Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Sebuah hubungan


__ADS_3

🌺 Sebuah hubungan 🌺


...🌹🌹🌹


.........


......30.Ar-Rūm : 21...


.........


......وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ...


.........


......Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir....


.........


......🌹🌹🌹...


...


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Bagai mana sebuah hubungan itu tergantung bagaimana yang menjalaninya.


Hubungan tidak akan bertahan jika yang menjalaninya ga mau bertahan.


Masalah itu akan selalu datang, jadi jagan pernah punya fikiran untuk menghilangkan masalah, tapi berfikirlan bagaimana kita menyelesaikan masalah.


Yakin hujan ga selemaya turun pasti ada pelagi setelah hujan, akan ada terang setelah gelap, akan ada senyum, setelah duka.


Ingat yang terbaik itu bukan yang merasa dirinya hebat yang terbaik itu yang bisa bangkit dari keterpurukan, menuju kesuksesan.


Wanita hebat itu wanita yang mau di ajak susah, dan laki- laki terhebat itu laki-laki yang ga mau melihat wanitanya hidup susah.


🍀🍀🍀🍀🍀


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hari itu Khairul bertamu ke rumahnya kakaknya Syarif. khairul ingin mendiskusikan Harapan almarhum ayahnya dengan Pak Sofyan sahabat ya.


Khairul pun meminta pendapat kakanya itu, “Bagaimana baiknya, Pak Sopian sudah melupakan niat mereka, dulu dan tak ingin memaksa kan kehendak, tapi kalau memnag berjodoh dia sangat senang” khairul bercerita pada kakanya.


Syarif menyerahkan semuanya pada Khairul, dia hanya menyarankan dan meminta Khairul untuk merundingkan Gimana baiknya.


Baik kepada pak Sopian maupun kepada keluarganya, termasuk teh Maryam, Hidayat, maupun Nisa karena apapun keputusannya akan lebih baik jika diambil dengan jalan musyawarah.


Sepulang dari Rumah kakaknya, Khairul ketemu dengan Hafid. Hafid pun mengajak Irul untuk mampir ke rumahnya, mereka pun mengobrol di teras rumahnya Ana istrinya Hafid.


Hafidz pun meminta istrinya untuk membikinkan kopi, untuk dia dan Khairul.

__ADS_1


Tak lama kemudian Ana pun datang dengan membawa dua gelas kopi, Hafid pun menanyakan keadaannya Khairul.


Karna akhir-akhir ini dia jarang melihat Khairul di rumahnya.


Khairul pun memberitahu Hafid bawain akhir ini dia memang jarang di rumah karena kesibukan pekerjaannya.


Khairul pun bercerita tentang pertemuan ya dengan pak Sopian. dia ingin memenuhi harapan almarhum ayahnya ketika ayahnya masih hidup.


Bukankah Salah satu cara berbakti kepada orang yang telah meninggal adalah bersilaturahmi dengan kaum kerabatnya.


Ana yang sejak tadi mendengarkan percakapan Kakak dan suaminya itu pun penasaran dengan apa yang disampaikan oleh kakaknya.


Ana pun bertanya tentang janji yang dimaksud oleh Kang Khairul. Khairul pun menjelaskan kepada mereka tentang pertemuannya dengan Pak Sofyan, orang tua dari Halimah yang ternyata adalah sahabat karib dari almarhum ayahnya ketika dulu menempuh pendidikan di Jakarta.


Ana tidak habis pikir dengan jalan pikiran Kang Khairul.


“apa Akang tidak ingin hidup bahagia tanya Ana?” sedikit kesal.


“Semua orang ingin hidup bahagia, Hanya kebahagiaan itu itu sebenarnya Tergantung yang menjalani Karena kebahagiaan itu kita yang ciptakan” jawab Khairul.


Melihat kekecewaan dari istrinya, Hafid menengahi mereka berdua, Hafidz tahu betul bagaimana karakter dari sahabatnya, dia pun tahu bagaimana sebenarnya sayangnya istrinya kepada kakaknya.


Hafid meminta kepada Khairul untuk memikirkannya matang-matang, ada baiknya Khairul membicarakannya dengan Pak Sofyan Siapa tahu Pak Sofyan bisa memaklumi keadaannya apalagi beliau tahu sekarang yang punya janji telah tiada.


Hafid pun memberitahu kepada istrinya bahwa tidak semua yang kita anggap buruk, itu buruk buat kita dan hidup kita, karena kita hanya melihat dari kacamata ketidaksukaan kita saja.


Kita tidak pernah menyadari akan selalu ada hikmah dibalik Setiap peristiwa yang kita alami” Hafid memberi pengertian kepada mereka berdua.


“Idih si Eneng udah hamil juga enggak hilang-hilang manjanya nggak malu sama anaknya udah mau punya anak juga masih manja” Hafid membalas dengan mencubit hidung mancung istrinya.


“ Udah. kok malah kalian yang jadi ribut, Akang juga belum berbicara sama yang lain Akang baru Minta pendapat dari Kang Syarif.


Akang mau menelpon teh Maryam dan Akang pun mau berunding dengan Hidayat, Hidayat besok mau pulang ke rumah dia sudah mengabari akang” ucap Khairul kepada mereka berdua.


Khairul pamit kepada Ana dan Hafidz, setelah mengucapkan salam Khairul pun meninggalkan mereka berdua.


Hafidz pun mengandeng tangan istrinya, merekapun langsung pergi ke kamar untuk beristirahat, tiba-tiba Hafidz membisikaan sesuatu di telinga istrinya.


“Sayang kita isi pulsa yu” Hafidz berbisik di telinganya istri tercintanya itu.


“ga ah hp nya lagi lowbat sayang” jawab Anah sambil tersenyum.


“beneran sayang ga mau akang isiin pulsa nya” tanya Hafidz lagi.


“ga ah, lagi ga ada sinyal” jawab Ana sambil menjulurkan lidah padah suaminya.


Hafidz pun tak mau kalah sama istrinya “Sayang mau ke surga apa neraka” ancam Hafidz sambil memijit hidung mancung istrinya.


“Ih akang dasar mesum pasti deh ngeluarin jurus andalan ya” jawab Ana sambil memukul dada bidang suaminya.


“Eleh, tapi kamu juga suka kan?” ucap Hafidz sambil menarik tubuh istrinya dalam pelukan ya, tidak lupa Hafidz menarik selimut sehingga menutupi tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Hanya mereka dah tuhan yang tau apa yang mereka lakukan di balik selimut, karna mereka saling meluapkan rasa cinta mereka, mereka saling menikmati madunya pernikahan, sampai mereka pun terlelap dalam buaiyan, sang malam.


🍂🍂🍂


Keesokan harinya Khairul seperti biasanya dia berangkat kerja, tidak lupa dia menitipkan kunci rumah pada Ana karna hari ini Hidayatat adiknya akan pulang kerumah.


Saat pulang kerja dia melihat ada adiknya dirumah, Khairul mengucapkan salam yang di jawab langsuung oleh Hidayat, hidayat mencium tangan kakanya dan Khairul pun memeluk adiknya itu, sudah lama mereka tak bertemu.


Khairul pun menayakan keadaan adiknya, mereka pun asyik bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan Khairul pun menceritakan tentang cerita masa lalu almarhum ayahnya dan pak Sopian.


Hidayat pun terlihat kaget “Suratan taqdir memang tidak ada yang tau kang, hidayat juga pernah di ceritain Almarhum abi tentang sahabat lamanya itu.


Bahkan beliau pernah mencari keberadaan sahabat ya itu yang teryata menikah dengan kerabat dari mendiang istri akang, terus gimana sekarang rencananya akang?” tanya Hidayat pada kakanya itu.


Khairul menarik nafas panjang, Khairul pun menasehati Adiknya itu, dalam Islam menikah itu bukanlah hal yang sederhana, memang pada awal mulanya harus ada rasa cinta dalam diri mereka.


Tetapi tidak cukup dengan hal itu, hendaknya menikah itu diawali dengan niat yang benar dan ilmu yang cukup untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang panjang.


Kalau kita merujuk kepada konsep Al Quran surah Ar Rum ayat 21, bahwa untuk memperoleh rumah tangga yg indah dan bahagia hendaknya memenuhi tiga unsur pokok yaitu sakinah, mawaddah warahmah.


Ketiga unsur ini wajib ada dalam setiap kehidupan rumah tangga, sehingga rumah tangga itu terasa laksana di surga walaupun rumahnya sangat sederhana.


Lihatlah rumah Rasulullah SAW walaupun kecil panjangnya tidak lebih dari 5 meter dan lebarnya 3 meter beratap pelepah kurma, tapi didalamnya penuh dengan suasana indah dan bahagia sehingga beliau bersabda “baitii jannatii, rumahku laksana surga bagiku”Warahmah adalah rasa sayang yang tulus dari waktu ke waktu sampai ajal menjemput.


Rasa sayang ini akan terus terucap dari bibir mereka. Rasa sayang adalah penyempurna dari rasa cinta yang ada. Orang yang hanya cinta tetapi tidak sayang itu adalah cinta palsu.


Jadi sayang itu adalah keseluruhan dari rasa cinta yang begitu halus, tulus dan murni. Walaupun sudah tua rasa sayang itu tidak pernah pudar.


Mereka rela melakukan apa saja karena terdorong rasa sayang yang menyelimuti jiwa mereka. Mereka yang terus saling menyayangi akan terlihat indah seluruh penampilan baik dalam fisik, pakaian, ucapan, pelayanan dan lain-lain.


Inilah diantara rahasia membangun rumah tangga yang langgeng dan abadi dari dunia hingga ke surga.


Jadi intinya menikah itu tidak cukup hanya bermodalkan cinta, tapi harus di awali dengan niat yang benar dan ilmu yang cukup” ucap Khairul menasehati adiknya.


“Iya kang Hidayat akan ingat nasehat akang, kapan kita akan menemui pak Sopian?” Tanya Hidayat pada kakanya.


“Kalau kamu sudah setuju dengan rencana kaka, jumat depan pak Sopian akan berzirah ke pusara abi, kita akan rundingkan lagi masih ini, akang harap tidak ada yang merasa keberatan dalam perjodohan ini.


Menikah itu kah hal baik, jadi harus di awali dengan kebaikan pula, jangan ada yang tdi tutup-tutupi, semuanya harus terbuka, dan saling menerima, agar ke depan ya tidak menimbulkan penyesalan” ucap Khairul menjelaskan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


NB:


Pesanan Sayyidina Umar Al-Khattab


رضى الله عنه,


“Hisablah diri kamu sebelum kamu dihisab, timbanglah amalan kamu sebelum ia ditimbang untukmu. Sesungguhnya hisab pada hari kiamat menjadi ringan bagi kamu yang melakukan muhasabah diri di dunia ini, dan bersedialah dengan pembentangan amal yang besar. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).”


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2