
...🌸🌸🌸...
...مَآ أَصَابَ مِنْ مُّصِيبَةٍ فِى الْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ أَنْ نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ...
...“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah”...
...(QS. Al-Hadid 57: Ayat 22)...
...🌸🌸🌸...
🌼🌼🌼🌼
Hal yang enak di ucapkan ,begitu indah untuk di dengar,dan sangat menyejukkan hati.
Tapi sangat sulit mewujudkannya.
Itulah sabar.
Walaupun sebenarnya sabar itu lembut,tapi butuh kekuatan untuk mendekapnya.
🌼🌼🌼🌼
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Malam itu Khairul langsung berangkat ke rumah sakit di mana ibunya di rawat, sepanjang perjalan dia terus berdzikir dan berdo’a meminta kepada sang pencipta.
Khairudin tau musibah yang menimpah kita itu sudah menjadi ketentuan Allah Swt .
Dan semua nya tidak bernilai sia-sia. Bahkan selalu ada hikmah dari setiap bencana.
Tinggal sekuat apa manusia bisa menggali hikmah yang terpendam di balik bencana tersebut.
Musibah-musibah yang menimpa hidupnya, pasti disana ada maslahat-maslahat yang Allah inginkan dari dirinya.
Seperti menggugurkan dosa-dosa nya, mengangkat derajatnya. Maka Dia harus yakin dengan perkara seperti itu, maka insyaAllah dia akan berusaha untuk ridha terhadap ketentuan yang Allah berikan kepadanya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Yang pertama kali Allah ciptakan adalah pena, kemudian Allah memerintahkan, maka iapun mencatat apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.
Maka dari itu, ini perkara yang harus diyakini.
Semua kaum Muslimin, siapapun dia, wajib meyakini bahwasannya segala sesuatu telah Allah catat, telah Allah takdirkan, telah tentukan sampai hari kiamat.
Maka itu menunjukkan akan kesempurnaan ilmu Allah dan kesempurnaan kekuasaanNya.
Karena ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat luas dan tidak terbatas.
Allah mengetahui apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.
Allah mengetahui perkara yang paling maslahat untuk hamba-hambaNya.
Allah yang mengetahui hikmah-hikmah dibalik semua ketentuan dan takdirNya.
Sampai di rumah sakit dia langsung menuju di mana ibu tercintanya dirawat .
hatinya begitu hancur saat melihat wanita yang sangat ia cintai, ia hormati dengan sepenuh jiwa dan ranganya terbaring lemas dengan berbagai peralatan medis yang terpasang di tubuhnya.
Hatinya bergetar, air matanya pun mulai membasahi pipinya, lidahnya kelu tak mampu berbicara sepatah katapun.
“melihat kakanya datang Anisa rahma langsung meluk kakanya dan menangis di pelukan kakanya.
Dia pun menceritakan kejadian yang menimpa ibu mereka, Anisa tidak tau apa yang terjadi pada ibunya karna ia menemukan ibu ya tidak sadarkan diri di kamat mandi.”
Khairul pun menenangkan adik bungsunya itu,dia menesehati bahwa anisa harus tabah dengan apa yang sedang mereka alami.
Malam itu Khairul tak bisa tidur dia,duduk di kursi tunggu pasien mata ya ia pejamkan tapi pikiran ya terus berkelana.
Kira-kira jam 3 dini hari mertua nya menelpon memberikan kabar kalau istrinya di bawa kerumah sakit karna hendak melahirkan .
Khairudin pun, meminta maaf kepada mertuanya dia tidak bisa menemani istrinya karna dia tak mungkin meninggalkan ibunya sekarang .
Ibunya belum sadarkan diri, menurut tim medis terjadi pendarahan di otak ibunya karna benturan yang sangat keras.
Sedangkan sekarang tidak ada orang di rumah sakit yang menemani ibunya kaka dan adiknya pulang ke rumah, dan besok pagi baru mereka kembali ke rumah sakit.
Kairudin pun berjanji pada mertuanya besok pagi dia akan langsung berangkat ke bandung.
Dia tidak Lupa berbicara pada istrinya, menguatkan istri ya, dan meminta istrinya untuk bersabar dan memberi semangat pada istrinya.”
Setelah memutuskan sambungan telpon ,kini hati Khairul semakin Tak karuan, terasa ada beban yang sangat berat, yang sedang membebani pundaknya.
Sebagai Orang beriman, khairudin tak ingin musibah sebagai peristiwa negatif.
Melainkan Dia memandang nya sebagai cobaan.
Serta ajang melatih diri untuk sabar dan tabah. Khairudin tau Manusia juga diuji untuk tidak mudah berputus asa.
Allah SWT telah berjanji mengangkat derajat mereka yang menghadapi musibah dengan penuh kepasrahan dan akan mengganti apa yang hilang dari tangan mereka dengan yang lebih baik lagi.
Allah menyampaikan berulang-ulang di dalam Alquran bahwa manusia sejatinya sedang diuji dan kelak manusia akan mendapatkan balasan atas apa yang dilakukannya di dunia.
__ADS_1
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
“Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”
Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa ujian adalah sebuah keniscayaan dalam hidup.
Manusia bisa mendapatkan ujian dalam berbagai bentuk.
Di sisi yang lain, manusia harus bisa bertahan menghadapi ujian tersebut dan bersabar untuk menghadapi berbagai goncangan dalam hidupnya.
Khairul berusaha untuk tetap tegar dengan apa yang menimpanya, dia berusaha tegar, setegar batu karang yang di hempas oleh gelombang di lautan.
Dia akan berusaha menjadi sampan yang bertahan mengikuti arus yang membuat ya terombang- ambilng Dalam lautan ketidak pastikan.
Tak hentinya dia ucapkan doa untuk kedua wanita yang yang ada di dalam hidupnya.
Khairul meminta kesembuhan untuk ibu tercintanya, dan minta kelancaran dan keselamatan untuk istrinya.
Dia ingin berada di samping keduanya tapi itu satu hal yang tidak mungkin jarak yang memisahkan mereka.
Khairul hanya bisa berdoa dan menyerahkan semua urusan ya pada sang pencipta karna dia tau semua yang terjadi adalah yang terbaik yang telah Allah pilih kan untuk nya.
Adzan subuh sudah berkumandang terdengar suara takbir bersautan sari masjid di sekitar rumah sakit.
Khairul pun bergegas mengambil wudhu,kekalutan hatinya, Khairul tak melupakan akan kewajibanya .
Dia tak pergi ke masjid karna dia tak mungkin meninggalkan ibunya terlalu lama, dia mengelar sajadah di ruangan di mana ibunya terbaling dengan berbagai alat bantu medis di tubuhnya.
Tak lupa Khairul melaksanakan shalat sunat sebelum subuh karna ia tau besarya keutamaan sholatt sunat sebelum subuh.
Dua rakaat sebelum shalat subuh sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw.
Nilai dua rakaat (sebelum subuh) ini, sebagaimana pesan Rasulullah saw lebih baik dari pada jagad seisinya.
ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها
Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia seisinya.
Hanya saja yang harus diperhatikan adalah anjuran untuk tidak berlama-lama dalam shalat, mengingat predikat shalat ini adalah shalat sunnah.
Walaupun nilainya lebih berharga daripada dunia seisinya.
Selain itu alasan kebergegasan dua rakaat ini adalah mengikuti Rasulullah saw, (liitba’I sunnatir rasul).
cukup membaca surat al-Kafirun dalam rakaat pertama (setelah al-fatihah) dan al-Ikhlash (setelah al-fatihah)pada rakaat kedua.
Atau membaca Alam Nasyrakh (surat al-Insyirakh) pada rakaat pertama dan Alam Taro (Surah al-Fiil) pada rakaat ke dua.
Bacaan itu adalah .
Ya Hayyu Ya Qayyum La Ilaha Illa anta, 40 kali.
Surat Al-Ikhlas, 11 kali .
Surat Al-Falaq, 1 kali .
Surat An-Nas, 1 kali dan .
Subhanallah wa Bihamdihi, Subhanallahil Adhim, Asytaghfirullah, 100 kali.
Demikianlah keterangan dua rakaat sebelum shalat subuh yang menurut sebagian ulama dikategorikan sebagai rawatib (sebagaimana shalat qabliyah lainnya) yang dilaksanakan sebelum shalat subuh.
Tidak lupa Khairul pun melanjutkan wiridnya setelah wirid subuh nya.
Imam Al-Ghazali, dalam karyanya, Bidâyatul Hidâyah meganjurkann kita beberapa wiridan yang dapat kita amalkan.
Ia menyebutkan:
__ADS_1
وَلْيَكُنْ مِنْ تَسَابِيْحِكَ، وَأَذْكَارِكَ عَشْرُ كَلِمَاتٍ
Hendaknya tasbih-tasbihmu dan zikir-zikirmu terdapat sepuluh kalimat,” yaituh.
Pertama:
لَا إِلهَ إِلَّا الله، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، لَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِى وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْر، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ
Lâ ilâha illallah, wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku, lahul hamdu, yuhyî wa yumîtu, wa huwa ‘alâ kulli syay`in qadîr.
Kedua:
لا إله إلا الله الملك الحق المبين
Lâ ilâha illallahul malikul haqqul mubîn
Ketiga:
لَا إِلَهَ إِلَّا الله الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
Lâ ilâha illallahul wâhidul qahhâr, rabbus samawâti wal ardhi wa mâ bainahumal ‘azîzul ghaffar
Keempat:
سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلَا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Subhânallah, wal hamdu lillah, wa lâ ilâha illallah, wallahu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhîm.
Kelima:
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Subbûhun quddûsur rabbul malâikati war rûh
Keenam:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ
Subhânallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhîm
Ketujuh:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَا اللهُ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ وَالْمَغْفِرَةَ
Astaghfirullahal ‘azhîm al-ladzi lâ ilâha illallah huwal hayyul qayyum, wa as’aluhut taubah wal maghfirah
Kedelapan:
اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Kesembilan:
اَللَّهُمَّ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ Allahumma shalli ‘alâ Muhammadin, wa ‘alâ âli Muhammadin wa shahbihi wa sallim
Kesepuluh:
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
BismillahilLadzi laa yadhurru ma’asmihi syai`un fil ardhi wa lâ fis samâ`i wa huwas samI’ul ‘alîm
Imam ghojali mwnganjurkan kita untukulang-ulang setiap wirid dari wirid-wirid itu, entah seratus kali atau tujuh puluh kali, atau sepuluh kali dan ini paling sedikitnya agar menjadi seratus.
Dawamkan wirid-wirid ini, jangan berbicara sebelum terbitnya matahari.
terdapat dalam hadits, bahwasannya tidak berbicara sebelum terbitnya matahari lebih utama dari memerdekakan delapan budak dari anak turunan Nabi Ismail.
Khairul masih duduk di atas sajadahnya,masih berdzikir,dan berdoa kepada tuhan semesta alam.
terasa ketenagan dalam dirinya saat asma-asma Alloh ia lantunkan,dan iya merasakan ketenangan yang luar biasan.
hilang seketika beban yang sedang menimpah dirinya.
Tiba-tiba hp nya berdering ,dia pun bergegas mengambil hp di tas kecil ya yang tak jauh dari tempatnya sholat.
Alangkah terkejudnya ia mendapi 13 x panggilan tak terjawab dari mertuanya,
Bagaimana mungkin iya tak sadar dengan bunyi hp nya.
Dia pun langsung menelpon balik mertua nya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Maaf kalau kalau kurang berkenan
Mudahan ada manfaat nya terutama untuk diri
Keranjang dosa ini
Mohon dukungan ya agar tetap bisa istiqomah menulis
Terima kasih
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻