Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Tentang perasan


__ADS_3

๐ŸŒท Tentang perasan ๐ŸŒท


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...


...diriwayatkan dalam sebuah hadits yang artinya :


...


...Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat (berduaan) dengan seorang wanita tanpa dsertai mahram nya karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetanโ€. (HR Ahmad).


...


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


benarkah angin ini mulai enggan dengan masa


mengikuti suara burung-burung, menemani hingga sarangnya


dan membawa benih-benih yang terjatuh ke tanah


membujuk air untuk menari


menerpanya hingga kehidupan baru tumbuh


membelainya bersama senyum cahaya


dan mengirimkan tanda begitu bunga-bunga telah menyapa dari tidurnya,


benarkah kau begitu bosan?


bersama kehidupanmu untukku


mungkin telah bercerita burung-burung yang lapar, benih kering yang mati,


air keruh merindu lautan untuk mengadu?


dan udara panas yang terkirimkan hingga kini


tiada pula kau kerjapkan tanda untuk rintik hujan yang menderas


pastilah langkah ini semakin risau, menginginkan hembusmu menyapaku


kicau bersahut yang semakin berlalu,


berlalu bersama iringan penyesalanku


Begitulah suara hati, dari seorang Khairul yang begitu merindukan mendiang istrinya, dia tau semuanya telah berlalu, dia juga tau, yang telah pergi takan kembali.


Hanya dia tak ingin kenangan itu pergi, biar la semuanya akan ia jadikan kenangan yang tak terlupakan, sumber kerinduan yang akan selalu ia rasakan, bentuk kecintaan yang ia miliki, pada kekasih hati yang telah pergi.


Sopy indah namamu ku sebut selalu, terlantun doa menyertaimu, teringat akan sucinya cintamu, tulusnya pengorbananmu, yang mampu meluluhkan batu karang dalam hatiku.


Sopy ayu wajahmu ku kenang selalu, lembut suara mu masih terdengar merdu di telingaku, andai waktu itu hatiku bisa melihat semua itu, takan ada penyesalan di hati ini.


โ€œAsalamualikumโ€ suara salam menyadarkan Khairul yang sedang terbuai dalam kenangan indah yang sedang ia rasakan.

__ADS_1


โ€œwaalaikumusalamโ€ Jawab Khairul menjawab salam Ana.


โ€œIdih si akang penyakit lama Kabuh lagi, suka betul melamun, ga baik tau!โ€ Ana memprotes kakanya itu.


โ€œGa ngelamun akang Cuma lagi mengenang Sepupu mu yang dah ninggalin akangโ€ ucap Khairul membela.


โ€œAlah, sama aja atu kang, akang sering bilang kata ya yang udah tiada itu butuh doa bukan ratapa, itu akang malah meratap!โ€ Ana pun sedikit menasehati Khairul.


โ€œIa akang tau, insyaallah akang selalu mendoakan almarhum istri akang, ada apa An ko tumben ke sinih? Tanya Khairul pada Ana.


โ€œAna ke sinih ingin menceritakan sesuatu kang, akang ada waktuโ€ Ana meminta waktu berbicara kepada Khairul.


โ€œIya boleh aja tapi kita ngobrol di rumah mu ya tar bada isya akang ke rumah, akang ga enak bicara sekarang di rumah kan Cuma ada akang sendiri, Hidayat tadi pamit mau jenguk Anisaโ€ jawab Khairul pada Ana.


Iya akang ga apa-apa Ana juga paham, ya udah Ana pulang dulu, Ana tunggu lo tar malam, Asalamualaikumโ€ Ana pamit meninggalkan Khairul.


Sepeninggalan Ana Khairul mengucapkan istighfar berkali-kali, dia sadar, dia terlalu terbawa perasan rindunya pada mendiang istrinya.


Seharusnya dia beristigfar dan mendoakan mendiang istrinya, karna doa dan permohonan ampunan (istighfar). Inilah yang paling layak untuk dihadiahkan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.


Karena itu kemudian dikatakan bahwa hadiah orang hidup kepada yang meninggal dunia adalah doa dan permohonan ampunan.


Hadiah orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang telah meninggal dunia adalah doa dan memintakan ampunan kepada Allah (istighfar) kepada mereka.


(Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Fikr, **, halaman 281).


Dalam sebuah riwayat sebagaimana dikemukakan Syekh Nawawi Al-Bantani, dikatakan bahwa di dalam kubur, orang yang meninggal dunia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan berupa doa.


Ia menanti datangnya doa dari anaknya, saudara, atau temannya. Ketika ia mendapatkannya, maka itu lebih ia sukai ketimbang dunia dengan seluruh isinya.


ุฑููˆููŠูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ูููŠ ู‚ูŽุจู’ุฑูู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู„ู’ุบูŽุฑูŠู‚ู ุงู„ู’ู…ูุบูŽูˆู‘ูŽุซู-ุจูููŽุชู’ุญู ุงู„ู’ูˆูŽุงูˆู ุงู„ู’ู…ูุดูŽุฏู‘ูŽุฏูŽุฉู ุฃูŽูŠู’ ุงู„ุทู‘ูŽุงู„ูุจู ู„ูุฃูŽู†ู’ ูŠูุบูŽุงุซูŽ-ูŠูŽู†ู’ุชูŽุธูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู‹ ุชูŽู„ู’ุญูู‚ูู‡ู ู…ูู†ู ุงุจู’ู†ูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุฏููŠู‚ู ู„ูŽู‡ู ููŽุฅูุฐูŽุง ู„ูŽุญูู‚ูŽุชู’ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูููŠู‡ูŽุง


Artinya, โ€œDiriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, โ€˜Tidak ada mayit yang berada dalam kuburnya kecuali ia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan kal ghariqil mughawwats dengan diharakati fathah pada huruf wawunya yang bertasdid, yaitu orang yang meminta pertolongan, ia menunggu setetes doa yang yang dikirimkan anaknya, saudara, atau temannya.


Dari sinilah kemudian dapat dipahami betapa orang yang telah meninggal dunia itu sebenarnya mengharapkan kiriman atau hadiah doa dari orang yang masih hidup.


Dengan kata lain, kiriman atau hadiah doa itu akan sangat berarti baginya, bahkan pahalanya pun akan sampai.


Karena itu para ulama, sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi, menyatakan kesepakatan bahwa doa dari orang yang masih hidup kepada yang telah meningal dunia itu bermanfaat dan pahalanya akan sampai kepadanya.


Salah satu dalil yang digunakan untuk mendukung pendapat ini adalah firman Allah SWT berikut ini:


ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงุกููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู


Artinya, โ€œOrang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, โ€˜Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan suadara-saudara kami yang telah beriman terlebih dulu dari kami,โ€


(QS Al-Hasyr ayat 10).


ุงูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกูŽ ู„ูู„ู’ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ูŠูŽู†ู’ููŽุนูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุตูู„ูู‡ู… ุซูŽูˆูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุงุญู’ุชูŽุฌู‘ููˆุง ุจูู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงุกููˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู


Artinya, โ€œPara ulama sepakat bahwa doa untuk orang-orang yang telah meninggal dunia akan memberikan manfaat kepada mereka dan akan sampai juga pahalanya kepada mereka.


Para ulama ini berdalil dengan firman Allah SWT, โ€˜Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, โ€˜Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan suadara-saudara kami yang telah beriman terlebih dulu dari kami,โ€™


(Al-Hasyr ayat 10),โ€™โ€ (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Adzkar An-Nawawiyyah,


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Di tempat lain seorang wanita cantik nan ayu pun merenung seorang diri di kamarnya, terkadang ia senyum sendiri, hatinya begitu berbunga-bungga, hatinya, rasa bahagia menyelimuti dirinya iya begitu bahagia akhir-akhir ini.


Semenjak pulang dari rumah orang tuanya, dia merasa begitu bahagia, dia pun tak mengerti dengan perasaan nya sendiri, yang ia tau dia merasa bahagia.

__ADS_1


Halimah merasakan, perasaan bahagia atau senang. Melihat kekasih hatinya tersenyum juga akan turut membuatnyya tersenyum.


Halimah selalu mencari cara untuk bisa dekat dengan orang yang dia sayangi. Nggak hanya itu, halimah juga inggin memberikan perhatian ekstra hanya agar orang yang dia sayangi itu merasa diperlakukan dengan baik dan akhirnya sadar bahwa dia begitu menyanginya.


Tapi terkadang Halimah begitu kesulitan dalam mengungkapkan perasaannya. Terkadang Halimah hanya bisa diam dan memendam perasaannya.


Meski menyiksa, Halimah pun bisa tetap bertahan dengan cara yang seperti ini. Namun kini dia seolah melihat seberkas cahaya untuk masa depannya.


Bagaimana tidak ayahnya yang selama ini selalu membatasi dia saat berhubungan dengan yang namanya cinta, bahkan tidak sedikit laki-laki yang di tolak mentah-mentah oleh ayahnya dengan alasan anknya belum siap untuk rumah tangga.


Malah menganjurkan dirinya untuk mau di jodohkan dengan putra dari mendian sahabat ya (ayahnya Khairul), yang tidak bukan adalah lelaki yang selama ini telah berhasil mencuri hatinya.


Laki-laki yang telah memporak-porandakan benteng yang selama ini berdiri kokoh dalam hati sanubaribya, hati yang selama ini berusaha ia tutup rapat, mulai terbuka dan mulai bertahta sebuah nama yang begitu indah terukir di sana.


Halimah pun selalu berdoa semoga cintanya akan menuntun ya pada cinta yang seharusnya, cinta suci dalam sebuah ikatan yang di impikan yaituh, bahtera rumah tangga yang agung nan mulia.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


NB:


Tidak harus tampan untuk menjadi indah


Tidak harus memuji-muji untuk di cintai


Tidak harus kaya untuk bahagia.


Cukup jadikan Allah SWT ridho kepadamu maka Allah akan menjadikanmu dihadapan manusia indah, dicintai, dan bahagia.


Jika kamu berbuat 99 kebaikan lalu berbuat 1 kesalahan maka pasti manusia akan mencacimu dengan 1 kesalahanmu dan tidak memandang kebaikanmu yang 99, itulah manusia.


Sebaliknya jika kamu berbuat 99 kesalahan lalu berbuat 1 kebaikan maka akan diampuni kesalahanmu yang 99 itu karena kebaikanmu yang 1, itulah tuhan kita Allah SWT.


"YAA ALLAH KAMI BERLINDUNG KEPADAMU DARI KEINDAHAN DIMATA MANUSIA AKAN TETAPI KAMI JELEK(KOTOR) DI SISIMUโ€.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sebuah ungkapkan dari ibnu arabi:


ุฃุฏูŠู† ุจุฏูŠู† ุงู„ุญุจ ู…ุง ุชูˆุฌู‡ุช ุทุฑุงุฆู‚ู‡ ูุงู„ุญุจ ุฏูŠู†ู‰ ูˆุฅูŠู…ุงู†ู‰


Agamaku Agama Cinta yang senantiasa kuikuti kemanapun langkahnya. Itulah Agama dan keimananku.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Dari perkataan guru mulia


Alhabib umar bin hafidz


beliau berbicara tentang musahabbah


Kenapa berubah itu gampang..


Dan istiqomah itu sulit...


Karna istiqomah sangat butuh perjuangan.


Karna iman manusia suka naik turun, sebentar naiknya kebanyakan turunnya.


Ingatlah, Allah tidak hanya memandang perubahan kita, tapi Allah memandang keistiqomahan atas peruban tersebut.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


TETIMA KASIH


__ADS_2