Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Pernikahan Ana


__ADS_3

...🌻💮🌸🌺🌹...


...16.An-Naḥl : 72...


...وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ۚ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ...


...Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?


...


...🌹🌺🌸💮🌻...


💐💐💐💐💐💐


Suami idaman itu laki2 yang bertanggung jawab, tidak cukup hanya tampan, kaya, juga terhormat.


Karna suami mu itu imam mu dia tujuanmu.


Surga mu ada padanya, ridho tuhan mu ada pada ridho suamimu.


Dan istri idaman itu perempuan yang penurut dan taat, tidak cukup hanya cantik, kaya, juga terhormat.


Karna dia akan jadi makmummu, kau bertanggung akan atasnya setelah ijab di ikrarkan, dia sepenuhnya menjadi tanggung jawabmu,dia akan jadi ladang amal mu bahkan bisa jadi penghalangmu mengapai ridho robb mu.


💐💐💐💐💐💐💐


Hari ini di rumah Alfiana terlihat ramai, Semua sibuk dengan kesibukannya masing-masing.


Alfiana masih duduk di depan meja riasnya, hatinya berdebar-debar hari yang dinanti-nanti pun akhirnya telah tiba.


Alfianah masih tidak percaya kalau hari ini ini dia akan menjadi seorang istri dari Hafid, laki-laki yang selama ini ia cintai.


Dia masih tidak percaya Karena dulu Hafid selalu minta untuk menjodohkannya dengan Azizah, tapi takdir berkata lain.


Wanita yang ditakdirkan untuk Hafid ternyata dirinya, sementara di rumah Khairul tak kalaah sibuk, terlihat Khairul sedang menggendong Farid anaknya, keluarganya pak Ardi sengaja tinggal di rumahnya Irul.


Karena rumah Irul berdekatan dengan rumahnya Ana dan kebetulan di rumah Irul hanya ada Irul, dan anisa sepeninggalan Ibunya dan Sopy Irul tinggal sendiri.


Syarif dan istrinya sudah tinggal di rumahnya sendiri, sementara Hidayat masih di pesanten dan jarang pulang .


Sedangkan sepeninggalan ibunya Anisa meminta untuk tinggal di asrama, kebetulan dia melanjutkan sekolah di pesantren al-huda milik orangtuanya Nisa yaitu Ustad soleh.


Halimah pun memanggil Khairul meminta untuk Khairul segera sarapan, karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke rumah Ana.


Halimah pun mengambil Farid, dari gendongan Khairul.


Saat pulang dari masjid, setelah menunaikan salat subuh Khairul tak segaja memperhatikan Halimah, Khairul melihat Halimah memasak di dapur tanpa disuruh.


Halimah pun terlihat cekatan dalam urusan rumah, tidak sama dengan gadis-gadis seusianya, diapun begitu lembut memperlakukan farid anaknya.


Terlihat jiwa keibuan dalam dirinya, terlintas dalam benak Khairul, kalau seandainya Sopy ada mungkin rumah ini akan ramai seperti ini.


Mungkin saat dia pulang dari masjid akan melihat suasana seperti hari ini. Setiap pagi akan ada yang membuatkan dirinya kopi, seperti yang di lakukan Halimah tadi.


Khairul pun cepat sadar dari lamunanya, dia tau kalau berangan-angan itu tidak baik, apalagi sampai panjang agan-angan.


Benih-benih pikiran yang terbersit di dalam hati ini muncul begitu saja di luar kuasa manusia. Hanya saja bibit-bibit kemusyrikan dan kekufuruan yang masih dalam angan-angan ini tidak dihitung oleh Allah SWT.

__ADS_1


Adapun angan-angan yang lewat di benak seseorang dan bisikan di dalam hati bila tidak tetap atau tidak ditetapkan oleh yang bersangkutan maka itu dimaaf berdasarkan kesepakatan ulama.


Pasalnya, lalu lalang angan-angan (khawatir) itu bukan pilihan kita. Tiada jalan untuk melepaskan diri.


Ini yang dimaksud dalam sabda Rasulullah SAW.


“‘Sungguh, Allah memaafkan umatku atas ucapan yang terbersit di dalam dirinya selagi tidak diutarakan atau diamalkan,’”


(Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar).


Ulama membahas lebih lanjut sabda Rasulullah SAW tersebut.


Menurut ulama, kekufuran dan kemusyrikan yang melintas dalam benak seseorang tidak lantas membuatnya keluar dari keimanan sebagai keterangan Imam An-Nawawi.


Angan-angan kemusyrikan dan kekufuran bukan sesuatu yang bermakna. Oleh karenanya, Allah memaafkan lintasan pikiran sekeji apapun yang memang di luar kuasa manusia.


Tetapi lintasan pikiran semacam ini mesti segera ditepis dengan mengalihkan perhatian batin kita kepada hal lain.


Mengapa kita tidak boleh panjang angan, sebab kita akan tertipu dengan dunia dan melupakan akhirat.


Hal ini bukan berarti melupakan dunia seluruhnya, namun lebih kepada menghimbau kita untuk bersikap zuhud, mengambil sesuatu seperlunya saja.


Kemudian Al-Harits al-Muhasibi menganjurkan kita juga untuk meminta pertolongan kepada Allah dalam usaha menahan angan-angan yang berlebihan:


وَاسْتَعِنْ عَلَى قِصَرِ الْأَمَلِ بِدَوَامِ ذِكْرِ الْمَوْتِ


“Dan mintalah pertolongan untuk membatasi angan-angan dengan cara mendawamkan mengingat kematian.”


(al-Hârits al-Muhasibi, Risalah al-Mustarsyidin, Dar el-Salam, halaman 110)


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Hafid pun terlihat gagah dengan setelan jas pengantinnya, terlihat Rahmat mendampingi Hafid dia diminta oleh ustadz soleh untuk menemani Hafid.


Nisa pun tak ketigalan dia tau mau melewatkan momen bahagia adik sepupunya itu.


Nissa sangat antusias atas pernikahan Hafid, diapun sangat mengenal Alviana Dia gadis cantik nan manis di mata Nisa Alviana adalah gadis sederhana,dan juga sholehah,walau terkadang sedikit manja.


Sesampainya di rumah Ana rangkayan demi rangkayan acarapun, terus silih berganti di laksanakan sampai tiba saatnya acara inti yaituh acara akad, yang di lakukan di masjid tak jauh dari rumah Ana.


Jumhur (mayoritas) ulama memang menganjurkan akad nikah dilakukan di masjid.


Di antara tujuannya adalah agar lebih mudah diketahui khalayak banyak dan juga demi keberkahan akad tersebut.


Siti ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:


أَعْلِنُوا هَذَا النِّكَاحَ وَاجْعَلُوهُ فِي الْمَسَاجِدِ وَاضْرِبُوا عَلَيْهِ بِالدُّفُوفِ


“Umumkanlah akad nikah itu, lakukan ia di masjid, dan tabuhlah rebana untuknya.”


Haya saja para ulama Maliki mengingatkan, kebolehan akad nikah di masjid hanya prosesi ijab kabulnya saja.


Sedangkan acara-acara lain seperti makan-makan atau tradisi yang berkaitan dengan pernikahan, sebaiknya dilakukan di luar masjid.


Batasan ini juga tentu sangat beralasan karena menyangkut kehormatan masjid itu sendiri sebagai tempat suci dan tempat ibadah yang harus tetap dijaga, seperti tidak mengeraskan suara, tidak memperbanyak bicara, tidak mengizinkan perempuan yang sedang haid, dan sebagainya.


Sehingga sekiranya tidak bisa menjaga kehormatan masjid, maka makruh hukumnya. Bahkan jumhur ulama sepakat memakruhkan dan melarang nyanyian-nyanyian yang tak pantas dilakukan di masjid.

__ADS_1


Para tamu undangan pun silih berganti mengucapkan selamat kepada ke dua mempelai, Khairul pun terlihat sibuk sendiri mengendong farid.


Halimah tidak tega melihat Khairul ,dia pun mendekatinya dan mengambil farid dari gendongan ayahnya.


Sebenarnya Khairul tak ingin memberikan ya, hanya saja ia tak ingin mengecewakan niat baik Halimah,dan dia pun tau kalau farid sangat dekat dengan Halimah.


Dan halimah pun lebih tau magaimana mengurus farid dari pada dirinya, mereka berdua tidak sadar kalau sejak tadi Nissa memperhatikan mereka.


Entah perasan apa yang sedang Nissa rasakan, kalau boleh jujur dia tidak suka dengan kedekatan Irul dengan Halimah.


Begitupula dengan Rahmat, sejak tadi rahmat memperhatikan Nissa, Rahmat pun penasaran siapa sebenarnya laki-laki yang sedang di perhatikan oleh pujan hatinya.


Terlitas prasangka buruk di hatinya, apakan Nissa mencintai laki-laki beristri yang bahkan sudah memiliki anak itu.


Tapi dia cepat-cepat membuang prasangka ya itu. Karna itu tak mungkin, pasti dia belum tau dengan apa yang terjadi tak mungkin Nissa mencintai laki-laki beristri.


Rahmat pun mendatangi Nissa,yang kebetulan dia sedang mengandeng seorang gadis yang mengijak remaja, saat Rammad memanggil “nis” kedua wanita itu pun serempak menoleh ke arah Rahmat.


“Boleh aku ikut gabung “rahmat berkata pada Nissa.


“Silahkan ka “jawab nisa ramah kepada Rahmat.


Rahmat pun duduk di kursi depa merek, “siapa mereka Nisa?” tanya Rahmad sambil menujuk Khairul dan Halimah.


“Oh itu, yang perempuan itu halimah,kalau yang laki-laki Khairul sepupunya Ana juga kakanya Anisa rahma ini yang cantik ini” Nisa menjawab sambil memencet hidung anisa rahma.


“Lucu ya anaknya jadi pengem cepet nyusul” ucap Rahmat sambil tertawaa kecil.


“yusul siapa, nyusul Hafid nikah? “jawab Nissa pada Rahmad.


“Emang Ana dah punya anak, ya nyusul Irul sama Halimah mereka pasangan yang serasi,yang cowo tampan dan cewe cantik” ucap Rahmat pada Nisa.


“mereka bukan suami, istri, istrinya Khairul meninggal pas melahirkan farid dan Halimah adalah saudaranya Sopy istrinya Khairul” jawab Nissa ga suka dengan pertayan Rahmat.


Anisa rahma yang dari tadi mendengan omongan mereka berdua merasa tidak suka, Anisa berharap Kakanya, bisa menikah dengan ka Nisa karan Anisa tau sebenarnya mereka saling cinta bahkan sebelum Khairul menikah dengan Sopy.


Dari kejauhan terlihat Khairul melihat Anisa, Anisa pun mambaikan tangan kepada kak nya, Khairul pun mendatangi mereka bertiga dan mengajak Halimah Khairul ingin bersama farid karna dia tau besok farid akan ikut kakanya pulang ke Bandung.


Setelah mengucapkan salam Khairul dan Halimah duduk bergabung bersama mereka, Nisa pun mengenalkan Rahmat kepada Irul dan Halimah.


Terlihat tatapan tidak suka dari Rahmat melihat keakraban Khairul dan Nisa, Begitu juga dengan Halimah.


Halimah belum mengenal Nisa Tapi dia bisa merasakan Bagaimana pandangan Khairul terhadap Nisa wanita yang menggunakan niqob itu.


Halimah pun tau bagaimana hubungan Nisaa dan Khairul dia pernah mendengar dari Ana bahwa dulu Khairul mau menikahi Nissa sebelum menikah dengan Sopy.


Bahkan Ana bilang Nissa adalah wanita yang sangat di kagumi oleh Khairul.


Halimah sebenarnya tidak nyaman dengan perasan yang ia rasakan, tapi dia cepat menyadari dirinya dia tidak pantas cemburu seperti itu.


Khairul bukan suaminya, bukan juga tunangan ya, Khairul berhak mencintai dan di cintai oleh siapah saja yang ia mau.


Halimah bisa menekan perasaannya Dia terlihat tersenyum ke arah Nisa, “Kak Nisa Kapan mau nyusul Ana?” tanya Halimah.


Nisa pun yang mendapat pertanyaan Mendadak itu seperti salah tingkah, dia memandang ke arah Khairul dan menjawab, “Kakak seorang perempuan jadi tugas Kakak hanya menunggu sampai ada laki-laki yang serius kepada kakak dan ikrarkan Janji Suci untuk menghalalkan kakak”.


“Yang bener Nis yaudah besok kita nikah aja” ucap Rahmat Sambil tersenyum kearah Nisa.

__ADS_1


Merekapun terus mengobrol dan bercanda, terkadang terdengar gelak tawa mereka.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2