
...🌻🌸🌼Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
...
...كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
...
...“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
...
...(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 57)🌼🌸🌻
...
🌿🌿🌿🌿
Saat mengetahui telpon dari mertuanya tidak terangkat Khairul pun ,langsung mencoba menelpon balik .
Setelah mengucapkan salam ,Khairul tak mendengar jawaban salam dari mertuanya di sebrang tpn.
Yang ia dengar hanya insan tangis dari mertuanya,lama sekali Khairul menunggu kabar dari mertuanya.
Setelah bisa menguasai hatinya pak Ardi mengabarkan kepada Khairul Bahwa istrinya sudah melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan.
Tapi istri ya ,ga bisa tertolong,Sopy meninggal saat pak Ardi mengadzani cucunya.
Mendengar kabar itu ,Khairul terduduk lemas ,ia tak sangup berbicara ,badan ya bergetar,seluruh tulang ya terasa lemas,penglihatan ya terasa kunang-kunang.
Lama Khairul duduk termenung mencerna apa yang terjadi hingga ia tak sadar dengan sambungan telpon ya.
Setelah ia bisa menguasai dirinya,Khairul menelpon kakanya ,syarip ,tidak lupa juga dia menelpon hidayat untuk segera datang kerumah sakit .
Karna dia harus langsung ke bandung untuk mengurusi jenajah istrinya.
Sesampainya di rumah sakit Syarip merangkul Adiknya dia menasehati adiknya untuk bersabar dalam menghadapi musibah yang menimpah dirinya.
Syarip mengatakan Ujian terberat yang dirasakan seorang mukmin di dunia ini adalah kematian.
Alasannya karena kematian memisahkan kita dengan orang-orang yang kita cintai dan mustahil kita jumpai kembali di dunia ini.
Beda dengan kehilangan harta, jabatan, dan sebagainya yang dengan usaha keras, insya Allah, bisa kita peroleh kembali (bahkan seringkali gantinya lebih baik).
Syarip melanjutkan. Sebagaimana halnya ujian lainnya yang tingkat kesulitannya berbeda-beda tergantung kapasitas orangnya, begitu pun kematian.
Semakin berat iman seseorang, semakin berat pula ujian kematian yang dialaminya.
Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berat imannya maka beliau pula lah yang merasakan ujian kematian yang paling berat.
Sejarah menunjukkan ini. Sebelum lahir beliau telah ditinggal ayahnya, semasih bayi beliau telah ditinggal ibunya, semasa remaja beliau ditinggal kakeknya yang menjadi pengganti kedua orangtuanya.
Setelah menikah beliau ditinggal istrinya dan pamannya yang menjadi pembela beliau menghadapi kejahilan kaumnya.
Semua anak lelaki beliau (3 orang) meninggal sewaktu masih bayi, dan 4 anak perempuan beliau meninggal kecuali Fathimah Radhiyallahu ‘anha.
Syarip kemudian mengingatkan agar khairul senantiasa bersabar Dalam menghadapi ujian kematian.
Hendaknya kamu Selalu ingat bahwa kita ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ إِذَآ أَصٰبَتْهُمْ مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رٰجِعُونَ
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”
__ADS_1
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)
Karena pada hakikatnya semuanya adalah milik Allah SWT maka apa yang kita miliki termasuk nyawa adalah pinjaman dari Allah.
Barang berupa pinjaman memiliki 2 arti.
Kapan saja ia bisa diambil oleh si pemilik dan kita tidak pantas pamer dengannya.
Tidak bisa kita menolak jika panggilan ajal telah datang dan tidak pantas kita sombong dengan berbagai “kelebihan” yang kita miliki.
Syarip melanjutkan. Selain sebagai ujian terberat, peristiwa kematian juga telah cukup sebagai nasihat bahwa kita suatu saat akan mati dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita.
Syarip pun mengajak Khairul untuk segera berangkat tidak lupa Dia berpesan pada hidayat untuk segera mengabarkan sesegera mungkin kalau terjadi apa-apa dengan ibunya.
Sampai di rumah mertuanya terlihat sudah bayak tetangga,kerabat yang bertakziah,si lihat bendera kuning terpasang si depan gang .
Setelah mengucapkan salam Khairul pun langsung masuk ke dalam rumah dan melihat jenajah istrinya terbujur kaku.
Ada perasan bersalah yang teramat Khairul rasakan.
Bagaimana tidak saat istrinya berjuang melahirkan Dia tidak ada di samping ya.
Khairul bisa membayangkan bertapa beratnya Sopy berjuang sendiri.
Khairul berusaha tegar dia berusaha menahan jangan sampai ada air mata yang terjatuh.ia tidak ingin mberatkan istrinya yang telah tiada.
Melihat menantunya datang Pak Ardi langsung memeluk Khairul,terasa ada cairan hangat yang jatuh di dada Khairul.
Khairilpun menguatkan mertuanya itu ,Alloh lebih sayang kepada Sopy dari pada kita ucap Khairul pada mertuanya.
Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit.
Seperti dalam firman Allah Ta’ala .
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185).
Setiap manusia memiliki ajal, dan kematian tidak bisa dihindari dan kita tidak ada yang bisa lari darinya.
Seperti dalam firman Allah Ta’ala .
“Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu kan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. Jumu’ah : 8).
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”
(QS. An-Nisa’ : 78).
“ Sesuatu yang bernyata tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.
Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu.
Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
(QS. Ali ‘Imran : 145).
Semua yang bernyawa pasti akan mati sesuai ajalnya atas izin, takdir dan ketetapan-Nya.
Siapapun yang ditakdirkan mati pasti akan mati meski tanpa sebab, dan siapapun yang dikehendaki tetap hidup pasti akan hidup.
Dan sebab apapun yang datang menghampiri tidak akan membahayakan yang bersangkutan sebelum ajalnya tiba karena Allah Ta’ala telah menetapkan dan menakdirkannya hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Tidak ada satupun umat yang melampaui batas waktu yang telah ditentukan.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Mendengar kabar Ibunya Khairul masuk rumah sakit Nisaa pun bergegas pergi menjeguk ke rumah sakit.
Dia pergi sendiri karna orang tuanya ada jadwal yang ga bisa di tinggalkan,sesampainya di rumah sakit dia melihat Anissa rahma berlari ke arahnya dan memeluknya.
Nisaa pun membiarkan gadis yang sedang mengijak remaja itu menangis di pelukan ya ,dia mengelus kepala gadis itu.
Dia pun menguatkan gadis itu agar bersabar karna akan ada hikmah di setiap kejadian.
Nisaa menihat di sekiling hanya ada Anisa,hidayat dan Azizah,dia bertanya kepada Azizah kemana Khairul dan suaminya ko ga ada di rumah sakit.
AziAh pun memberi tau kalau suami dan adik iparnya pergi ke bandung karna Sopy istri adiknya tadi subuh meninggal saat melahirkan.
“ wa innalillahi rojiun,” Nisaa kaget
Gimana keadaan ibu ?tanya nisa lagi
“ibu sampai sekarang belum sadar “ucap AziAh pada Nissa.
Nisa pun duduk di kursi tunggu pasien dia membelai kepala Anisa rahma.
Dia memandang wajah polos gadis kecil itu ,bertapa berat beban yang di pikul gadis ini,gunam Nisaa dalam hati.
Dia pun mebayangkan bertapa beratnya musibah yang di hadapi Khairul saat ibunya koma berjuang diantara hidup dan mati.
Khairul harus menerima kenyataan bahwa istrinya menigalkan Dia untuk selamanya.
Saat terbuai dalam lamunanya tiba-tiba Nisaa di kejutkan dengan suara salam dari wanita yang ia kenal.
Mereka yang ada di ruangan pun serempak menjawab salam Ana.
Ana langsung menghampiri anisa rahma dan teh Nisa yang duduk di kursi,azizah pun ikut bergabung Hanya hidayat yang masih duduk di depan ranjang pasien.
Azizah pun menanyakan tentang persiapan pernikahan sahabat ya itu.
“Alhamdulilah lancar,”jawab Ana.
Nisaa tersenyum ke Arah Ana,”yang sabar ya An ,Adik kaka itu terkadang masih kek anak-kananakan”ucap Nissa pada Ana.
Nisa pun melanjutkan perkataanya,Bicara mengenai apa yang diharapkan dari sebuah pernikahan, bukan hanya dilihat sebatas memiliki teman hidup yang menyenangkan untuk hidup bersama.
Tetapi juga berbagi minat, hobby, mimpi dan tujuan hidup yang sama.
Di kehidupan sekarang tidak bisa dipungkiri, kemapanan juga jadi tujuan dan harapan dalam pernikahan.
Realistis saja kita butuh materi untuk bertahan hidup dan mewujudkan mimpi bersama, bukan hanya sebatas saling menyayangi dan rasa nyaman.
Selain itu kemapanan non materi juga dibutuhkan untuk memperkuat kondisi rumah tangga untuk tetap terjaga.
Rasa percaya, mengayomi, jujur, pengertian, tanggung jawab merupakan hal mapan bersifat non materi untuk menyeimbangkan kehidupan berumah tangga.”ucap Nisa.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Mohon dukungan ya
Jagan lupa juga like ,komen yang membangun
Dan teguran untuk kebaikan bersama
Mudahan ada mafpat yang bisa kita jadikan pelajaran
Terima kasih
__ADS_1