Pasti Allah akan mempertemukan kita dalam ikatan pernikahan, dan seandainya kalau kita tidak berjodoh yakin alloh telah mempersiapkan jodoh untuk Azizah yang jauh lebih baik dari Akang.


Kita boleh saling cinta tapi akang harap kita tidak boleh memaksakan sesuatu yang bukan bagian kita" Khairul memberi pengertian kepada Azizah.


โ€œiya kang insyaallah Azizah, akan selalu berdoa semoga Allah mempertemukan kita dalam sebuah ikatan suci pernikahan suatu saat kelak.


Tapi Azizah perempuan ka Azizah insyallah akan selalu menunggu akang, tapi Azizah tidak tau dengan orang tua Azizah.


Dan ga mungkin Azizah bilang sama orang tua Azizah tentang janji kita, Azizah ga mau liat umi sama abi kecewa.


Apa tidak sebaiknya akang bilang sama orang tua Azizah sebelum kaka pergi?โ€ Azizah memberi saran pada pujaan hatinya itu.


Bukanya akang tidak mau, tapi keadaan sekarang yang tidak kemungkinan, kita serahkan semuanya pada Allah.


Yakin taqdir Allah itu yang terbaik, semua sudah tertulis di lauhil Mahfudz, kita hanya berencana tetap Allah yang menentukan.


Akang ga mau hanya karna ego kita kita akan menghancurkan masa depan kita, Azizah bersabar tunggu Akang .


Tapi akang ga mau egois akang kasih Azizah kebebasan, untuk menentukan pilihan Azizah saat Azizah tak mampu bertahan dalam penantian.


Insyaallah akang selalu mendukung apapun yang menjadi pilihan azizah .


Karna menurut akang cinta itu bukan memaksakan kehendak, tapi memberikan kebahagian, walau harus tersakiti karna cinta itu memberi bukan meminta.


Cinta itu melihat orang yang kita cintai bahagia, bukan bahagia di atas penderitaan orang yang kita cintai" ucap khairul.


"iya kang, kita sama-sama berdoa semonga kita bisa bersatu dalam ikatan yang di ridhoi, maaf Azizah ga bisa lama-lama Azizah pamit pulang mudahan akang cepat sehat, di lancarkan urusanya, semoga apa yang menjadi cita-cita kaka bisa tercapai.


"asalamualaikum " AziAh mengucapkan salam.


"waalikumsalam," jawab Irul sambil memandang pujaan hatinya yang pergi meningalkanya.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Setelah meningalkan Irul, Aizah pun mendatangi Anah, dan mengajak Anah pulang, setelah mengucapkan salam kepada Anisa mereka pun pergi.


meningalkan rumah Irul tak jauh dari rumah Irul ada yang menyapa Anah , "Asalamualaikum An dari mana? " tanya pemuda itu.


"Waalaikumsalam, eh ka Syarip, dari rumah ka Syarif tadi ketemu sama ua, kang syarip dari mana?" taya ana .


"kaka dari rumah nya ustadz samsul, ya udah kaka duluan sambil mengucapkan salam".


Beberapa langkah Syarif pun menegok ke belakang dia melihat wanita yang berjalan sama adik sepupunya itu, ada getaran-getaran yang tak biasa .


Hatinya merasa aneh demgan perasan yang ia rasakan, dia mengingat-ngigat, siapa wanita yang bersama Ana, saat ia mengingat sebuah nama tersunging senyum di wajahnya.


Iyaa di pasti Azizah teman sekolah Khairul, batin ya.


Dulu terakhir dia melihat Azizah 3 tahun yang Lalu saat Azizah masih smp, dia sering belajar bareng sama Ana, dan irul, tak kusangka dia sekarang sudah menjadi seorang gadis yang cantik.


Astagfirullah. kenapa aku jadi memikirkan Azizah" batin Syaripudin.


"Azizah bertaya sama Ana, itu tadi ka Syarif ?, ko berubah baget ya sekarang penampilan udah kaya ustadz" tanya Azizah


"lah emang dia ustadz, sebentar lagi namanya berubah jadi ustadz syaripundin Sag. tapi iget tuh mata di kondisikan, jagan serakah sudah punya adiknya sekarang melilik kakanya.


"Apa an sih An, aku cuma nanya aja lagian kamu kira aku perempuan apa An, hatiku dah ku kunci dan ga akan terbuka kecuali ka Irul yang buka" jawab Azizah mantap.


"He,he iya -iya percaya aku tau betul siapa kamu ,tapi kan jodoh mah siapa yang tau!" ucap Ana.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


NB:


Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar. maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah.


(HR. Al-Baihaqi)


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2