
π· Buku diary π·
...πΉπΉπΉ...
.........
......Ar-Ra'd : 28...
.........
......Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩΩ Ψ’Ω ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΨͺΩΨ·ΩΩ ΩΨ¦ΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ω Ψ¨ΩΨ°ΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ϋ Ψ£ΩΩΩΨ§ Ψ¨ΩΨ°ΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨ·ΩΩ ΩΨ¦ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΨ¨Ω...
.........
......(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram....
.........
...πΉπΉπΉ...
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Janganlah engkau merasa bahwa telah banyak melakukan amal ketaatan, janganlah engkau merasa besar diri dan takabbur dengannya. Dan janganlah engkau menyombongkan diri terhadap saudaramu yang diuji oleh ALLAH dengan kemaksiatan.
Janganlah engkau memandang rendah dan menghina sebarang perkara baik dan makruf. Janganlah engkau mengutuk dan menghina saudaramu yang telah melakukan dosa. Janganlah redha terhadap dosa tersebut. Bencilah akan dosa itu, akan tetapi janganlah membenci pelakunya.
Di sana adanya beda antara dosa dan pembuat dosa, dan adanya beda antara ketaatan dan pelaku taat kerana boleh jadi seorang pelaku taat itu tidak mendapat sebarang faedah langsung dari amal perbuatan taatnya tadi.
Syeikh Dr Ali Jum'ah Hafizhahullah
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
πππππππππππ
Hari ini Syarip libur mengajar, dia pamit pada istrinya pergi ke tokonya, dia pun melangkahkan kakinya meninggalkan istri tercintanya setelah mengucapkan salam yang di balas Azizah sambin mecium tangan Syarip, syaripmu membalas dengan mengecup kening istrinya.
Sepeninggalan suaminya, seperti biasa Azizah membersikan rumah yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari, selesai membersihkan rumah dia pun membereskan kamarnya.
Azizah pun merapihkan deretan kitab-kitab suaminya, tak sengaja ada buku kecil terjatuh dari susunan kitab yang sedang dia bereskan.
Azizah pun mengambil buku yang jatuh itu, Aziah semakin penasaran setelah tau buku apa yang terjatuh, dia pun memberanikan membuka lempar per lembar buku yang terjatuh tadi.
Tak terasa Air mata Azizah terjatuh, tanpa bisa ia bendung, setelah ia membaca apa yang tertulis dalam buku itu.
Mungkin jika sekarang Azizah bukan kaka ipar. Ya Khairul dia akan senang sekali, bagaiman besarya cinta nya Khairul dulu kepada dirinya.
Tapi Azizah sadar semua itu sudah berlalu, semuanya tingal kenangan yang tak mungkin bisa di putar kembali, setidaknya dia masih bersyukur, cintanya dulu kepada Khairul tidak bertepuk sebelah tangan.
Walau taqdir berkata lain, setidaknya Khairul adalah cinta pertama yang mengajarkan pada yah arti sebuah pengorbanan, tergambar jelas dalam buku diary yang di tulis oleh Khairul, bagaimana ketegaran seorang Khairul dalam menjalani lika-liku hidupnya.
Dia pun berdoa untuk kebahagian Khairul, semoga Khairul bisa menemukan kebahagian ya, walau ga bis adi pungkiri masih ada sedikit ruang untuk namanya di hati Azizah, tapi dia paman betul mana yang semestinya bertahta, sehingga rasa itu pun perlahan berubah seperti yang seharusnya.
Azizah tak mau berlarut dalam masa lalu kini dia memiliki masa depan yang jauh lebih berharga untuk dia perjuangkan.
Apalagi sebentar lagi dia akan melahirkan buah cintanya dengan suaminya, diq tak ingin suaminya salah paham lagi tentang perasan ya.
Sudah cukup selama ini dia mengecewakan suaminya itu, Azizah berjanji di dalam hatinya untuk, menjadi wanita seutuhnya buat laki-laki yang sekarang menjadi suaminya itu.
Hampir tiga taun lebih dia menjalani rumah tangga dengan suaminya tercinta, sudah bayak lika -liku kehidupan rumah tangganya.
Dia tau suaminya masih meragukan cintanya karna sosok Khairul yang tak lain adalah cinta pertama ya juga adik dari suaminya itu.
__ADS_1
Azizah tau dia hanya wanita biasa yang punya perasan, tapi Azizah juga bukan wanita yang selalu menuruti perasan ya, setidaknya dia memiliki sedikit bekal pengetahuan sehingga dia bisa berjalan di atas jalan yang seharusnya.
Azizah tau, Cinta dalam pernikahan, bukan hanya sebatas perasaan. Tapi rasa cinta yang memiliki visi dan misi bersama, yang kelak akan melahirkan komitmen yang kuat bagi sebuah hubungan.
Karena hanya komitmen lah yang memiliki peran
Paling utama dalam menjaga keutuhan rumah
Tangga. Sedangkan cinta, adalah pemanis dalam
Sebuah hubungan pernikahan yang telah lama terjalin.
Dia yakin, semakin kuat komitmen yang dia miliki, maka semakin lihai pula dia mampu melihat segala kebaikan dari pasanganya, sekecil apapun kebaikan itu. Kelak, cinta itu akan terus bertumbuh hingga akhir hayatya, berkat rasa
Syukurnya yang senantiasa melambung tinggi.
Ia ingin menjaga cinta itu dengan komitmen. Dan bersyukurlah kepada Allah atas kehadiran cinta yang telah Allah anugerahi kepadanya.
Saat pernikahan yang dia jalani justru rawan konflik maka ia tetap bersabar dan berusa menghadapi konflik keluarga dengan bertawakkal.
Saat perlakuan suaminya kurang baik maka Azizah berusaha mengigatkan dan tetaplah berperilaku baik padanya.
Semua hal tersebut selalu dijalani Azizah dalam menjalani pernikahan sebagai ibadah dan sarana untuk beriman serta bertaqwa kepada Allah.
Azizah sadar dia menikah tanpa rasa cinta maka dia berusaha menanamkan benih cinta dan menyemai rasa cinta dijalan yang diridhai Allah SWT.
Azizah ingin seperti Syaidah fatimah di mata Syaidina Ali Ra.
Kisah cinta Staidina Ali bin Abi thalib dan syaidah Fathimah Azzahra adalah salah kisah cinta yang penuh romantika dan keberkahan dari Allah.
Bahkan Rasulullah pernah bersabda β Allah menyuruh menikahkan Fatimah dengan Ali β (Diriwayatkan oleh Thabrani).
Sementara Syaidah Fatimah Azzahra adalah teladan bagi wanita. Ayahnya adalah manusia terbaik yang diciptakan Allah sebagai rahmat bagi alam semesta, dan Ibunya adalah sebaik-baik wanita..Setiap langkahnya selalu memancarkan cahaya.
Saat meminang Fatimah, Ali menjual sebagian barang miliknya, termasuk rompi perang. Inilah yang menjadi mas kawin Syaidah Ali kepada Fatimah. Semuanya bernilai 480 dirham. Dari jumlah itu, Rasulullah menyuruh menggunakan 2/3 nya untuk membeli wangi-wangian dan 1/3 nya untuk membeli pakaian.
Kehidupan rumah tangga mereka sangat sederhana. Sebuah rumah tanpa perabotan apapun. Hanya beralas tidur kulit domba, satu bantal berisi serabut korma. Bahkan fatimah pernah menggadaikan kerudungnya kepada seorang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Namun Maha Suci Allah yang telah menjaga kebersihan rumah tangga Syaidah Fatimah secara fisik dan ruhani.
Syaidina Ali ra. Berkata, β Aku menikah dengan Syaidah fatimah. Kami tidak memiliki alas tidur kecuali selembar kulit domba. Malam hari kami pergunakan sebagai alas tidur dan siang harinya kami jemur.
Kami tidak memiliki pembantu, pekerjaan rumah tangga ditangani oleh fatimah. Ketika fatimah pindah kerumahku, Rasulullah membawakan selimut, bantal kulit berisi serabut kurma, dua gilingan tepung, satu gelas, dan kantong susu. Saking seringnya menggiling tepung, sampai berbekas pada tangan Fatimah, dan saking seringnya membersihkan rumah sehingga pakaiannya penuh debu, dan saking seringnya menyalakan tungku sampai pakaiannya penuh arang β (dikutip dari 35 Shiroh Shahabiyah, Mahmud Al-Mishri)
πππ
Menjelang masuk waktu Aysar Syarip sudah pilang kerumahnya, ia di sambut hangat oleh istri tercintanya, dia kini sangat bersyukur, rumah tangga yang awalnya terasa tawar, kini mulai berwarna.
Kehamilan istrinya, seakan memperkuat rumah tangga nya, masalah rumah tangga pasti akan selalu ada tapi kini dia sudah merasakan bayak perubahan dalam kehidupan rumah tangganya.
Dia sadar sumber permasalah dalam rumah tangga nya bukan masalah perasan tapi masalah kepercayaan, dia selalu meragukan cinta istrinya, tapi dia lupa kalau istrinya tau di mana dia menempatkan cinta yang sesungguhnya.
Terkadang dia malu sama dirinya sendiri, dia selalu cemburu terhadap adiknya, padahal adiknya sudah berusaha menjaga perasan dia sehingga dia selalu menghindari istrinya, padahal dia tau istrinya ga mungkin berbuat yang di lua batasan.
Tapi rasa cemburu yang ia miliki, seolah menutup semua kebenaran, selalu ada kesalahan yang terlihat di matanya.
Syarip pun sadar saat adik yang selalu ia cemburuin itu mengingatkan ya.
Khairul mengigatkan dirinya bahwa Cemburu merupakan sebuah kewajaran bagi pasangan suami dan istri.
Namun demikian tentu Islam membatasi kecemburuan-kecemburuan itu agar rasa cemburu tetap terkendali sebagai pembawa rahmat bagi kehidupan rumah tangga.
__ADS_1
Islam membagi dua rasa cemburu, yaitu cemburu yang dibolehkan dan cemburu yang dilarang. Cemburu yang dilarang ini dapat menghadirkan murka Allah SWT. Selain menjadikan murka Allah menimpa suami, jangan sampai kecemburuan itu menjadikan Allah memurkai si istri sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Jabir bin Atiq berikut.
βSesungguhnya sifat cemburu itu ada yang dicintai oleh Allah dan ada yang dibenci oleh Allah. Adapun cemburu yang disukai adalah cemburu yang berdasarkan curiga (dengan bukti yang jelas). Adapun cemburu yang dibenci adalah cemburu yang tidak didasari dengan bukti yang jelas.β
Ibnu Hajar memperjelas, yang dimaksud cemburu di atas adalah ketika seorang istri cemburu dengan suami karena selingkuh dengan yang lain, melalui sesuatu yang dilarang oleh Allah seperti zina.
Jika kecurigaan itu didasari dengan bukti yang jelas, maka itu fir ribah, yakni diridhai oleh Allah.
Sedangkan jika kecurigaan terhadap suami yang selingkuh tersebut tidak didasari bukti, maka hal itu sangat dibenci oleh Allah.
Namun menurut Ibnu Hajar, hal itu berbeda jika seorang istri cemburu dengan suami yang memiliki istri dua atau lebih.
Jika sang suami telah berusaha untuk adil namun sang istri masih tetap saja cemburu, maka hal itu merupakan sesuatu yang lumrah dan manusiawi, asal kecemburuan si istri tersebut tidak sampai terekspresikan dengan perilaku-perilaku yang melanggar ketentuan-ketentuan Allah SWT.
Sebaiknya kecemburuan diselesaikan dengan dialog dengan pasangan karena musyawarah merupakan jalan terbaik menyelesaikan masalah.
Sejak saat itu syarip selalu berusaha untuk tidak cemburu yang masuk dalam katagori kecemburuan yang di larang, dan sekarang dia merasakan dampak positif dalam rumah tangganya, sehingga ia menyadari teryata sumber masalah bukan dari orang lain melainkan dari dirinya sendiri.
ππππππ
......βββ...
.........
......Diantara nasihat Rasulullah saw kepada umatnya ialah, bahwa diantara tanda-tanda Allah berpaling dari seseorang adalah orang itu menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya....
.........
......Dan, jika satu saat saja umur seseorang hilang ( karena digunakan bukan untuk yang semestinya ditentukan Allah ) maka patutlah ia menyesali tanpa putus-putusnya. Juga, barangsiapa yang umurnya melewati 40 tahun, sedangkan amal baiknya belum melebihi amal jahatnya, maka siap-siaplah ia masuk neraka.β...
.........
......Ngeri sekali. Nasihat yang langsung tertuju pada diri individu setiap orang, perihal efektifitas dan effisiensi waktu dalam kebermanfaatan dijalan Allah. Betapa, waktu begitu berharga dan mahal. Bahkan Rasulullah SAW selalu mewanti-wanti umatnya agar ingat nasihat beliau :...
.........
......βDua nikmat, yang kebanyakan manusia terlena adalah nikmat sehat dan waktu luangβ. ( HR. Bukhari )...
.........
......Imam Asy-SyafiβI juga dalam salah satu syairnya berpesan : βDemi Allah, hakekat pemuda adalah dengab ilmu dan taqwa, jika kedua hal itu tiada padanya maka tak bisa disebut pemuda.β...
.........
......Allah swt, telah menentukan ajal semua makhluknya, tapi belum menentukan umurnya. Ajal seseorang, hitungannya bisa sama bisa juga tidak, tapi umur manusia hampir pasti berbeda. Pemberian waktu setiap manusia adalah sama ( 24 jam ) tapi output dari waktu tersebut tergantung setiap individu manusia itu sendiri....
.........
......Kita berharap dan senantiasa berusaha, waktu yang ada ini, diaplikasikan sesuai dengan kehendak dan keridhoan sang maha Pemberi waktu, sehingga kita termasuk orang yang beradab kepada Allah. Yaitu orang yang mampu menempatkan kesempatan dan kesehatan sesuai dengan yang memberi sehat dan sempat, karena orang yang biadab adalah orang yang menyia-nyiakan keduanya....
.........
......βββ...
...
Mohon maaf lambat up nya.
TERIMAKASIH
πππππππππ
__ADS_1