
🌺 Mengkhitbah Halimah 🌺
...🌹🌹🌹
...
...Aṭ-Ṭalāq : 3
...
...وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
...
...dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
...
...🌹🌹🌹
...
☘☘☘☘☘
Jika emosi dan syahwat terdidik dengan kendali akal dan syariat maka akan mencetak manusia yang bijaksana dan baik, ketika itu emosi tersebut akan menjadi sebuah kendaraan yang mendorong keberanian yang terpuji dan syahwat akan menjadi penghubung dalam keinginan yang kuat dalam mengapai derajat yang tinggi.
Al Habib Umar bin Hafidz
☘☘☘☘☘
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Rasa itu datang menyapaku
Sejak awal aku melihat dirimu
Aku terpikat akan senyum mu
Indah membekas dalam pikiranku
Hati ini selalu gelisah
Risau seperti kehilangan arah
Saat waktu yang tak kudapati
Sosok pemuda yang mulai mengisi hati
Tak sabar ku menanti datangya waktu
Tak lelah aku terus menunggu
Ingin cepat ber jumpa denganmu
Melepas semua rasa rindu
Kepadamu pemuda yang selalu ada dalam alam pikiranku.
Jatuh cinta, berjuta rasanya. begitu kata banyak orang. Ada banyak ungkapan yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan kala jatuh cinta dengan seseorang.
Ada yang bilang seperti ada kupu-kupu dalam perut yang membuatnya merasa lucu dan aneh. Ada yang bilang jika detak jantung menjadi nggak karuan ketika melihat orang yang disukai.
Ada yang bilang jatuh cinta membuat semua yang terlihat saat itu menjadi begitu indah.
Begitulah pula yang di rasakan Halimah malam itu, dia tak bisa tidur sudah dia coba untuk memejamkan matanya.
Tetapi bayangan akan hari esok terus memenuhi alam pikirannya, ada rasa tak percaya, ada perasaan ragu, ada perasaan harap, semuanya menjadi satu, kalau diibaratkan mah karya permen Nano - Nano satu permen bermacam rasa.
Halimah pun masih tak percaya ya besok Iya akan dilamar oleh Kekasih Pujaan hatinya, laki-laki yang selalu memenuhi relung-relung hatinya.
Sosok laki-laki yang ia kagumi saat pertama kali yang melihatnya, dia pun masih tak percaya ya kalau laki-laki yang akan melamarnya itu adalah suami dari sepupunya sendiri yang telah tiada.
Iya tahu kalau Khairul sangat mencintai mendiang istrinya, ada perasaan takut di dalam diri Halimah. kalau dia hanya dijadikan bayang-bayang dari sepupunya yang telah tiada.
Dia hanya bisa berdoa semoga semua ini menjadi awal yang baik untuk dunia dan akhiratnya, Dan Dia akan menyerahkan semuanya kepada garisan takdir yang telah Allah Tuliskan jauh sebelum dunia ini diciptakan.
Halimah masih teringat jawaban Khairul saat dulu dia mengantar Dirinya ke kampus, Halimah menanyakan tentang Qadha dan QadarNya Allah.
Qadha yaitu ketetapan Allah SWT sejak zaman azali (zaman dahulu sebelum diciptakan alam semesta) sesuai dengan kehendak-Nya tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan mahluknya.
Qadar yaitu Perwujudan dari qadha atau ketetapan Allah SWT dalam kadar tertentu sesuai dengan kehendak-Nya.
Qadarnya Allah ini juga biasa disebut dengan istilah takdir. Hubungan antara qadha dan qadar yaitu hubungan yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu kesatuan.
Mengapa? Karena qadha diibaratkan “rencana”, sedangkan qadar sebagai “perwujudan atau kenyataan” yang terjadi.
Jadi, apa itu beriman kepada qadha dan qadar? Iman kepada qadha dan qadar yaitu percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada mahluknya.
Setiap manusia, telah diciptakan dengan ketentuan-ketentuan dan telah di atur nasibnya sejak zaman azali.
🍂🍂🍂
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Men-takdir-kan, dan bukanlah aku yang men-takdir-kan. Dan (Engkau) Maha Mengetahui apa yang tidak kuketahui.
Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriku dan Halimah binti Sopiyan. Untuk agama dan akhiratku, maka takdirkanlah aku bersamanya.”
Rombongan keluarga Khairul pun telah tiba di rumahnya Pak Sofyan, Mereka pun disambut dengan hangat oleh keluarga Pak Sofyan, mereka dipersilahkan masuk.
Pak Sopian pun sangat senang dengan kedatangan Khairul dan keluarganya nya. Sarip sebagai perwakilan dari pihak keluarga pun mengutarakan maksud dan niat kedatangan mereka:
“Batang ramai suka memanjat
Melilit sampai pohon menanti
Datang kami mempunyai hajat
Ingin menyampaikan hasrat hati
Kain puteri sulaman pelangi
Cantik dan molek jadi idaman
Dahulu kami pernah berjanji
Memetik bunga kembang di taman
__ADS_1
Sebelum hajat kami kemukakan
Titipan salam kami sampaikan
Dari Kami sekeluarga
Untuk pak Sopian sekeluarga”
Ucap Syarip berpantun."
Pak Sopian pun membalas pantun dari Syarip;
“Sirih sekapur pinang keratin
Dimakan oleh muda jejaka
Kalau tuan tidak keberatan
Dengan kamilah tuan berseloka
Buah kemang rasanya kelat
Jangan disimpan di dalam peti
Jika memang ada dihajat
Jangan disimpan di dalam hati
Jati tuan jati melayu
Jati kami orang bahari
Janji tuan masa yang lalu
Kami nantikan setiap hari
Sultan bintan sultan ternama
Terkenal sudah diseluruh dunia
Kiriman salah kami terima
Semoga kita sehat semua.”
Bunga melur bunga melati
Warnanya putih memikat hati
Sambutan kami tidak seperti
Jangan tuan berkecil hati
Sampan kotak muatan lada
Menuju selatan kemudi diarahkan
Sopan dan santun kami tiada
Mohon maaf ikhlas diberikan
Rama-rama dikumbang jati
Ramai nampaknya majlis disini
Siapa gerangan teman berbincang.
🍂🍂🍂
Di dalam kamar terlihat wanita cantik sedang duduk di depan mena rias, dia duduk termenung memandang cermin.
Hatinya pilu bagai teriris sembilu, wajah ya terlihat murung, entah apa yang harus dia lakukan, tak terlihat wajah kecerian yang dia rasakan semalam.
Mimpi merajut asa untuk kebahagian kini hilang entah kemana, dia pun tersadaar saat sang ibu memeluknya dari belakang.
“kamu kenapa neng, kamu keberatan dengan pilihan abahmu” ucap sang Ibu sambil memeluk erat anak gadisnya.
“Entahlah bu Halimah binggung, emang Halimah bisa menolak?” tanya sang gadis pada ibunya.
“lo bukanya kamu sudah menyetujuinya tadi subuh” kata sang ibu.
“Ya udah kita keluar kita sudah di tunggu, insyaallah semuanya baik-baik aja, kamu mau dengar kisah masa lalu umi sama abahmu?” tanya sang ibu.
Halimah hanya mengganguk menandakan dia setuju dengan pertayaan ibunya itu.
“Sebenarnya ibu, abahmu, dan almarhum ayah calon suamimu itu dulu sahabatan, kami sangat dekat saat sama-sama menempuh pendidikan di jakarta.
Sebelum umi menikah dengan abahmu, sebenarnya umi mencintai kang miftah, hanya saja kami berdua sama-sama memendam perasan kami.
Umi tak berani mengungkapkan perasan umi, karna umi adalah perempuan, umi hanya bisa meminta. di dalam doa umi.
Mungkin lain kali Ummi akan bercerita kepada kamu. yang perlu kamu tahu seperti yang kamu lihat sekarang. Umi merasa bahagia bisa hidup bersama Abi mu.
Walaupun saat pertama kami menikahi, Umi tidak memiliki perasaan cinta kepada abimu, Yakinlah bahwa cinta itu akan ada dengan berjalannya waktu.
Cinta itu ada karena terbiasa, dan cinta itu ada karena Allah akan menumbuhkan cinta di dalam Mahligai pernikahan.
Kehidupan dalam sebuah pernikahan tidak selamanya mulus, tapi akan ada masa kejenuhan. Maka untuk mengatasi kejenuhan tersebut, niatkan menikah karena Allah ta’la.
Dalam menjalani pernikahan harus terikat dengan aturan agama, yang diawali dari niatnya untuk apa menikah.
Sebab tanpa niat yang benar, lama-kelamaan ia akan merasa jenuh dalam kehidupan rumah tangganya.
Rasa jenuh merupakan kondisi yang wajar dalam diri manusia. Jangankan dalam pernikahan, saat kuliah saja kalau tak punya niat yang benar, maka ia akan mudah jenuh dan pada akhirnya merasa malas.
Kejenuhan itu selalu ada, maka perbaiki niatnya. Kalau niatnya karena Allah, maka kita akan berusaha mempertahankan pernikahan itu.
Selain itu, jodoh seseorang akan sesuai dengan dirinya sendiri. Dimana orang yang jahat akan bertemu dengan yang jahat juga, sebaliknya, orang baik itu akan bertemu dengan yang baik juga.
Walaupun memang, ada orang-orang yang dikhususkan seperti orang baik berjodoh dengan orang yang tidak baik, tapi secara umum teorinya itu orang baik bersama orang yang baik juga. Hanya saja, kalau itu yang terjadi maka jadikan itu sebagai ladang dakwah.
Udah, ayo kita keluar kita udah di tunggu dari tadi” ucap umi mengajak Halimah untuk menemui tamu.
Hati Halimah pun sedikit tenang, setelah mendengar nasihat dari ibu tercintanya.
Halimah pun melangkahkan kakinya dengan mengucapkan basmalah, dia memantapkan hatinya, dan berniat semata-mata beribadah Karena Allah.
__ADS_1
Dia akan menyandarkan segalanya kepada Allah sang pemilik cinta itu sendiri, dia pun yakin bahwa apa yang Allah berikan itulah yang terbaik untuknya.
Mungkin semua ini sudah Suratan Takdir yang harus ia jalani, mungkin inilah jodoh yang Allah Tuliskan di Lauhul Mahfudz.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
...☘☘☘...
...HIDUP ITU HARUS POSITIF...
...Membina, bukan menghina....
...Mendidik, bukan 'membidik'...
...Mengobati , bukan melukai....
...Mengukuhkan bukan meruntuhkan....
...Saling menguatkan, bukan saling melemahkan....
...Mengajak, bukan mengejek....
...Menyejukkan, bukan memojokkan....
...Mengajar, bukan menghajar....
...Saling belajar, bukan saling bertengkar....
...Menasehati, bukan mencaci maki...
...Merangkul, bukan memukul....
...Mengajak bersabar, bukan mengajak saling mencakar....
...Argumentative, bukan provokatif....
...Bergerak cepat, bukan sibuk berdebat....
...Realistis, bukan fantastis....
...Mencerdaskan, bukan membodohkan....
...Menawarkan solusi, bukan mengintimidasi....
...Berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan....
...Mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan....
...Suka berhikmat, bukan mahir mengumpat....
...Menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan....
...Menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari2 aib dan menyebarkannya....
...Menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran....
...Mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan....
...Memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis....
...Berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat....
...Menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan....
...Kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran....
...Siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh....
...Mencari teman, bukan mencari lawan....
...Melawan kesesatan, bukan mengotak atik kebenaran....
...Menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan....
...Mengatakan: "aku cinta kamu", bukan "aku benci kamu"?...
...Kita mengatakan: "Mari bersama kami" bukan "Kamu harus ikut kami"....
..."Habis berapa ?" bukan "Dapat berapa ?"...
..."Mendatangi" bukan "Menunggu Dipanggil"...
..."Saling memaafkan" bukan "Saling menyalahkan"...
...Allah SWT berfirman:...
...وَإِنَّ هٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ...
..."Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku."...
...فَتَقَطَّعُوٓا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ...
..."Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing)."...
...فَذَرْهُمْ فِى غَمْرَتِهِمْ حَتّٰى حِينٍ...
..."Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan."...
...(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 52-54)...
...Allah SWT berfirman:...
...إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُونَ...
..."Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati,"...
...(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 57)...
...Tetap lah berbuat baik sekalipun kebaikan itu tidak pernah terlihat di mata manusia...
...Cukup lah hanya Allah yg mengetahui nya...
...Rahasia kan lah ibadah, dan kebaikan kita seperti kita menutupi aib kita....
...☘☘☘☘...
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
TERIMA KASIH