
...๐ป๐ผ๐ธ๐ผ๐ป...
...4.An-Nisฤ : 34...
...Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.
...
...๐ป๐ธ๐ผ๐ธ๐ป...
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Pernikahan itu suatu ikatan suci .
Dua hati berikrar dengan janji illahi.
Pernikahan itu bukan sebuah permainan,
Yang bisa kau tinggalkan begitu saja saat kau bosan.
Ketika kau punya masalah dengan pernikahanmu, maka ingatlah Sesungguhnya kau lagi beribadah.
Dan setiap ibadah itu pasti ada setan yang menggoda, Karna dia tak rela kita bisa beribadah .
Jagan kalian terpedaya oleh setan, karna dia musuh kita yang nyata.
Terus lah berpegang degan tali agama.
Berjalanlah di atas ilmu yang hak.
Jagan biarkan musuhmu tertawa.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Khairunissa sibuk mempersiapkan pernikahya yang akan di laksakan beberapa hari lagi.
Setelah acara lamaran seminggu lalu.
telah di sepati pernikan akan di lakukan 10 hari setelah lamaran.
Islam menganjurkan agar tidak menunda hal yang baik dalam jangka waktu yang lama. Sebab, kebaikan itu harus segera dilaksanakan, agar nilai ibadah itu akan dapat kita rasakan secepatnya.
Selain itu, ketika waktu menunda cukup lama, maka akan semakin banyak godaan yang bisa saja membuat diri kita terjerumus pada lubang kesalahan.
Oleh sebab itu, Rasulullah ๏ทบ mengingatkan, โBersegeralah beramal sebelum datang berbagai fitnah laksana potongan-potongan malam yang gelap. (Saat itu) di pagi harinya seseorang beriman tetapi di sore harinya ia menjadi kafir. Di sore hari seseorang beriman tapi di pagi harinya ia kafir. Ia menjual agamannya dengan harta dunia,โ (HR. Muslim dan Abu Hurairah).
Jadi, alangkah lebih baik bagi kita untuk tidak menunda cukup lama hari baik itu. Semakin cepat kurun waktu menuju pernikahan, maka itu semakin baik
Keluarga Rosid pun tidak pulang ke kalimantan mereka tingal di rumah keluarganya yang Ada di Jakarta hanya
Rosid yang pulang ke kalimantan untuk melengkapi berkas-berkas untuk pernikahan.
Rosid pun sering meminta bantuan Khairul untuk persiapan pernikahnya karna Khairul orang yang ia kenal di juga sahabat yang ia punya di kampung calon istri ya .
Kebetulan semenjak pernikahanya Khairul memutuskan untuk risen dari pekerjaan di kalimantan.
Mau tidak mau ,suka tidak suka Khairul pun lebih sering bertemu dengan keluarga ustadz soleh termasuk Nissa wanita yang sangat ia kagumi.
Walau Khairul bersikap biasa tetap saja Sopy selalu salah paham ,rasa cemburu Sopy yang berlebihan telah membutakan.
membuatnya menutup kebenaran.
Tapi Khairul selalu sabar menghadapi Sipat kekanak-kanakakan istrinya.bahkan tak jarang Khairul di buat khawatir oleh tingkah laku istrinya yang manja,.
Lambat laun pun telah banyak perubah di dalam diri Sopy,dia kini lebih menutup dirinya,cara berppakaiyanya ,juga tutur katanya.kini sopy menjadi Sopy yang sangat berbeda .
โSampai pak ardi sendiri merasa heran dengan perubahan putrinya.
Jauh di lubuk hati pak Ardi sangat senang dengan perubahan putri kesayangan ya itu,kini putrinya sudah kembali memiliki semangat hidup.bahkan lebih ceria dari dulu sebelum musibah itu terjadi.
__ADS_1
Dia begitu bersyukur karna menantinya itu benar-benar bisa membimbing putrinya yang keras kepala dan manja ,itu menjadi pribadi yang lebih baikโ.
Rosid menelpon Khairul minta di temani untuk bertemu dengan Anisaa ada hal yang ingin di bahas tentang acara pernikahan mereka, Rosid tak ingin bertemu Nissa hanya berdua karna mereka belum resmi menikah neraka baru bertunangan.
Yang perlu di ketaui khitbah bagaimanapun keadaannya tidak akan dapat memberikan hak apa-apa kepada si peminang melainkan hanya dapat menghalangi lelaki lain untuk meminangnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits :
ููููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฃููู ููุจูููุนู ุจูุนูุถูููู ู ุนูููู ุจูููุนู ุจูุนูุถูุ ูููุงู ููุฎูุทูุจู ุงูุฑููุฌููู ุนูููู ุฎูุทูุจูุฉู ุฃูุฎูููููุ ุญูุชููู ููุชูุฑููู ุงููุฎูุงุทูุจู ููุจููููู ุฃููู ููุฃูุฐููู ูููู ุงููุฎูุงุทูุจู
Nabi shallallaahu โalaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.
Dari hadits diatas mayoritas ulamaโ menyimpulkan bahwa hukum dari tunangan adalah mubah.
Namun sebagian ulamaโ cenderung memandang bahwa tunangan itu hukumnya sunah, dalam mazhab syafiโI telah pasti diketahui bahwa tunangan dihukumi sebagai sebuah perkaramustahab (disukai).
Hal ini dengan alasan bahwa akad nikah adalah perjanjian luar biasa bukan seperti akad-akad yang lain, sehingga disunahkan didahului khitbah sebagai periode penyesuaian kedua mempelai dan masa persiapan untuk menuju mahligai rumah tanggapun akan lebih mantap.
Melamar (khitbah), begitu pula pemberian hadiah, tukar cincin, tunangan, dan semacamnya, baru sekadar janji atau keinginan untuk menikah, bukan pernikahan itu sendiri.
Sebab, pernikahan tidak terlaksana kecuali dengan akad nikah yang memiliki syarat dan rukun tersendiri. Ini artinya, laki-laki yang melamar dengan perempuan yang dilamarnya masih tetap bukan mahram.
Dengan demikian mereka tidak boleh berkhalwat, berduaan, saling memandang, bergandeng tangan, dan sebagainya kecuali dalam batas yang diperbolehkan syaraโ, yaitu bagian wajah dan kedua telapak tangan. Demikian sebagaimana yang dikemukakan oleh Az-Zuhayli:
ุงูุฎุทุจุฉ ู ุฌุฑุฏ ูุนุฏ ุจุงูุฒูุงุฌุ ูููุณุช ุฒูุงุฌุงู ุ ูุฅู ุงูุฒูุงุฌ ูุง ูุชู ุฅูุง ุจุงูุนูุงุฏ ุงูุนูุฏ ุงูู ุนุฑููุ ููุธู ูู ู ู ุงูุฎุงุทุจูู ุฃุฌูุจูุงู ุนู ุงูุขุฎุฑุ ููุง
ูุญู ูู ุงูุงุทูุงุน ุฅูุง ุนูู ุงูู ูุฏุงุฑ ุงูู ุจุงุญ ุดุฑุนุงู ููู ุงููุฌู ูุงูููุงู
Artinya, โKhitbah itu baru sekadar janji pernikahan. Bukan pernikahan. Sebab, pernikahan tak terlaksana kecuali dengan sahnya akad yang sudah maklum. Dengan begitu, laki-laki yang melamar dan perempuan yang dilamar statusnya masih orang lain.
Tidak halal bagi si pelamar untuk melihat si perempuan kecuali bagian yang diperbolehkan syariat, yakni wajah dan kedua telapak tangan.โ (Lihat Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, jilid IX, halaman 6493)
Selain membantu persiapan pernikan Rosid ,Khairul pun sibuk membatu persiapan pernikahan sahabat ya yang lain Hafidz dan adik ya Ana.
Khairul begitu bahagia melihat satu persatu orang-orang yang ia cintai berbahagia ,sedikit besarnya melupakan masalah rumah tangga nya yang penuh dilema.
Khairul selalu berusaha bersikap baik sama istrinya bahkan dia selalu menuruti kemauan istrinya selama itu tidak melanggar syariat agama.
Khairul pun selalu menunaikan kewajiban ya sebagai suami, dia selalu berusaha menjadi suami yang baik buat istrinya hanya saja selama pernikaahanya dia belum sekalipun menunaikan kewajibannya dalam masalah nafkah batin untuk istrinya.
Tak ada kemarahan dalam diri Khairul, dia me coba mengerti keadaan istrinya mungkin istrinya belum siap, atau mungkin istrinya takut akang keselamatan janin dalam rahimnya.
Khairul tak ingin berpikiran negatif ,dia berusaha berkhuanudzon pada istrinya.
Dia pun tak pernah menceritakan masalah rumah tangganya kepada siapapun, dia hanya ingin menyelesaikan masalahnya denga caranya sendiri.
Biar waktu yang akan berbicara bagaiman dia menyelesaikan masalah rumah tangga ya yang penuh dengan warna itu.
โdi lain sisi Sopy merasa bahagia akan perlakuan suaminya yang di luar dugaan ya laki-laki yang dulu sering dia anggap sebagai es batu karna sangat cuek kepada wanita.
Teryata begitu hagat kepadanya, walaupun ia tau dirinya bukan istri yang dia harapkan, Sopy tau kisah cinta Suaminya dengan Azizah tempo dulu, dan dia pun tau.
Seberarnya yang ingin ia nikahi adalah teh Nissa calon istri dari sahabat suaminya.
Diapun tau bagaimana sebenarnya teh Nisaa mengagumi suaminya,itu.
Sopy sudah berusaha belajar untuk menjadi istri sholehah, istri yabg sangat di harapkan oleh suaminya, dia sudah berjanji pada dirinya.
Ingin mengabdi kepada suaminya yang sudah begitu baik kepadanya tak pernah sekalipun suaminya itu menyakitinya walaupun dia tau kalau suaminya itu tak mencintainya.
Iya ingin membalas pengorbanan suaminya yang telah mengorbankan masa depan ya untuk menutupi aib keluarganya.
Hanya saja sopy belum bisa memberikan raga nya seutuhnya kepada suaminya walaupun ia sangat ingin melakukanya.
Bayangan itu selalu muncul saat suami tercinta mulai mencumbunya , pengalaman pahit pemerkosaan yang ia rasakan itu begitu membekas sampai iya trauma kalau ada laki-laki yang membuka pakainya, padahal ia tau kalau itu suaminya sendiri.
Laki-laki yang sangat ia cintai,yang halal baginya, yang sudah seharusnya ia melayaninya, menyerahkan sepuluh jiwa dan raga nya.โ
Sopy menuruti nasihat suaminya, yang dia dengar dari suami tercintanya.
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmuโah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan tentang adab istri terhadap suami sebagai berikut:
โAdab istri terhadap suami, yakni: selalu merasa malu, tidak banyak mendebat, senantiasa taat atas perintahnya, diam ketika suami sedang berbicara, menjaga kehormatan suami ketika ia sedang pergi, tidak berkiahanat dalam menjaga harta suami, menjaga badan tetap berbau harum, mulut berbau harum dan berpakaian bersih, menampakkan qanaโah, menampilkan sikap belas kasih, selalu berhias, memuliakan kerabat dan keluarga suami, melihat kenyataan suami dengan keutamaan, menerima hasil kerja suami dengan rasa syukur, menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya, menampakkan rasa gembira di kala melihat suami.โ
__ADS_1
Jadi ada 16 hal yang menjadi kewajiban istri terhadap suaminya
Pertama, senantiasa merasa malu terhadap suami.
Seorang istri hendaknya tetap mempertahankan rasa malu kepada suami meski sudah bukan pengantin baru lagi. Tentu saja malu dalam konteks ini adalah rasa malu dalam arti positif, seperti malu ketika bau badannya menimbulkan ketidaknyamanan; malu berpenampilan tidak menarik; atau malu berperilaku buruk, dan sebagainya.
Kedua, tidak banyak mendebat.
Perdebatan yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan ketegangan dan konflik. Seorang istri hendaknya tidak mendebat suami dalam hal-hal yang tidak perlu.
Namun demikian diskusi serius dengan suami untuk mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan tidak sebaiknya dihindari. Hal ini justru baik dalam rangka bermusyawarah.
Ketiga, senantiasa taat atas perintahnya.
Taat pada suami adalah kewajiban. Namun demikian apabila perintah suami bertentangan dengan syaraโ, seorang istri dapat mengajukan keberatan dengan tetap mengedepankan kesopanan dan cara yang baik dalam menolaknya.
Atau, istri dapat mengajukan alternatif lain dari perintah suami.
Keempat, diam ketika suami sedang berbicara.
Seorang istri hendaknya mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan suaminya. Jika ia bermaksud memotong pembicaraannya sebaiknya meminta persetujuannya terlebih dahulu. Jika ternyata suami tidak memberi ijin, sebaiknya istri diam dan tidak memprotes secara keras demi mencegah timbulnya ketegangan.
Kelima, menjaga kehormatan suami ketika ia sedang pergi.
Seorang istri hendaknya tetap berperilaku baik meski suami sedang tak ada dirumah. Dalam situasi seperti ini seorang istri hendaknya tidak memanfaatkan kesempatan untuk bersenang-senang menuruti hawa nafsu, misalnya dengan pergaulan yang sangat longgar. Hal ini sangat tidak baik sebab bisa berpotensi menimbulkan fitnah.
Keenam, tidak berkiahanat dalam menjaga harta suami.
Seorang istri adalah pihak yang paling dipercaya suami untuk menjaga hartanya. Kepercayaan ini tidak sebaiknya dikhianati dengan penghambur-hamburan yang tidak perlu. Apalagi jika harta itu digunakan untuk kemaskiatan yang sudah pasti akan menimbulkan persoalan yang tidak baik di kemudian hari.
Ketujuh, menjaga badan tetap berbau harum.
Seorang istri hendaknya menjaga bau badannya sedemikian rupa sehingga suami merasa nyaman di sampingnya. Namun demikian hal ini tidak berarti seorang istri harus mandi parfum. Mandi secara teratur dengan air dan sabun mandi yang wangi merupakan cara paling mudah untuk menjaga badan tetap segar.
Kedelapan, mulut berbau segar dan berpakaian bersih.
Tidak hanya terkait dengan bau badan, tetapi juga bau mulut hendaknya menjadi perhatian istri, yakni selalu segar. Demikian pula pakaian yang ia kenakan sehari-hari juga harus bersih. Semua ini adalah agar mereka sama-sama nyaman dalam berinteraksi baik di dalam maupun di luar rumah.
Kesembilan, menampakkan qanaโah.
Seorang istri hendaknya tidak menuntut lebih dari apa yang mampu diberikan suami kepadanya. Ia hendaknya menysukuri berapa pun jumlah atau wujud pemberiannya. Namun demikian hal ini tidak berarti seorang istri tidak boleh mendorong dan mendoakan suami agar lebih maju lagi dalam bidang ekonomi atau bidang lainnya.
Kesepuluh, menampilkan sikap belas kasih.
Seorang istri hendaknya bersikap belas kasih kepada suami atas semua jerih payahnya. Jangan sampai ia bersikap kasar atau bahkan menindas suami yang kondisinya sedang lemah, seperti sakit. Apalagi dengan sengaja menyakiti perasaannya dengan hinaan yang merendahkan dirinya. Bagaimanapun ia harus mengasihi suaminya dengan sepenuh hati.
Kesebelas, selalu berhias. Seorang istri hendaknya selalu tampil menarik di depan suami.
Banyak manfaat dari hal ini, misalnya suami menjadi lebih betah di rumah dan tidak terdorong untuk mencari-cari alasan keluar rumah.
Kedua belas, memuliakan kerabat dan keluarga suami.
Seorang istri hendaknya selalu sadar bahwa suami umumnya memiliki hubungan emosional yang kuat dengan para kerabat dan keluarganya. Oleh karena itu seorang istri hendaknya dapat memperlakukan kerabat dan keluarga suami dengan respek tanpa mempersoalkan status sosial mereka.
Ketiga belas, melihat kenyataan suami dengan keutamaan.
Apapun keadaan suami, seorang isri hendaknya dapat menerimanya sebagai kenyataan. Jika suami keadaannya baik, seorang istri hendaknya mensyukurinya sebagai kenikmatan. Jika sebaliknya, seorang istri hendaknya bersikap sabar. Syukur dan sabar merupakan keutamaan dari Allah subhanahu wa taโala.
Keempat belas, menerima hasil kerja suami dengan rasa syukur.
Berapa pun penghasilan suami, seorang istri hendaknya dapat mensyukuri. Dengan mensyukuri nikmat-Nya, Allah akan menambahkan dengan berbagai kenikmatan yang lain.
Kelima belas, menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada di dekatnya.
Seorang istri hendaknya senantiasa menunjukkan rasa cintanya kepada suami terlebih saat berada di dekatnya. Hal ini karena salah satu tujuan dari pembentukan rumah tangga adalah untuk membentuk keluarga yang saling mencintai.
Keenam belas, menampakkan rasa gembira di kala melihat suami.
Kapan saja dan di mana saja seorang istri bertemu dengan suaminya, hendaknya ia selalu menunjukkan rasa gembiranya. Hal ini amat penting karena umumnya suami merasa gembira ketika melihat istrinya bergembira.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1